cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ners.lentera@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dinoyo 42-44
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners Lentera
ISSN : 2338624X     EISSN : 26144352     DOI : https://doi.org/10.33508/ners
Core Subject : Health,
JURNAL NERS LENTERA dengan e-ISSN: 2614-4352 dan p-ISSN: 2338-624X merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jurnal ini merupakan sarana publikasi bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dalam lingkup keperawatan medikal-bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan manajemen keperawatan. JURNAL NERS LENTERA terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Artikel yang terbit telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 187 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja SMKN 3 Kabupaten Lebong Sari, Ruri Maiseptya
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2377

Abstract

Latar Belakang: Perilaku seksual remaja yang tidak disertai dengan pengetahuan yang cukup dan tingkat emosi yang masih mudah terpengaruh faktor dari luar yang dapat mengakibatkan dampak yang sangat fatal baik bagi kesehatan reproduksi maupun bagi masa depan remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada Remaja SMKN 3 Kabupaten Lebong. Metode:Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan rancangan studi Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja kelas XI SMKN 3 Kabupaten Lebong yang berjumlah 174 orang. Sampel diambil secara proportional random sampling sebanyak 64 remaja. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (χ2) dan Contingency Coefficient (C). Hasil:Hasil penelitian didapatkan dari 64 remaja terdapat 35 (54,7%) perilaku seksual pranikah beresiko ringan, 39 (60,9%) memiliki pengetahuan kurang, 38 (59,4%) pengaruh teman sebaya positif, 50 (78,1%) terpapar media informasi, ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja dengan kategori hubungan lemah, ada hubungan pengaruh teman sebaya dengan perilaku seksual pranikah pada remaja dengan kategori hubungan sedang, ada hubungan paparan media informasi dengan perilaku seksual pranikah pada remaja dengan kategori hubungan sedang. Saran: Diharapkan kepada pihak Sekolah dapat melakukan kerjasama dengan pihak Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan tentang dampak perilaku seks melalui penyuluhan kesehatan secara rutin agar remaja terhindari dari perilaku seks yang negatif.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Primipara terhadap Perawatan Puting Susu Lecet Astari, Amalia Disva
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2405

Abstract

Puting susu lecet adalah puting susu yang mengalami cedera karena lecet, akibatnya kulit puting susu terkelupas dan berdarah sehingga menyebabkan ASI menjadi bewarna merah muda. Puting susu lecet akan membuat ibu tidak mau menyusui bayi karena rasa nyeri dan perih, sehingga membuat bayi akan jarang untuk disusui. Puting susu lecet dapat dicegah dengan melakukan perawatan puting susu lecet, dalam melakukan perawatan puting susu yang lecet ibu harus memiliki pengetahuan dan sikap yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu primipara terhadap perawatan puting susu lecet di Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Kecamatan Tampan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi yang menggunakan pendekatan Cross Sectional. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 132 ibu yang diambil dengan teknik Cluster Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi square, berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan Chi square didapatkan untuk pengetahuan P value 0,002 yaitu ada hubungan pengetahuan terhadap perawatan puting susu lecet dan untuk sikap didapatkan P value 0,004 yaitu ada hubungan sikap terhadap perawatan puting susu lecet. Penelitian ini menyarankan agar ibu primipara mencari lebih banyak lagi informasi tentang puting susu lecet dari tenaga kesehatan atau referensi terpercaya seperti leaflet dan poster untuk dapat mengurangi terjadinya puting susu lecet pada ibu yang menyusui.
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Konstipasi Pada Remaja Di MTs Al-Hidayah Desa Wajak Kecamatan Wajak Kabupaten Malang Ula, Vika Zahrotul
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2413

