cover
Contact Name
Grin Tommy
Contact Email
grin.tp@faperta.untan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
manajemen.sumberdaya.perairan@faperta.untan.ac.id
Editorial Address
Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura Jl. Prof Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Telp. (0561) 740191 Fax (0561) 740191
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management
ISSN : 30637414     EISSN : -     DOI : -
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management is an open-access academic journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Social Economy Fisheries) Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Mammals, Coral reefs) Oceanography
Articles 24 Documents
IDENTIFIKASI JENIS DAN MORFOMETRIK KURA-KURA DI SUNGAI PANGAK triani, Klodia yessica; Kurniadi, Bambang
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.81908

Abstract

Sungai Pangak terletak di Dusun Tangkal, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Kawasan Sungai Pangak merupakan kawasan perairan yang banyak dijumpai jenis ikan dan salah satunya adalah kura-kura. Kekayaan reptil termasuk kura-kura terancam menurun, rendah nya kesadaran masyarakat terhadap perilaku melindungi dan melestarikan adalah salah satu penyebab terancamnya spesies ini dan kemungkinan besar kura-kura akan punah akibat pemanfaatan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan karateristik morfometrik kura-kura yang terdiri dari 12 variabel yaitu, panjang total, panjang karapas, lebar karapas, panjang plastron, lebar plastron,   panjang kepala, lebar kepala, panjang kaki depan, lebar kaki depan, panjang kaki belakang, lebar   kaki belakang, panjang ekor. Parameter lingkungan   menjadi indikator keberlangsungan hidup kura-kura meliputi parameter fisika "“ kimia (suhu, kecepatan arus, kecerahan, kedalaman , pH, dan DO ). Metode yang digunakan adalah metode purposive random sampling yang terdiri dari 3 stasiun. Pengambilan sampel diperoleh dengan cara memasang pancing yang terbuat dari bambu sepanjang 1 meter dengan panjang tali 1,5 meter dan bubu yang terbuat dari bambu dan rotan yang bentuknya sedikit lonjong dan memanjang untuk bubu kecil memiliki ukuran panjang 1 m, lebar 50"“75 cm, tinggi 25"“30 cm. Untuk bubu besar ukuran panjang 3, 5 m, lebar 2 m, tinggi 75"“100 cm. Pengambilan sampel dilakukan selama 3 bulan sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kura-kura yang ditemukan sebanyak 62 ekor dari famili Geoemydidae yaitu, Cuora Amboinensis, Cyclemys Dentata, dan Siebenrockiella Crassicollis. Berdasarkan karakteristik morfometrik, siebenrockiella crassicollis berukuran lebih kecil daripada Cuora Amboinensis dan Cyclemys Dentata. Berdasarkan jenis kelamin, morfometrik kura-kura betina berukuran lebih besar dibandingkan kura-kura jantan namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Karakteristik lingkungan perairan (parameter  fisik dan kimia ) dalam kondisi baik yang menunjang bagi habitat kura-kura.
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI SUNGAI TANAP KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU Fitri, Dayu Makdalena; Kurniadi, Bambang; Panggabean, Grin Tommy; Amrulloh, Fauzan; Armos, Nikanor Hersal
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 2 (2024): Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.87512

Abstract

                        The Tanap River is a river in Ngoyok Mandiri Hamlet, Tanap Village, Sanggau District. The Tanap River is used by local villagers for daily needs such as bathing and washing clothes. Apart from that, people usually catch fish for comsumption. The aim of this research is to determine the structure of the fish community in the Tanap River. Samples were collected using trawls, fishing rods, and traps in the June and July 2024. The method used for this research was purpose sampling. Result of research conducted in the Tanap River obtained 16 species of fish consisting of 9 families, namely Clariidae, Bagridae, Belonidae, Nandidae, Osphronemidae, Mastacembelidae, Channidae, Cyprinidae, dan Anabantidae. The highest abundance value of fish species is stove fish (Puntius tetrazona) with a value of 16,71%, while the lowest abundance value of fish (mastacembelus erythrotaenia) with a value of 0,51%, the fish diversity index value ranges from 2,43 "“ 2,53 is categorized as medium diversity. The uniformity index value ranges between 0,90 "“ 0,93 with high criteria, and the dominance index value ranges from 0,09 "“ 0,11 which means dominating other species.  Keywords : Fish community structure, Tanap River
FOOD HABITS OF TILAN FISH (Mastacembelus erythrotaenia) IN THE LANDAK RIVER, KUALA MANDOR A VILLAGE, KUBU RAYA DISTRICT darma atmaja, yulius yudhie
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.76998

