cover
Contact Name
Mar'atus Sholikhah
Contact Email
mara2025@marapublisher.com
Phone
+6285881840618
Journal Mail Official
admin@marapublisher.com
Editorial Address
Mara Cendekia Publisher Address : Dukuh Krajan No 12 RT 001 RW 001 Desa Ngraket, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara
ISSN : 31092365     EISSN : 31090613     DOI : https://doi.org/10.64465/jkfn.v1i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan farmasi Nusantara focuses on publishing high-quality research articles and mini-reviews in various areas of pharmacy. The journal encourages the dissemination of scientific knowledge and promotes advancements in clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical biology/pharmacognosy, pharmacology, drug development/medicinal chemistry, formulation, and related fields. By encompassing a wide range of topics, Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara serves as a valuable platform for researchers, practitioners, and academicians to contribute to the advancement of pharmacy practice and pharmaceutical sciences.
Articles 23 Documents
Formulasi dan Evaluasi Deodoran Spray Ekstrak Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Dengan Variasi Aluminium Kalium Sulfat Sebagai Antirespiran Dyah Intan Pratiwi; Mar'atus Sholikhah
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i1.63

Abstract

Bau badan disebabkan oleh aktivitas bakteri pada keringat. Deodoran spray merupakan solusi praktis untuk mengatasi masalah ini. Ekstrak daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) mengandung zat aktif seperti tanin, flavonoid, dan saponin yang bersifat antibakteri. Aluminium kalium sulfat sebagai antirespiran berfungsi untuk mengurangi produksi keringat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi deodoran spray dengan variasi konsentrasi aluminium kalium sulfat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental yang terdiri dari formula kontrol (tanpa ekstrak) dan tiga formula uji (mengandung 3% ekstrak daun rambutan) dengan konsentrasi aluminium kalium sulfat sebesar 9,5%, 10% dan 10,5%. Evaluasi dilakukan terhadap pH, viskositas, homogenitas, kejernihan, waktu kering, organoleptis, serta uji antirespiran selama 28 hari pada suhu kamar dan 12 hari dalam uji dipercepat (cycling test). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa formula kontrol, I dan III memiliki stabilitas dan memenuhi persyaratan pada organoleptis, pH, viskositas, homogenitas, kejernihan, waktu kering, dan uji antirespiran selama penyimpanan 28 hari pada suhu kamar dan uji dipercepat 12 hari. Namun, formula II belum memenuhi syarat pH pada uji dipercepat. Ekstrak daun rambutan dapat diformulasikan menjadi deodoran spray yang stabil. Formula paling optimal adalah formula I (10% aluminium kalium sulfat).
Optimasi Konsentrasi Propilen Glikol dan Etanol Dalam Formulasi Hair Tonic Anti Ketombe Ekstrak Daun Allamanda (Allamanda Cathartica L.) Serta Uji Stabilitasnya Adelia Elok Mawada; Mar'atus Sholikhah
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i1.65

Abstract

Hair tonic adalah sediaan cair dari campuran bahan kimia atau herbal untuk menjaga kesehatan rambut. Hal yang perlu diperhatikan dalam formulasi hair tonic adalah konsentrasi propilen glikol dan etanol 96%. Propilen glikol adalah pelarut yang berfungsi sebagai humektan yang membantu menarik air ke stratum korneum yakni lapisan terluar kulit. Sedangkan etanol adalah pelarut untuk meningkatkan penetrasi ke dalam kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi propilen glikol dan etanol 96% terhadap kestabilan fisik yang mengandung ekstrak allamanda yang efektif menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans penyebab ketombe. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan memvariasikan propilen glikol dan etanol 96%. Konsentrasi propilen glikol yaitu 20% pada (F0 dan F2), 25% (F1), dan 15% (F3). Sedangkan etanol 96% menggunakan konsentrasi 15% (F0 dan F2), 10cathar% (F1), dan 20% (F3). Evaluasi sediaan dilakukan selama 28 hari pada suhu ruang, disertai uji dipercepat (Cycling test) selama 12 hari meliputi parameter pH, berat jenis, viskositas, warna, bau, homogenitas, dan uji iritasi kulit. Berdasarkan hasil evaluasi seluruh parameter menunjukkan sediaan yang stabil dan memenuhi persyaratan selama 28 hari pada suhu ruang dan 12 hari uji dipercepat (Cycling test). Formula yang paling optimal adalah Formula II, yang mengandung propilen glikol sebesar 20% dan etanol 96% sebanyak 15%.
Formulasi dan Uji Evaluasi Clay mask Berbasis Ekstrak Bangle (Zingiber purpureum Roxb.) dengan Variasi Konsentrasi Bentonit dan Kaolin Serli Triwulandari; Mar'atus Sholikhah
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i1.35

