cover
Contact Name
Sitti Fatimah Rahmansyah
Contact Email
higiene.perusahaank3@gmail.com
Phone
+6282348079742
Journal Mail Official
higiene.perusahaank3@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment)
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) merupakan jurnal nasional bidang keilmuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang dikelola oleh Prodi Hiperkes dan Keselamatan Kerja, STIK Makassar. OHSE diterbitkan secara berkala setiap 6 bulan pada bulan Maret dan September setiap tahunnya, dengan e-ISSN 3046-7365 dan p-ISSN 2549-256X.
Articles 22 Documents
Pengaruh Postur Tubuh Terhadap Keluhan Musculoskeletal Pada Pekerja Depot Air Minum Di Jalan Abdesir Kota Makassar Syamsul, Muhammad Azrul
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musculoskeletal disorder adalah gangguan yang bisa mempengaruhi fungsi ligamen, otot, saraf sendi dan tendon, serta tulang belakang yang dapat dipengaruhi oleh berat beban, masa kerja dan postur kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang mempengaruhi musculoskelatal disorder pada pekerja di depot air minum sepanjang Jalan Abdesir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 40 pekerja dengan Teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Data di analisis dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara berat beban (0,000), masa kerja (0,000) dan postur kerja (0,009) terhadap keluhan musculokeletal disorder. Hal ini dikarenakan pekerja sering mengangkat beban yang melebihi kemampuan dan mengangkat beban berulang-ulang, pekerja dengan masa kerja lama cenderung lebih sering melakukan gerakan atau aktivitas berulang yang sama setiap harinya, sehingga meningkatkan risiko cedera pada jaringan lunak tubuh. Postur kerja pekerja saat mengangkat galon yang tidak ergonomis seperti terlalu menunduk dan leher yang terlalu condong ke arah bawah membuat pekerja sering mengalami keluhan pada area punggung dan leher yang terasa pegal-pegal. Disarankan kepada pekerja untuk bekerja sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya dalam mengangkat beban. Pekerja dengan masa kerja lama lebih memperhatikan lagi kondisi kesehatannya serta pekerja agar memperbaiki postur kerjanya menjadi lebih ergonomi lagi.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Penyakit Kulit Pada Petani Sayur Di Dusun Batunnapara Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng Rahmansyah, Sitti Fatimah
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal hygiene yaitu upaya yang biasa dilakukan oleh seseorang untuk menjaga dan merawat kebersihan dirinya sendiri supaya kenyamanan individu terjaga yang dapat dipengaruhi oleh penggunaan APD, riwayat penyakit dan gejak penyakit kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan personal hygiene dengan gejala penyakit kulit pada petani sayur di Dusun Batunnapara, Desa Bonto Rannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan rancangan survei analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 orang dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan kuesioner. Data di analisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian dengan uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara gejala penyakit kulit dengan personal hygiene (0,01), penggunaan APD (0,000) dan riwayat penyakit (0,000). Hal ini dikarenakan para petani tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas dan tidak mencuci pakaian yang digunakan setelah bertani. Para petani juga tidak menggunakan APD seperti kaos tangan, baju dan celana panjang dan sepatu karet khusus. Riwayat penyakit yang diderita oleh petani seperti gatal-gatal dan kulit kering yang diakibatkan oleh penggunaan pestisida. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara personal hygiene, penggunaan APD, riwayat penyakit dengan gejala penyakit kulit. Disarankan kepada para petani agar menggunakan APD pada saat bekerja, menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan mandi setelah selesai bertani.
Faktor Yang Mempengaruhi Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Di Koperasi Jasa Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Makassar Latief, Ade Wira Listrianti; Husaimah, Ema
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan merupakan kondisi yang tidak terlihat tetapi dapat menurunkan kemampuan tenaga kerja untuk melaksanakan tugas di tempat kerja, sehingga akhirnya pekerja tidak dapat melakukan pekerjaan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi kelelahan pada tenaga kerja bongka muat di koperasi jasa tenaga kerja bongkar muat pelabuhan Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional study. Sampel yang diambil sebanyak 221 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan kuesioner. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian dari 221 responden, mayoritas adalah remaja (46,6%) diikuti oleh dewasa (40,7%) dan lansia (12,7%). Sebagian besar responden memiliki masa kerja yang lama (86,9%), dengan hanya 13,1% yang tergolong baru. Lebih dari setengah responden melaporkan tingkat kelelahan kerja yang tinggi (55,2%), sementara 44,8% merasakan kelelahan rendah. Dalam hal kondisi suhu, sebagian besar responden bekerja dalam suhu yang tidak normal (67%), dan hanya 33% yang bekerja dalam suhu normal. Profil IMT menunjukkan bahwa 17,2% responden kurus, 53,8% normal, 11,3% kegemukan, dan 17,6% mengalami obesitas. Hasil pengolahan data menunjukkan tidak ada pengaruh antara suhu dan indeks massa tubuh terhadap kelelahan kerja. Diharapkan perusahaan lebih memperhatikan lagi tenaga kerja saat bekerja.
