cover
Contact Name
Zulqoidi R. Habibie
Contact Email
master.literaindo@gmail.com
Phone
+6281378894435
Journal Mail Official
master.literaindo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Darma Bakti, Lrg. Herman Zein, RT.016 RW.004, Pasir Putih, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Master of Pedagogy and Elementary School Learning
ISSN : -     EISSN : 31095577     DOI : https://doi.org/10.63461/mapels
Core Subject : Education,
Master of Pedagogy and Elementary School Learning (MAPELS) adalah Jurnal yang berfokus pada pengembangan teori, praktik, dan inovasi dalam bidang pedagogi dan pembelajaran khusus di tingkat sekolah dasar. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan untuk berbagi temuan, gagasan, dan pengalaman terkait metode pengajaran, strategi pembelajaran, serta isu-isu terkini dalam pendidikan dasar. Jurnal ini menerima artikel yang mencakup penelitian empiris, studi literatur, kajian teoritis, dan praktik terbaik dalam konteks pedagogi dan pembelajaran di sekolah dasar.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "onlinefirst" : 18 Documents clear
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Menggunakan Metode Eja Suku Kata Di Bantu Media Kartu Suku Kata Kelas 1 SDN 90/II Talang Pantai Devina, Susan; Guswita , Reni; Hidayat, Puput Wahyu
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v23.249

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti temukan, bahwa jumlah siswa terdapat 25 orang dan yang baru mencapai mencapai indikator keberhasilan 36% . Sedangkan indikator keberhasilan sekolah adalah 70%. Tujuan penelitian ini merupakan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca permulaan menggunakan metode eja suku kata dibantu media kartu suku kata kelas 1 SDN 90/II Talang Pantai. Studi ini dilakukan dalam dua siklus menggunakan desain penelitian tindakan kelas (CAR). Setiap siklus terdiri dari empat fase: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dua puluh lima siswa kelas satu menjadi subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi guru dan siswa, serta butir soal tes hasil belajar yang digunakan untuk mengimplementasikan Metode eja suku kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Metode eja suku kata mampu meningkatkan pemahaman materi siswa. Hal ini dibuktikan dengan “peningkatan skor observasi guru dari 90% pada siklus I menjadi 93% pada siklus II, dengan kategori sangat baik. Skor proses belajar siswa juga meningkat dari 39% (Kurang Baik) pada siklus I menjadi 43% (KurangBaik) pada siklus II. Selanjutnya, hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia meningkat dari 86% (Tinggi) pada siklus I menjadi 95% (Sangat Tinggi) pada siklus II”. Jadi proses dan hasil belajar membaca permulaan menggunakan metode eja suku kata dibantu media kartu suku kata dapat melebihi indikator keberhasilan
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar Ipas  Siswa  Menggunakan Model Project Based Learning  Pada Kelas V SD Negeri 89/II Lubuk Niur Said Qolbi Khoirun
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v23.230

Abstract

A learning mastery percentage of just 33.5% of pupils met the school's minimum mastery requirement (KKTP) of 70, indicating low student learning outcomes in IPAS topics. This classroom action research was carried out in Grade V at SDN 089/II Lubuk Niur. This study aimed to describe how the Project-Based Learning model in Grade V of SDN 89/II Lubuk Niur improved the IPAS learning process and results. Twelve kids served as the research subjects for this classroom action study. The researcher carried out this study in two cycles, each of which included planning, action implementation while observation was being made, and reflection at the conclusion of the cycle. The findings demonstrate how well the Project-Based Learning model was implemented and how it improved the fifth-grade students' IPAS process and learning outcomes. In cycle I, the teacher's observation results were 60%; in cycle II, they rose to 85%. In cycle I, the student observation rate was 50%; in cycle II, it rose to 83.33%. In cycle I, students' mastery of the IPAS learning outcomes was 66.66%; in cycle II, that number rose to 91.66%. This rise demonstrates that using the Project-Based Learning methodology can improve student engagement and comprehension of IPAS, particularly when it comes to Bumiku Sayang (My Beloved Earth). The research was ended in cycle II when the success indicators were met. Overall, fifth-grade students' IPAS learning process and results were improved by the implementation of the Project-Based Learning paradigm
Penerapan Model Pembelajaran Children Learning In Science Untuk Meningkatkan Proses, Motivasi dan Hasil Belajar Pada Pembelajaran IPAS Kelas IV SDN 112/II Purwobakti Nesa Desmawita; Sundahry Sundahry; Reni Guswita
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v23.195