Abstract

Indonesia memiliki beragam tanaman rempah yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan bahan kosmetik, salah satunya bangle (Zingiber purpureum Roxb.) yang kaya senyawa antioksidan dan telah lama digunakan secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan clay mask yang mengandung ekstrak rimpang bangle dengan variasi konsentrasi kaolin dan bentonit sebagai basis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan parameter evaluasi meliputi pH, viskositas, daya sebar, waktu mengering, homogenitas, warna, dan bau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan selama penyimpanan 28 hari pada suhu kamar dan setelah dilakukan uji stabilitas dipercepat melalui cycling test. Formula III dengan konsentrasi kaolin 20% dan bentonit 2% menunjukkan kestabilan fisik paling baik dibandingkan formula lainnya. Ekstrak rimpang bangle dengan konsentrasi 2,10% dapat diformulasikan dalam sediaan clay mask dan menghasilkan karakteristik fisik yang stabil selama periode pengujian. Komposisi kaolin dan bentonit pada Formula III dinilai paling optimal dalam menghasilkan sediaan dengan karakteristik fisik yang baik. Dengan demikian, ekstrak rimpang bangle 2,10% berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif dalam sediaan clay mask, dengan kombinasi kaolin 20% dan bentonit 2% sebagai basis yang memberikan stabilitas fisik terbaik. Temuan ini mendukung pengembangan kosmetik berbahan alam yang praktis, stabil, dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut secara.
Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) Sediaan Lip Balm Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Secara In Vitro Nine Monthy Rizkanaya; Nita Fajaryanti; Tri Nur Azizah
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i2.79

Abstract

Letak geografis Indonesia di kawasan tropis menjadikan paparan sinar matahari sebagai salah satu risiko kesehatan kulit yang perlu diantisipasi secara serius. Radiasi ultraviolet (UV) terbagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan panjang gelombang: UV-A (320–400 nm), UV-B (290–320 nm), dan UV-C (200–290 nm). Di antara ketiganya, UV-A dan UV-B merupakan komponen yang berhasil menembus lapisan atmosfer dan memengaruhi kondisi kulit serta bibir manusia. Bibir sebagai bagian wajah yang rentan terhadap kelembapan dan paparan lingkungan membutuhkan perlindungan khusus melalui produk topikal yang mengandung agen pelindung UV sekaligus antioksidan. Penelitian ini dirancang untuk mengkaji nilai SPF serta kapasitas antioksidan sediaan lip balm berbasis ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Ekstraksi simplisia dilakukan melalui metode maserasi, dilanjutkan dengan evaluasi mutu fisik sediaan lip balm, pengukuran SPF secara in vitro menggunakan formula Mansur dengan spektrofotometri UV-Vis, serta penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Nilai SPF formula F1 (1%), F2 (2%), dan F3 (3%) berturut-turut adalah 7,49; 7,51; dan 7,56, seluruhnya tergolong dalam kategori proteksi ekstra. Kapasitas antioksidan ekstrak kulit buah naga merah memperlihatkan nilai IC50 rata-rata sebesar 46,28 µg/mL, yang masuk dalam klasifikasi antioksidan sangat kuat. Temuan ini membuktikan bahwa limbah kulit buah naga merah dapat dikembangkan sebagai komponen aktif dalam formulasi kosmetik pelindung bibir dengan profil perlindungan UV dan antioksidan yang unggul.
Studi Literatur: Pengaruh Konsentrasi dan Kombinasi Basis Terhadap Karakteristik Masker Gel Peel-Off Dari Bahan Alam Ariza Anggun Maharani; Afriyani Afriyani; Atri Sri Ulandari
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i2.92

