cover
Contact Name
Zumhur Alamin
Contact Email
zumhur.alamin@gmail.com
Phone
+62895351974655
Journal Mail Official
journalpendiri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno Hatta no. 129 Rt. 06 Rw. 03 Rabangodu Utara Raba Kota Bima
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan
Published by Yayasan Ran Edu Center
ISSN : 30903572     EISSN : 30900190     DOI : https://doi.org/10.63866/pendiri
Core Subject : Education,
Journal Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan, published by Ran Edu Center, focuses on research related to educational research. Submitted manuscripts will be accepted by the editor and then checked for similarity with a similarity checker application. PENDIRI aims to be a forum for researchers and academics in the field of education to share knowledge, ideas, and the latest research results. Thus, this journal plays an important role in encouraging the development and deeper understanding of educational issues that are relevant and important to society and the world of education. The review process is conducted using peer review. Journal Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan has a main focus on the development, exchange, and dissemination of quality knowledge and research results in the field of education. The aim is to provide a platform for researchers, academics, and education practitioners to share the latest knowledge, ideas, and innovations.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2024): June 2024" : 5 Documents clear
Penerapan Assessment For Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Reflektif Siswa Fauzi, Ahmad; Al-zainuri, Awaluddin
Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pendiri.v1i2.59

Abstract

Keterampilan reflektif merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengevaluasi pemahaman mereka sendiri dan meningkatkan strategi belajar secara mandiri. Namun, banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam merefleksikan proses belajar mereka secara mendalam. Assessment for Learning (AfL) telah diidentifikasi sebagai strategi yang dapat membantu meningkatkan keterampilan reflektif melalui umpan balik formatif dan self-assessment. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan AfL dalam meningkatkan keterampilan reflektif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 60 siswa sekolah menengah yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui analisis jurnal refleksi siswa, observasi kelas, serta wawancara mendalam dengan guru dan siswa. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji-t untuk membandingkan perbedaan sebelum dan sesudah intervensi, serta analisis kualitatif untuk mengeksplorasi pola refleksi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam AfL mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan reflektif dibandingkan kelompok kontrol. Strategi umpan balik tertulis dan lisan terbukti efektif dalam membantu siswa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka, sementara self-assessment meningkatkan kesadaran metakognitif mereka. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa AfL merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan keterampilan reflektif siswa. Temuan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode penilaian formatif di sekolah serta implikasi praktis bagi pendidik dalam mengintegrasikan AfL dalam pembelajaran.
Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Alaudin, Nurlatifah; Nurjanah
Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pendiri.v1i2.61

Abstract

Pembelajaran berbasis kearifan lokal menjadi salah satu pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Kearifan lokal mencerminkan budaya, nilai, dan tradisi yang relevan dengan lingkungan siswa, sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual. Namun, penerapan model pembelajaran berbasis kearifan lokal masih terbatas, khususnya dalam lingkungan sekolah di Kota Bima. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari siswa sekolah menengah pertama di Kota Bima yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi belajar, serta wawancara dengan guru dan siswa. Analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam motivasi belajar siswa pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Siswa yang terlibat dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal menunjukkan tingkat keterlibatan yang lebih tinggi, pemahaman konsep yang lebih baik, serta sikap positif terhadap pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai budaya dalam proses pembelajaran dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Temuan ini memiliki implikasi bagi pengembangan kurikulum yang lebih kontekstual serta sebagai referensi bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap lingkungan budaya siswa.
Peran Etika Berbahasa dalam Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian di Era Digital Jamilah, Sri; Missouri, Randitha
Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pendiri.v1i2.62

