cover
Contact Name
Gurdani Yogisutanti
Contact Email
gurdani@yahoo.com
Phone
+6281395461573
Journal Mail Official
jiki@institutkesehatan-immanuel.ac.id
Editorial Address
Jl. KH Wahid Hasyim 161
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
ISSN : 1410234X     EISSN : 25979639     DOI : 10.36051/jiki
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel terdaftar dengan ISSN 2597-9639 (media online), 1410-234X (media cetak) dan Digital Object Identifier (DOI) 10.36051/jiki yang diterbitkan oleh Institut Kesehatan Immanuel. Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel berisi tulisan yang diangkat dari penelitian atau artikel yang merupakan pemikiran yang setara dengan hasil penelitian di bidang kesehatan atau ilmu lain yang berkaitan dengan kesehatan secara umum yang belum pernah diterbitkan oleh pihak lain. terbit 2 kali dalam setahun bulan Juni dan Desember. Mulai tahun 2025 menerima karya ilmiah berupa studi kasus.
Articles 133 Documents
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN TENAGA KESEHATAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG Linda; Ginting, Monika; Prasetyo, Yunus Adhy
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 18 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v18i1.256

Abstract

Tenaga kesehatan telah menjadi garda terdepan dalam menangani Pandemi Covid-19 sehingga berisiko tinggi untuk terinfeksi. Hal ini diakibatkan oleh rutinitas kerja yang bersinggungan langsung dengan risiko terinfeksi Coronavirus di area rumah sakit. Dampak yang ditimbulkan dari Covid-19 bukan hanya memberikan dampak fisik, namun juga bisa memberikan dampak psikologis yang berupa tekanan emosional seperti perasaan cemas yang tidak menentu, kekhawatiran berhubungan dengan ketidakpastian dan ketidakberdayaan, adanya perasaan tegang, ketakutan, rasa khawatir. Dampak psikologis yang muncul bisa mempengaruhi perubahan fisiologis, seperti perubahan tekanan darah, peningkatan denyut nadi serta perubahan frekuensi pernapasan yang dapat mengganggu aktivitas kehidupan tenaga kesehatan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan tenaga kesehatan selama Pandemi Covid-19, yang diprioritaskan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Immanuel Bandung sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pendekatan deskriptif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 responden tenaga kesehatan yang bertugas di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Immanuel Bandung. Data pada penelitian ini diperoleh dengan pengisian kuesioner oleh responden untuk mengukur tanda kecemasan baik kecemasan psikis maupun somatik, menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), yang terdiri dari 14 item pertanyaan yang mengevaluasi kualitas kecemasan responden. Hasil temuan didapatkan sebagian besar dari responden (76,7%) mengalami tingkat kecemasan sedang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas tenaga kesehatan di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Immanuel Bandung mengalami tingkat kecemasan sedang. mengenai cara mengatasi kecemasan, meningkatkan perubahan sikap agar menjadi positif dan mengintervensi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan. Dan di harapkan pada instansi untuk memantau masalah tenaga kesehatan terkait adanya perasaan cemas selama masa Pandemi Covid-19
Faktor Karakteristik Individu yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 pada Konsumen Apotek di Kota Yogyakarta: Faktor Karakteristik Individu yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 pada Konsumen Apotek di Kota Yogyakarta Desi Nurfita; Irawan, Galuh Chandra; Mulyani, Rizka Yuli; Syam, Nur Syarianingsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 18 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v18i2.279

Abstract

COVID-19 merupakan masalah kesehatan yang sampai saat ini masih menjadi perhatian masyarakat. Penyebaran COVID-19 Indonesia sampai saat ini belum berakhir. Hal ini dapat menimbulkan dampak psikologi bagi masyarakat dikarenakan masyarakat diharuskan untuk melakukan aktivitas yang berbeda dari biasanya, dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Namun sampai saat ini masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan COVID-19. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan adalah mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan. Menurut beberapa penelitian tentang pencegahan COVID-19 terdapat hubungan antara status demografi dengan perilaku pencegahan COVID-19. Maka, perlu adanya upaya pencegahan COVID-19 yang dilakukan di setiap fasilitas kesehatan termasuk Apotek guna untuk membantu memutuskan rantai penularan COVID-19. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non probability sampling dengan metode Accidental sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Uji chi square. Hasil analisis menunjukan variable yang terbukti secara statistik berhubungan dengan perilaku pencegahan covid-19 pada konsumen apotek adalah variabel usia (nilai p-value=0,010 nila RP = 10,059 dan nilai (CI) = 2,198-46,024)) dan status pendidikan (nilai p-value=0,001, RP = 29,333, (CI) = (5,962-144,343)). Sedangkan variable lain tidak terbukti secara statistic berhubungan dengan perilaku pencegahan covid-19 pada konsumen apotek di Kota Yogyakarta. Jenis kelamin mempunyai nilai p-value sebesar 0,235, RP = 2,821, nilai (CI) = (0,530-15,019). Karakteristik status pekerjaan nilai p-value yang diperoleh sebesar 1,000, nilai RP tidak muncul. Karakteristik posisi dalam keluarga nilai p-value yang diperoleh sebesar 0,142 RP = 3,273, (CI) = ( 0,685-15,641). Faktor individu yang berhubungan dengan perilaku pencegahan covid-19 pada konsumen apotek di Kota Yogyakarta adalah usia dan status pendidikan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II DAN III DI SD YAMI KECAMATAN ASTANAANYAR KOTA BANDUNG Astuti, Yeri; Ginting, Monika; Saragih, Berlyna Damayanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 18 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v18i2.281