Abstract

ABSTRACTFish feeding habits are the amount and quality of food that fish eat. Food habits are one aspect that affects the growth and survival of fish. This study aims to understand and study the eating habits of tilan fish in the Landak River Kuala Mandor A, Kubu Raya Regency by analyzing data such as relative intestinal length, stomach fullness index and the composition of food types and determine the condition of the water environment. in the Porcupine river. The research was conducted for 5 months, that is in desember 2022 "“ april 2023 at four different stations using the Purposive Sampling method. Fish samples were grouped based on station and length. Analysis of food habits using the quantitative (qualitative) method by counting the amount and type of food found in the intestine and stomach of tilan fish. The results of the study obtained from 30 samples of tilan fish showing relative intestinal length (RLG) of tilan fish show that tilan fish is a carnivorous fish with RLG value in the range of 0.32 - 0.42 or less than 1. The main food is. crab (Sesarma eydouxi), supplementary food is phytoplankton, zooplankton and worms, supplementary food is dominated by detritus. Water quality in Kali Landak, water temperature between 29.08 °C - 29.83 °C. The brightness parameter value ranges from 40.33 cm - 45.83 cm. The resulting pH parameters are 5.57 - 5.69. The DO value is between 3.96 - 4.81 mg/l. The current speed parameter value is 0.31 - 0.33 cm/sec. As for the water parameters in the depth between 4.00 - 5.16 meters.  
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN SEMBILANG (Platosus lineatus) YANG DIDARATKAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Komsiaty, Komsiaty
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.90613

Abstract

AbstrakIkan sembilang (Plotosus lineatus) merupakan salah satu ikan air payau yang didaratkan di PPI Sukadana. Ikan ini mendiami habitat estuari dan pantai. Nelayan di Kayong Utara menangkap berbagai jenis ikan, termasuk ikan sembilang, tenggiri, kerapu, udang, dan kepiting. Sumberdaya laut yang melimpah membuat daerah Kayong Utara menjadi pusat penangkapan ikan yang penting di Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biologi reproduksi ikan sembilang yang meliputi rasio kelamin, Tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, Penggambilan sampel ikan menggunakan random sampling. Penentuan kapal menggunakan accidental sampling. Hasil tangkapan ikan sembilang (Plotosus lineatus) yang diperoleh selama penelitian sebanyak 120 ekor, terdiri dari 74 ekor jantan dan 46 ekor betina. Tingkat kematangan gonad ikan sembilang jantan di Lokasi penelitian diperoleh TKG I-IV. Sedangkan ikan sembilang betina diperoleh TKG I-V. Nilai indeks kematangan gonad ikan jantan keseluruhan berkisar antara 0,07-9,06 lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai keseluruhan indeks kematangan gonad ikan betina berkisar antara 0,28-17,62. Hasil penelitian fekunditas total ikan sembilang secara keseluruhan berkisar antara 1660-14020 butir telur dengan rata-rata 5477.Kata Kunci : Biologi, Ikan Sembilang, Reproduksi
POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN BETUTU ( Oxyeleotris marmorata) DI PERAIRAN SUNGAI KAPUAS KECAMATAN TERENTANG KABUPATEN KUBU RAYA Wahyuni, Eva Sri; Sirojul Munir, Ahmad Mulyadi; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 2 (2024): Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.86263

Abstract

Terentang adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Kubu Raya yang terdiri dari 10 Desa dengan luas wilayah 746,40 km ² dan jumlah penduduk 13,416 jiwa. Tujuan menganalisis pola pertumbuhan, faktor kondisi dan faktor lingkngan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) di perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah menggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan sampel ikan yang dilakukan secara terpilih berdasarkan stasiun yaitu stasiun ke-1 dekat dermaga pelabuhan kapal dan stasiun ke-2 di desa Kaliampo. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan pada bulan Juni 2024 di perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya. Pola pertumbuhan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) di Perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya yaitu bersifat alometrik negatif karena nilai b 3, Nilai faktor kondisi secara keseluruhan ikan betutu yang didapat di perairan kecamatan terentang pada rata-rata 0,46053-2,64429, ini menandakan faktor kondisi Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) di Perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya berbentuk kurus pipih, Kondisi perairan Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya masi sesuai untuk kehidupan Ikan Betutu.
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI DANAU JEMUT KABUPATEN SINTANG Stepanus, Oka; Soetignya, Widadi Padmarsari; Hadinata, Fitra Wira
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 2 (2024): Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.83399

Abstract

The purpose of this research is to know the fish community structure in West Kalimantan Province's Jemut Lake, Sintang District. Three sampling locations were used during the research's September to October 2022 execution. Once each week, sampling was done using trawls, nets, and fishing rods. When collecting fish samples at the research site, measurements of the water quality were made on the spot. The findings revealed that there were 17 fish species from 9 families. The species Kriptopterus limpok had the highest relative abundance value (18.66%), whereas Luciosoma trinema and Osphronemus goramy had the lowest species composition (0.20%). At every station, the value of diversity and uniformity is moderate, and the distribution pattern is balanced. The assessment outcomes of numerous water quality parameters indicate water conditions that are suitable for fish life.
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Pari Barong (Rhina ancylostoma) yang Tertangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan 711 Nababan, Gimhot Hasudungan
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.78365

