cover
Contact Name
Abdul Rahman Ramadhan
Contact Email
abdulrahmanramadhan95@gmail.com
Phone
+6285162544800
Journal Mail Official
muamalahjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Basuki Rahmat, Perum. Griya Permata Buana B-03 Kec. Kaliwates, Kab. Jember, Jawa Timur 68132
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah
Published by Syamilah Publishing
ISSN : 31093752     EISSN : 31091563     DOI : -
Core Subject : Religion, Economy,
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah (E-ISSN 3109-1563 | P-ISSN 3109-3752) merupakan jurnal ilmiah nasional yang terbit secara berkala 2 (dua) kali dalam setahun pada bulan Mei dan November sejak tahun 2024. Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah diterbitkan dan dikelola secara independen oleh SYAMILAH PUBLISHING yang berada di bawah naungan PT. SYAMILAH LITERASI ISLAMI dan didedikasikan sebagai media publikasi karya akademik terbaik para peneliti dari kalangan akademisi dan praktisi. Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah menempatkan isu-isu seputar Ekonomi Islam, Filantropi serta Perbankan Syariah sebagai fokus kajian akademis . Artikel yang dipublikasikan Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah ditulis menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Arab. Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah telah terindeks di berbagai platform indeks artikel ilmiah seperti Google Scholar, dan lain-lain.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2024): November" : 12 Documents clear
Marketing Strategies in Maintaining a Business According to an Islamic Economic Perspective: Case Study of Teh Desa Outlet in Pekalongan Karismatun Khasanah; Muhammad Shulthoni; Hendri Hermawan Adinugraha
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find out more about the marketing strategies used in maintaining business at the Teh Desa outlet, whether it has met the maximum standars or not. This research usesfield reserach with a descriptive qualitative approach. Then for the location of this research was conducted in Pekalongan, Central Java. The results of this study found that the 4P marketing buaran strategy at Es Teh Desa has a positive impact on sales. In addition, the sharia marketing strategy applied to Teh Desa in Pekalongan is in accordance with the principles of Islamic law, namely with pricing and promotion strategies that are in accordance with Islamic law by always being guided by the rules, limits in doing business, avoiding fraund and inaccurate doses. This is evidenced that the Teh Desa business hass implemented sharia marketing practices which consist of divinity (rubbaniyah), ethical (akhlaqiyah). realistic (waqi'iyah) and humanities (al-insaniyah) and all of which are the foundation of the marketing strategy carried out by the owner of the Teh Desa outlet in Pekalonga.
The Contribution of Money Arisan in Improving Family Welfare According to the Islamic Economic Perspective: Case Study in West Kayunan District of Karanganyar Muhamad Subagiyo; Hendri Hermawan Adinugraha; Mualimin Mochammad Sahid
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An arisan is a group of people or groups of people who collect money regularly at any given time. The research aims to find out the contribution of money in increasing family welfare according to the Islamic economic perspective in West Kayunan. The methods used by the researchers in this study are qualitative methods and interpretative approaches to provide the results of data analysis on the contribution of money and practices of its implementation according to Islamic economic views thoroughly and accurately. Data in this study are primary data and secondary data. To analyze data, researchers use data reduction techniques, data presentation, and conclusion drawings. The results of this study show that arisan conducted by the community in West Kayunan hamlet can have an influence on improving family welfare. So this arisan activity is assessed to considerably contribute to increasing the family's well-being. This is because the funds obtained from such arisan activities can be used for consumer and productive purposes. The practice of the arisan system carried out by the community of the West Kayunan is permitted in Islam because in such arisan, there is no element of deception, fair, transparent, witnessed by the participants and no harm. 
