cover
Contact Name
Asbar Tanjung
Contact Email
asbartanjung@gmail.com
Phone
+6285242188606
Journal Mail Official
info@linespublishing.com
Editorial Address
Jl. Raya Babelan Km. 9.6 Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia Postal Code: 17611
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
ISSN : 30907543     EISSN : 30907535     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Health Science & Biomedical Journal (HSBJ) is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research articles, reviews, and short communications in the fields of health science and biomedical science. The journal aims to be a platform for the dissemination of high-quality scientific knowledge that contributes to the advancement of health and medical technologies. We welcome contributions from researchers, academics, and practitioners in the following fields: Biomedical Science – including molecular biology, immunology, pathology, and laboratory diagnostics; Nursing – including clinical nursing, community nursing, nursing education, and nursing management; Midwifery – covering maternal and child health, reproductive health, and midwifery care practices; Pharmacy – including pharmacology, pharmaceutical sciences, drug development, and clinical pharmacy; Medical Laboratory Technology – including hematology, microbiology, clinical chemistry, and histopathology. The journal accepts both field-based and literature-based research that promotes innovation, evidence-based practice, and interdisciplinary collaboration in health and biomedical sciences
Articles 24 Documents
Evaluasi Aktivitas Antibakteri Hand Sanitizer Berbasis Jeruk Nipis terhadap Bakteri Gram Positif: Evaluation of the Antibacterial Activity of Lime-Based Hand Sanitizer against Gram-Positive Bacteria Tanjung, Asbar
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2025): August 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kebersihan tangan memegang peranan penting dalam mencegah infeksi mikroba. Air perasan jeruk nipis (Citrus aurantiifolia S.) mengandung senyawa antibakteri alami dan berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam formulasi hand sanitizer. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan hand sanitizer berbahan dasar jeruk nipis serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Metode: Penelitian ini meliputi determinasi tanaman, uji organoleptik dan fitokimia terhadap air perasan jeruk nipis, formulasi hand sanitizer dengan konsentrasi berbeda (30%, 40%, dan 50%), serta pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis menggunakan metode difusi cakram. Hasil: Determinasi menunjukkan bahwa tanaman yang digunakan adalah Citrus x aurantiifolia dari famili Rutaceae. Skrining fitokimia mengidentifikasi kandungan saponin dan alkaloid. Formulasi hand sanitizer menunjukkan karakteristik organoleptik yang baik dan nilai pH yang aman untuk penggunaan topikal. Aktivitas antibakteri meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi; formulasi 50% menghasilkan zona hambat sebesar 28,9 mm terhadap S. aureus dan 25,7 mm terhadap S. epidermidis. Kesimpulan: Hand sanitizer berbahan dasar jeruk nipis, terutama pada konsentrasi 50%, menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat dan memiliki potensi sebagai alternatif alami terhadap produk antiseptik komersial.
Karakteristik Kadar Hemoglobin, Trombosit, dan Leukosit pada Pasien Anak dengan Demam Tifoid Kiki Amelia; Ratnaeni
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 3 (2025): Desember 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit endemis pada sejumlah negara seperti Amerika Tengah, India, Asia Selatan, Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Demam tifoid merupakan penyakit infeksi menular di Indonesia yang dapat terjadi pada anak atau orang dewasa. Anak adalah yang paling rentan terkena demam tifoid, walaupun gejala pada anak lebih ringan dari orang dewasa. Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin, trombosit, dan leukosit pada pasien demam tifoid anak. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua pasien dengan diagnosa demam tifoid yang melakukan pemeriksaan laboratorium..Dari hasil penelitian didapatkan 31 sampel dengan kadar hemoglobin terbanyak yaitu kadar hemoglobin rendah sebanyak 16 pasien (51,6 %), jumlah trombosit terbanyak yaitu jumlah trombosit normal sebanyak 22 pasien (70,9 %), jumlah leukosit terbanyak yaitu jumlah rendah sebanyak 19 pasien (61,3 %).