Abstract

This study is driven by the observation that learners tend to be somewhat inactive during the educational experience in classrooms, coupled with a deficiency in an interactive learning approach, which leads to diminished enthusiasm and academic performance in science. The objective of this research is to illustrate advancements in the engagement, motivation, and intellectual achievements of fourthgrade pupils at SDN 112/II Purwobakti. This investigation takes the form of classroom action research. The participants included 11 fourthgrade learners from SDN 112/II Purwobakti. The methodology comprised four phases: planning, implementation, monitoring, and evaluation. The research unfolded over two cycles, each consisting of two sessions. Data gathering methods involved observation, a motivation questionnaire, and assessments. The findings reveal that the Children Learning in Science model can enhance the engagement, motivation, and academic results of fourthgrade learners at SDN 112/II Purwobakti. This enhancement was noticeable from teacher evaluations in the first cycle, averaging 57%, and in the second cycle, reaching 78.5%. Student assessment results in cycle I showed 58.5%, while in cycle II, it rose to 72%. Student motivation in cycle I was recorded at 54.54%, which increased to 72.72% in cycle II. In cycle I, 54.54% of students met the KKTP (minimum competitive standard). Additionally, in cycle II, this figure grew to 81.81% of students reaching the KKTP, with a KKTP threshold of 70. Thus, it can be concluded that employing the Children Learning in Science model effectively boosts student motivation and academic performance in science classes for fourth graders at SDN 112/II Purwobakti
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS melalui Pendekatan SAVI: Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Sekolah Dasar Chinta Pratiwi; Megawati Megawati; Apdoludin Apdoludin
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v23.341

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh prose belajar peserta didik yang belum terlibat aktif dan masih menjadi objek pada saat proses pembelajaran, dan ketuntasan hasil belajar IPAS peserta didik belum maksimal, di mana hanya 36,36% yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar melalui pendekatan Somatic, Auditory, Visual, dan Intellectual (SAVI). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini peserta didik kelas IV SDN 60/II Muara Bungo yang terdiri dari 18 peserta didik. Data proses belajar diukur melalui lembar observasi sedangkan data hasil belajar dikumpulkan melalui soal tes hasil belajar IPAS. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada proses dan hasil belajar. Pada siklus I, observasi pendidik mencapai rata-rata 81,5% dan peserta didik 66,5%. Pada siklus II, kinerja pendidik meningkat dengan rata-rat 97,5% dan peserta didik dengan rata-rata 86%, melampaui indikator keberhasilan 80%. Dari sisi hasil belajar, ketuntasan peserta didik meningkat dari 67% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan SAVI efektif meningkatkan proses dan hasil belajar IPAS  
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKN Siswa Sekolah Dasar Ela Nadila
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v23.354

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kelas IV SD Negeri 002 Teluk Lancang. Rendahnya hasil belajar disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif, kurang termotivasi, dan mudah merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa kelas IV SD Negeri 002 Teluk Lancang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ketuntasan belajar siswa meningkat dari 42,9% pada pra siklus menjadi 60,7% pada siklus I dan meningkat kembali menjadi 89,3% pada siklus II. Selain itu, model Make A Match juga meningkatkan keaktifan, kerja sama, keberanian, dan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran PKn sekolah dasar. 
Refleksi Berbasis Video dalam Pembentukan Kesadaran TPACK Mahasiswa PGSD pada Micro Teaching IPAS SD: Studi Kasus di Program Studi PGSD Subhanadri Subhanadri; Opi Andriani; Nurlev Avana; Missi Febriani
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v23.357