Abstract

Masker gel peel-off adalah sediaan kosmetik topikal yang banyak dikembangkan karena praktis, nyaman, dan efektif membersihkan kulit. Karakteristik fisiknya dipengaruhi oleh jenis serta konsentrasi basis, terutama pembentuk film dan pembentuk gel. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kombinasi dan konsentrasi basis pada masker gel peel-off berbahan alam melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel nasional dan internasional dari Google Scholar periode 2021–2026 yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil menunjukkan bahwa Polyvinyl Alcohol (PVA) umum digunakan sebagai pembentuk film (3–14%) dan dikombinasikan dengan gelling agent seperti Carbopol 940, gelatin, HPMC, Na.CMC, dan HEC. Variasi jenis dan konsentrasi berpengaruh terhadap pH, daya sebar, dan waktu kering sediaan. Kombinasi pada konsentrasi yang tepat menghasilkan sediaan dengan karakteristik fisik yang baik, stabil, dan memenuhi standar mutu kosmetik.
Peran Body butter Berbasis Bahan Alam dalam Menjaga Kesehatan dan Kelembapan Kulit Mar’atus Sholikhah; Riska Putriana; Febriani Era Zelisma; Sabina Two Happy Syahri
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i1.95

Abstract

Body butter merupakan salah satu sediaan pelembap kulit dengan kandungan minyak yang tinggi dan banyak dikembangkan menggunakan bahan alam seiring meningkatnya tren kosmetik back to nature. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran body butterberbasis bahan alam dalam menjaga kesehatan serta kelembapan kulit melalui telaah sistematis terhadap 15 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2015–2025. Metode yang digunakan adalah literature review article dengan pencarian data melalui Google Scholar menggunakan kata kunci formulasi body butterberbahan alam. Hasil kajian menunjukkan bahwa seluruh sediaan body buttermemiliki stabilitas fisik yang baik. Hal ini ditandai dengan nilai pH yang berkisar 5,8–6,5, homogenitas yang optimal, viskositas yang sesuai, daya sebar yang baik, dan aman digunakan tanpa menimbulkan iritasi pada kulit. Kandungan senyawa seperti flavonoid, polifenol, saponin, dan antosianin memberikan aktivitas berupa antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, hingga perlindungan sebagai tabir surya alami. Dengan demikian, body butterberbahan alam tidak hanya berfungsi sebagai pelembap kulit, tetapi juga berpotensi sebagai agen protektif yang mendukung kesehatan kulit serta layak dikembangkan menjadi produk kosmetik fungsional yang aman dan efektif.
Inovasi Formulasi Pewarna Rambut Berbasis Bahan Alam Sebagai Alternatif Kosmetik yang Aman: Systematic Review Mar’atus Sholikhah; Karinda Atthiyah Putri; Siti Nurma Chairani; Nabila Septiani
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i1.96

Abstract

Penggunaan pewarna rambut berbahan sintetis seperti para-phenylenediamine masih mendominasi industri kosmetik, meskipun konsumen mengetahui tingkat risiko iritasi hingga toksisitas jangka panjang yang ditimbulkan. Seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang lebih aman dan ramah lingkungan, bahan alam mulai dilirik sebagai alternatif yang lebih aman. Kajian ini bertujuan menelaah berbagai inovasi formulasi pewarna rambut berbasis bahan alam melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap 21 artikel ilmiah terbitan 2015–2025. Hasil studi menunjukkan bahwa berbagai bahan alam seperti biji pepaya, umbi bit, dan bunga rosela memiliki kemampuan menghasilkan warna rambut yang beragam dengan kestabilan warna yang baik. Formulasi dalam bentuk gel dan krim menjadi pilihan utama karena kemudahan pemakaian dan kestabilan fisiknya. Selain itu, sebagian besar sediaan menunjukkan hasil positif dari segi pH, viskositas, daya sebar, serta respon pengguna melalui uji hedonik. Temuan ini memperkuat peran bahan alam sebagai dasar dalam pengembangan pewarna rambut yang lebih sehat, sekaligus mendukung arah industri kosmetik menggunakan formulasi bahan alam yang berkelanjutan.
Literatur Review: Dampak Penggunaan NSAID terhadap Ulkus dan Cedera Saluran Cerna Made Laksmi Meiliana
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): MEI
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i2.109