Gambaran Penerapan Promosi K3 Pada PT. Malea Energy Di Kabupaten Tana Toraja Anas, M.; Nanda, Sri
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Promosi K3 merupakan suatu bentuk aktivitas di perusahaan yang dirancang untuk membantu pekerja dan perusahaan dalam memperbaiki dan meningkatkan Keselamatan dengan partisipasi langsung dari pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran penerapan promosi K3 pada PT. Malea Energy di Kabupaten Tana Toraja. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 170 orang pekerja menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data pada penelitian yaitu menggunakan kuesioner, observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan K3 belum terlaksana dengan baik dikarenakan sebagian pekerja belum mendapatkan pelatihan K3. Komunikasi K3, pengawasan K3 dan rambu K3 sudah terlaksana dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa komunikasi K3, pengawasan K3 dan rambu K3 sudah terlaksana dengan baik sedangkan pelatihan K3 belum terlaksana. Diharapkan semua tenaga kerja diikutkan pelatihan K3 arahan K3 seperti safety briefing yang sesuai, diharapkan komunikasi K3 lebih dikembangkan agar promosi dapat tersampaikan dengan baik serta diharapkan perusahaan tetap mempertahankan pengawasan K3 serta lebih aktif dalam mengawasi pekerja juga diharapkan bagi perusahaan agar rambu K3 yang ada di perusahaan tetap digunakan bila perlu ditambahkan serta perlu dirawat agar tersampaikan dengan baik.
Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Petani Merica Di Dusun Tabarano Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur Syamsul, Muhammad Azrul; Yudid
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan keselamatan kerja dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan kerugian berupa luka atau cidera, cacat atau kematian, kerugian harta benda, kerusakan peralatan atau mesin, serta lingkungan sekitar secara luas. Kehidupan manusia tidak bisa lepas dari bahaya yang bisa menyebabkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Petani menjadi salah satu pekerjaan yang memiliki potensi bahaya menimbulkan kerugian baik bagi manusia, peralatan dan material. Tujuan penelitian mengetahui perilaku petani merica dalam penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) di Dusun Tabarano. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif, dengan sampel sebanyak 40 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling dari 67 orang populasi. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden tentang APD memiliki pengetahuan baik sebanyak 32 orang dengan presentase 80,0% sedangkan responden dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 8 orang dengan presentase 20,0%. Sikap responden tentang APD menunjukkan bahwa responden memiliki sikap positif sebanyak 33 orang dengan presentase 82,5% sedangkan responden dengan sikap negatif sebanyak 7 orang dengan presentase 17,5%. Tindakan responden tentang APD menunjukkan bahwa responden memiliki tindakan baik sebanyak 28 orang dengan presentase 70,0%, sedangkan responden dengan tindakan kurang baik sebanyak 12 orang dengan presentase 30,0%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Sebagian besar petani merica di Dusun Tabarano, Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur memiliki perilaku baik terkait penggunaan alat pelindung diri. Diharapkan para petani merica dapat saling mengedukasi terkait pentingnya penggunaan APD yang baik dan benar.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kesadaran Karyawan Terhadap Risiko Keselamatan Kerja di PT. Malea Energy Kab. Tana Toraja Gani, Helmy; Mayan, Lindayani
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kesadaran adalah ukuran dari kesadaran dan respon seseorang terhadap rangsangan dari lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kesadaran karyawan terhadap risiko keselamatan kerja di PT. Malea Energy. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 120 karyawan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan kuesioner. Data di analisis dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kondisi lingkungan (p=0,029), pelatihan K3 (p=0,015), komitmen perusahaan terhadap K3 (p=0,021), inspeksi K3 (p=0,040) dengan tingkat kesadaran dan tidak ada hubungan antara usia (p=0,145), riwayat kecelakaan (p=0.269) dengan tingkat kesadaran. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kondisi lingkungan, pelatihan K3, komitmen perusahaan terhadap K3, inspeksi K3 dengan tingkat kesadaran. Tidak ada hubungan usia dengan tingkat kesadaran dan tidak ada hubungan riwayat kecelakaan dengan tingkat kesadaran. Diharapkan kondisi lingkungan di PT. Malea Energy lebih diperhatikan lagi dan semua karyawan diikutkan pelatihan K3 atau arahan seperti safety breafing untuk meningkatkan tingkat kesadaran karyawan terhadap risiko di tempat kerja.
Hubungan Higiene Perorangan dengan Gejala Dermatitis Kontak Iritan pada Petani Rumput Laut di Dusun Kaza Kabupaten Luwu Timur Juliani, Arni; Salcha, Muhammad Akbar; Heramutia
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak iritan adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh suatu bahan iritan. Gejalanya ditandai dengan gatal, eritema, perih, kulit pecah-pecah, kulit bersisik dan kulit kering. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara higiene perorangan dengan gejala dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut di RT II, Dusun Kaza, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 62 petani rumput laut menggunakan total sampling. Pengumpulan data pada penelitian yaitu menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Data di analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square (p-value ≤ 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan higiene perorangan (p = 0,018) dengan gejala dermatitis kontak iritan. Diharapkan pemerintah untuk memberikan edukasi tentang penyakit dermatitis kontak iritan kepada petani rumput laut untuk meminimalisir potensi petani rumput laut terkena dermatitis kontak iritan.