Abstract

This study aims to explore the process of forming TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) awareness in PGSD (Elementary School Teacher Education) students through video-based reflection in Micro Teaching IPAS SD courses. This research uses a qualitative approach with an instrumental case study design. The research subjects were six PGSD students who were taking the Micro Teaching course in the 2025/2026 academic year, focusing on IPAS SD Merdeka Curriculum material for grades IV-VI. Video-based reflection was carried out in three teaching simulation cycles, each consisting of stages: micro lesson plan preparation, teaching simulation, independent video viewing, structured group reflection sessions, and reflective interviews. Data was collected through structured observation, semi-structured interviews, RPP document analysis, and recorded video-based reflection sessions. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldana (2014) model through data condensation, data presentation, and conclusion drawing, with data validity ensured through source triangulation, member checking, and audit trail. The results show that video-based reflection effectively encourages the formation of TPACK awareness through a cyclical process of planning, practice, self-observation, and reflective discussion. The TPK and PCK aspects showed the most significant development, while the TCK aspect required more scaffolding. Supporting factors include conducive group reflection dynamics and structured reflection protocols, while inhibiting factors include students' initial discomfort when watching their own recordings and limited variety of digital technology mastery.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Mutiara Bali Mentari Anggraini; Zulqoidi R. Habibie
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v23.366

Abstract

The low mathematics learning outcomes of elementary school students remain one of the challenges in improving educational quality. This condition is often caused by the use of teacher-centered learning models that limit student participation during the learning process. Therefore, innovative learning approaches are needed to improve students' understanding and achievement in mathematics. This study aimed to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model on the mathematics learning outcomes of fourth-grade students at SD Mutiara Bali. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The population consisted of 26 fourth-grade students, comprising 15 female students and 11 male students. The sampling technique used was saturated sampling, in which all members of the population were selected as the research sample. Data were collected through learning outcome tests and observations. The collected data were analyzed using descriptive and inferential statistical techniques. The results showed that the average pretest score was 63.27, while the average posttest score increased to 82.12. The increase of 18.85 points indicates an improvement in students’ mathematics learning outcomes after the implementation of the Problem Based Learning model. Furthermore, the N-Gain score was 0.51, which falls into the moderate category. These findings indicate that the Problem Based Learning model has a positive effect on students' mathematics learning outcomes and can be used as an effective learning alternative in elementary schools.
Penerapan Metode Shared Reading Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas III Sekolah Dasar Islam Terpadu An-Nahl Kota Jambi Kurnia Maya Sari
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v23.374

Abstract

Membaca merupakan kegiatan atau proses menerapkan sejumlah keterampilan mengolah teks bacaan dalam rangka memahami isi bacaan. Pembacaan bersama (shared reading) juga memungkinkan siswa untuk berperilaku seperti seorang pembaca saat mereka mengamati guru membaca dan mengikuti pembacaan yang dilakukan oleh gurunya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode yang digunakan data dalam penelitian tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitung lainnya. Dalam melakukan penelitian, penulis mengambil tempat penelitian di SD IT An-Nahl Jambi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 Mei sampai 20 Juni 2026, semester genap tahun ajaran 2025/2026. Adapun sumber atau yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas III.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Strategi membaca bersama melibatkan guru dan siswa membaca satu teks yang sama secara serempak. Guru biasanya menggunakan buku besar (big book) atau proyektor untuk menampilkan teks yang akan dibaca bersama-sama. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa mengenali kata-kata secara visual, mengikuti bacaan, dan memahami isi cerita secara kolektif. Rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa dikarenakan pembelajaran yang dilakukan masih sederhana, guru hanya menggunakan metode ceramah, diskusi dan penugasan. Terdapat peningkatan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa dengan menggunakan metode pembelajaran shared reading di kelas III SD IT An-Nahl jambi.Penggunaan metode shared reading dalam proses belajar mengajar membuat perasaan siswa menjadi senang untuk mengikuti pelajaran tersebut, terbukti siswa menyimak pembelajaran dengan baik, meluangkan waktu untuk belajar di rumah, siswa bertanya saat pejelasan guru dalam pembelajaran kurang atau tidak dapat dipahami.

Page 2 of 2 | Total Record : 18