cover
Contact Name
Vincentius Widya Iswara
Contact Email
vincentius@ukwms.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ners.lentera@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dinoyo 42-44
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ners Lentera
ISSN : 2338624X     EISSN : 26144352     DOI : https://doi.org/10.33508/ners
Core Subject : Health,
JURNAL NERS LENTERA dengan e-ISSN: 2614-4352 dan p-ISSN: 2338-624X merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jurnal ini merupakan sarana publikasi bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dalam lingkup keperawatan medikal-bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan manajemen keperawatan. JURNAL NERS LENTERA terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan September. Artikel yang terbit telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 187 Documents
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Tidur pada Lanjut Usia: Correlation Between Physical Activity and Sleep Quality in The Elderly Lewar, Melania Agnes Dua; Sinawang, Gabriel Wanda Sinawang; Widianingtyas, Sisilia Indriasari
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i1.8333

Abstract

Pendahuluan: Lansia akan mengalami penurunan fungsi tubuh yang menyebaban kemunduran dalam beraktivitas sehingga meningkatkan waktu luang. Aktivitas fisik yang terbatas akan berpengaruh pada kualitas tidur. Fenomena yang ditemukan di RW 06 Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya yaitu lansia tidak banyak melakukan aktivitas dan hanya menghabiskan waktu untuk menonton televisi dan duduk santai di rumah serta mengalami gangguan tidur seperti terbangun pada malam hari dan sulit untuk memulai tidur kembali. Tujuan: menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia di RW 06 Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah lansia di Posyandu Lansia RW 06 Kelurahan Darmo Kecamatan Wonokromo Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi yang dipilih dengan teknik simple random sampling sebanyak 36 orang. Aktivitas fisik diukur dengan kuesioner Physical Activity Scale for the Elderly dan kualitas tidur diukur dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index. Hasil: 64% aktivitas fisik buruk dan sebanyak 64% mengalami kualitas tidur buruk. Hubungan kedua variabel dinilai menggunakan uji statistik Rank Spearman didapatkan p= 0,000 ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia, koefisien korelasi 0,759 kekuatan hubungan kuat dengan arah positif. Kesimpulan: Semakin baik aktivitas fisik maka semakin baik kualitas tidur Kata kunci: Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur, Lansia  
Studi Deskriptif Dukungan Teman Sebaya Pada Mahasiswa Baru : A Descriptive Study of Peer Support Among First-Year College Students Galtar Yudha Erlangga; Yustina Kristianingsih; Irine Yunila Prastyawati
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i1.8336

Abstract

Pendahuluan: Dukungan dari teman sebaya dapat menjadi satu komponen yang mempengaruhi tingkat kecemasan. Fenomena yang ditemukan di STIKES St Santo Vincentius A Paulo Surabaya, mereka berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, sehingga mahasiswa baru belum dapat menemukan teman sebaya yang tepat untuk membangun komunikasi yang baik antar individu dan teman sekelas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dukungan teman sebaya pada mahasiswa baru di STIKES Katolik St Vincentius A Paulo Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan sampel 77 respoden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian kuesioner dukungan teman sebaya. Hasil: Hasil analisa statistik deskriptif presentase (ASDPP) menunjukan bahwa dari 77 responden terdapat 39 responden (51%) dengan dukungan teman sebaya negatif, dan terdapat 38 responden (49%) dengan dukungan teman sebaya positif. Kesimpulan: Peneliti merekomendasikan bagi mahasiswa baru diharapkan dapat lebih baik dengan cara melakukan pendekatan dengan kating supaya mendapatkan dukungan berupa informasi, membantu memfasilitasi dan memberikan motivasi sehingga dukungan teman sebaya akan terpenuhi. Penyediaan program sharing dukungan teman sebaya atau, kating dan mapping yang bisa membantu, memberi semangat, dan menjadi teman berbagi cerita. Supaya dengan adanya pendamping seperti ini, mahasiswa baru bisa lebih cepat beradaptasi, merasa diterima, dan semangat mengikuti kegiatan kampus. Kata kunci: teman, sebaya, mahasiswa, mapping
Permainan Dakon dan Board Game sebagai Intervensi dalam Meningkatkan Fungsi Kognitif Lansia: sebuah Literatur Review: Dakon Games and Board Games as Intervention for Improving The Cognitive Function of The Elderly: a Literature Review Antonio, Cristoper; Novita, Natalia Andi Puput
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i1.8363

