Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
urnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi (JIMPGEO) is a scientific journal which is a place for publication of the results of research on the final project of undergraduate (S1) students in the Department of Geography Education. JIMPGEO publishes one volume and four numbers in a year, namely in February, May, August and November. FOCUS AND SCOPE 1. Geographical Education. 2. Geography (Physical Geography dan Social Geography). 3. Classroom Action Research of Geograpy Studies. 4. Development of Geographical Learning Model. 5. Development of Geographical Learning Method. 6. Studies of Geographical Learning Content. 7. Studies of Geographical Education Policy. 8. Application of Remote Sensing and GIS for Education Purposes. 9. Education Philosophy and Geography Philosophy.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 4 (2017): November 2017"
:
15 Documents
clear
KESESUAIAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 PADA LAMPIRAN SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI GEOGRAFI FKIP UNSYIAH TAHUN 2015-2016
Fadhilah, Yuri;
Hasmunir, .;
Bardi, Syamsul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9901
Perencanaan pembelajaran dibutuhkan oleh guru dalam proses pembelajaran agar dapat berjalan dengan maksimal. Perencanaan pembelajaran juga merupakan langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat kesesuaian perumusan indikator; (2) tingkat kesesuaian pengorganisasian materi ajar; (3) tingkat kesesuaian pemilihan sumber dan media pembelajaran; (4) tingkat kesesuaian model/metode pembelajaran: dan (5) tingkat kesesuaian penilaian hasil belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh skripsi mahasiswa Prodi Geografi FKIP Unsyiah tahun 2015-2016 yang mencakup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) didalamnya. Jumlah sampel dalam penilitan ini adalah 44 skripsi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengelompokan data yang terkumpul kemudian diberikan skor. Mengingat format pembelajaran bentuknya bervariasi, maka untuk memberi skor atau penilaian digunakan penilaian standar nasional yang tercantum dalam buku pedoman sertifikasi guru. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase aspek perumusan indikator dengan katagori sangat baik 56,9%; (2) Aspek pengorganisasian materi ajar sangat baik dengan persentase 79,5%; (3) aspek pemilihan sumber dan media pembelajaran diperoleh 84,1% dengan kategori sangat baik; (4) Aspek model atau metode pembelajaran dengan kategori sangat baik, 72,7%: (5) Aspek penilaian hasil belajar sangat baik dengan persentase 86,2%.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EVERYONE IS A TEACHER HERE (EIATH) DENGAN MODEL TUTOR SEBAYA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH
Riska, Syarifah;
Abdi, Abdul Wahab;
Maulidian, Muhammad Okta Ridha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9900
Penelitian ini adalah penelitian yang memiliki maksud untuk membandingkan. Perbandingan yang dilakukan adalah membandingkan antara dua model pembelajaran yaitu Tutor Sebaya dan Everyone Is a Teacher Here. Perbandingan dilakukan di SMA Negeri 3 Banda Aceh. Penelitian ini memiliki Rumusan masalah yaitu apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran everyone is a teacher here lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya dalam mata pelajaran Geografi Kelas XI SMA Negeri 3 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran everyone is a teacher here lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran tutor sebaya dalam mata pelajaran Geografi Kelas XI SMA Negeri 3 Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan juga meupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Seluruh siswa kelas XI SMAN 3 Banda Aceh yang berjumlah 296 merupakan populasi dalam penelitian ini, adapun siswa Kelas XI IS 1 yang berjumlah 22 orang dan siswa Kelas XI IS 2 yang berjumlah 20 orang merupakan sampel yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam penelitian ini. Langkah awal yaitu menganalisi kemampuan awal siswa dari kedua kelas dengan rumus Anova adapun langkah berikutnya yaitu mencari nilai uji t dengan sebelumnya dilakukan uji homogenitas dan normalitas pada data post-test kedua kelas. Hasil penghitungan menunjukkan Ha diterima karena nilai thitung ttabel atau 5,58 1,68. Simpulan akhir yang dapat ditarik berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan adalah pembelajaran EIATH dinilai lebih dapat mendorong peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan pembelajaran Tutor Sebaya pada siswa Kelas XI SMA Negri 3 Banda Aceh.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 BANDA ACEH
Rusliana, .;
Kamaruddin, Thamrin;
Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9899
Model pembelajaran Teams Games Tournament atau pertandingan tim merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran Teams Games Tournament divariasikan dengan menggunakan media teka-teki silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS-1 SMA Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 25 siswa. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal pre-test dan soal post-test, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan lembar angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa secara individual dan klasiklal, aktivitas guru, aktivitas siswa dan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada setiap siklus penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan serta pada umumnya atau sebanyak 96% siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Teams Games Tournament berbantuan media teka-teki silang sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa, penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan media teka-teki silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EVERYONE IS TEACHER HERE BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH
Zahra, Rizka Az;
