cover
Contact Name
Gurdani Yogisutanti
Contact Email
gurdani@yahoo.com
Phone
+6281395461573
Journal Mail Official
jiki@institutkesehatan-immanuel.ac.id
Editorial Address
Jl. KH Wahid Hasyim 161
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
ISSN : 1410234X     EISSN : 25979639     DOI : 10.36051/jiki
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel terdaftar dengan ISSN 2597-9639 (media online), 1410-234X (media cetak) dan Digital Object Identifier (DOI) 10.36051/jiki yang diterbitkan oleh Institut Kesehatan Immanuel. Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel berisi tulisan yang diangkat dari penelitian atau artikel yang merupakan pemikiran yang setara dengan hasil penelitian di bidang kesehatan atau ilmu lain yang berkaitan dengan kesehatan secara umum yang belum pernah diterbitkan oleh pihak lain. terbit 2 kali dalam setahun bulan Juni dan Desember. Mulai tahun 2025 menerima karya ilmiah berupa studi kasus.
Articles 141 Documents
KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL SEBAGAI FAKTOR RISIKO BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI PULAU TIMOR Ardilei Esau Mamalei; Dary Dary; Rifatolistia Tampubolon
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v19i2.416

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah masalah kesehatan serius, terutama di negara berkembang. WHO mendefinisikan BBLR sebagai bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2500 gram. Bayi BBLR berisiko tinggi mengalami morbiditas, mortalitas, dan gangguan perkembangan. Faktor penyebab utama termasuk kehamilan kurang dari 37 minggu, kekurangan gizi, komplikasikehamilan, dan anemia pada ibu. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kadar hemoglobin ibu terhadap risiko kejadian BBLR di Pulau Timor. Metode penelitian ini adalah studi kuantitatif retrospektif. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien yaitu nama Ibu, alamat, usia Ibu, pendidikan terakhir, kadar hemoglobin ibu, dan berat badan lahir bayi (gram). Pengumpulan data menggunakan lembar observasi terhadap 98 responden dari empat kecamatan: Kota Soe, Mollo Selatan, Amanuban Tengah, dan Nunkolo. Peneliti mengisi lembar observasi yang diambil dari rekam medis. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 96% bayi dengan BBLR dilahirkan oleh Ibu dengan kadar hemoglobin yang rendah.
An Gambaran Kejadian Berat Badan Lahir Rendah pada Ibu dengan Preeklamsia di RSUD Salatiga Rifatolistia Tampubolon; Dary Dary; Dwi Rahmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v19i2.418

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu serta bayi di Indonesia yang berdampak pada meningkatnya risiko kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian BBLR pada ibu dengan preeklamsia di RSUD Salatiga. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif, memanfaatkan data rekam medis. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang didiagnosis preeklamsia dan melahirkan di RSUD Salatiga selama periode Juni 2025–Juli 2025. Sampel yang digunakan adalah 40 responden, diambil menggunakan teknik total sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil utama penelitian ini menunjukkan bahwa dari 40 ibu dengan preeklamsia, didapatkan 31 bayi (77,5%) mengalami BBLR. Karakteristik responden juga menunjukkan proporsi tinggi pada usia reproduktif ideal, persalinan preterm, dan tindakan Sectio Caesarea. Disimpulkan bahwa kejadian BBLR pada ibu dengan preeklamsia di RSUD Salatiga tergolong tinggi (77,5%), mengindikasikanpreeklamsia sebagai faktor risiko utama. Diharapkan hasil ini menjadi landasan bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan deteksi dini dan intervensi promotif guna menekan komplikasi preeklamsia yang berpengaruh terhadap berat badan lahir rendah.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA INDUSTRI GARMEN: LITERATURE REVIEW Arrova Anggun Salsabila; Fahmi Fuadah; Gurdani Yogisutanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v19i2.427

Abstract

Latar Belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan gangguan pada sistem otot dan rangka yang disebabkan atau diperburuk oleh aktivitas kerja. Industri garmen memiliki risiko tinggi terhadap MSDs akibat postur kerja statis, gerakan repetitif, dan durasi kerja panjang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian MSDs pada pekerja industri garmen berdasarkan studi-studi terdahulu. Metode: Penelitian ini merupakan literature review dengan pendekatan naratif. Sumber literatur diperoleh dari database elektronik (Google Scholar, PubMed, ScienceDirect) dengan kata kunci: Musculoskeletal Disorders, pekerja garmen, postur kerja, gerakan repetitive, Nordic Body Map, REBA. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian original, subjek pekerja industri garmen, dipublikasikan tahun 2018-2025, dan tersedia dalam full text. Hasil: Berdasarkan sintesis 12 artikel penelitian, prevalensi MSDs pada pekerja garmen berkisar antara 65,9% hingga 92,3% dengan keluhan terbanyak pada bagian pinggang, leher, dan punggung. Faktor-faktor yang secara signifikan berhubungan dengan kejadian MSDs meliputi usia, masa kerja, postur kerja tidak ergonomis, gerakan repetitive, dan kebiasaan merokok. Faktor jenis kelamin dan Indeks Massa Tubuh (IMT) menunjukkan hasil yang bervariasi antar penelitian. Kesimpulan: Terdapat lima faktor risiko utama yang berhubungan signifikan dengan kejadian MSDs pada pekerja industri garmen. Intervensi ergonomis dan program kesehatan kerja perlu diimplementasikan untuk menurunkan risiko MSDs.
