cover
Contact Name
Zulqoidi R. Habibie
Contact Email
master.literaindo@gmail.com
Phone
+6281378894435
Journal Mail Official
master.literaindo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Darma Bakti, Lrg. Herman Zein, RT.016 RW.004, Pasir Putih, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Master of Pedagogy and Elementary School Learning
ISSN : -     EISSN : 31095577     DOI : https://doi.org/10.63461/mapels
Core Subject : Education,
Master of Pedagogy and Elementary School Learning (MAPELS) adalah Jurnal yang berfokus pada pengembangan teori, praktik, dan inovasi dalam bidang pedagogi dan pembelajaran khusus di tingkat sekolah dasar. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan untuk berbagi temuan, gagasan, dan pengalaman terkait metode pengajaran, strategi pembelajaran, serta isu-isu terkini dalam pendidikan dasar. Jurnal ini menerima artikel yang mencakup penelitian empiris, studi literatur, kajian teoritis, dan praktik terbaik dalam konteks pedagogi dan pembelajaran di sekolah dasar.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "onlinefirst" : 18 Documents clear
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS di Kelas V dengan Menggunakan Model Number Heads Together di Mis Assu’udiyah Angraeni, Mariam; Sundahry, Sundahry; Hamzah, Iri
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.209

Abstract

Penelitian tindakan kelas pada siswa kelas kelas V Mis Assu’udiyah Muara bungo yang dilator belakangi obseervasi awal yang menunjukan rendahnya hasil belajar siswa, dapat dilihat berdasarkan nilai ujian semester ahir siswa kelas IV. rata-rata nilai yang di tetapkan tersebut masih di bawah Kriteria Pencapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang di tetapkan sekolah yaitu 75. Hal ini menunjukan masih rendahnya hasil belajar siswa pada nilai ujian semester akhir kelas IV tahun ajaran 2024/2025. Oleh karena itu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah Numbered Heasd Together (NHT). Tujuan penelitian ini Mendeskripsikan proses dan hasil belajar kognitif IPAS. Model penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Sebjek penelitian ini di lakukan pada siswa kelas V Mis Assu’udiyah Muara Bungo yang berjumblah 17 siswa. Pengumpulan data yang digunakan peneliti ini ada observasi dan tes. Intrusmen pengumpulan data berupa lembar observasi keterlaksanaan model NHT siswa dan lembar soal tes hesil belajar kognitf IPAS. Hasil yang diperoleh penelitian ini pada lembar observasi guru siklus I sebesar 81,25% dan siklus II sebesar 93,75%, pada lembar observasi siswa pada siklus I sebesar 41,17% dan siklus sebesar II 91,16%. Dan hasil tes belajar IPAS siswa pada siklus I siswa yang mencapi KKTP sebesar 58,82% atau 10 dari 17 siswa, dan pada siklus II siswa yang mencapi KKTP sebesar 94,11% atau 16 dari 17 siswa. Hal ini menunjukan adanya peningkatan terhadap proses dan hasil belajar siswa.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Dengan Menggunakan Metode Struktural Analitik  Sintetik  Dikelas I SD Negeri 071/II Sungai Gambir Susanti, Julia; Agrita, Tri Wera; Aprizan, Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.210

Abstract

Kemampuan membaca yang rendah pada siswa kelas 1 SD Negeri 071/II Sungai Gambir menjadi pendorong utama penelitian ini. Berdasarkan hasil ujian awal, 13 siswa (68%) mampu membaca dengan lancar, sedangkan hanya 6 siswa (31%) yang mampu membaca dengan sangat lancar. Penelitian ini menggunakan teknik Structural Analytic Synthetic (SAS) untuk meningkatkan keterampilan membaca awal. Penelitian Tindakan Kelas (PTC), yang dilakukan dalam dua siklus, menjadi metodologi penelitian yang digunakan. Setiap siklus terdiri dari empat fase: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, yang berlangsung selama dua pertemuan. Alat penelitian meliputi soal-soal tes membaca awal dan lembar pengamatan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) keterampilan membaca awal dapat ditingkatkan melalui penggunaan teknik Structural Analytic Synthetic. Peningkatan aktivitas pengajaran guru dari siklus I, yang memenuhi kriteria memuaskan 64% dan baik 70%, menjadi siklus II, yang memenuhi kriteria sangat baik 88% dan sangat baik 94%, menjadi bukti hal ini. Selain itu, persentase aktivitas pembelajaran meningkat dari 64% di siklus I menjadi 70%. “2) Secara umum, kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran membaca awal meningkat dari 68% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas satu di SD Negeri 071/II Sungai Gambir” dapat memperoleh manfaat dari teknik Structural Analytic Synthetic dalam hal kemampuan membaca awal mereka.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Project Based Learning di Kelas IV SDN 025/II Muara Bungo Santri, Annisa Kurnia; Sundahry, Sundahry; Andriani, Opi
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.212