Abstract

Pendahuluan: Pola asuh termasuk cara orang tua mendidik anak melalui aturan, arahan dan bimbingan tertentu supaya sukses serta semakin baik pada kehidupan. Hal tersebut berdampak pada prestasi belajar disekolah, khususnya untuk anak usia sekolah dasar. Tujuan: penelitian tersebut supaya mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas II Dan III di SD Yami Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung. Metode: Penelitian tersebut memakai metode penelitian kuantitatif, dan desain penelitan yang dipakai termasuk Deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional. Populasi total 103 responden. Sampel sebanyak 51 responden. Pengambilan sampel memakai simple random sampling. Teknik pengumpulan data diterima lewat pengisian kuesioner PSDQ (Parenting Styles & Dimensions Questionnaire-Short Version) pada pola asuh orang tua serta pengamatan pada prestasi belajar. Analisa data memakai Chi-square. Hasil: hasil penelitian tersebut diperoleh mayoritas responden memperoleh pola asuh orang tua demokratis prestasi belajar anaknya sangat baik yaitu sebanyak 43 responden (97,7%) dan pola asuh orang tua demokratis prestasi belajar anaknya baik 2 responden (28,6%). Untuk penelitian tersebut diperoleh nilai p value 0,00 < 0,05. Kesimpulan: diperoleh hubungan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas II Dan III di SD Yami Kecamatan Astanaanyar Kota Bandung. Saran penelitian ini ditujukan kepada SD Yami diharapkan dapat membuat pertemuanpertemuan bersama orang tua siswa untuk menginformasikan perkembangan siswa disekolah. 
TINGKAT KECEMASAN KELUARGA RAWAT INAP  DI RUANG ICU UMUM RUMAH SAKIT SANTO ANTONIUS PONTIANAK Seriaka; Tambunan, Roselina; Sari, Sari Sarce Andriana
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 18 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v18i2.283

Abstract

Keadaan pasien yang dirawat di intensif menyebabkan keluarga menjadi tertekan sehingga merasa cemas. Tanda-tanda kecemasan pada keluarga dapat dilihat secara fisik sesuai tingkatannya seperti jari tangan dingin, detak jantung cepat, badan terasa gemetar, berkeringat dingin, kepala pusing, nafsu makan berkurang hingga tidur tidak nyenyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkantingkat kecemasan keluarga pasien rawat inap di ruang ICU Umum Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak. Metode penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah keluarga pasien yang di rawat di ruang ICU Umum Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak dengan sampel sebanyak 42 orang serta teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan accidental sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa hampir setengahnya responden yakni (41%) memiliki kecemasan ringan, sebagian kecil responden yakni (26%) cemas berat, sebagian kecil yakni 17% tidak cemas, sebagian kecil yakni 14% cemas sedang, dan sebagian kecilnya lagi yakni 2% panik. Kesimpulan keluarga pasien yang dirawat di ruang ICU sebagian besar memiliki kecemasan ringan. Keluarga pasien yang memiliki anggota keluarga dirawat di ruang intensif pasti merasakan kecemasan. Saran agar pihak Rumah sakit dapat memfasilitasi ruang nyaman bagi keluarga pasien untuk beristirahat dan menenangkan pikiran agar kecemasan ringan yang dirasakan keluarga tidak berkembang menjadi kecemasan berat. Serta dapat memfasilitasi perawat dalam meningkatkan keterampilan untuk mengurangi kecemasan melalui pelatihan terapi perilaku sehingga harapannya dapat diimplementasikan ketika berhadapan dengan keluarga pasien yang mengalami kecemasan sedang dan berat.
Pengaruh Komunikasi Terapeutik Terhadap Tingkat Kecemasan pasien Pre Operasi Diruang Fransiscus Rsu St Antonius Pontianak Winarni, Lidwina; Hariningsih, Wintari; Ocktavia, Ira
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 18 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v18i2.285

