cover
Contact Name
Grin Tommy
Contact Email
grin.tp@faperta.untan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
manajemen.sumberdaya.perairan@faperta.untan.ac.id
Editorial Address
Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura Jl. Prof Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Telp. (0561) 740191 Fax (0561) 740191
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Tropical Aquatic Resource Management
ISSN : -     EISSN : 30637414     DOI : 10.26418/akuatiktropis
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management is an open-access academic journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Social Economy Fisheries) Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Mammals, Coral reefs) Oceanography
Articles 30 Documents
Dinamika Populasi Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) Yang Didadartkan di Pangkalan Pendaratan Ikan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat Silma, Asyifa Adzania; Padmarsari Soetginya, Widadi; Magrima Anzani, Yunita
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.92807

Abstract

Ikan tenggiri merupakan salah satu jenis ikan yang paling sering didaratkan dan sangat diminati. Data tangkapan menunjukkan peningkatan signifikan untuk ikan tenggiri, dari 293. 409 ton pada tahun 2019 menjadi 488. 300 ton pada tahun 2022. Namun, penangkapan ikan tenggiri yang terus-menerus dapat berdampak pada populasi ikan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk memahami dinamika populasi ikan tenggiri, termasuk aspek pertumbuhan, mortalitas, dan tingkat eksploitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sebaran panjang ikan, hubungan antara panjang dan berat, laju pertumbuhan, serta tingkat mortalitas. Penelitian didahului dengan survei lapangan untuk mengetahui kondisi lokasi dan jenis alat tangkap yang digunakan. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dari nelayan. Data diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan FISAT 2 untuk menganalisis lebih lanjut, yang mencakup distribusi frekuensi panjang, hubungan antara panjang dan berat, serta parameter pertumbuhan. Selama penelitian pada Bulan September-November 2024 yang berlokasi di PPI Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, sebanyak 233 ekor ikan tenggiri telah diambil sebagai sampel. Frekuensi panjang ikan dikelompokkan menjadi 9 kelas dengan interval panjang 4 cm. Panjang ikan tenggiri yang ditemukan berkisar antara 51-86 cm. Kelas panjang tertinggi terdapat pada kisaran 71-74 cm dengan jumlah 35 ekor, sedangkan kelas terendah pada kisaran 83-86 cm dengan 12 ekor. Sebagian besar ikan tenggiri memiliki panjang antara 59-74 cm, dengan jumlah total 101 ekor.Analisis hubungan panjang dan berat ikan tenggiri dilakukan melalui regresi, yang menunjukkan pola pertumbuhan ikan tenggiri bersifat allometrik negatif. Dengan persamaan W = 0,0867L²,46, ditemukan bahwa pertambahan panjang ikan terjadi lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat. Parameter pertumbuhan dianalisis berdasarkan persamaan Von Bertalanffy, dimana panjang asimptotik (L∞) ditemukan sebesar 85,05 cm, dengan koefisien pertumbuhan (K) sebesar 0,51 per tahun. Analisis mortalitas dan eksploitasi menunjukkan nilai mortalitas total (Z) sebesar 1,62 per tahun, mortalitas alami (M) 0,87 per tahun, dan mortalitas karena penangkapan (F) 0,74 per tahun, serta laju eksploitasi (E) 0,46 per tahun. Hal ini menunjukkan eksploitasi dalam pemanfaatan atau penangkapan terhadap ikan tenggiri termasuk dalam kategori pemanfataan masih dalam batas aman Balancedfishing).
Dinamika Populasi Ikan Sembilang (Plotosus canius) Hasil Tangkap Nelayan Yang Didaratkan di TPI Jungkat Kabupaten Mempawah Tite, Christianus Teging; Padmarsari Soetignya, Widadi; Wira Hadinata, Fitra
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.93247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika populasi ikan sembilang (Plotosus canius) yang meliputi sebaran frekuensi panjang, hubungan panjang dan berat, laju pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Mei yang berlokasi di TPI Jungkat, Kabupaten Mempawah. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 354 ekor ikan dengan kisaran panjang 15-77 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan duri (Arius maculatus) yang tertangkap terdiri dari 9 macam kelas ukuran dan tergolong dalam kelompok umur ikan dewasa. Hubungan panjang dan berat ikan duri bersifat allometrik negatif dengan nilai panjang asimptot (L∞) sebesar 65,63 cm, koefisien laju pertumbuhan 0,94 per tahun. Laju mortalitas total (Z) 2,65 pertahun, mortalitas alami (M) 1,33 per tahun, mortalitas penangkapan (F) 1,32 per tahun, laju eksploitasi (E) 0,5 per tahun.
Keanekaragaman Jenis Ikan di Kawasan Bendungan Merowi Desa Semayang Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau Andika, Arya; Mulyadi, Ahmad; Magrima Anzani, Yunita
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.91907

