cover
Contact Name
Sitti Fatimah Rahmansyah
Contact Email
higiene.perusahaank3@gmail.com
Phone
+6282348079742
Journal Mail Official
higiene.perusahaank3@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment)
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) merupakan jurnal nasional bidang keilmuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang dikelola oleh Prodi Hiperkes dan Keselamatan Kerja, STIK Makassar. OHSE diterbitkan secara berkala setiap 6 bulan pada bulan Maret dan September setiap tahunnya, dengan e-ISSN 3046-7365 dan p-ISSN 2549-256X.
Articles 20 Documents
Keluhan Low Back Pain pada Buruh Angkat dan Angkut Bagian Non Mekanik Buruh Bongkar Muat di Pelabuhan Makassar Salcha, Muhammad Akbar
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain merupakan cedera berupa rasa nyeri yang dirasakan pada tulang belakang daerah punggung bawah, otot, saraf, tendon, sendi, atau tulang belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui low back pain pada buruh angkat dan angkut bagian non mekanik di koperasi jasa buruh bongkar muat di Pelabuhan Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif, mengunakan observasional. Populasi dan sampel ditentukan menggunakan metode total sampling sebanyak 36 buruh. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar mengalami keluhan low back pain berat sebanyak 25 orang (69.0%), usia dewasa paling banyak mengalami keluhan low back pain berat sebanyak 15 buruh (41,7%) dikarenakan seiring bertambahnya usia buruh yang berusia >30 tahun maka kekuatan ototnya akan berkurang hingga mengalami penurunan kekuatan otot. Selain itu, banyak buruh mengalami keluhan low back pain berat dengan masa kerja lama sebanyak 25 buruh (63,9%) dikarenakan aktivitas buruh yang sudah lama. Buruh yang mengalami keluhan low back pain umumnya memiliki kebiasaan merokok sebesar 14 buruh (38,9%) dikarenakan orang yang sering merokok atau bisa disebut sebagai perokok memiliki kecenderungan mengalami gangguan pada peredaran darahnya termasuk tulang belakang. Buruh yang mengalami keluhan low back pain berat kebanyakan yang penilaian postur kerja berisiko sangat tinggi sebanyak 23 buruh (20.8%) dikarenakan postur kerja yang tidak ergonomi. dapat disimpulkan buruh yang mengalami keluhan low back pain berat sebagian besar berusia dewasa, masa kerja lama, sering mengkonsumsi rokok, serta postur kerja berisiko sangat tinggi. Diharapkan kepala buruh angkat dan angkut untuk melakukan pemeriksaan jika mengalami keluhan low back pain.
Faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja di Workshop PT. Prima Karya Manunggal Kabupaten Pangkep Juliani, Arni; Santi, Fika Tri
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan adalah suatu kejadian tak terduga tanpa adanya unsur kesengajaan, dan bentuk perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja di workshop PT. Prima Karya Manunggal, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang diambil sebanyak 35 orang tenaga kerja menggunakan teknik penarikan sampel total sampling. Berdasarkan uji statistik diperoleh bahwa lingkungan kerja (p=0,032) memiliki hubungan terhadap kecelakaan kerja, pengetahuan (p=0,155) dan kepatuhan terhadap prosedur (p=0,058) tidak memiliki hubungan terhadap kecelakaan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa mayoritas tenaga kerja kurang patuh terhadap prosedur kerja meskipun pengetahuan tenaga kerja tergolong baik, didukung juga oleh lingkungan kerja yang tidak kondusif, sehingga mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja. Diharapkan PT. Prima Karya Manunggal untuk meningkatkan kesadaran pekerja akan mencengah dan memanimalisir kecelakaan melalui pemberian pelatihan, pengawasan yang ketat, sanksi yang lebih tegas. Perusahaan memberikan fasilitas kerja yang lengkap dalam bekerja.
Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petani Padi di Dusun Borongloe Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa Rahmansyah, Sitti Fatimah
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani adalah seorang pekerja yang bekerja di bidang pertanian, dimana saat melakukan pekerjaannya seringkali menggunakan bahan kimia sebagai bantuan agar tanaman yang di tanam dapat tumbuh dengan baik.. Salah satu bahan kimia yang digunakan oleh petani adalah pestisida. Pestisida adalah racun untuk mengendalikan jasad pengganggu pada tanaman, dimana pada penggunaannya dapat mencemarkan lingkungan sehingga dapat menimbulkan penyakit atau terpapar racun pestisida. Ketersedian dan penggunaan alat pelindung diri dapat mengurangi masalah kesehatan dan keselamatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pengguna alat pelindung diri pada petani padi di Dusun Borongloe. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional. Sampel yang diambil 76 orang yang merupakan jumlah total dari populasi. Pengumpulan data melalui kuesioner yang kemudian di analisis dengan analisis univariat. Hasil penelitian untuk pengetahuan responden menunjukkan sebagian besar berpengetahuan cukup (46.1 %) dan sebagian besar sikap responden telah merespon positif terkait penggunaan APD (97.4%). Namun dalam pelaksanaannya, keseluruhan responden tidak menggunakan APD lengkap atau masih sangat kurang (100 %). Dapat disimpulkan meskipun pengetahuan dan sikap petani sudah cukup baik namun mereka masih tidak menggunakan APD secara lengkap. Disarankan petani menggunakan APD sesuai yang telah dianjurkan dalam penyuluhan yang telah dilakukan pemerintah setempat terkait APD.