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas IV di SDN 025/II Muara Bungo karena rendahnya keberhasilan belajar siswa yang disebabkan oleh belum berkembangnya proses ilmiah mereka, yang tercermin dari nilai rata-rata pembelajaran IPAS. Dari 13 siswa, hanya 5 yang mecapai kategori tuntas, sementara 8 siswa belum tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peningkatan proses dan hasil belajar kognitif siswa IPAS dengan menerapkan model pembelajaran PJBL pada kelas IV SDN 025/II Muara Bungo. Penelitian Tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus yang mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/monitoring, dan refleksi. Dalam penelitian ini subjek penelitiannya yaitu 13 peserta didik kelas IV SDN 025/II Muara Bungo. Data dikumpulkan melalui lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan instrumen tes. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu: 1) proses belajar siswa dengan model PJBL di siklus I mencapai 69% masuk kategori cukup, kemudian meningkat 100% pada siklus II dengan kategori sangat baik, 2) pelaksanaan model Project-Based Learning oleh guru dalam proses pembelajaran meningkat dari 75% pada siklus I menjadi 96% pada siklus II, 3) hasil pembelajaran kognitif pada mata pelajaran IPAS meningkat dari 67% menjadi 91% pada setiap siklusnya. Kesimpulan dalam penelitian ini menampakkan bahwa model PJBL dapat memperbaiki aktivitas dan kerjasama peserta didik, sehingga mengembangkan proses ilmiah mereka dan meningkatkan keberhasilan belajar.
Penerapan Model Discovery Learning Dalam Meningkatkan Proses Dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Pembelajaran IPAS Putri, Dea Irwana; Subhanadri, Subhanadri; Habibie, Zulqoidi R.
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.213

Abstract

Penelitian Tindakan kelas pada siswa kelas IV SDN 124/II Tanjung Menanti ini dijalankan karena rendahnya capaian belajar yang dipengaruhi oleh kurang berkembangnya keterampilan proses ilmiah siswa. Dapat dilihat melalui perolehan nilai rata-rata peserta didik pada mata pelajaran IPAS, di mana dari 31 siswa hanya 13 yang memenuhi kriteria ketuntasan, sedangkan 18 lainnya belum tuntas. Tujuan riset ini adalah mendeskripsikan peningkatan proses serta capaian belajar kognitif IPAS melalui penerapan model kegiatan belajar Discovery Learning pada siswa kelas IV SDN 124/II Tanjung Menanti. Metode riset yang digunakan adalah PTK dengan dua siklus, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek riset berjumlah 31 siswa kelas IV. Data diperoleh melalui instrumen berupa lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan tes capaian belajar. Hasil riset memperlihatkan bahwa: (1) keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar dengan model Discovery Learning pada siklus I mencapai 66% (kategori cukup) dan meningkat menjadi 93% (kategori sangat baik) pada siklus II, (2) kinerja guru dalam melaksanakan model Discovery Learning meningkat dari 82% pada siklus I menjadi 98% pada siklus II, dan (3) capaian belajar kognitif IPAS siswa mengalami peningkatan dari 61% pada siklus I menjadi 87% pada siklus II. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Discovery Learning efektif untuk mengoptimalkan keaktifan dan kerja sama siswa, mengembangkan keterampilan proses ilmiah, serta mengoptimalkan pencapaian capaian belajar mereka
Penerapan Model Pembelajaran Team Game Tournament untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Matematika di Kelas V SDN 177/II Lintas  Jaya Safitri, Harnita; Putra, Randi Eka; Agrita, Tri Wera
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.218