Abstract

Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) merupakan obat yang banyak digunakan dalam praktik klinis, namun penggunaannya diketahui berhubungan erat dengan terjadinya ulkus dan berbagai bentuk cedera saluran cerna. Artikel review ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan NSAID terhadap ulkus dan cedera saluran cerna berdasarkan sintesis temuan dari 15 jurnal ilmiah yang relevan. Penelusuran literatur dilakukan terhadap artikel penelitian eksperimental, studi observasional, laporan kasus, dan pedoman klinis yang membahas mekanisme, faktor risiko, serta pencegahan cedera gastrointestinal akibat NSAID. Hasil telaah menunjukkan bahwa NSAID dapat menyebabkan kerusakan mukosa saluran cerna atas dan bawah melalui inhibisi enzim siklooksigenase yang menurunkan prostaglandin protektif, efek iritasi topikal langsung, disfungsi mitokondria, peningkatan stres oksidatif, serta gangguan integritas mukosa usus. Manifestasi klinis yang dilaporkan meliputi dispepsia, ulkus peptikum, perdarahan saluran cerna atas, hingga enteropati NSAID yang sering bersifat asimtomatik. Risiko cedera meningkat pada penggunaan jangka panjang, dosis tinggi, usia lanjut, riwayat ulkus, dan penggunaan obat penyerta tertentu. Strategi pencegahan yang konsisten dilaporkan efektif meliputi penggunaan proton pump inhibitor, pemilihan NSAID selektif COX-2 pada pasien berisiko, serta edukasi penggunaan NSAID yang rasional.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) Sebagai Basis Dalam Nanoemulsi Ciprofloxacin Pada Pembuatan Sediaan Krim Fitra Luthfi Novarmajaya; Tri Yanuarto; Eka Putri Wiyati; Betna Dewi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.116

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak alami yang dapat dipakai sebagai fase minyak dalam nanoemulsi untuk memperbaiki karakteristik sediaan topikal. Ciprofloxacin masuk kedalam BCS jelas IV yang artinya Ciprofloxacin ini memiliki kelarutan yag rendah dan permeabilitas yang rendah. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi VCO sebagai matriks nanoemulsi ciprofloxacin dalam pembuatan krim terhadap sifat fisik serta aktivitas antibakteri. Metode eksperimental meliputi formulasi nanoemulsi ciprofloxacin dengan konsentrasi VCO 3 %, 5 %, dan 7 %, yang selanjutnya didespersikan kedalam basis krim. Evaluasi mencakup ukuran partikel nanoemulsi, penilaian organoleptik, homogenitas, tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Hasil menunjukkan semua formulasi memenuhi kriteria evaluasi fisik, memiliki ukuran partikel dalam rentang nano yaitu nilai Z-Average dan PDI pada F1 sebesar 466,0 nm dan 0,654, pada F2 sebesar 300,3 nm dan 0,525, serta pada F3 sebesar 283,9 nm dan 0,378. bersifat homogen, dan bertipe minyak dalam air. Peningkatan konsentrasi VCO meningkatkan viskositas, daya lekat, dan aktivitas antibakteri, namun mengurangi daya sebar. Semua formulasi memiliki pH yang aman untuk kulit. Disimpulkan bahwa variasi konsentrasi VCO memengaruhi karakteristik fisik dan aktivitas antibakteri pada krim nanoemulsi ciprofloxacin.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sirup Ekstrak Etanol Daun Miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth). Nenni Rahmi Hasibuan; Nurwani Purnama Aji; Eka Putri Wiyati; Betna Dewi
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.118

Abstract

Daun miana (Coleus scutellarioides (L.) Benth.) dikenal memiliki banyak kandungan senyawa metabolit sekunder, termasuk flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan fenolik, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan dasar sediaan herbal. Penelitian ini dibuat untuk memformulasikan ekstrak etanol daun miana ke dalam bentuk sediaan sirup sekaligus mengevaluasi sifat fisiknya. Ekstrak didapat melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, selanjutnya diformulasikan ke dalam empat tingkat konsentrasi, yakni F0 (0%), F1 (6%), F2 (8%), dan F3 (10%). Evaluasi fisik sediaan mencakup uji organoleptik, pH, homogenitas, kejernihan, viskositas, waktu tuang, volume terpindahkan, dan massa jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula sirup ekstrak etanol daun miana berhasil memenuhi seluruh persyaratan evaluasi fisik yang ditetapkan. Nilai pH sediaan berada pada rentang 4,62–4,78, sementara viskositas menunjukkan tren peningkatan seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak yang digunakan. Waktu tuang tercatat memenuhi persyaratan, volume terpindahkan sesuai dengan ketentuan Farmakope Indonesia, dan massa jenis pada seluruh formula tercatat lebih dari 1,2 g/mL. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun miana sudah berhasil di formulasikan menjadi sebuah sediaan sirup dengan sifat fisik yang memenuhi standar, sehingga membuka peluang pengembangannya lebih lanjut sebagai sediaan herbal oral.

Page 2 of 3 | Total Record : 23