Faktor Yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja Pada Sopir Rental Antar Kabupaten Morowali Utara Ke Kota Makassar Syamsul, Muhammad Azrul; Rahmansyah, Sitti Fatimah
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja adalah salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Sopir mobil rental merupakan salah satu jenis pekerja yang memiliki risiko kelelahan tinggi, terutama pada sopir yang jarak perjalannya jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor mempengaruhi kelelahan kerja pada sopir rental antar Kab. Morowali Utara ke Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif dengan desain cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 47 responden menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuisioner, kemudian data di analisis univariat dan bivariat. Hasil uji statistik didapatkan bahwa umur (p= 0, 819) tidak memiliki pengaruh terhadap kelelahan kerja, masa kerja (p= 0, 877) tidak memiliki pengaruh masa kerja terhadap kelelahan kerja, dan waktu tidur (p= 0,000) terdapat pengaruh terhadap kelelahan kerja. Para sopir umumnya tidak memanfaatkan waktu istirahatnya untuk tidur sejenak, dan sering kali mereka juga melakukan perjalanan pada waktu malam hari. Berdasarkan hasil dapat disumpulkan faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja pada sopir rental antar Kab. Morolawi Utara ke Kota Makassar adalah waktu tidur yang kurang. Diharapkan kepada sopir untuk memanfaatkan waktu luangnya untuk beristirahat dan mencukupkan waktu tidurnya.
Identifikasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada PTPN XIV Unit PG. Camming Anas, M.
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bagian dari pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) merupakan sistem manajemen operasional berdasarkan kebijakan nasional (K3). K3 adalah serangkaian inisiatif yang dirancang untuk menjaga dan melindungi karyawan sekaligus mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Penerapan SMK3 bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja, mencegah dan mengurangi penyakit dan cedera yang berhubungan dengan tempat kerja, dan menyediakan tempat kerja yang aman, menyenangkan, dan produktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana PG Camming Bone menggunakan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif. Rangkaian lengkap implementasi SMK3 di PG Camming Bone menjadi sampel penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perumusan kebijakan K3, perencanaan K3, pelaksanaan K3, penilaian K3, serta review dan peningkatan kinerja SMK3 belum dilaksanakan. Penyelidikan ini sampai pada kesimpulan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja PG Camming Bone belum dilakukan dengan benar. Komponen kepemimpinan di PG Camming Bone diharapkan dapat lebih meningkatkan peluncuran Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di sana.
Penempatan Alat Pemadam Api Ringan Di PT. Sinar Kasih Soroako Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur Salcha, Muhammad Akbar
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran adalah suatu peristiwa oksidasi dimana bertemunya 3 unsur kebakaran yakni bahan yang mudah terbakar, oksigen yang terdapat di udara. APAR adalah salah satu sistem proteksi kebakaran yang wajib ada di setiap perusahaan atau tempat kerja. Dimana setiap perusahaan termaksud PT Sinar Kasih Soroako harus mempunyai Kesedian APAR sesuai dengan Peraturan yang berlaku yaitu menurut Permenakertrans No. 04 tahun 1980 tentang syarat-syarat Pemasangan dan pemeliharaan APAR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penempatan dan pemeliharaan APAR di PT. Sinar Kasih Soroako sesuai dengan Permenakertrans No. 04 tahun 1980. Penelitian ini menggunakan metode deksriftif kualitatif dengan objek penelitian APAR yang digunakan yang berjumlah 15 APAR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan APAR yang tidak sesuai berjumlah 9 APAR (60.0%), jenis APAR yang digunakan yaitu Dry Chemical Powder dan pemeliharan APAR yang dilakukan sudah sesuai dengan Permenakertrans No. 04 tahun 1980. Kesimpulan dalam penelitian ini penempatan Apar yang ada di PT. Sinar Kasih Soroako sudah sesuai dengan Permenakertrans No 4 Tahun 1980 dan jenis Apar yang ada di PT.Sinar Kasih Soroako yaitu Jenis Apar Dry Chemical Powder serta pemeliharan Apar yang ada di PT. Sinar Kasih Soroako sudah sesuai dengan Permenakertrans No 4 Tahun 1980. Diharapkan pihak perusahaan lebih memperhatikan tentang penempatan APAR, meningkatkan kemampuan pekerja dalam penggunaan APAR serta meningkatkan kegiatan pemeliharaan APAR.