Abstract

Pendahuluan: Lansia berisiko mengalami penurunan fungsi kognitif. Untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dapat diberikan permainan dakon, maupun board game. Tujuan literatur review dalam penelitian ini adalah menganalisa pengaruh permainan dakon dan board game dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan strategi pencarian artikel penelitian dilakukan dengan menggunakan kata kunci sesuai PICO: “lansia” “permainan dakon” “permainan board game” “fungsi kognitif”, ke beberapa database mayor seperti Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct yang selanjutnya dikumpulkan dalam aplikasi Mendeley untuk mengorganisir analisis pada akhir penetian. Artikel jurnal yang telah terkumpul diseleksi menggunakan metode PRISMA. Tahap selanjutnya, peneliti menganalisis 6 artikel tersebut. Hasil: Dari 6 artikel didapatkan hasil terdapat peningkatan fungsi kognitif pada lansia dibuktikan dengan adanya perubahan pada pretest-posttest kuesioner MMSE. Pembahasan: Permainan dakon dan board game akan meningkatkan fungsi hipotalamus dan merangsang ingatan atau memori, melatih kemampuan memecahkan masalah dengan menganalisis jumlah biji dakon maupun pion yang dimainkan. Kesimpulan: Terdapat 6 artikel yang menjelaskan permainan dakon dan board game mampu meningkatkan fungsi kognitif pada lansia  Kata kunci: board game, permainan dakon, fungsi kognitif, lansia      
Studi Kasus: Analisis Praktik Klinik Keperawatan Dengan Intervensi Soft Tissue Massage Dan Family Empowerment Pada Keluarga Lansia Dengan Hipertensi Di Samarinda: Case Study: Analysis of Nursing Clinical Practices With Soft Tissue Massage Intervention and Family Empowerment in Elderly Families with Hypertension in Samarinda Lubis, Bachtiar Safrudin; Suryani, Lili
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i1.7927

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi lanjut usia (lansia) merupakan penyakit kronis yang terjadi pada kelompok usia lanjut. Asuhan keperawatan keluarga pada penderita hipertensi lansia sebagai upaya mengatasi masalah nyeri akut dan meningkatkan manajemen kesehatan keluarga melalui intervensi pijat jaringan lunak dan pemberdayaan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola asuhan keperawatan keluarga dengan pijat jaringan lunak dan intervensi pemberdayaan keluarga. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk studi kasus yang mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan keluarga. Sampel dalam penelitian ini adalah 2 keluarga yang memiliki Riwayat hipertensi. Hasil: Berdasarkan hasil pelaksanaan dimana soft tissue massage efektif dalam mengurangi nyeri keluarga dan meningkatkan pengetahuan manajemen kesehatan setelah diberikan family empowerment. Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi, mengatasi masalah nyeri hipertensi dan meningkatkan pengetahuan manajemen kesehatan pada keluarga. Kata Kunci: Hipertensi Lansia, Pemberdayaan Keluarga, Asuhan Keperawatan, Pijat Jaringan Lunak
Gambaran Self Care Management Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUD DR. Mohammad Soewandhie Surabaya: A Descriptive Study of Self-Care Management Among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Purwaningsi, Wahyu; Widianingtyas, Sisilia Indriasari; Widayanti, Marcellina Rasemi
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i1.8334

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus Tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa dalam tubuh. Diabetes Melitus Tipe 2 membutuhkan self care management (pengaturan diet, latihan fisik, monitoring gula darah, terapi farmakologis dan perawatan kaki) baik. Fenomena yang terjadi di poli penyakit dalam RSUD dr. Mohammad Soewandhie masih ada pasien yang tidak minum obat secara rutin dibuktikan dengan jumlah sisa obat yang masih banyak saat kontrol dan tidak melakukan pemeriksaan gula darah rutin karena merasa tidak ada keluhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran self care management pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD dr. Mohammad Soewandhie Surabaya. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif. Jumlah populasi terjangkau sebanyak 78 responden dan didapatkan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 65 responden dengan consecutive sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner self care management. Pengisian kuesioner self care management didahului dengan pemberian informasi. Responden yang bersedia selanjtnya diberikan informed consent. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar (78,5%) self care management diabetes melitus buruk. Kesimpulan: Berdasarkan data diatas, perlunya rumah sakit terkhusus tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit untuk meningkatkan pengetahuan penderita DM melalui edukasi atau program penyuluhan tentang diabetes self care management education.   Kata Kunci: Self care management, Diabetes Melitus Tipe 2  
Gambaran Peran Perawat Di Komunitas Dengan Perawat Di Rumah Sakit Dalam Asuhan Keperawatan: Studi Kualitatif Komparasi: Description of The Role of Community Nurses and Hospital Nurses in Nursing Care: a Comparative Qualitative Study Astarini, Made Indra Ayu; Prabasari, Ninda Ayu; Lilyana, Maria Theresia Arie
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i1.8364