Taher, Alamsyah;
Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9898
Model Everyone Is Teacher Here adalah salah satu metode pembelajaran yangg membuat siswa terlibat aktif selama pembelajaran berlangsung, model pelajaran itu juga memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk turut serta sebagai guru bagi teman-temannya. Media video merupakan alat pendukung untuk membuat suasana kelas agar terasa bersemangat dan mennyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dann siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran Everyone Is Teacher Here berbantuan media video. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-5 SMP Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru, dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan rumus statistik deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 14 siswa siswa yang tuntas pada siklus I, 16 siswa yang tuntas pada siklus II, dan 19 yang tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 50% pada siklus I, 70% pada siklus II, dan 90 persen pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru dalam mengelola kelas meningkat dari skor 2,73 pada sikus I dengan kategori baik, skor 3,49 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,69 pada siklus III dengan kategori sangat baik; (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Everyone Is Teacher Here berbantuan media video dapat dikatakan mendapat tanggapan yang baik yaitu 86% dari 21 siswa berpendapat bahwa dengan belajar menggunakan model pembelajaran Everyone Is Teacher Here berbantuan video dapat meningkatkan pemahaman tehadap materi yang telah mereka ikuti. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan prestasi belajar siswa mulai dari siklus I sampai siklus III dengan menggunakan model Everyone Is Teacher Here berbantuan media video di kelas VII-5 SMPN 8 Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING CHIPS BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII-2 SMPN 8 BANDA ACEH
Febrian, Risda Dian;
Kamaruddin, Thamrin;
Maulidian, Muhammad Okta Ridha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9897
Pembelajaran model Talking Chips adalah salah satu model pembelajaran kooperatif dan menuntut para siswa untuk bisa bekerja sama dalam satu kelompok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa, (2) Kesesuaian aktivitas guru dan siswa, (3) Keterampilan guru ketika mengelola pembelajaran, dan (4) Respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model Talking Chips berbantuan media gambar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan dalam bentuk penelitian tindakan kelas (Classroom process research). Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-2 SMP Negeri 8 banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan (1) persentase ketuntasan individual meningkat dari 7 siswa yang tuntas pada siklus I, 16 siswa yang tuntas pada siklus II, dan 19 siswa yang tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 27% pada siklus I, 67% pada siklus II, dan 87% pada siklus III; (2) Jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 9 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 1,76 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 2,9 pada siklus II dengan kategori baik,dan skor 3,4 pada siklus III dengan kategori baik; (4) sebanyak 100% siswa menyatakan bahwa model pembelajaran Talking Chips adalah baru diterapkan dan membantu siswa dalam memhami materi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan hasil belajar mulai dari siklus I sampai siklus III dengan menerapkan model Talking Chips berbantuan media gambar di kelas VIII-2 SMP Negeri 8 Banda Aceh.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMPN 2 BANDA ACEH
Zakia, Raihan;
Taher, Alamsyah;
Hasmunir, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9896
Model team assisted individualization merupakan team assisted individualization ialah para siswa masuk kelas dengan pengetahuan, kemampuan, dan motivasi yang sangat beragam. Media audio visual merupakan media yang berupa unsur gambar dan suara yang menggunakan teknologi audio visual untuk penyampaian bahan pembelajaran dengan memakai mesin-mesin mekanis serta elektronik untuk memberikan pesan-pesan audio visual. Tujuan penelitian untuk diketahui: (1) Meningkatkan belajar siswa; (2) kegiatan guru dan siswa; (3) Kemampuan guru memanajemen pembelajaran; (4) tanggapan siswa terhadap tipe pembelajaran team assisted individualization dengan bantuan media audio visual. Hasil pengujian menunjukkan yaitu (1) Persentase tuntasnya secara individual naik dari 13 siswa yang berhasil pada tahap 1, 18 siswa tuntas pada tahap 2, dan 24 tuntas pada tahap 3, persentase ketuntasan klasikal pun naik dari 50% pada tahap pertama, 70% pada tahap kedua, serta 90% pada tahap ketiga; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,30 di tahap satu dengan kategori sedang, skor 2,97 di tahap dua dengan kategori baik, dan 3,45 di tahap tiga dengan kategori baik. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran team assisted individualization berbantuan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII/2 SMP Negeri 2 Banda Aceh dalam bahan pembelajaran dinamika interaksi manusia
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC DAN QUICK ON THE DRAW DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 INGIN JAYA
Fatahillah, Nur;
Bardi, Syamsul;
Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9893