Berkumur Air Matang Lebih Efektif dari pada Mengulum Es Batu terhadap Tingkat Haus Pada Pasien Hemodialisis nurintan hayati; Maria Herliana Elizabeth; Sriwulan Megawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien dengan penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis diwajibkan membatasi asupan cairan untuk mencegah penumpukan ureum dan kreatinin. Pembatasan ini sering menimbulkan keluhan rasa haus yang mengganggu kenyamanan pasien. Intervensi sederhana seperti berkumur dengan air matang atau mengulum es batu dapat digunakan sebagai strategi nonfarmakologis untuk mengurangi rasa haus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berkumur dengan air matang dibandingkan dengan mengulum es batu terhadap tingkat haus pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan two-group pre-post test design. Sampel sebanyak 36 pasien diperoleh melalui teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok: 18 orang kelompok eksperimen (kumur air matang) dan 18 orang kelompok kontrol (mengulum es batu). Instrumen penelitian berupa lembar ceklis skala kategorikal tingkat haus. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon serta Mann-Whitney. Hasil penelitian diperoleh sebelum intervensi. Lebih dari setengah pasien pada kelompok kumur air matang mengalami haus (55,6%), sedangkan pada kelompok es batu kurang dari setengahnya haus (44,4%). Setelah intervensi, 38,9% pasien pada kelompok kumur air matang tidak haus, sementara pada kelompok es batu 33,3% pasien masih mengalami haus maupun tidak haus. Terdapat pengaruh signifikan berkumur air matang terhadap penurunan rasa haus (p = 0,000) dan mengulum es batu (p = 0,009). Analisis perbandingan menunjukkan adanya perbedaan tingkat haus antara kedua intervensi (p = 0,007), dengan hasil bahwa berkumur air matang lebih efektif dibandingkan dengan mengulum es batu. Intervensi berkumur air matang maupun mengulum es batu dapat menurunkan rasa haus melalui stimulasi gerakan mulut, lidah, dan pipi yang merangsang produksi saliva sehingga mengurangi persepsi haus. Namun, berkumur dengan air matang terbukti lebih efektif dan dapat dijadikan alternatif intervensi standar dalam penanganan keluhan haus pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Berkumur Air Matang, Hemodialisis, Mengulum Es Batu.
Efektivitas Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam Meningkatkan Patient Safety di Rumah Sakit: Systematic Literature Review Arita Rapita Idapola Tamba Arita
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan bagian integral dari mutu pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam melindungi tenaga kesehatan sekaligus menjamin keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis efektivitas program K3 dalam meningkatkan patient safety di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA terhadap publikasi tahun 2020–2025. Dari 412 artikel yang diidentifikasi, sebanyak 28 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut.Hasil kajian menunjukkan bahwa program K3 berkontribusi signifikan terhadap peningkatan keselamatan pasien melalui pelatihan terstruktur, penerapan manajemen risiko, sistem pelaporan insiden yang transparan, serta penguatan budaya keselamatan. Implementasi tersebut terbukti menurunkan angka adverse events, infeksi terkait pelayanan kesehatan, dan kesalahan medis.Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa implementasi K3 yang efektif dan berkelanjutan merupakan komponen strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan keselamatan pasien.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI Suci Amalia
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea remains a public health problem among elementary school-aged children. Handwashing with soap, as part of a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS), plays a crucial role in preventing infectious diseases such as diarrhea. Students' knowledge and attitudes toward handwashing with soap are key factors influencing hand hygiene behavior. This study used a Systematic Literature Review (SLR) approach with the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) method to identify, select, and synthesize scientific evidence related to the relationship between knowledge, attitudes, and handwashing with soap behavior and diarrhea among public elementary school students. A literature search was conducted using Google Scholar, Semantic Scholar, PubMed, SINTA, and Scopus using the keywords "knowledge," "attitude," "handwashing with soap behavior," "handwashing with soap," "diarrhea," and "elementary school students" for publications published in 2021–2026. Of the 30 identified articles, 14 met the inclusion criteria and were further analyzed. The synthesis results demonstrate consistent findings that good knowledge and attitudes are significantly associated with more optimal handwashing with soap practices and a reduced incidence of diarrhea in elementary school students. Keywords: Knowledge, Attitude, Behavior, Handwashing with Soap, Diarrhea, Elementary School, PRISMA, SLR.