The Role of Istishna Financing in Improving the MSME Economy: Peran Pembiayaan Istishna dalam Meningkatkan Perekonomian UMKM Silvy Kodrun Nada
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji peran pembiayaan Istishna dalam meningkatkan perekonomian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari perspektif lembaga keuangan syariah di Indonesia. Pembiayaan Istishna adalah skema jual beli dalam keuangan syariah yang memungkinkan UMKM memperoleh dana tanpa harus menyediakan jaminan yang sulit dipenuhi, berbeda dengan pembiayaan konvensional. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali pemahaman mendalam mengenai mekanisme, manfaat, dan tantangan pembiayaan Istishna. Temuan menunjukkan bahwa pembiayaan ini memberikan fleksibilitas dalam pembayaran dan dukungan manajerial dari lembaga keuangan syariah, membantu UMKM mengatasi keterbatasan finansial dan operasional. Namun, tantangan seperti kurangnya pemahaman tentang Istishna dan kompleksitas administrasi menghambat implementasinya. Strategi yang dianjurkan meliputi peningkatan edukasi dan sosialisasi, digitalisasi proses penilaian, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Artikel ini berkontribusi pada literatur keuangan syariah dan menawarkan wawasan bagi pembuat kebijakan dan praktisi untuk mengoptimalkan pembiayaan Istishna dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi nasional.
Prospects for Islamic Financial Institutions in Indonesia: A SWOT Analysis at Baitul Maal Wat Tamwil Capem Labeng Branch: Prospek Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia: Analisis SWOT di Baitul Maal Wat Tamwil Capem Cabang Labeng Linda Maulidia
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga keuangan tersendiri merupakan suatu usaha yang setiap kegiatannya berkaitan mengenia uang, seperti menghimpun dana atau uang , kemudian penyaluran dan atau jasa-jasa keuangan yang lainnya. Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) merupakan lembaga keuangan mikro yang berbasis pada prinsip keuangan syariah. BMT memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian umat Islam dengan memberikan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Analisis SWOT adalah teknik perencanaan strategis yang menilai kekuatan, kelemahan , peluang, dan ancaman yang terkait dengan proyek atau usaha perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan SWOT sebagai alat analisis, penelitian dilaksanakan di BMT CAPEM Cabang Labeng. Sumber data yang digunakan dalam penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian kekuatan dari BMT capem cabang labeng yaitu memiliki reputasi yang solid di lingkungan sekitar. Dengan menyediakan layanan yang ramah dan disesuaikan. Kelemahan dari BMT CAPEM Cabang Labeng salah satunya yaitu pihak nasabah ,bahwasannya pihak nasabah ini tidak taat prosedur dan untuk somasi nasabah yang belum lunas yaitu pemberitahuan 1 bulan tagihan 3x, peringatan 3x, penyitaan. Untuk peluagnya di BMT tersebut ekspansi ekonomi di kawasan Socah. Dan terakhir bahaya atau ancaman dari BMT tersebut yaitu kemungkinan bahwa klien akan menemukan penawaran yang lebih menarik dari lembaga keuangan konvensional. BMT CAPEM Cabang Labeng juga berada dalam bahaya karena tidak semua yang menjadi nasabah di BMT tersebut bertanggung jawab kewajibannya , maka BMT CAPEM Cabang Labeng harus berhati hati.
Fund Collection Products with Mudarabah Agreements in Sharia Financial Institutions: Produk Penghimpun Dana dengan Akad Mudarabah di dalam Lembaga Keuangan Syari’ah Erniwati
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The mudarabah agreement is one of the important financial instruments in sharia financial institutions, which functions as an alternative to the conventional usury-based banking system. This contract involves collaboration between capital providers and business managers, where profits are shared according to the agreement. This research uses a qualitative approach by analyzing various sources, including scientific journals and related literature. Data was collected through a literature study that explores the arguments of the Al-Qur'an, hadith, and relevant rules of mu'amalah fiqh. The aim of this research is to understand in depth the definition, conditions and pillars of mudarabah contracts, as well as how they are implemented in institutions. Islamic finance. This research also aims to compare the practice of mudarabah contracts in sharia financial institutions with similar transactions outside these institutions. The results of the research show that mudarabah contracts have clear terms and conditions, including capital which must be in the form of money and an agreement regarding profit sharing. The implementation of this agreement in financial products such as savings, deposits and working capital financing in sharia banks has proven effective in improving community welfare. Mudarabah contracts not only provide an alternative for people who avoid usury, but also contribute to sharia-based economic growth.