Abstract

Konteks penelitian ini adalah rendahnya efektivitas pembelajaran Matematika pada peserta didik kelas V SDN 177/II Lintas Jaya, yang terindikasi dari partisipasi pasif dan pencapaian hasil belajar yang belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 70. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) sebagai intervensi untuk meningkatkan proses dan hasil belajar. Dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus terhadap 20 peserta didik, data dikumpulkan melalui lembar observasi dan tes. Analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif menunjukkan temuan positif. Terjadi peningkatan pada hasil observasi aktivitas pendidik (dari 75% ke 90%) dan peserta didik (dari 60% ke 90%) antara siklus I dan II. Secara signifikan, persentase ketuntasan belajar peserta didik juga meningkat dari 55% menjadi 85%. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa model TGT merupakan strategi yang efektif untuk mengoptimalkan proses dan hasil belajar Matematika
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar IPAS di Kelas V SDN 105/II Rambah Anjliana, Roza; Subhanadri, Subhanadri; Aprizan, Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.219

Abstract

 Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada peserta didik kelas V SDN 105/II Rambah yang dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal yang menunjukkan rendahnya efektivitas proses belajar di kelas, khususnya pada mata pelajaran IPAS. Banyak peserta didik yang tidak serius mengikuti pembelajaran, sebagian besar hanya diam, mendengarkan tanpa memberikan respon, kurang fokus, serta tidak menunjukkan minat tinggi terhadap materi yang disampaikan guru. Hasil belajar IPAS yang rendah dan tidak mencapai Kriteria Pencapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 70 merupakan akibat dari kondisi tersebut. Dengan menerapkan “model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) pada kelas V, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas (PTC), yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing dengan dua pertemuan, dan melalui empat tahap: perencanaan, implementasi, pengamatan, dan refleksi”. Penelitian ini melibatkan 17 siswa, dan metode pengumpulan data meliputi pencatatan, tes, dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dan hasil pembelajaran IPAS dapat ditingkatkan dengan penerapan paradigma PBL. Temuan observasi pendidik pada siklus I, yang mencapai 69% pada pertemuan pertama dan 75% pada pertemuan kedua, membuktikan hal ini. Pada siklus II, “angka-angka ini meningkat menjadi 88% pada pertemuan pertama dan 94% pada pertemuan kedua. Pengamatan siswa juga meningkat dari 53% pada pertemuan pertama siklus I dan 65% pada pertemuan kedua, menjadi 76% pada pertemuan pertama siklus II dan 88% pada pertemuan kedua. Selain itu, hasil belajar siswa meningkat secara signifikan, dari 42% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan proses maupun hasil belajar IPAS pada peserta didik kelas V SDN 105/II Rambah”.
Beginning Reading Ability: Global Method of Learning Indonesian Language Class III SDN 128/II Pasir Putih Amadea, Meisa Aira; Aprizan, Aprizan; Aldino, Aldino
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.225

Abstract

Classroom action research on third-grade students at SDN 128/II Pasir Putih, which was based on observations that initially many students were still unable to read well, can be seen from the average reading test scores of students in Indonesian language learning, which was 60%. This average score is still below the school's established learning objective achievement criteria (KKTP) of 70. This indicates that students' basic reading skills in Indonesian language learning are still insufficient. Therefore, the teaching method that can improve students' basic reading skills is the Global method. This study aims to ascertain how well the Global method in Indonesian language instruction improves students' foundational reading abilities in each cycle and how motivated they are to learn the language.  Classroom action research (CAR) was the research methodology employed.  Two cycles of the research were carried out, with each cycle including planning, carrying out, observing, and reflecting.  Twenty third-graders at SDN 128/II Pasir Putih served as the research subjects.  This study employed testing, documentation, and observation as data gathering methods and tools.  Reading assessments, teacher and student observation sheets, and written examinations in the form of LKPD were among the tools utilized in the study to collect data.  The study's findings include the following: 1) the Global method's application in Indonesian language instruction was rated as good; and 2) students' learning progressed in each cycle following the use of the Global method.  In cycle I, the initial reading skills phase was 50% complete.  In contrast, cycle II's reading proficiency was 80%.  This indicates that students learning Indonesian language chapter 1 about living things have improved their beginning reading skills from cycle I to cycle II.  When the Global technique is used, pupils' beginning reading abilities are enhanced and they have a better understanding of words and sentences before dissecting them into their constituent syllables and letters
Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Storytelling Pada Mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SD Negeri 09/II Rantau Pandan Yati, Nova Rahma; Guswita , Reni; Apdoludin, Apdoludin
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran berbicara dan meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui pendekatan bercerita. Subjek penelitian terdiri dari 33 siswa kelas V di SD Negeri 09/II Rantau Pandan, yang terdiri dari 14 perempuan dan 19 laki-laki. Desain penelitian mengikuti model PTK Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus, yaitu siklus I dan II. Data dikumpulkan melalui tes, observasi guru, dan observasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran berbicara siswa mengalami peningkatan, terlihat dari aktivitas siswa yang awalnya 50% meningkat menjadi 67,49% dan kemudian di siklus II meningkat lagi menjadi 80,39%. Selain itu, keterampilan berbicara siswa juga meningkat dari nilai rata-rata 57,12 sebelum siklus menjadi 65,15, dan pada siklus II menjadi 70,55. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bercerita dalam pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas V di SD Negeri 09/II Rantau Pandan dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Model Think Pair Share Berbantu Video Animasi Kelas III Nurhaliza, Siti; Abdullah, Abdullah; Pitra, Dedek Helida
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.231