Abstract

Penelitian keanekaragaman jenis ikan di Kawasan Bendungan Merowi Desa Semayang Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau terdiri dari empat stasiun pengamatan pada bulan April-Mei 2024. Pemilihan stasiun pengamatan secara terpilih (purposive sampling) yaitu berdasarkan pertimbangan terwakili keadaan perairan. Hasil penelitian terdapat 18 jenis dari 11 famili dari ikan yang berhasil dikumpulkan berjumlah 156 ekor ikan menggunakan tajur, serok, bubu dan pukat. Hasil pengamatan menunjukan adanya keragaman jenis ikan yang diperoleh di Kawasan Bendungan Merowi. Stasiun 1 tercatat ada 9 spesies dari 6 famili, stasiun 2 ditemukan 12 spesies dari 9 famili, di stasiun 3 ditemukan 15 spesies dari 10 famili dan pada stasiun 4 ditemukan 14 spesies dari 10 famili. Kelimpahan jenis ikan tertinggi pada setiap stasiun berasal dari famili Cyprinidae, yaitu masingmasing pada stasiun 1,2,3 dan 4 adalah 55.17%, 53.38%, 61.36% dan 52.63%. indeks keanekaragaman pada stasiun 1,2,3 dan 4 berada pada kategori sedang dengan kisaran yaitu nilai 1,99, 2,03, 2,29 dan 2,34. Sedangkan untuk Indeks keseragaman berada dalam katagori merata dengan nilai secara berturut-turut yaitu 0,60, 0,62, 0,61 dan 0,58. sedangkan indeks dominasi berada pada kondisi stabil dan tidak ada jenis ikan tertentu yang mendominasi dengan nilai pada setiap stasiun 0,17, 0,15, 0,11 dan 0,12.
Biologi Reproduksi Ikan Kiper (Scatophagus argus) di Muara Sungai Duri Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Simamora, Rini Amelia; Padmarsari Soetignya, Widadi; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.96553

Abstract

Abstrak Muara Sungai Duri merupakan salah satu ekosistem estuari di Indonesia yang memiliki karakteristik fisik dan kimia yang fluktuatif. Kondisi ini berpengaruh terhadap biologi reproduksi berbagai organisme salah satunya ikan kiper yang menjadi sumber gizi masyarakat lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui biologi reproduksi ikan kiper meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, indeks hepatosomatik, dan fekunditas. Penelitian dilakukan selama dua bulan dari Februari "“ Maret 2025. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan habitat ikan kiper. Jumlah sampel yang diamati selama penelitian sebanyak 87 ekor, terdiri dari 28 ekor jantan dan 59 ekor betina dengan rasio kelamin yang didapatkan 1:2. Tingkat kematangan gonad (TKG) yang diperoleh baik jantan dan betina adalah TKG I-V. Nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) ikan jantan berkisar antara 0,16-5,81% dan nilai ini lebih kecil jika dibandingkan dengan IKG ikan betina yang berkisar 0,16-14,5%. Hasil perhitungan fekunditas total ikan kiper secara keseluruhan berkisar antara 9.030-73.203 butir telur. Fekunditas relatif terhadap panjang total ikan kiper berkisar antara 117-1.018 butir telur, sedangkan fekunditas relatif terhadap berat total ikan berkisar antara 8.089-17.448 butir telur. Kata Kunci: Biologi reproduksi, Scatophagus argus, Muara Sungai Duri Abstract A concise and factual abstract is required. Each paper should be provided with an abstract of about The Duri River estuary is one of Indonesia's estuarine ecosystems with fluctuating physical and chemical characteristics. These conditions affect the reproductive biology of various organisms, including the kiper fish, which is a source of nutrition for the local community. The objective of this study is to investigate the reproductive biology of the kiper fish, including sex ratio, gonadal maturity level, gonadal maturity index, hepatosomatic index, and fecundity. The research was conducted over two months from February to March 2025. Fish sampling was conducted using purposive sampling based on the habitat of the kiper fish. A total of 87 fish were observed during the study, comprising 28 males and 59 females, with a sex ratio of 1:2. The gonadal maturity stage (GMS) obtained for both males and females was GMS I-V. The Gonadal Maturity Index (GMI) values for male fish ranged from 0.16"“5.81%, which was lower compared to the GMI values for female fish, which ranged from 0.16"“14.5%. The total fecundity of kiper fish was calculated to range from 9,030"“73,203 eggs. Relative fecundity per total length of the fish ranged from 117 to 1,018 eggs, while relative fecundity per total weight of the fish ranged from 8,089 to 17,448 eggs. Keywords: Reproductive biology, Scatophagus argus, Duri River Estuary
KERAGAMAN JENIS BIVALVIA DI DUSUN TANJUNG NIBUNG PULAU MAYA KABUPATEN KAYONG UTARA Soetignya, Widadi Padmarsari
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v1i1.73605