Abstract

Prevalensi kecemasan pre operasi di Indonesia berkisar 6-7% dari populasi umum. Sedangkan prevalensi tindakan operasi/pembedahan di Indonesia tahun 2020 mencapai hingga 1,2 juta jiwa. Tindakan pembedahan menjadi peristiwa kompleks yang menegangkan. Dan menimbulkan kecemasan pada pasien pre operasi. Mengatasi kecemasan tersebut perawat memiliki peranan dan menjadi bagian integral dalam pelayanan keperawatan. Salah satu langkah yang dapat diterapkan adalah komunikasi terapeutik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi di ruang Fransiscus RSU St Antonius Pontianak. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif PreExperimental dengan one group pretest-postest design, subjek berjumlah 52 responden melalui teknik pengambilan sampel Incidental sampling. Hasil analisis didapatkan hampir setengah dari responden mengalami cemas sedang (36%) sebelum diberikan komunikasi terapeutik (pre test). Dan sebagian besar responden mengalami cemas ringan (75%) setelah diberikan komunikasi terapeutik (post test). Hasil uji statistik Wilcoxon didapatkan (sig.(2-tailed)) 0,00 < 0,05 yang berarti Ha diterima Ho ditolak. Interaksi antara perawat dan pasien dalam bentuk komunikasi terapeutik dapat meningkatkan mekanisme koping dan memberi dukungan emosional kepada pasien yang mengalami kecemasan dan rasa takut. Kesimpulan terdapat pengaruh yang bermakna pengaruh komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi. Saran agar pihak manajemen Rumah Sakit dapat membuat SOP terkait komunikasi terapeutik bagi pasien pre operasi. Sehingga, perawat dapat melakukan komunikasi terapeutik secara terarah dan dapat menjadi dasar jika sudah dilakukan komunikasi terapeutik berdasarkan SOP namun tidak ada perubahan kecemasan maka dilanjutkan dengan pemberianmedikasi penenang.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANJUT USIA YANG TINGGAL DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA Silpia, Rida; Ngadiran, Antonius; Saragih, Berlyna
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 18 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v18i2.289

Abstract

Latar belakang: Adanya perubahan pada fisik, mental dan sosial pada lanjut usia yang tinggal di panti bisa menjadi menjadi pemicu timbulnya stres hingga kerja sistem kardiovaskuler meningkat melebihi ambang batas nilai normal yang akhirnya menyebabkan hipertensi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia yang tinggal di panti sosial tresna werdha. Metode: penelitian ini menggunakan desain deksriptif analitik kuantitatif dengan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan 43 partisipan. Data primer diperoleh melalui pengisian kuisioner PSS untuk mengukur tingkat stres dan lembar observasi, stetoskop dan tensimeter untuk mengukur hipertensi. Data yang diperoleh diuji dengan uji statistik spearman rank. Hasil: responden yang mengalami tingkat stres sedang ada 28 orang (65,1%) juga mengalami hipertensi derajat 1 yaitu 14 orang (82,4%). Kesimpulan: terdapat hubungan antara tingkat stre dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia yang tinggal di panti sosial tresna werdha, dengan uji statistik spearmanrank dengan p value 0,622 (<0.05). Saran: lansia diharapkan untuk melakukan akvititas yang dapat mengurangi tingkat stres dan menghindari hipertensi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER KESEHATAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR DI DESA SUKAJADI KEC. SOREANG Prawira, Ridwan; Ginting, Monika; Prasetyo, Yunus
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 18 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v18i2.290

Abstract

Latar belakang: Bantuan Hidup Dasar adalah salah satu tindakan keadaan gawat darurat yang merupakan suatu keadaan klinis dimana pasien membutuhkan tindakan medis segera guna menyelamatkan nyawa dan kecacatan lebih lanjut. Pengetahuan masyarakat yang masih kurang tentang penanganan pertololongan pertama pada kasus kecelakaan menjadi faktor utama bagi kelangsungan pasien. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap kader kesehatan tentang bantuan hidup dasar (BHD) di Desa Sukajadi Kec.Soreang. Metode: pre-eksperimental design dengan rancangan penelitian one group pre-test-post test design. Sampel yang diperoleh adalah kader kesehatan dengan jumlah sample penelitian 40 responden dengan menggunakan teknik total sampling dengan 40 responden. Data yang diperoleh kemudian diuji dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon Sign Rank. Hasil: pada pengetahuan p-value=0,000 dengan derajat kemaknaan yang digunakan a<=0,05 dan Hasil uji statistik untuk sikap didapatkan hasil p-value=0,000 dengan derajat kemaknaan yang digunakan a<=0,05. Kesimpulan: terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang bantuan hidup dasar (BHD) di Desa Sukajadi Kec. Soreang, dengan uji Wilcoxon signed rank tes menunjukan nilai pvalue = 0,000 (<a = 0,05). Saran: diharapkan kader kesehatan dapat memberikan tindakan berupa pemahaman mengenai pertolongan yang perlu lakukan dalam memberikan tindakan BHD.
EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI RUJUKAN KESEHATAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR (SIKIBBLA) DI KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2024 Pamungkas, Gugum; Febriani, Weny; Tusrini, Weny; Surtimanah, Tuti
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 18 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v18i2.291

