cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
ilmubersamacenter@gmail.com
Phone
+6282364271891
Journal Mail Official
togajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batang Kuis - Lubuk Pakam Gg. Cempaka Dusun III No. 3, Tanjung Sari, Batang Kuis, Kab. Deli Serdang Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 30482240     DOI : https://doi.org/10.56211/toga
Core Subject : Education,
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan merupakan jurnal yang membahas ilmu dibidang Keguruan dan Pendidikan, jurnal ini sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan terbit 3 kali dalam setahun yaitu pada bulan April, Agustus dan Desember. terbitan pertama adalah bulan April 2024. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan menerima naskah dengan topik Curriculums, Teaching, and Learning, Islamic Education, Educational Technology, Psychology and Counseling, dan topik lainnya yang relevan dengan Ilmu Keguruan dan Pendidikan, dan yang semisal.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2024): Desember 2024" : 5 Documents clear
Pembelajaran Berdiferensiasi Perspektif Ki Hajar Dewantara dan Implementasinya Ashari, Hasan; Hasudungan, Anju Nofarof; Nababan, Surya Aymanda
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v1i3.771

Abstract

Penelitian ini berujuan mendeskripsikan pembelajaran berdiferensi dalam perspektid Ki Hajar Dewantara dan implementasinya pada kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian library research berdasarkan jurnal dan buku terkait pembelajaran berdiferensiasi, pemikiran Ki Hajar Dewantara dan implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukan bahwa jauh sebelum konsep pembelajaran berdiferensiasi dari Carol Ann Tomlinson tahun 1999, Ki Hajar Dewantara sudah menawarkan konsep pembelajaran yang memerdekakan. Peserta didik dituntun sesuai kodrat dari dari masing-masing peserta didik. Pendidikan sebagai upaya untuk mengembangkan potensi peserta didik secara utuh, mulai dari aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual. Beliau percaya bahwa setiap individu memiliki keunikan dan perbedaan, oleh karena itu setiap peserta didik harus diberi kesempatan untuk belajar sesuai dengan kebutuhan mereka. Bentuk nyatanya yaitu didirikannya sekolah Taman Siswa pada tahun 1922 guna mewadahi mengimplementasikan konsep pembelajaran diferensiasi Ki Hajar Dewantara. Selain itu implementasi pembeajaran berdiferensiasi pada kurikulum merdeka didasari dari kebutuhan peserta didik. Kebutuhan peserta didik tersebut meliputi berbagai aspek: (1) Kesiapan belajar (readiness) murid, (2) Minat peserta didik, dan (3) Profil belajar murid. Praktek implementasi pembelajaran diferensiasi terdiri dari isi, proses, produk dan lingkungan belajar.
Strategi Guru dalam Mengatasi Tantangan Pembelajaran PPKn di Era Digital MAN 1 Medan Nasution, Ila Rahmayati; Siregar, Asmita Sani; Leonita, Tiara Anugrah; Lubis, Halimah Tussadiah
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v1i3.972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi tantangan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di era digital, khususnya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan. Era digital membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, termasuk dalam pelaksanaan mata pelajaran PPKn yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kesadaran berbangsa pada peserta didik. Namun, integrasi teknologi dalam pembelajaran PPKn juga menghadirkan berbagai tantangan seperti keterbatasan sarana, kompetensi guru dalam penggunaan media digital, serta rendahnya motivasi belajar siswa akibat distraksi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PPKn, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di MAN 1 Medan menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi tantangan tersebut, antara lain dengan penggunaan media interaktif, integrasi aplikasi pembelajaran berbasis daring, pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), serta penguatan peran guru sebagai fasilitator yang adaptif terhadap teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran PPKn di era digital sangat bergantung pada kesiapan dan inovasi guru dalam merespons dinamika zaman. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pembelajaran PPKn yang relevan dengan kebutuhan generasi digital serta menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan
Efektivitas Metode Ceramah dan Diskusi terhadap Pemahaman Materi Sejarah Siswa di Sekolah Menengah Atas Tafonao, Wendi Hati; Manik, Asfira Coriana; Hulu, Marta Permata Sari; Hasibuan, Yunita Syari Deny
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v1i3.973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode ceramah dan metode diskusi dalam pembelajaran sejarah di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka, yaitu mengkaji berbagai literatur ilmiah yang membahas kelebihan dan kekurangan kedua metode tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ceramah efektif digunakan untuk penyampaian materi yang bersifat faktual dan deskriptif secara sistematis dan efisien, namun memiliki keterbatasan dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman reflektif siswa. Sebaliknya, metode diskusi mendorong keterlibatan aktif, berpikir kritis, serta pengembangan keterampilan sosial dan pemahaman mendalam terhadap materi sejarah. Diskusi juga terbukti meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan. Dengan demikian, penggunaan kedua metode secara terpadu menjadi strategi yang direkomendasikan dalam pembelajaran sejarah. Kajian ini memberikan implikasi penting bagi guru untuk lebih fleksibel dan inovatif dalam merancang pembelajaran sejarah yang kontekstual, partisipatif, dan bermakna.
Peran Guru Sejarah dalam Menumbuhkan Nasionalisme Siswa Melalui Pembelajaran Sejarah Sekolah Menengah Atas Vira, Annisa; Raihan, Nurul; Bancin, Rostogi; Pakpahan, Irwan Luigi
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v1i3.975

Abstract

Peran guru sejarah dalam menumbuhkan nasionalisme siswa melalui pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh guru sejarah dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme serta tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai jurnal dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sejarah berperan sebagai fasilitator, motivator, dan teladan dalam menanamkan sikap nasionalisme melalui pendekatan kontekstual dan integratif. Namun, terdapat tantangan seperti pengaruh globalisasi dan kurangnya fasilitas yang memadai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya peran guru sejarah dalam membentuk karakter nasionalisme siswa sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang cinta tanah air dan berintegritas.
Peran Strategis Penilaian Formatif dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Kajian Teoritis di Prodi Pendidikan Sejarah UISU Tafonao, Wendi Hati
Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/toga.v1i3.1057

Abstract

Penilaian formatif merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk memantau dan meningkatkan capaian belajar mahasiswa secara berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk meninjau peran penilaian formatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan kajian literatur dan data kuantitatif dari hasil kuisioner tujuh responden mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian formatif mendukung peningkatan hasil belajar, memperkuat peran dosen, serta mendorong keterlibatan mahasiswa. Data kuisioner memperkuat temuan ini dengan menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai positif berbagai aspek pembelajaran, termasuk metode pengajaran, sistem asesmen, dan umpan balik dosen. Namun, terdapat variasi pendapat pada aspek relevansi materi kuliah dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, integrasi penilaian formatif secara efektif tetap menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5