Financing Products in Islamic Financial Institutions Based on Istishna Agreements: Produk Pembiayaan pada Lembaga Keuangan Syariah Berbasis  Akad Istishna Auliya Octavia
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akad Istishna pada Perbankan Syariah Indonesia apakah penerapan pembiayaan yang diterapkan oleh bank syariah di Indonesia telah memenuhi persyaratan pada standar Syariah yang sudah diatur dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Nomor 6, Standar Akuntansi Syariah Nomor 104. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan paradikma yang digunakan interpretative dan pendekatan studi kasus dimana peneliti melakukan eksplorasi dalam kehidupan nyata. Adapun pengumpulan data berupa wawancara, observasi serta dokumentasi, sedangkan analisis yang dilakukan adalah analisis fenomenologi Interpretatif (IPA). Riset ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang menggambarkan secara keseluruhan serta mengintrepresentasikan fenomena dengan berusaha mengungkapkan makna dari pengalaman seseorang serta makna dari sesuatu yang dialami oleh seseorang yang tergantung dari bagaimana orang tersebut berhubungan dengan sesuatu.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam parktiknya ada Sebagian objek yang menyimpang dari paradigma transaksi jual beli, karena adanya perubahan harga yang tidak bisa diprediksi. Pembiayaan berbasis akad Istishna yang dilakukan oleh salah satu bank syariah guna mewakili semua jenis transaksi yang ada dalam bank syariah di Indonesia.
Implementation of Maqashid Syari’ah as a Guideline for Formulating Islamic Economic Transformation: Implementasi Maqashid Syari’ah sebagai Pedoman Perumusan Transformasi Ekonomi Syariah Abdul Rahman Ramadhan
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to explore the understanding of the role of maqashid syari’ah in formulating public policies that support the transformation of the Islamic economy. This research will also identify the challenges faced in the implementation of maqashid syari’ah principles in the context of an evolving economy. Islamic economics has grown and developed rapidly in recent decades in response to the needs of the Muslim community for an economic system that is in accordance with Islamic principles. Maqashid syari’ah is a set of ethical principles that summarize the main objectives of Islamic law. These principles include the protection of religion, soul, offspring, mind and property. This research is qualitative research. Data collection in this research uses literature study. The data used in this research comes from secondary data in the form of books, scientific articles and official websites that have information relevant to research topics such as maqashid syari’ah and Islamic economics. The results of this study show that the integration of maqashid syari’ah in public policy has great potential to achieve economic justice, fair income distribution, and protection of individual rights. Despite facing complex obstacles such as lack of understanding and coordination, countries that implement these principles tend to have better and more inclusive economic performance. The principles of maqashid syari’ah that safeguard human religion, intellect, soul, offspring, and property can provide alternative solutions to address contemporary economic issues in order to achieve sustainable economic growth.
Funds Collecting Products and Risk Management with Wadiah Agreements in Shariah Financial Institutions: Produk Penghimpun Dana dan Manajemen Risiko dengan Akad Wadiah dalam Lembaga Keuangan Syariah Indah Mardiana Putri
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS) berperan sangat penting dalam menyediakan layanan keuangan yang pedomannya sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah, salah satunya adalah produk penghimpun  produk berupa tabungan. Salah satu akad yang digunakan dalam produk tabungan di LKS adalah akad Wadi’ah.  [1]Artikel ini bertujuan untuk memahami lebih dalam mengenai produk tabungan dengan akad Wadi’ah serta bagaimana manajemen risiko diterapkan dalam konteks ini. Produk tabungan dengan akad Wadi’ah adalah simpanan di mana LKS bertindak sebagai pemegang amanah yang wajib menjaga dan mengembalikan simpanan tersebut sesuai permintaan nasabah. Dalam skema ini, nasabah tidak mendapatkan keuntungan berupa bunga, tetapi LKS dapat memberikan bonus yang sifatnya sukarela dan tidak dijanjikan di awal. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah yang melarang riba (bunga). Manajemen risiko dengan akad Wadi’ah di LKS mencakup beberapa aspek, yaitu risiko operasional, risiko likuiditas, dan risiko kepatuhan. Dengan adanya penerapan manajemen risiko yang efektif, LKS dapat menjaga kepercayaan nasabah dan kelangsungan bisnisnya. Pemahaman yang mendalam tentang akad Wadi’ah dan pengelolaan risiko yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan stabilitas keuangan dalam LKS.
