cover
Contact Name
Mar'atus Sholikhah
Contact Email
mara2025@marapublisher.com
Phone
+6285881840618
Journal Mail Official
admin@marapublisher.com
Editorial Address
Mara Cendekia Publisher Address : Dukuh Krajan No 12 RT 001 RW 001 Desa Ngraket, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara
ISSN : 31092365     EISSN : 31090613     DOI : https://doi.org/10.64465/jkfn.v1i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan farmasi Nusantara focuses on publishing high-quality research articles and mini-reviews in various areas of pharmacy. The journal encourages the dissemination of scientific knowledge and promotes advancements in clinical pharmacy, community pharmacy, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical biology/pharmacognosy, pharmacology, drug development/medicinal chemistry, formulation, and related fields. By encompassing a wide range of topics, Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara serves as a valuable platform for researchers, practitioners, and academicians to contribute to the advancement of pharmacy practice and pharmaceutical sciences.
Articles 23 Documents
Rasionalitas Penggunaan Obat Kemoterapi Pada Pasien Kanker Payudara di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Abdi Setia Laksana; Luky Dharmayanti; Devi Novia; Gina Lestari
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.123

Abstract

Kanker payudara adalah salah satu kanker yang sering menyerang wanita dan memerlukan terapi kemoterapi yang aman serta efektif. Penggunaan obat kemoterapi harus dievaluasi secara rasional karena pilihan obat, dosis, cara, atau interval yang tidak tepat dapat memengaruhi keberhasilan terapi dan meningkatkan risiko toksisitas. Oleh karena itu, penilaian rasionalitas penggunaan kemoterapi sangat penting untuk memastikan bahwa terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi klinis pasien serta pedoman pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik pasien, pola pemakaian regimen, serta rasionalitas obat kemoterapi pada penderita kanker payudara di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan desain retrospektif menggunakan data rekam medis dari Januari hingga Desember 2025. Sampel dipilih dengan total sampling. Kriteria inklusi meliputi pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dan memiliki rekam medis serta data pengobatan lengkap, sedangkan kriteria eksklusi meliputi rekam medis yang tidak lengkap atau tidak jelas, serta pasien yang meninggal, dipulangkan paksa, atau pindah ke rumah sakit lain. Sebanyak 140 pasien memenuhi kriteria tersebut. Hasilnya menunjukkan semua pasien berjenis kelamin perempuan (100 %), mayoritas berusia 45–59 tahun (61 %), dan regimen CAF paling sering dipakai (70 %). Penilaian rasionalitas terapi menunjukkan kesesuaian diagnosis, indikasi, pasien, obat, cara pemberian, interval, dan durasi terapi masing‑masing sebesar 100 %, sementara kesesuaian dosis mencapai 98,6 %. Temuan ini mengindikasikan bahwa secara umum penggunaan kemoterapi telah mengikuti prinsip penggunaan obat yang rasional.
Formulasi Dan Uji Iritasi Sediaan Gel Ekstrak Buah Senduduk Bulu (Miconia crenata (Vahl) Michelang Pada Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus) Muhamad Deni Saputra; Luky Dharmayanti; Dewi Winni Fauziah; Nurwani Purnama Aji
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.128

Abstract

: Buah senduduk bulu (Miconia crenata (Vahl) Michelang) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan fenolik yang berpotensi dijadikan bahan aktif pada sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak buah senduduk bulu menjadi gel sekaligus menilai sifat fisik serta tingkat iritasi pada kelinci jantan. Penelitian bersifat eksperimental dengan proses ekstraksi menggunakan metode maserasi etanol 96 %. Ekstrak tersebut kemudian diformulasikan menjadi empat persiapan: F0 tanpa ekstrak, F1 dengan konsentrasi 4 %, F2 dengan 6 %, dan F3 dengan 8 %. Penilaian sediaan meliputi sifat organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, serta uji iritasi akut dermal yang dipantau melalui munculnya eritema dan edema pada 24, 48, dan 72 jam. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 12 %. Semua formula bersifat homogen dan memenuhi standar pH, daya sebar, daya lekat, serta viskositas, dengan rentang pH antara 5,11–5,87. Indeks iritasi primer untuk F1, F2, dan F3 masing-masing sebesar 1,6; 1,8; dan 2,4, menandakan iritasi ringan hingga sedang. F3 dipilih sebagai formula terbaik berdasarkan sifat fisiknya, namun penggunaannya harus mempertimbangkan aspek keamanan karena menimbulkan iritasi sedang. Dengan demikian, ekstrak buah senduduk bulu berpotensi dikembangkan menjadi bahan aktif gel topikal, meskipun diperlukan evaluasi keamanan lebih lanjut.
Formulasi Sediaan Sirup Ekstrak Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) Stephany Lauren Firlinatri
Jurnal Kesehatan Farmasi Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jkfn.v2i3.130

Abstract

Daun serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku sediaan herbal. Pengembangan ekstrak menjadi sediaan sirup memerlukan evaluasi mutu fisik untuk memastikan karakteristik sediaan memenuhi persyaratan farmasetika. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi mutu fisik sirup ekstrak daun serai wangi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi ekstrak 0%, 6%, 8%, dan 10%. Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, kejernihan, pH, viskositas, waktu tuang, volume terpindahkan, dan massa jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan pH, viskositas, waktu tuang, volume terpindahkan, dan massa jenis. Formula F0 menunjukkan karakteristik homogen dan jernih, sedangkan F1, F2, dan F3 menunjukkan kondisi kurang homogen dan agak jernih. Nilai pH berkisar 4,4–4,7, viskositas 71,95–130,65 cP, waktu tuang 2,22–2,47 detik, volume terpindahkan 98,0–99,5%, dan massa jenis 1,2344–1,2562 g/mL. Dengan demikian, ekstrak daun serai wangi dapat diformulasikan menjadi sediaan sirup, tetapi homogenitas dan kejernihan masih perlu dioptimalkan.

Page 3 of 3 | Total Record : 23