Abstract

Pendahuluan: Konstipasi merupakan masalah kesehatan berupa gangguan pengeluaran feses yang keras dan kering dengan frekuensi kurang dari tiga kali dalam seminggu. Setiap individu memiliki pola defekasi berbeda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu pola makan yang kurang tepat sehingga dapat menimbulkan gangguan pada saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Konstipasi pada Remaja di MTs Al-Hidayah Desa Wajak Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Metode: Penelitian ini berupa Correlational analitic dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel diambil sejumlah 67 remaja dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu berupa kuisioner Pola Makan dan Kebiasaan BAB. Data dianalisis menggunakan Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar remaja yakni 76.1% memiliki pola makan yang cukup dan 61.2% remaja tidak mengalami konstipasi. Hasil uji statistik didapatkan p < 0.05, yang berarti ada hubungan antara pola makan dengan kejadian konstipasi pada Remaja di MTs Al-Hidayah Wajak Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Diskusi: Adanya hasil penelitian ini, maka dianjurkan pada remaja agar dapat menerapkan pola makan yang baik untuk mencegah terjadinya konstipasi.
Hubungan Kemampuan Pengaturan Diet Rendah Purin Dengan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Desa Banjarsari Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang Yanti, Tria Febri
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2458

Abstract

Pendahuluan: Asam urat merupakan penyakit yang disebabkan peningkatan kadar asam urat dalam sistem metabolisme, prevelensi angka kejadian asam urat pada usia lanjut usia meningkat disebabkan proses degenerative akan mempengaruhi metabolism asam urat. Penderita asam urat harus membatasi makanan tinggi purin berlebih. Faktor – faktor yang di duga mempengaruhi penyakit ini adalah diet, berat badan dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kemampuan pengaturan diet rendah purin dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Banjarsari Kecamatan Ngajum. Metode: Penelitian ini Non-Eksperimen dengan pendekatan cross sectional sampel diambil sejumlah 48 responden dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Instrument penelitian yaitu Sperman Rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebagian besar memiliki diet rendah purin buruk 89.6% memiliki diet rendah purin baik 10.4%. Hasil uji statistik didapatkan (p) < 0.019 = (p) < 0.05, yang berarti ada Hubungan kemampuan pengatuan diet rendah purin dengan kadar asam urat pada lansia di posyandu lansia studi di desa Banjarsari Ngajum. Diskusi: Adanya hasil penelitian ini, maka dianjurkan pada lansia agar dapat menerapkan diet purin yang baik untuk mencegah terjadinya kadar asam urat
Efektifitas Terapi Nonfarmakologi Terhadap Nyeri Pada Klien dengan Rheumatoid Arthritis Aryanti, Putu Indraswari
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2464

Abstract

Latar belakang : Klien RA memiliki keluhan utama yang paling sering dikeluhkan yaitu nyeri. Penggunaan analgesik dan NSAID seringkali digunakan pada klien RA untuk menurunkan respons nyeri. Dewasa ini penggunaan NSAID dan analgesik mulai memberikan dampak/ efek samping pada klien sehingga klien dengan RA mulai memilih pengobatan alternatif non farmakologi untuk membantu mengurangi respons nyeri. Tujuan : Tujuan dari penulisan literatur review ini adalah untuk mendeskripsikan efek terapi nonfarmakologis komplementer pada klien dengan nyeri rheumatoid arthritis. Metode : Jurnal-jurnal yang telah dipublikasikan secara elektronik yang dipublikasikan 10 tahun terakhir (2006-2016). Database yang digunakan adalah Ebsco, PubMed, Science Direct, Scopus, dan Proquest. Hasil : 15 studi telah dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil literatur review mengindikasikan bahwa terapi nonfarmakologis komplementer memberikan hasil positif pada penurunan nyeri pada klien RA. Pada aspek psikologis yakni ansietas dan fatigue yang dialami pada klien RA dilaporkan menurun signifikan. Kesimpulan : Berdasarkan pada hasil literatur review, dapat disimpulkan bahwa terapi nonfarmakologi komplementer adalah suatu metode pengobatan komplementer yang efektif bagi klien dengan penyakit RA terutama untuk menurunkan nyeri, fatigue dan ansietas. Keteraturan klien dalam mengaplikasikan terapi akan menjaga efek terapi. Kata kunci : rheumatoid arthritis; pereda nyeri; terapi komplementer; nyeri; nonfarmakologi
Literasi Kesehatan Penyakit Tidak Menular: Literature Review Prasetiani, Abigael Grace
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i1.2465