Abstract

Di era digital, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian semakin meningkat akibat rendahnya literasi digital dan etika berbahasa dalam komunikasi daring. Hoaks sering kali menggunakan bahasa provokatif dan manipulatif untuk memengaruhi opini publik, sementara ujaran kebencian memperkeruh ruang diskusi dengan memperkuat polarisasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran etika berbahasa dalam menangkal hoaks dan ujaran kebencian di media digital melalui pendekatan analisis wacana kritis. Data dikumpulkan dari berbagai unggahan media sosial yang mengandung unsur hoaks dan ujaran kebencian, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola kebahasaan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hoaks umumnya menggunakan kalimat emosional, istilah ilmiah yang disalahgunakan, serta struktur naratif yang meyakinkan, sedangkan ujaran kebencian cenderung bersifat menggeneralisasi, menyudutkan kelompok tertentu, dan berisi pemaknaan negatif yang berulang. Selain itu, strategi komunikasi berbasis etika—seperti penggunaan bahasa santun, berbasis fakta, dan tidak provokatif—terbukti efektif dalam mengurangi penyebaran hoaks serta menciptakan lingkungan diskusi yang lebih sehat. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literasi digital dengan menekankan pentingnya kesadaran berbahasa dalam komunikasi daring. Implikasi praktisnya mencakup penerapan kebijakan dan program edukasi literasi digital yang lebih menitikberatkan pada aspek etika komunikasi. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran algoritma media sosial dalam memperkuat atau menekan penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
Strategi Meningkatkan Kesadaran Etika Berbahasa dalam Lingkungan Sekolah Missouri, Randitha; Widayati, Ulfa
Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pendiri.v1i2.63

Abstract

Kesadaran etika berbahasa di lingkungan sekolah merupakan faktor penting dalam membentuk komunikasi yang santun dan harmonis. Namun, di tingkat sekolah menengah, masih ditemukan penggunaan bahasa yang kurang sesuai dalam interaksi sehari-hari, terutama dalam komunikasi informal dan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran etika berbahasa siswa serta merumuskan strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif di beberapa sekolah menengah di Kota Bima. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis kebijakan sekolah terkait etika berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran etika berbahasa siswa dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial, pengaruh media digital, serta kurangnya pembiasaan dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi tantangan ini, strategi yang dapat diterapkan meliputi integrasi etika berbahasa dalam kurikulum, peran guru sebagai model komunikasi yang santun, penerapan kebijakan sekolah yang lebih tegas, serta pemanfaatan media digital untuk edukasi etika berbahasa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman kesantunan berbahasa di lingkungan pendidikan serta menawarkan solusi praktis bagi sekolah dalam menanamkan budaya komunikasi yang lebih baik. Diharapkan temuan ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan sekolah dan penelitian lebih lanjut terkait pembinaan etika berbahasa di kalangan siswa.
Strategi Manajemen Pendidikan Inklusif dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Saputri, Fitri Ayu; Lestari, Siti Rohmah
Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pendiri.v1i2.64

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan strategis dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak, di mana setiap siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, mendapatkan akses pendidikan yang setara. Namun, implementasi pendidikan inklusif di sekolah masih menghadapi tantangan, terutama dalam aspek kebijakan sekolah yang belum terstruktur dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kebijakan sekolah dalam mendukung pendidikan inklusif guna mewujudkan sekolah ramah anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa sekolah inklusif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen kebijakan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah yang memiliki kebijakan inklusif yang terdokumentasi dan didukung oleh pelatihan guru, fasilitas yang memadai, serta keterlibatan orang tua yang aktif lebih efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak. Sebaliknya, sekolah yang kebijakan inklusifnya masih bersifat normatif tanpa implementasi yang jelas mengalami hambatan dalam memberikan layanan pendidikan yang optimal. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan mengenai peran kebijakan sekolah dalam meningkatkan efektivitas pendidikan inklusif. Implikasi praktisnya mencakup perlunya peningkatan pelatihan guru, penyediaan fasilitas yang memadai, serta penguatan evaluasi kebijakan yang berkelanjutan. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah memperluas cakupan penelitian dan mengkaji perspektif siswa untuk memahami efektivitas kebijakan inklusif secara lebih mendalam.

Page 1 of 1 | Total Record : 5