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Keperawatan adalah sebuah profesi yang memiliki peran dalam asuhan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan kesehatan. Asuhan keperawatan yang optimal berpengaruh terhadap mutu dan kepuasan klien. Penelitian ini akan menggambarkan peran perawat dalam asuhan keperawatan pada klien di komunitas dengan klien yang dirawat di rumah sakit. Metode: Desain penelitian kualitatif dipilih untuk mendapatkan makna dari pengalaman responden melaksanakan peran dalam asuhan keperawatan. 8 responden perawat di komunitas di Surabaya, dan 5 responden perawat yang bekerja di rumah sakit dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, selanjutnya dilakukan transkrip verbatim dan dilakukan analisis tematik untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil: 3 tema penelitian yang  adalah: peran perawat, faktor pendukung serta kendala dalam melaksanakan peran. Diskusi: Peran perawat utama adalah sebagai pemberi asuhan keperawatan dan edukator. Faktor pendukung pelaksanaan peran adalah mutu dan kepuasan dari pasien yang dirawat serta tugas dan tanggung jawab sebagai pemberi asuhan. Kendala dalam menjalankan peran adalah terbatasnya waktu perawatan serta respon dari pasien yang dirawat. Saran: bagi perawat perlu meningkatkan kompetensi dalam menjalankan peran sesuai dengan respon dan masalah kesehatan pasien yang dirawat. Kata kunci: komunitas, peran perawat, rumah sakit, studi kualitatif  
Studi Literatur: Art Therapy Terhadap Pasien Skizofrenia Dengan Harga Diri Rendah : Literature Study: Art Therapy for Schizophrenia Patients With Low Self-Esteem Rohmawati, Nina Rizka
JURNAL NERS LENTERA Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v14i1.8387

Abstract

Pendahuluan: Pasien skizofrenia dengan harga diri rendah (HDR) sering menunjukkan penilaian diri yang negatif, perasaan tidak berharga, serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Kondisi tersebut dapat berdampak pada penurunan fungsi sosial dan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan harga diri pasien skizofrenia adalah art therapy, yaitu terapi yang memanfaatkan aktivitas seni sebagai media untuk mengekspresikan emosi, pikiran, dan pengalaman secara kreatif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang  bertujuan untuk menganalisis pengaruh art therapy terhadap peningkatan harga diri pada pasien skizofrenia melalui metode literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui database ProQuest, EBSCO, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “art therapy”, “terapi seni”, “pasien skizofrenia”, dan “harga diri rendah”. Proses seleksi artikel menggunakan metode PRISMA dengan kriteria inklusi yaitu penelitian kuantitatif maupun kualitatif, memiliki variabel independen art therapy dan variabel dependen harga diri rendah pada pasien skizofrenia, dilakukan di Indonesia, serta dipublikasikan pada tahun 2018–2026. Hasil: Hasil penelusuran menemukan 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dengan desain penelitian quasi-experimental dan studi kasus serta jumlah responden yang bervariasi. Bentuk art therapy yang digunakan dalam penelitian meliputi terapi menggambar, terapi kreasi seni, dan pembuatan kerajinan tangan. Sebagian besar penelitian menunjukkan adanya peningkatan harga diri setelah diberikan intervensi art therapy yang ditunjukkan melalui nilai p-value < 0,05 atau peningkatan skor self-esteem pada pasien skizofrenia. Kesimpulan: Berdasarkan hasil literature review, art therapy terbukti efektif dalam meningkatkan harga diri pasien skizofrenia. Intervensi ini dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam asuhan keperawatan jiwa untuk meningkatkan kepercayaan diri, interaksi sosial, serta kualitas hidup pasien. Kata kunci: art therapy, harga diri rendah, skizofrenia, self-esteem, keperawatan jiwa.