Abstract

Pendahuluan: Literasi kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan terjadinya penyakit tidak menular (PTM), dimana angka kejadian PTM ini semakin lama dapat terjadi peningkatan. Dampak PTM ini dapat memperberat penyakit pada pasien dan dampak ekonomi, sehingga diperlukan pembahasan tentang literasi kesehatan dari bermacam artikel ilmiah. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review. Pencarian artikel melalui Google Scholar, ScienceDirect, dan Proquest dengan kata kunci health literacy dan noncommunicable diseases. Kriteria inklusi yang dipakai adalah full text, open access, bahasa Inggris, dan terbitan tahun 2018-2020, dengan metode review milik Cronin, Ryan, and Couglan. Hasil: Hasil dari penelusuran ada 10 artikel yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu literasi kesehatan memberikan dampak yang baik bagi pasien PTM, literasi kesehatan merupakan salah satu program yang efektif dan rendah biaya bagi pasien dengan PTM, dan literasi kesehatan menjadi strategi pendekatan pencegahan PTM pada semua lapisan umur. Pembahasan: Literasi kesehatan bagi pasien PTM harus ditingkatkan hingga adanya perubahan perilaku yang memberikan dampak baik bagi kesehatan. Kesimpulan: Literasi kesehatan sangat efektif, rendah biaya, memberikan dampak baik sehingga pasien dapat mencapai kualitas hidup yang baik.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Harga Diri Remaja Disabilitas Fisik (Tunadaksa) Di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang (Correlation Between Family Supports Dan Self Esteem On Teenagers With Physical Disability In Foundation For Tee Hidayah, Ridhoyanti; Mauludiyah, Insani; Rachmawati, Septi Dewi
JURNAL NERS LENTERA Vol. 8 No. 2 (2020): September
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v8i2.2466

Abstract

Pendahuluan: Remaja yang mengalami disabilitas secara fisik akan mengalami permasalahan pada aspek harga diri ketika tidak mendapatkan dukungan yang optimal dari keluarga. Harga diri merupakan salah satu aspek pada konsep diri yang cukup penting bagi remaja. Hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat harga diri pada remaja dengan disabilitas fisik (tunadaksa) di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan metode pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan total sampling yakni sebanyak 22 remaja disabilitas fisik. Tingkat harga diri menggunakan Rosenberg’s self-esteem scale dan dukungan keluarga yang menggunakan kuisoner penelitian. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan spearmen yaitu diperoleh nilai p = 0,030 dimana kurang dari 0,05 sedangkan nilai koefisien korelasi didapatkan (r) = 0,462. Pembasahan: Dukungan keluarga memiliki hubungan yang kuat dengan aspek harga diri pada remaja disabilitas fisik yang berada di Yayasan Penyandang Anak Cacat. Remaja dengan disabilitas fisik yang sebagian besar tinggal sehari-hari di rumah ini mendapat dukungan yang optimal dari keluarga terutama berupa dukungan emosional. Kesimpulan: Adanya arah hubungan pada kedua variabel tersebut yaitu positif. Semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin tinggi pula tingkat harga diri remaja dengan disabilitas fisik di YPAC Kota Malang. Disarankan pada keluarga remaja disabilitas fisik untuk tetap memberikan dukungan keluarga yang optimal. Kata kunci: Dukungan keluarga, harga diri, remaja, disabilitas fisik ABSTRACT Introduction: Teenagers who experience physical disability will face problems related to self-esteem when there is no optimum supports from their family. Self-esteem as a part of elf concepts become the most important aspect for teenagers. It influences both physical and mental health. The purpose of this study is to know the correlation between family supports and self-esteem on teenagers with physically disability. Method: This research used observational analytic design with cross sectional approach method.The study population used the total sampling as many as 22 teenagers with physical disability.The level of self-esteem used Rosenberg's self-esteem scale and the family support who used research questionnaire. Result: The result of statistical test results used spearmen that is obtained p value = 0,030 which is less than 0.05, while the correlation coefficient value obtained (r) = 0,462. Discussion: family supports have a strong correlation with self esteem on teenagers with physycal disability who live in their home with their family. Mostly, teenagers with physycal disability have an optimum family supports from their family, especially emotional support. Conclusion: It can be concluded that there is correlation between family supports with level of self-esteem on physically disabled Teenagers in YPAC Malang. The higher the support of famil, the higher of self-esteem level on teenagers with physycal disability in YPAC Malang. It is suggested to families of physical disability teenager to keep providing optimum family support.
KB SUNTIK DEPO PROVERA DENGAN KELANCARAN ASI DI PUSKESMAS TANAHKALI KEDINDING SURABAYA Andriani, Dewi
JURNAL NERS LENTERA Vol. 6 No. 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v6i2.2483

