Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
urnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi (JIMPGEO) is a scientific journal which is a place for publication of the results of research on the final project of undergraduate (S1) students in the Department of Geography Education. JIMPGEO publishes one volume and four numbers in a year, namely in February, May, August and November. FOCUS AND SCOPE 1. Geographical Education. 2. Geography (Physical Geography dan Social Geography). 3. Classroom Action Research of Geograpy Studies. 4. Development of Geographical Learning Model. 5. Development of Geographical Learning Method. 6. Studies of Geographical Learning Content. 7. Studies of Geographical Education Policy. 8. Application of Remote Sensing and GIS for Education Purposes. 9. Education Philosophy and Geography Philosophy.
Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017"
:
16 Documents
clear
HUBUNGAN SIKAP SPIRITUAL DAN SIKAP SOSIAL DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 18 KOTA BANDA ACEH
Zahara, Amelia;
Harun, Muhammad Yusuf;
Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5266
Sikap merupakan suatu kecenderungan sesorang individu dalama merespon suatu objek, sikap spiritual merupakan suatu kepercayaan akan ada sesuatu yang lebih agung pada diri sendiri, sikap sosial merupakan sikap yang ada pada sekelompok orang yang menjadi perhatian seluruh anggota kelompok tersebut. Pembahasan mengenai sikap merupakan cakupan KI_1 dan KI-2 pada Kurikulum 2013. Adapun issue yang diangkat dalam penelitian yaitu, apakah terdapat adanya kemungkinan hubungan positif dan signifikan mengenai antara sikap spiritual siswa dan sikap sosial siswa dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk dapat tahu hubungan posisitif dan signifikan antara sikap spiritual siswa dan sikap sosial siswa dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh. Objek populasi dalam penelitian yaitu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh dengan total 104 siswa. Pengambilan sampel secara random sampling menggunakan teknik Slovin dan jumlah sampel dengan banyak 51 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan koefisien korelasi ganda. Berdasarkan pengolahan data, hasil koefisien korelasi ganda di peroleh sebesar 0,05 pada kategori cukup kuat dengan koefisien determinasi (r2) = 25%. Hasil uji signifikansi juga menentukan bahwa terdapat korelasi yang signifikan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung =8,12 dan Ftabel = 3,19 pada taraf signifikansi () 5% dengan dkpembilang = 2 dan dkpenyebut = (51-2-1), maka Fhitung Ftabel sehingga Ha diterima. Berdasarkan ketentuan ini disimpulkan, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap spiritual siswa dan sikap sosial siswa dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh.
PENERAPAN MEDIA ANIMASI AUDIO VISUAL MENGGUNAKAN SOFTWARE POWTOON UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SMP NEGERI 16 BANDA ACEH
Trina, Zee;
Azis, Daska;
Purnomowati, Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5205
Software animasi powtoon adalah software berbasis web untuk membuat sebuah paparan yang memiliki fitur animasi, diantaranya animasi tulisan tangan, animasi kartun, dan efek transisi yang lebih hidup serta pengaturan timeline yang sangat mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Kesesuaian aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan software animasi powtoon. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 63% pada siklus I menjadi 79% pada siklus II dan 92% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,6 dengan kategori baik pada siklus I menjadi 3,1 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,3 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Pada umumnya atau sebanyak 93,3% siswa menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan software animasi powtoon sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI SISWA KELAS XI SMAN 1 SIMEULUE CUT
Farmesa, Yogi;
Hasmunir, .;
Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5204
Motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua dapat meningkatkan minat peserta didik untuk melanjutkan pendidikan. Peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang tinggi memiliki harapan dan keinginan untuk berhasil. Adanya dukungan materi yakni dengan penghasilan tinggi maka orang tua akan lebih mudah memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Masalah dalam penelitian adalah bagaimana pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut. Hipotesis penelitian yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut yang berjumlah 45 peserta didik. Teknik pengumpulan data mengunaka teknik angket. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan korelasi ganda dan uji F. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi ganda 0,6124 atau 61,24%. Koefisien korelasi ganda motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah 0,782 yang berarti terdapat korelasi yang kuat. Hasil pengujian hipotesis menunjukan Fhitung Ftabel atau 33,88 3,21 sehingga terima Ha, artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi belajar dan satatus sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa kelas XI SMAN 1 Simeulue Cut
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IS-1 SMA NEGERI 8 BANDA ACEH
Rodyah, Yayah;
Taher, Alamsyah;
Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5202
Model pembelajaran learning cycle 7e merupakan model pembelajaran yang memusatkan perhatian siswa sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Audiovisual merupakan media berupa alat yang menggabungkan pengunaan suara dan penglihatan dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalah bagaimana peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran serta respon siswa terhadap model pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran learning cycle 7e berbantuan media audiovisual. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-1 SMA Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 18 siswa yang tuntas pada siklus I dan 24 siswa tuntas pada siklus II, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% pada siklus I dan 90% pada siklus II; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2 pada siklus I dengan kategori sedang dan skor 2,9 pada siklus II dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran learning cycle 7e berbantuan media audiovisual dapat dikatakan baik. 96% dari 25 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran learning cycle 7e berbantuan media audiovisual dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.