Wakalah Agreement in Sharia Financial Services at Bank Syariah Indonesia Bangkalan: Akad Wakalah dalam Layanan Jasa Keuangan Syariah di Bank Syariah Indonesia Bangkalan Ferly Sabrina Oktavia
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai makhluk sosial manusia tidak mungkin mengerjakan urusan dengan sendiri, maka dalam rangka mencapai suatu tujuan sering di perlukan pihak lain untuk mewakilinya urusan tersebut. Pekerjaan  tersebut dalam ilmu fikih disebut dengan akad wakalah ,yaitu pelimpahan kekuasaan  oleh suatu pihak  kepada pihak lain dalam hal-hal yang boleh diwakilkan. Disadari atau tidak praktik wakalah sering dilakukan setiap saat di mana pun dan dalam kondisi apa pun manusia beraktivitas .di dalam dunia perbankan wakalah hanya menjadi transaksi pendukung bukan sebagai transaksi utama . dalam jurnal ini saya akan memapar kan wakalah secara umum. wakalah pada aplikasi perbankan terjadi apabila nasabah memberikan izin kepada bank untuk melakukan pekerjaan tertentu, seperti pembuatan letter of credit impor syariah & letter of credit ekspor syariah, pengumpulan dan pemindahan uang, penitipan, anjak piutang, wali amanat, investasi reksa dana syariah, giro syariah pembiayaan, dan takaful. Dalam menetapkan jalur kekuasaan, bank dan Nasabah harus dapat memenuhi persyaratan hukum. Dalam bisnis non-bank, seperti perusahaan asuransi syariah untuk penggunaan akad wakalah, biasanya digunakan wakalah bil ujrah. Dalam praktiknya, hal ini berarti perusahaan asuransi sebagai wali harus menginvestasikan uang yang diterima dan investasi tersebut harus dilakukan sesuai dengan syariah. Dalam proses investasi dan analisa kedua dana tabbaru' tersebut, metode berikut dapat digunakan untuk menentukan ujrah waktu, mudarabah, ketentuan seperti yang telah dijelaskan di atas, dan berpedoman pada fatwa-fatwa mudarabah.
Implementation of Halal Supply Chain Management in The Sea Fish Petis Food Processing Industry Putri Tunggal: Implementasi Halal Supply Chain Manajement pada Industri Pengolahan Makanan Petis Ikan Laut Putri Tunggal Nadia Farhani
Al-Muamalah: Jurnal Ekonomi Islam, Filantropi dan Perbankan Syariah Vol 1 No 2 (2024): November
Publisher : Syamilah Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Halal Supply Chain Management (HSCM) in the food management industry, especially the Putri Tunggal Sea Fish Petis product. The methods used include interviews, observations, and document analysis to evaluate the process from raw material supply to distribution. The results show that the implementation of HSCM in this company is in accordance with sharia principles, including supplier selection, production processes, and packaging that meet halal standards. The analysis revealed that commitment to halal products is essential to improve competitiveness in the market. Halal certification serves not only as regulatory compliance, but also as an effective marketing strategy. With halal certification, Petis Ikan Laut Putri Tunggal can attract more consumers, especially among the Muslim community who are increasingly concerned about halal aspects in food consumption. In addition, this study highlights the importance of continuous monitoring and evaluation in maintaining halal standards. Regularly conducted internal audits help the company to ensure that all processes remain in accordance with HSCM principles. Thus, the implementation of HSCM not only increases consumer confidence but also provides a competitive advantage for Petis Ikan Laut Putri Tunggal in the local and national markets.

Page 1 of 2 | Total Record : 12