Abstract

Dusun Tanjung Nibung yang berada di Pulau Maya, Kanyong Utara memiliki potensi sumberdaya perairan yang cukup besar, salah satunya adalah bivalvia. Bivalvia  adalah jenis biota yang memiliki nilai ekonomis dan dimamfaatkan oleh masyarakat untuk dikonsumsi dan dijual. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman, keseragaman dan dominansi Bivalvia di daerah Dusun Tanjung Nibung. Pengambilan sampel bivalvia di bagi menjadi 3 stasiun pada plot berukuran 1 m2, dengan menggunakan metode purpose sampling. Hasil penelitian jenis bivalvia yang ditemukan terdiri dari 4 spesies yaitu Anadara granosa, Hiatula chinensis, Mactra grandi dan Amusium pleuronectes. Rata-rata indeks keanekaragaman keseluruhan bivalvia yaitu 0,64 atau termasuk kategori rendah, indeks keseragaman keseluruhan bivalvia yaitu 0,26 atau termasuk kategori rendah dan indeks dominansi 0.70 yang menunjukkan terdapat spesies yang mendominasi. Hasil pengukuran parameter lingkungan perairan berada dalam kisaran optimal, sesuai dengan standar baku mutu air laut untuk biota laut.
PREFERENSI HABITAT DAN RELUNG EKOLOGI KOMUNITAS IKAN TARGET DI SUNGAI KAPUAS BAGIAN HILIR Adijaya, Mardan
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v1i1.73584

Abstract

The Kapuas River is one of the main rivers that supports potential fish resources in West Kalimantan. However, currently the development of the Kapuas River watershed is starting to appear to be influenced by ecological pressure from the agricultural and industrial sectors which has an impact on decreasing the potential of several target fish species. The aim of this research is to determine the habitat preferences and ecological niches of target fish communities in the lower reaches of the Kapuas River. Sampling was carried out using a purposive sampling method at 3 stations, namely the mouth of the Kapuas River in Jungkat and Sungai Raya, Kubu Raya Regency and the downstream part of the Kapuas River in Tayan Hilir, Sanggau Regency. Fish sampling was carried out using gill nets (5/9 inch mesh size) at each station with 3 repetitions set for 2 hours. At each station, samples were also taken of environmental factors consisting of substrate type, temperature, pH, DO and biological factors, namely plankton. The results of research on habitat preferences and ecological niches of fish communities in the lower Kapuas River show that there are 25 target fish species. The fish community in Terentang waters is different from the fish community in the Raya River and the Kapuas River mura in Jungkat. The main factor that influences community differences in the downstream Kapuas River is the amount of salinity. Ecological niche analysis shows that most of the target fish in the downstream Kapuas River are fish that are 55% carnivorous and the remaining 10% are carnivores, 20% are omnivores and 10% are herbivores. The types of fish food in the lower reaches of the Kapuas River mainly consist of phytoplankton, zooplankton, crustaceans, fish, molluscs and annelids.
MACROINVERTEBRATES INVENTORY IN THE RIPARIAN AREA OF RADAK SATU VILLAGE KUBU RAYA REGENCY Rahayu, Sri
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v1i1.73587

Abstract

Salah satu desa yang memiliki zona riparian yang sangat potensial adalah Desa Radak Satu. Zona riparian tersebutt dengan vegetasinya memberikan manfaat sebagai habitat bagi ornaisme lainnya termasuk maktoinvertebrata. Keberadaan makroinvertebrata ini sangat penting, tidak hanya terkait rantai makaanan, tetapi juga dapat dijadikan sebagai bioindikator kualitas perarian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvetarisasi jenis-jenis makroinveterbrata di daerah riaparian Desa Radak Satu Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga April 2021 dengan lokasi sampling yang terbagi menjadi empat stasiun. Parameter yang diamati terdiri dari jumlah dan jenis makroinvertebrata serta jenis-jenis vegetasinya. Hasil penelitian menunjukkan makroinvertebrata di daerah riaparian Desa Radak Satu Kabupaten Kubu Raya ditemukan sebanyak 37 jenis yang termasuk dalam 30 famili. Beberapa spesies yang sering ditemukan pada daerah   tersebut   diantaranya   adalah   jenis   udang   (Palaemonetes paludosus), belalang (Tetrigidae), jangkrik (Gryllidae),     dan jenis "“ jenis capung yang terdiri dari Pantala flavescens, Ceriagrion cerinorubellum, Brachythemis contaminate, Lestidae,   dan Ceriagrioncerinorubellum.
KERAGAMAN IKTIOFAUNA DI DANAU KELUBI KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU Sirojul, Achmad Mulyadi
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v1i1.73589