HUBUNGAN PARTISIPASI ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 12 BANDA ACEH
Naufa, Wirda;
Abdi, Abdul Wahab;
Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5200
Penelitian ini berjudul hubungan partisipasi orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh. Masalah dalam penelitian adalah apakah terdapat hubungan partisipasi orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan partisipasi orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS yang berjumlah 80 siswa. Seluruh populasi dijadikan subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan angket. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi ganda, koefisien determinasi berganda, koefisien korelasi ganda, dan uji F. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi ganda 0,2198 atau 21,98%. Nilai korelasi (r) antara partisipasi orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar yang diperoleh dari hasil penghitungan adalah 0,468 yang berarti terdapat korelasi yang sedang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Fhitung Ftabel atau 10,9 3,12, yaitu terima Ha. Artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara partisipasi orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh.
HUBUNGAN KEAKTIFAN SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DAN PERILAKU BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI KELAS XI IS SMA NEGERI 5 BANDA ACEH
Ningsih, Veradillah Yuliya;
Bardi, Syamsul;
Harun, Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5199
Penelitian ini berjudul hubungan keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi kelas XI IS SMA Negeri 5 Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi. Hipotesis penelitian adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 31 orang dengan kriteria pengambilan sampel secara purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi ganda, koefisien determinasi ganda, uji F dan regresi ganda. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien korelasi ganda antara keaktifan siswa dalam ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi sebesar 0,72 yang berarti terdapat korelasi positif dengan tingkat hubungan sedang. Nilai koefisien determinasi ganda sebesar 51,84% sisanya 48,16% ditentukan faktor lain. Hasil pengujian signifikansi diperoleh Fhitung Ftabel yaitu 21 4,27 yaitu terima Ha. Artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar dengan hasil belajar geografi kelas XI IS SMA Negeri 5 Banda Aceh. Artinya semakin baik keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan perilaku belajar maka semakin baik pula hasil belajar geografi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN BERBANTUAN MEDIA QUICK ON THE DRAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 TANAH JAMBO AYE
Savera, Rivatul;
Abdi, Abdul Wahab;
Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5197
Model pembelajaran STAD merupakan salah satu model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Quick on the draw merupakan aktivitas riset untuk kerja tim agar menyelesaikan satu set soal dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran STAD berbantuan media quik on the draw. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tanah Jambo Aye yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 17 siswa yang tuntas pada siklus I, dan 23 siswa tuntas pada siklus II, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% pada siklus I, dan 90% pada siklus II; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 3,00 pada siklus I dengan kategori baik, dan 3,33 pada siklus II dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran STAD berbantuan media quick on the draw dapat dikatakan baik. 95 persen dari 25 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran STAD berbantuan media quick on the draw dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 7 BANDA ACEH
Sahputra, Ricki Maulizar;
Hasmunir, .;
Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5195
Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Tipe kartu arisan adalah menjalankan prinsip arisan dimana setiap pesertanya mendapat giliran menjawab pertanyaan sesuai dengan hasil undian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IS-2 SMA Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 20 siswa yang tuntas pada siklus I, 25 siswa tuntas pada siklus II, dan 30 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% pada siklus I, 80% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,5 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,1 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,4 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan dapat dikatakan baik. 95 persen dari 32 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.
HUBUNGAN PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X LAB SCHOOL BANDA ACEH
Jannah, Miftahul;
Abdi, Abdul Wahab;
Harun, Muhammad Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5194
Penggunaan sumber belajar dalam proses pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Perkembangan jaman dan kemajuan teknologi dan informasi menjadikan internet sebagai salah satu sumber belajar serta kebutuhan bagi bagi anak, dalam hal ini adalah bila pemanfaatan internet sebagai sumber belajar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin maka ini akan menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan hasil belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar dengan hasil belajar geografi siswa kelas X. Populasi dalam penelitian ini adalah 27 orang siswa kelas X IPA 4. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan soal tes. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi serial. Hasil pengolahan data dalam penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi yang diperoleh yaitu 0,7703 berada pada kategori kuat, dan uji signifikasi sebagai pembuktian hipotesis dengan menggunakan rumus uji-t, nilai t hitung yang diperoleh sebesar 9,250 sedangkan t tabel sebesar 1,708. Hal ini menunjukkan nilai t hitung lebih besar dari dari nilai t tabel maka Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan internet sebagai sumber belajar dengan hasil belajar geografi siswa kelas X lab school Banda Aceh.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS X-IPA 3 SMA LABORATORIUM UNSYIAH BANDA ACEH
Aslindi, Nurti .;
Hasmunir, .;
Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5193
Penggunaan model pembelajaran ini sangat menarik karena menuntut siswa untuk aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan berpikir kritis IPA 3 SMA Laboratorium Unsyiah Banda Aceh, aktivitas guru dan peserta didik yang mencerminkan keterlaksanaan model kooperatif dan respon siswa kelas X-IPA 3 SMA Laboratorium Unsyiah Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan soal, lembar pengamatan aktivitas, keterampilan serta tanggapan peserta didik selama mengikuti pembelajaran. Teknik analisis menggunakan statistik sederhana yaitu persentase. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis pada siklus I dikatagorikan rendah dengan persentase 46 %, sedang pada siklus II dengan persentase 67 %, dan tinggi pada siklus III sebesar 73 %. Artinya dari 10 soal siswa dapat mengerjakan 7 soal dengan benar. Peningkatan kemampuan pengajar meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,59 dengan katagori sedang, kemudian 2,96 dan 3,2 pada siklus III dengan katagori baik.