HUBUNGAN KONSUMSI FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA SMA KELAS XII Natalia Phricillia Putri Wogono
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi tidak hanya lazim di kalangan orang dewasa dan orang tua tetapi juga menunjukkan tren peningkatan di kalangan remaja. Data nasional menunjukkan meningkatnya prevalensi hipertensi pada kelompok usia yang lebih muda (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023). Perubahan gaya hidup, termasuk konsumsi makanan cepat saji yang tinggi dan tingkat aktivitas fisik yang rendah, diduga berkontribusi pada peningkatan tekanan darah di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dan aktivitas fisik dengan peningkatan tekanan darah pada remaja melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Temuan menunjukkan bahwa konsumsi makanan cepat saji yang tinggi secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah karena kandungan natrium dan lemak jenuh yang tinggi (Nurkhofifah & Putriningtyas, 2023). Selain itu, tingkat aktivitas fisik yang rendah juga dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih tinggi (Aisyah et al., 2025). Dapat disimpulkan bahwa pola makan yang tidak sehat dan aktivitas fisik yang tidak memadai merupakan faktor risiko penting untuk peningkatan tekanan darah di kalangan remaja.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS TIDUR TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN Putri Nathalia
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work fatigue is one of the occupational health problems that can reduce productivity and increase the risk of work accidents. Sleep quality is an important individual factor that influences workers' physical and mental conditions. Poor sleep quality may lead to decreased alertness, reduced concentration, and increased fatigue levels. This study used a Systematic Literature Review (SLR) approach with the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) method to identify and synthesize scientific evidence regarding the effect of sleep quality on work fatigue among employees. Literature searches were conducted through Google Scholar and Publish or Perish for publications between 2021–2026 using the keywords “sleep quality” and “work fatigue.” Of the 30 identified articles, all met the inclusion criteria and were analyzed. The synthesis results indicate a consistent and significant relationship between poor sleep quality and increased work fatigue. Sleep duration, sleep disturbances, sleep latency, and sleep efficiency were the most frequently reported indicators. The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) was the most widely used measurement instrument.
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. E G1P0A0 UMUR 26 TAHUN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN F Agustin Matulessy; Imelda Sianipar; Sri Rejeki
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat COC. Untuk mencegah atau mengurangi AKI dan AKBtenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas secara COC. Tujuan tugas akhir ini adalah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif secara Continuity Of Care pada Ny.Edi PMB F BanjaranPendekatan yang dilakukan secara diskriptif dimana peneliti mengumpulkan data dan mendiskripsikan proses asuhan kebidanan secara komprehensif dengan anamnesa dan observasi kepada ibu hamil trimester III, bersalin, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana dan didokumentasikan dengan model SOAP yaitu pengumpulan data subjektif, objektif, assessment serta penatalaksanaan. Hasil penelitian dilakukan pendampingan secara COC di PMBFbaik secara langsung maupun telemedicine dari tanggal 4September 2025sampai dengan 10 Oktober 2025Asuhan kebidanan Ny.Epada kehamilan, proses persalinan,nifas, bayi baru lahir,dan keluarga berencana tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai tenaga kesehatan bidan dapat menenerapkan asuhan kebidanan secara COC dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dan tenaga kesehatan, yaitu memantau kondisi ibu hamil mulai dari awal kehamilan sampai proses persalinan ke tenaga kesehatan, pemantauan bayi baru lahir dari tandainfeksi, komplikasi pasca lahir serta fasilitator untuk pasangan usia subur dalam pelayanan keluarga berencana. Kata kunci: Asuhan Kebidanan, Continuity of Care.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Turnover Intention Perawat di Santosa Hospital Bandung Kopo Tini Ismala Tini
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angka turnover perawat di Santosa Hospital Bandung Kopo (SHBK) mengalami peningkatan dari 24,24% pada tahun 2023 menjadi 29,65% pada tahun 2024. Angka ini jauh melebihi standar normal tahunan yaitu 5–10%, yang mengindikasikan adanya masalah stabilitas ketenagakerjaan yang dapat memengaruhi mutu pelayanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik individu (faktor internal), kepuasan kerja, stres kerja, dan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan turnover intention perawat di SHBK. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 169 perawat pelaksana yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari total populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner mandiri terstruktur dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berusia <30 tahun (87,6%), perempuan (85,2%), belum menikah (58,0%), berpendidikan D3 Keperawatan (54,4%), dan masa kerja <5 tahun (76,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia (p=0,104), jenis kelamin (p=0,837), dan tingkat pendidikan (p=0,464) dengan turnover intention. Namun, terdapat hubungan signifikan pada status pernikahan (p=0,007), masa kerja (p=0,041), kepuasan kerja (p=0,035), stres kerja (p=0,049), dan gaya kepemimpinan (p=0,003) dengan turnover intention. Kesimpulan: Faktor internal tertentu (status pernikahan dan masa kerja) serta faktor organisasi (kepuasan kerja, stres kerja, gaya kepemimpinan) terbukti berhubungan dengan niat berpindah kerja perawat, di mana gaya kepemimpinan memiliki signifikansi terkuat. Manajemen rumah sakit disarankan memperkuat fungsi kepemimpinan kepala ruangan dan program retensi bagi perawat baru. Kata Kunci: Turnover Intention, Perawat, Kepuasan Kerja, Stres Kerja, Gaya Kepemimpinan.