Abstract

Ikan pari barong (Rhina ancylostoma) dari famili Rhinidae, merupakan kelompok elasmobranchii sebagian besar spesies tersebar di sepanjang Indonesia"“Pasifik barat hingga Papua Nugini Baru dan Australia utara serta Afrika Selatan. Mendiami bagian bawah laut pada kedalaman 200 m, makanan utamanya terdiri dari krustasea dan moluska. Kunci identifikasi spesies ini menurut (White, 2006) adalah awal pangkal sirip dorsal pertama berada di depan pangkal sirip perut, bentuk sirip ekor seperti sabit, moncong tebal, tidak terdapat selaput atau tonjolan kulit pada tepi belakang spirakel, dan pada lingkaran mata, bagian tengah tubuh dan pundak memiliki guratan-guratan yang terdiri dari duri-duri atau gerigi yang kuat (thorns). Pola pertumbuhan adalah perubahan panjang dan berat tubuh ikan dari waktu ke waktu, pola pertumbuhan dapat diketahui dengan melakukan analisis hubungan panjang dan berat tubuh ikan. Faktor kondisi merupakan kondisi fisiologis pada ikan yang memberikan pengaruh yang sifatnya tidak langsung yang dipengaruhi berbagai faktor, baik intristik maupun ekstristik yang dijadikan nilai dalam menentukan angka kegemukan pada ikan (Rahardjo Simanjuntak, 2008). Tujuan daripada penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan pari barong (Rhina ancylostoma) yang tertangkap di wilayah pengelolaan perikanan (WPP 711). Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, di Tangkahan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya, Provinsi Kalimantan Barat. Dalam satu minggu dua kali melakukan pengambilan data. Terhitung pada bulan Agustus - Oktober. Data diambil pada waktu pagi hari (Pukul 05.00 s/d 08.00 WIB). Adapun penelitian terdiri dari pengukuran panjang dan berat ikan pari barong menggunakan alat meteran dan timbangan, setelah pengambilan data pada ikan pari barong kemudian di lakukan olah data menggunakan aplikasi Mikrosoft Excel. Berdasarkan hasil analisis, kesimpulan yang di peroleh dari hasil penelitian adalah Pola pertumbuhan ikan berdasarkan jenis kelamin sama, jantan dan betina bersifat Isometrik, (pertumbuhan panjang dan berat tubuh ikan seimbang). Faktor kondisi rata-rata ikan jantan lebih besar daripada ikan betina, menunjukkan bahwa pada ukuran yang sama, ikan jantan cenderung lebih besar daripada ikan betina, dan secara bobot tubuh faktor kondisi ikan pari barong jantan dan betina tergolong tidak pipih atau kurus.Barong rays (Rhina ancylostoma) of the family Rhinidae, are a group of elasmobranchii mostly species distributed along the Indonesia"“western Pacific to Papua New Guinea and northern Australia and South Africa. Inhabiting the underwater part at a depth of 200 m, its main diet consists of crustaceans and mollusks. The key to identification of this species according to (White, 2006) is the beginning of the base of the first dorsal fin in front of the base of the ventral fin, the shape of the tail fin is sickle-like, the muzzle is thick, there are no membranes or skin protrusions on the back edge of the spiracles, and in the eye circle, the middle of the body and shoulders have strokes consisting of thorns or strong serrations (thorns). Growth pattern is a change in the length and weight of the fish body over time, the growth pattern can be known by analyzing the relationship between the length and weight of the fish. Condition factors are physiological conditions in fish that have an indirect influence influenced by various factors, both attractive and extroistic, which are used as values in determining obesity rates in fish (Rahardjo Simanjuntak, 2008). The purpose of this study is to determine the growth pattern and condition factors of barong rays (Rhina ancylostoma) caught in fisheries management areas (WPP 711). This research was conducted for 3 months, in Tangkahan Sungai Kakap, Kuburaya Regency, West Kalimantan Province. In one week twice conducted data collection. Calculated in August - October. Data is taken in the morning (05.00 to 08.00 WIB). The research consisted of measuring the length and weight of barong rays using meters and scales, after data collection on barong rays then processed the data using the Mikrosoft Excel application. Based on the results of the analysis, the conclusion obtained from the results of the study is the growth pattern of fish based on the same sex, male and female are isometric, (growth in length and body weight of fish is balanced). The average condition factor of male fish is larger than female fish, indicating that at the same size, male fish tend to be larger than female fish, and in terms of body weight the condition factor of male and female barong rays is classified as not flat or thin.
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DI DANAU LIUT KABUPATEN SINTANG Saputra, Rangga Ashari; Soetignya, Widadi Padmarsari; Utami, Pratita Budi
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.92662