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh observasi awal yang menunjukan rendahnya hasil belajar peserta didik, dapat dilihat berdasarkan nilai rata-rata hasil capaian awal pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila sebesar  30%. Hal ini menunjukkan masih rendahnya hasil belajar. Oleh karena itu, model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah model Think Pair Share. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas III SDN 108/II Perumnas yang berjumlah 20 peserta didik. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini terdiri dari dua siklus setiap siklus memiliki dua kali  pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun 2025 di SDN 108/II Perumnas. Hasil analisis yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk melihat peningkatan dari siklus ke siklus. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model Think Pair Share dapat meningkatkan proses dan hasil belajar Pendidikan Pancasila di kelas III SDN 108/II Perumnas, hal ini  dilihat dari proses mengajar pendidik pada siklus I pertemuan 1 mencapai 69% dan pertemuan 2 mencapai 86%. Sedangkan siklus II pertemuan 1 menjadi 90% dan pertemuan 2 mencapai 100%  dengan kategori sangat baik. Kemudian, proses belajar peserta didik dari 50% menjadi 65% pada siklus I, lalu meningkat dari 80% menjadi 90% pada siklus II. Hasil belajar peserta didik awal hanya 30%, kemudian menjadi 75% pada siklus I dan meningkat menjadi 90% pada siklus II. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan Maka penelitian tindakan kelas dalam penggunaan model Think Pair Share berbantu media video animasi pada pembelajaran Pendidikan Pancasila efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Peningkatan Kerjasama dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Student Teams Achievement Division Kelas VSDN 04/II Jaya Setia Syalsa Dwi Desta; Subhanadri Subhanadri; Puput Wahyu Hidayat
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v23.232

Abstract

Abstract: This research is motivated by learning in the classroom which is still teacher-centred, resulting in students being less active and reluctant to work together in groups, as well as low science learning outcomes for class V SDN 04/II Jaya Setia. This research aims to evaluate the increase in collaboration and science learning outcomes throught the implementation of the Student Teams Achievement Division model for class V SDN 04/II Jaya Setia. This study is categorized as classroom action research which applies and quantitative approaches with research subjects of 24 grade V students at SDN 04/II Jaya Setia. The research process consists of two cycles, each of which includes planning steps, implementation of observation and reflection, data collection techniques using observation, survey, questionnaire, test, learning outcomes and documentation. This research took place during the even semester of the 2024/2025 academic year at SDN 04/II Jaya Setia. Analysis of research data proves that the use of the STAD model is able to improve cooperation and learning outcomes in grade V science at SDN 04/II Jaya Setia. This evidence can be seen from the results of teacher observations in cycle I ith an average of 73,91% which increased to 89,13% in cycle II. Observations of students also showed a development from 49,16% in cycle I to 81,25% in cycle II. Student cooperation increased from an average of 58,33%. In cycle I it became 83,33% in cycle II meanwhile the student learning outcomes in cycle I showed 16 students completed (66,67%) while in cycle II it rose to 20 students (83,33%). Thut it can be concluded that the STAD model has proven to be effective in increasing collaboration and science learning outcomes for grade V SDN 04/II Jaya Setia.

Page 1 of 2 | Total Record : 18