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are still strategic issues. One of the programs to reduce MMR and IMR is to increase the effectiveness and efficiency of the referral system in the form of an information system by utilizing advances in information technology. SIKIBBLA is one of the innovations in Bandung Regency which is an information technology-based referral information system saving mothers and babies. However, in its implementation there was a decrease in the number of referrals through the SIKIBBLA call center and an increase in the number of infant deaths in Bandung Regency. This study aims to evaluate the implementation of SIKIBBLA in Bandung Regency in 2024 based on input, process and output components. The research was conducted using a qualitative method through in-depth interviews with 7 informants. The results of the research on the input component show that a special budget is not yet available. Human resources are sufficient, but further training on referral procedures is needed. Facilities and infrastructure are adequate, with information systems used via telephone, WhatsApp and Telegram. However, there is no regulation regarding SIKIBBLA in Bandung Regency. In the process component, all levels of health services have SOPs that facilitate the implementation of referral procedures, thus ensuring that every step taken is in accordance with the provisions. The Health Office acts as a communication link between the Puskesmas and the hospital. But there are still obstacles that can affect the smoothness of the referral process. In the output component, a recap report is conducted every month and submitted to the leadership as an evaluation of the problems found. Puskesmas and hospitals have measured satisfaction levels, but the Health Office has not done so. Conclusion: The Health Office needs to increase the training budget for health workers at Puskesmas, Hospitals and call center officers in handling referrals and conduct periodic monitoring and evaluation of health facilities, especially hospitals related to the implementation and effectiveness of referral procedures.
PENGARUH CHLORHEXIDINE 0,2% SEBAGAI ORAL HYGIENE TERHADAP PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) PADA PASIEN GAGAL NAFAS DI RUANG ICU RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG rumtily, marlin Jomima rumtily
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 19 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v19i1.295

Abstract

Background: Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) is one of the most common nosocomial infections occurring in patients using mechanical ventilators for more than 48 hours, particularly in Intensive Care Units (ICUs). One of the main contributing factors to VAP is bacterial colonization in the oral cavity due to inadequate oral hygiene, especially in unconscious patients who are unable to perform self-care. Objective: This study aims to determine the effect of 0.2% chlorhexidine oral hygiene intervention in preventing the occurrence of VAP in patients with respiratory failure using ventilators in the ICU of RS Immanuel Bandung. Method: This study used a case study approach, applying oral hygiene using 0.2% chlorhexidine to ventilated patients. Data were collected through direct observation and clinical documentation, focusing on signs of infection before and after the intervention. Results: The results showed a reduction in infection indicators after oral hygiene, such as decreased body temperature, reduced secretion volume, and improvement in clinical observations. The use of 0.2% chlorhexidine was proven effective in reducing the number of microorganisms in the oral cavity and preventing aspiration of pathogens into the lower respiratory tract. Conclusion: Oral hygiene using 0.2% chlorhexidine is an effective nursing intervention in preventing Ventilator-Associated Pneumonia in patients with respiratory failure on mechanical ventilation. This intervention can be integrated into the standard nursing care protocol in ICUs to enhance patient care quality and safety. Keywords: Respiratory failure, Ventilator-Associated Pneumonia, Oral hygiene, 0.2% Chlorhexidine, ICU
Pengaruh Mobilisasi Progresif Level I TerhadapTekanan Darah Dan Saturasi Oksigen Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Penurunan Kesadaran Diruangan Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Immanuel Bandung Dela Natalia Olin Hully
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 19 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Stroke or CVA (Cerebro Vascular Accident), is the most common central nervous system disorder and is the main cause of functional activity disorders in adults. Stroke attacks will disrupt or reduce oxygen supply and generally cause serious damage or necrosis to brain tissue. The faster the brain's blood circulation returns to normal after a stroke, the better the patient's chances of a full recovery. Objective: to determine the effect of level 1 progressive mobilization on blood pressure and oxygen saturation in stroke patients with decreased consciousness. Method: The research design in this scientific paper uses a descriptive method in the form of a case study. This study aims to determine the problem of nursing care in non-hemorrhagic stroke patients with decreased consciousness. Results: There is an effect of level I progressive mobilization on blood pressure and oxygen saturation in stroke patients with decreased consciousness in three patients. Conclusion: Routine provision of level I progressive mobilization therapy can normalize blood pressure and stabilize oxygen saturation in stroke patients with decreased consciousness. Suggestion: This intervention can be recommended as part of standard nursing care practices in intensive care units.  Keywords: Stroke, Progressive Mobilization Level I, Blood pressure, Oxygen saturation