Abstract

Kalimantan Barat merupakan wilayah administrasi yang kaya akan sumberdaya perairan. Salah satu danau alami yang genangan airnya dipengaruhi oleh curah hujan, adalah Danau Kelubi. Kedalaman danau ketika musim hujan mencapai 5 meter, sedangkan pada musim kemaran kurang dari 3 meter. Hal ini yang membuat Danau Kelubi menarik untuk dikaji. Disisi lain danau ini menjadi lokasi kegiatan penangkapan ikan, namun potensi keragaman jenis iktiofauna masih belum dikaji. Keterwakilan musim menjadi salah satu parameter yang dilakukan dalam penelitian ini, dan kemudian tingkat keragaman ikan dianalisis dengan menggunakan Indeks Shannom Wienner. Perbandingan jenis dan kelimpahan ikan di Danau Kelubi selama periode keterwakilan musim hujan dan musim kemarau sangat signifikan. Keragaman iktiofauna di Danau Kelubi Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau rendah dengan jumlah species sebanyak 22 species yang termasuk dalam 9 familia. Jenis ikan dominan berbeda antar musim, dimana musim hujan didominasi ikan toman (Channa micropeltes), sedangkan musim kemarau didominasi oleh beberapa jenis ikan yaitu Pristolepis grooti, Trigonopoma gracile, dan Brevibora dorsiocellata.          
BIODIVERSITAS IKAN DI PERAIRAN DUSUN MELIAU KABUPATEN KAPUAS HULU Soetignya, Widadi Padmarsari
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v1i1.73598

Abstract

This study aimed to assess the fish biodiversity in the waters of Meliau Village Kapuas Hulu Regency. Fish samples were collected during three periods: July and October 2013 and February 2015. The study area was divided into four sampling stations: Leboyan River, Balai Aram Lake, Lukuk Lake and Merebung Lake. In this study, 56 fish species were identified, they represent 35 genera and 20 families. Diversity index in the wet season was greater than the other seasons. The fish diversity of Leboyan river was the greater than the fish diversity of Balai Aram Lake. This study showed that the lakes (Balai Aram, Merebung and Lukuk)  are considered to be important habitat for some target fish species like  Leptobarbus menalopterus, Channa pleurophthalmus, C. mauriolides and C. micropeltes for their role in spawning and nursery ground. The value of Dissolved Oxygen and pH were environment factors which were not suitable for fish, while diversity index of plankton was classified as low-medium (1.0-2.16).
STRUKTUR KOMUNITAS DAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI UDANG AIR TAWAR DI PERAIRAN KAWASAN PULAU PEDALAMAN KABUPATEN MEMPAWAH Sirojul, Achmad Mulyadi
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v1i1.73582

Abstract

Pulau Pedalaman is one of the villages in Mempawah Regency. This village has unique regional characteristics where this area is surrounded by flowing rivers that divide one land from another. The aim of this research is to determine the various types and characteristics of freshwater shrimp in Pulau Pedalaman waters, Mempawah Timur. This research was conducted from September to December 2021 at 5 observation stations. Based on the results, 8 species of shrimp were obtained which belonged to the genus Macrobrachium and Penaeidae. The morphological characteristics of shrimp in the waters of Pulau Pedalaman are Macrobrachium rosenbergii which has a dark black and patterned body color, with a total length of 8.3 cm, and a number of 13-14 rostrum teeth; Macrobrachium sp. has a black body color and black spots on the body, with a total length of 3-7 cm, and the number of rostrum teeth is 8; Macrobrachium sintangense has a reddish body color with a total length of 5-7 cm, and the number of rostrum teeth is 7-13; Macrobrachium equidens has a slightly black, patternless body, with a total length of 10.5-11.5 cm and a total of 9-10 rostrum teeth; Penaeus indicus has a white body and brown spots, with a total length of 2-12 cm, and the number of rostrum teeth is 7; Penaeus merguiensis has a white body color with brown spots, with a total length of 11 cm and a number of 2-8 rostrum teeth; Penaeus semisulcatus has a dark green body color with red or brown transverse lines, with a total length of 2-10 cm, and the number of rostrum teeth is 7-8; Litopenaeus vannamei has a spotted white body color, with a total length of 23 cm, and the number of rostrum teeth is 8-9. The physical and chemical parameters of the waters in the Pulau Pedalaman river meet fisheries quality standards for the growth and life of shrimp and fish.

Page 3 of 3 | Total Record : 30