Determinan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Karyawan di PT. Itikhara Mining Service Sorowako Kabupaten Luwu Timur Rahmansyah, Sitti Fatimah; Kartini, Julia Sri
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) digunakan secara langsung oleh karyawan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang bisa dipicu oleh berbagai faktor yang mungkin muncul di tempat kerja. Keselamatan di tempat kerja harus menjadi prioritas utama dengan tujuan menghindari kecelakaan, termasuk yang berpotensi fatal atau menyebabkan cedera serius. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui determinan perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri pada karyawan PT. Ithikhara Mining Service Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 56 orang menggunakan total sampling. Pengumpulan data pada penelitian yaitu menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perilaku penggunaan APD di PT. Ithikhara Mining Service Sorowako berhubungan, dengan pengetahuan (p= 0.000), sikap (p= 0,000), pelatihan (0,029), dukungan pimpinan perusahaan (p= 0,007), dukungan rekan kerja (p= 0,032). Oleh sebab itu dapat disimpulkan faktor determinan perilaku penggunaan APD adalah pengetahuan, sikap, pelatihan, dukungan pimpinan perusahaan dan dukungan rekan kerja. Diharapkan perusahaan tetap mempertahankan pengawasan terhadap penggunaan APD pada karyawan saat berada dalam lokasi maupun saat sedang bekerja dan selalu memberikan arahan yang baik agar karyawan selalu mematuhi dan selalu menggunakan APD.
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. PLN (Persero) UPDK Tello Baru Latief, Ade Wira Lisrianti; Alexander, Adnan
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di PT. PLN (Persero) UPDK Tello Baru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 53 orang pekerja dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan kuesioner. Data di analisis dengan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan kebijakan K3, perencanaan K3, peninjauan K3 dan evaluasi K3 sudah masuk dalam kategori baik. Hal ini dikarenakan penyusunan kebijakan K3 sudah dibuat, dan perencanaan K3 sudah terealisasikan dengan baik. Peninjuaan K3 telah dilakukan serta evaluasi K3 dilakukan dengan melakukan audit dan inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja. Selain itu, hasil penilaian pelaksanaan menunjukkan sebagian besar menilai pelaksanaan K3 berjalan dengan baik, namun terdapat beberapa menilai pelaksanaan kategori cukup. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan penerapan SMK3 di PT. PLN (Persero) UPDK Tello Baru berjalan dengan baik terkait kebijakan, perencanaan, peninjauan, dan evaluasinya, sedangkan untuk pelaksanaannya masih perlu ditingkatkan. Sangat diperlukan sebuah perencanaan yang begitu matang dengan membuat aturan yang sesuai SOP terkait semua aktivitas pekerjaan yang ada. sehingga pelaksanaan SMK3 dapat berjalan dengan baik. Untuk memperbaiki pelaksanaannya dibutuhkan peninjauan yang lebih ketat dan profesional tanpa membeda-bedakan tenaga kerja.
Penerapan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kerja P3K Di PT. Indra Pratama Wasuponda Kabupaten Luwu Timur Bahar, Sri Novianti; Setiani, Putri
Jurnal Ilmiah OHSE (Occupational Health Safety Environment) MEDIA Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah OHSE Media (Occupational Health Safety Environment)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan pertolongan pertama adalah bagian dari pelayanan kesehatan tenaga kerja. Pertolongan pertama pada kecelakaan berguna untuk masyarakat umum, karyawan, tenaga kerja, dan semua individu sehubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja pada tingkat perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) berdasarkan Permenakertrans No. 15 Tahun 2008 di PT. Indra Pratama Wasuponda. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sub-elemen yang diteliti adalah Petugas P3K dan Fasilitas P3K. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan P3K di PT. Indra Pratama Wasuponda belum memenuhi syarat pada Permenakertrans No. 15 Tahun 2008, hasil menunjukkan petugas P3K belum memenuhi syarat pada pasal (3). Sedangkan pengadaan fasilitas ruang P3K ada yang sudah tersedia namun belum sesuai dengan aturan yang ditentukan dimana ruang P3K belum memenuhi syarat pada pasal 9 ayat (2), isi kotak P3K belum sesuai dengan pasal 10 bagian b, serta alat evakuasi dan transportasi belum memenuhi syarat Permenakertrans pasal 11. Disarankan bagi PT. Indra Pratama Wasuponda khusunya Petugas P3K dan Fasilitas P3K agar melengkapi yang belum memenuhi standar Permenakertrnas No. 15 Tahun 2008.

Page 2 of 3 | Total Record : 22