Penelitian ini berkaitan dengan membandingkan hasil belajar siswa dari penerapan dua model pembelajaran yaitu model pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC) dan model pembelajaran quick on the draw pada mata pelajaran Geografi di SMAN Ingin Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah murid kelas XI-IS SMAN 1 Ingin Jaya yang berjumlah 63 siswa. Untuk mendapatkan sampel menggunakan dengan teknik purposive sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas XI-IS 2 yaitu 22 siswa dan kelas XI-IS 3 yaitu 18 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni, pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian didapat thitung = 6,58 dan ttabel = 1,59 pada taraf signifikan 5% dan dk = 40, sesuai dengan kriteria uji jika thitung ttabel maka Ha diterima. Berdasarkan perolehan data tersebut jelas bahwa Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil yaitu hasil belajar yang menerapkan model pembelajaran CIRC lebih baik daripada hasil belajar yang menerapkan model pembelajaran quick on the draw pada mata pelajaran Geografi Kelas XI-IS di SMAN 1 Ingin Jaya.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GALLERY WALK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN POSTER SESSION PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH
Muzakkir, .;
Abdi, Abdul Wahab;
Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9892
Model pembelajaran merupakan rancangan awal seorang guru tentang cara melaksanakan pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan partisipasi siswa selama pembelajaran sehingga hasil belajar menjadi optimal. Beberapa model pembelajaran yang bisa digunakan yaitu model pembelajaran gallery walk dan poster session. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran gallery walk lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran poster session pada mata pelajaran geografi kelas X IS di SMA Negeri 11 Banda Aceh. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran gallery walk lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran poster session pada mata pelajaran geografi kelas X IS di SMA Negeri 11 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi pada penelitian yang dilaksanakan ini seluruh siswa kelas X IS berjumlah 68 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik sampling purposive, diambil hanya du akelas yaitu kelas X IS 1 berjumlah 22 serta kelas X IS 2 sebanyak 21 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemeberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 6,96 dan ttabel = 1,68 untuk taraf signifikan 5% dengan dk = 41, artinya sesuai dengan kriteria thitung ttabel atau 6,96 1,68 sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar siswa mata pelajaran Geografi yang diajarkan dengan model pembelajaran gallery walk lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran poster session pada siswa kelas X di SMA Negeri 11 Banda Aceh.Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, gallery walk, poster session, geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 16 BANDA ACEH
Parasati, Maysila;
Kamaruddin, Thamrin;
Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9891
Model pembelajaran Team Assisted Individualization merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menuntut para siswa untuk bisa bekerja sama dalam satu kelompok tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa (2) kesesuaian aktivitas guru dan siswa (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran (4) respon siswa terhadap pembelajran menggunakan model Team Assisted Individualization berbantuan media powerpoint. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu dalam bentuk penelitian tindakan (Classroom process research). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-4 yang berjumlah 27 siswa. Data di analisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 17 siswa yang tuntas pada siklus I, 21 siswa yang tuntas pada siklus II, dan 25 siswa yang tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 50% pada siklus I, 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III, 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 7 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,56 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,2 pada siklus II dengan kategori baik,dan skor 3,36 pada siklus III dengan kategori baik; (4) sebanyak 100% siswa menyatakan bahwa model pembelajaran Team Assited Individualization adalah baru membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan prestasi belajar siswa mulai dari siklus I sampai siklus III dengan menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization berbantuan media powerpoint di kelas VIII-4 SMP Negeri 16 Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 16 BANDA ACEH
Januar, .;
Taher, Alamsyah;
hasmunir, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9890
Model group investigation merupakan model pembelajaran kooperatif yang sesuai untuk proyek-proyek studi yang terintregasi yang berhubungan dengan hal-hal semacam penguasaan, analisis, dan mensintesakan informasi sehubungan dengan upaya menyelesaikan masalah yang bersifat multi aspek. Audio visual merupakan media yang berupa unsur gambar dan suara yang menggunakan teknologi audio visual untuk penyampaian bahan pembelajaran dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio visual. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui hasil belajar siswa; (2) untuk mengetahui kegiatan guru dan siswa; (3) untuk mengetahui keterampilan guru saat mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa pada model pembelajaran group investigation berbasis media audio visual. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas VII SMP Negeri 16 Banda Aceh berjumlah 30 siswa. Data ini dikumpulkan menggunakan; (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar kegiatan guru dan siswa; (3) Lembar keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa; (1) Hasil belajar siswa secara individual mengalami peningkatan dari 17 siswa pada siklus pertama hingga menjadi 28 siswa pada siklus ketiga. Secara klasikal pun mengalami peningkatan dari 60% pada siklus pertama hingga menjadi 90% pada siklus ketiga; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,55 pada siklus pertama berkategori sedang, skor 3,08 pada siklus kedua berkategori baik, dan 3,46 pada siklus ketiga berkategori baik; (4) Respon siswa pada pembelajaran group investigation berbasis media audio visual dikatakan baik