Abstract

Danau Liut merupakan salah satu danau dengan potensi sumber daya perikanan yang baik untuk dikembangkan, dalam perairan tersebut terdapat berbagai jenis spesies ikan. Danau ini terbentuk akibat terputusnya Sungai Ketungau dan membentuk danau oxbow (oxbow lake). Danau ini juga ditetapkan sebagai salah satu dari sepuluh danau lindung oleh pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas ikan yang terdiri dari kelimpahan relatif ikan, sebaran fruekunsi ikan target, serta parameter kualitas perairan. Penelitian ini dilakukan dari Agustus sampai September 2024. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang, bubu, dan pancing. Pengukuran parameter fisikia kimia perairan juga dilakukan. Analisis data menggunakan komposisi jenis, kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ditemukan 27 spesies ikan yang termasuk dalam 12 famili. Nilai kelimpahan relatif tertinggi adalah ikan seluang (Rasbora dusonensis) sebesar 32,00%. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman pada seluruh stasiun dikategorikan sedang, dan tidak ada yang mendominansi di setiap stasiun. Hasil pengukuran parameter kualitas perairan menunjukan kondisi perairan di Danau Liut yang layak untuk kehidupan ikan.
Air Terjun Empare: Kondisi Fisik dan Non-fisik sebagai Penyangga Kegiatan Wisata Gracia, Caroline; Ruliyansyah, Agus; Utami, Pratita Budi
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Akuatik tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.93302

Abstract

Kalimantan Barat memiliki banyak wilayah perairan yang keindahan alamnya masih terjaga salah satunya adalah Air Terjun Empare. Air Terjun Empare merupakan sumber mata air alami yang menyuplai kebutuhan air warga Bungkang. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi aspek bifisik Air Terjun Empare sebagai dasar pengembangan ekowisata berkelanjutan dan strategi konservasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, pengukuran parameter fisik, dan identifikasi flora-fauna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air terjun empare memiliki karakteristik biofisik yang unik, dengan ketinggian 50m, air yang jernih dan kualitas air yang masih dalam batas baku mutu. Keanekaragaman hayati asli kalimantan yang teridentifikasi sebanyak 5 spesies tumbuhan seperti bunga bangkai (Amorphophallus hewittii), jahe spiral (Costus barbatus), Buce (Bucepalandra sp.), kantong semar (Nepenthes sp.), dan pohon ulin (Eusideroxylon zwageri). Selain itu, juga terdapat 5 spesies tumbuhan asli kalimantan yaitu burung rangkong (Buceros rhinoceros), kubung (Galeopterus variegatus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), labi-labi (Amyda cartilaginea), dan landak (Hystrix brachyura). Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa air terjun empare memiliki inventaris aspek biofisik baik dan bernilai. Kata Kunci: Air Terjun, Aspek Biofisik, Ekowisata
Reproductive Biology Of Tuna (Euthynnus Affinis) Landed In The Pemangkat Archipelagic Fishing Port (PPN) Sambas District Kalimantan Barat endang, endang; Padmarsari Soetignya, widadi; Magrima Anzani, Yunita
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Akuatik tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.94141

Abstract

Abstrak Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat Kabupaten Sambas merupakan salah satu sentra kegiatan perikanan tangkap di Kalimantan Barat. PPN Pemangkat berperan dalam pengembangan usaha perikanan tangkap. Salah satu jenis ikan pelagis yang didaratkan di PPN Pemangkat yaitu ikan tongkol (Euthynnus affinis). Tujuan penelitian ini mengatahui biologi reproduksi ikan tongkol meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari Februari sampai dengan April 2024. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang diamati selama penelitian sebanyak 60 ekor, terdiri dari 32 ekor jantan dan 28 ekor betina dengan rasio kelamin yang didapatkan 1,1:1. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) yang diperoleh baik jantan dan betina adalah TKG I-IV. Nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) ikan Jantan berkisar antara 044-5,33% dan nilai ini lebih kecil jika dibandingkan dengan IKG ikan tongkol betina yang berkisar antara 2,13-8,63%. Hasil penelitian fekunditas total ikan tongkol secara keseluruhan berkisar antara 268.593-668.039 butir telur. Fekunditas relatif terhadap panjang total ikan berkisar antara 14029-26898 butir/cm, sedangkan fekunditas relatif terhadap berat total ikan berkisar antar 315-594 butir/gram. Kata Kunci: biologi reproduksi,Euthynnus affinis, PPN Pemangkat

Page 2 of 3 | Total Record : 24