Studi Kuantitatif : Tingkat Kelelahan Kerja Pada Pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Juliani, Arni
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan merupakan faktor yang dapat menyebabkan turunnya produktivitas kerja, hilangnya jam kerja, tingginya biaya pengobatan dan material, serta rendahnya kualitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang dengan menggunakan simple random sampling. Pada penelitian ini diperoleh bahwa usia (p-value = 0,001) dan masa kerja (p-value= 0,005) berhubungan dengan kelelahan kerja. Sedangkan status gizi (p-value=0,956), beban kerja (p-value=0,503), dan lama kerja (p-value=0,416) tidak berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero). Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar adalah variabel usia dan masa kerja.
Penilaian Penerapan 5R Pada Bagian Workshop Di PT. Prima Karya Manunggal Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan Rahmansyah, Sitti Fatimah
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode 5R merupakan tahap untuk mengatur kondisi tempat kerja yang berdampak terhadap efektifitas, efesiensi, produktifitas dan keselamatan kerja yang dimana lingkungan kerja sebelumnya kurang nyaman bagi pekerja dapat diperbaiki dan tertata agar nyaman saat bekerja. 5R adalah metode yang meningkatkan kebiasaan positif para pekerja dengan cara membangun dan memelihara sebuah lingkungan kerja yang bermutu di dalam sebuah organisasi. Jenis penelitian yaitu penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif dimana dilakukan pengamatan terkait penerapan 5R serta didukung dengan penilaian sampel. Objek dalam penelitian ini adalah 5R dengan sampel yang di ambil berjumlah 32 orang menggunakan teknik penarikan sampel total sampling. Berdasarkan hasil penelitian mayoritas pekerja menerapkan prinsip 5R dengan kategori cukup yakni prinsip ringkas sebanyak 20 orang (62.5%), prinsip rapi sebanyak 20 orang (62.5%), prinsip resik sebanyak 18 orang (56.3%), prinsip rawat sebanyak 31 orang (96.9%), sedangkan prinsip rajin sebanyak 31 orang (96.9%). Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa bahan-bahan disana tidak tertata dengan baik, dan banyak berserakan, sehingga sulit dibedakan antara bahan yang masih digunakan maupun bahan yang sudah tidak akan digunakan lagi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan 5R disana masih belum terlaksana dengan baik. Adapun saran yang dapat diberikan kepada pekerja agar lebih memerhatikan 5R di area kerja, serta bagi pihak K3 agar lebih tegas dalam menerapkan 5R di PT. Prima Karya Manunggal.
Faktor Yang Mempengaruhi Stres Kerja Pada Responden PT. Indra Pratama Wasuponda Kab. Luwu Timur Sulawesi Selatan Bahar, Sri Novianti; Gani, Helmy; Marlisa
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja merupakan keadaan yang terjadi ketika responden dihadapkan oleh peluang dan tantangan yang dapat memberikan ketegangan dan perubahan perilaku. Pada penelitian kali ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja pada responden PT. Indra Pratama Wasuponda Kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif terhadap metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 80 responden PT. Indra Pratama Wasuponda Kab. Luwu Timur Sulawesi Selatan menggunakan total sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Data ini dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square (p-value ≤ 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara lingkungan kerja dengan nilai p-value = 0,024 dan beban kerja p-value = 0,031 terhadap stres kerja, Tidak ada pengaruh antara konflik responden terhadap stres kerja p-value = 0,198. Penelitian ini merekomendasikan perusahaan untuk selalu aktif mengidentifikasi dan menangani masalah stres yang dialami responden dan hal-hal yang dapat mempengaruhi responden.
Gambaran Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) Di UPT Puskesmas Tambayoli Kab. Morowali Utara Sulawesi Tengah Anas, M.
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen fasilitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan aktivitas proses kerja di fasilitas pelayanan kesehatan guna terciptanya lingkungan kerja yang sehat, selamat, aman dan nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) di UPT Puskesmas Tambayoli, Kab. Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel yang diambil berjumlah 40 tenaga kesehatan menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner. Data di analisis dengan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penetapan kebijakan K3 memiliki kategori baik (90,0%), perencanaan K3 memiliki kategori baik (70,0%), pelaksanaan rencana K3 memiliki kategori baik (81,8%), pemantauan dan evaluasi kinerja K3 memiliki kategori baik (80,0%), peninjauan dan peningkatan kinerja K3 memiliki kategori baik (82,5%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa gambaran penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja di UPT Puskesmas Tambayoli, Kab. Morowali Utara, Sulawesi Tengah telah berjalan optimal karena penetapan kebijakan K3 hingga peninjauan dan peningkatan kinerja K3 berjalan dengan baik. Diharapkan dengan adanya SMK3 ini dapat menurunkan angka kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja serta meningkatkan produktivitas kerja dan terciptanya lingkungan kerja yang sehat, selamat, aman dan nyaman.

Page 1 of 2 | Total Record : 20