Abstract

Pendahuluan: Air Susu Ibu (ASI) merupakan emulsi lemak dalam larutan protein, laktise dan garam-garam organik yang di sekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu, sebagai makanan utama bagi bayi. Sejak awal kelahirannya sampai bayi berusia 6 bulan, ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi. Agar ibu tetap bisa mengatur pemberian ASInya maka ibu harus mengatur kelahiran dengan menjadi akseptor KB Suntik. Metode: Jenis Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan tehnik probability sampling atau simple random sampling, yang dilakukan pada bulan April 2018 dengan besar sampel sebanyak 30 responden. Hasil: Hasil penelitian sebagian besar responden berusia 20-25 tahun, pendidikan SMK/SMA, tidak bekerja, mempunyai jumlah anak dua. Hasil uji statistik chi square rho p= 0,001 (α< 0,05), menunjukkan bahwa H0 ditolak sehingga terdapat hubungan yang kuat antara penggunaan KB Suntik Depo Provera dengan kelancaran ASI di puskesmas tanahkali kedinding surabaya. Kesimpulan: Penggunaan KB Suntik Depo Provera bukan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi kelancaran ASI. Penggunaan KB Suntik Depo Provera tetap diikuti dengan mengontrol stress, fisik, psikologi, menjaga pola makan yang bergizi dan teratur untuk kontrol agar ASI tetap lancar.
KONSEP DIRI DAN PERKEMBANGAN REMAJA DI PANTI ASUHAN “HASYIM ASY’ARI” SIDOARJO Rukmini, Rukmini
JURNAL NERS LENTERA Vol. 6 No. 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v6i2.2484

Abstract

Pendahuluan : remaja merupakan fase menuju proses perkembangan pengetahuan/kematangan kepribadian, ditandai dengan mereka lebih suka bersosialisasi dengan teman sebayanya. Remaja yang tinggal di panti asuhan cenderung pasif dan menutup diri dalam berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Remaja yang tinggal di panti asuhan cenderung kurang berinteraksi dengan orang lain, yang berpengaruh pada konsep diri dan perkembangannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan perkembangan remaja yatim piatu usai 10-14 tahun di panti asuhan “Hasyim Asy’ari” Sidoarjo. Metode : desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan subyek penelitian remaja yatim piatu usia 10-14 tahun dipanti asuhan “Hasyim Asy’ari” Sidoarjo berjumlah 40 responden. Teknik yang digunakan random sampling, dengan skala data ordinal-ordinal, yang diukur enggunakan kuisoner. Analisa data denga uji spearman rank. Hasil : uji korelasi spearman rank didapatkan nilai p = 0.00 terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dan perkembangan remaja, sedangkan r = 0.565 menunjukkan hubungan cukup kuat. Kesimpulan : implikasi hasil penelitian perlu dilakukan penataan program secara kontinyu untuk meningkatkan pola asuh dan perkembangan remaja di panti asuhan “Hasyim Asy’ari” Sidoarjo.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA “BUGAR” RW 08 KELURAHAN MOJO KECAMATAN GUBENG SURABAYA Kristiani, Rina Budi
JURNAL NERS LENTERA Vol. 6 No. 2 (2018): September
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v6i2.2485

Abstract

Pendahuluan: Gangguan tidur pada seseorang dapat berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah. Tidur dapat mengubah fungsi sistem saraf otonom, hal ini dapat mempengaruhi tekanan darah. Kualitas tidur yang buruk dapat berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah. Kualitas tidur yang buruk dapat juga terjadi pada lansia yang dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kualitas tidur, tekanan darah dan menganalisis hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan sample 70 responden lansia di Posyandu Lansia RW 08 Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Kota Surabaya diambil menggunakan tehnik sampling total sampling. Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Tekanan darah diperoleh dari observasi menggunakan sphygmomanometer. Hasil: Data dianalisis dengan program SPSS 16.0 menggunakan uji korelasi Pearson’s didapatkan p value = 0,000 (α < 0,05). Hal ini berarti terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada lansia (H0 ditolak, H1 diterima). Kesimpulan: Implikasi hasil penelitian ini adalah semakin bagus kualitas tidur lansia maka semakin dapat mengontrol tekanan darah

Page 9 of 19 | Total Record : 187