Studi Etnofarmasi Penggunaan Tumbuhan Berkhasiat Obat Untuk Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat Di Desa Salutandung Kabupaten Tana Toraja Ferna Indrayani; Angel Juwita
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 3 (2025): Desember 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Di masyarakat pedesaan, tumbuhan berkhasiat obat masih dimanfaatkan sebagai terapi pendamping. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan tumbuhan obat sebagai terapi hipertensi di Desa Salutandung. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 52 responden penderita hipertensi. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 45–54 tahun (30%), berjenis kelamin laki-laki (52%), berpendidikan dasar (54%), dan bekerja sebagai petani (57%). Jenis tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun salam (30%), diikuti sambiloto (19%) dan klorofil (15%). Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah daun (84%), dan seluruh responden mengolahnya dengan cara direbus (100%). Frekuensi konsumsi terbanyak adalah dua kali sehari (48%). Disimpulkan bahwa pemanfaatan tumbuhan obat sebagai terapi hipertensi masih tinggi dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan agraris serta ketersediaan tanaman obat. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan aspek keamanan dan efektivitasnya.
Hubungan Kadar Hemoglobin (Hb) Dan Zat Besi (Fe) Sebagai Determinan Derajat Keparahan Gagal Ginjal Kronik Arlitha Deka yana; Fatimah; Amirah Aznawie; Ruly; Kasmuddin Darmo; Nurhilaliyah
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 3 (2025): Desember 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik merupakan penyakit progresif yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus selama ≥3 bulan dan berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas global. Disfungsi ginjal menyebabkan penurunan produksi eritropoietin serta disregulasi metabolisme zat besi akibat peningkatan hepsidin, yang berujung pada anemia. Gangguan hematologis ini diduga berperan dalam progresivitas dan peningkatan derajat keparahan penyakit.Tujuan: Untuk menganalisis hubungan kadar hemoglobin dan zat besi sebagai determinan derajat keparahan gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan.Metode:Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 40 pasien gagal ginjal kronik stadium G3b–G5 berdasarkan klasifikasi KDIGO di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba periode Mei–Juni 2025. Pemeriksaan hemoglobin dilakukan menggunakan hematology analyzer Sysmex XN-350 dan kadar zat besi serum menggunakan autoanalyzer Pentra C400. Analisis data meliputi uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, uji korelasi Pearson atau Spearman, serta uji komparatif Anova dan Kruskal–Wallis dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Rata-rata kadar hemoglobin adalah 8,88±2,28 g/dL dan kadar zat besi 62,95±35,99 µg/dL. Hemoglobin menunjukkan korelasi positif lemah dengan laju filtrasi glomerulus (r=0,281; p=0,079), sedangkan zat besi menunjukkan korelasi negatif lemah (r=-0,206; p=0,222). Perbedaan kadar hemoglobin antar stadium tidak signifikan (p=0,633). Sebaliknya, kadar zat besi menunjukkan perbedaan bermakna antar stadium (p=0,007). Kesimpulan: Zat besi merupakan parameter yang lebih sensitif dalam membedakan derajat keparahan gagal ginjal kronik dibandingkan hemoglobin. Pemantauan parameter hematologis secara rutin penting dalam evaluasi progresivitas penyakit.
Uji Aktivitas Antibakteri Pada Makanan Bekasam Ikan Bandeng  Chanos chanos f Terhadap Bkteri Penyebab Penyakit Diare Escherichia coli Jumriah Nur; Natasya Adibba Khanza
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 3 (2025): Desember 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diarrhea is one of the leading causes of morbidity and mortality worldwide, particularly among children under the age of five. One of the primary pathogens responsible for diarrhea is Escherichia coli, which is often found due to poor food sanitation. Bekasam, a traditional Indonesian fermented fish product, is known to contain Lactic Acid Bacteria (LAB) that potentially have antibacterial effects. This study aims to isolate, identify, and test the antibacterial activity of LAB from fermented milkfish bekasam against Escherichia coli. The method used is descriptive experimental with a well diffusion approach. The observed parameter is the diameter of the inhibition zone of E. coli growth by LAB. The physicochemical test results showed that bekasam has a pH of 3.9. The identification of LAB showed Gram-positive bacillus morphology, non-motile, and catalase-negative. The antibacterial activity test results showed that LAB from milkfish bekasam has an average inhibition zone of 15 mm against Escherichia coli, categorized as strong antibacterial activity. This study concludes that milkfish bekasam has the potential as a natural antibacterial agent against E. coli and is likely to be developed as an alternative treatment or prevention of diarrhea based on traditional food.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Antenatal Care Terpadu pada Ibu Hamil Shinta Lia Nana Mardiyana
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 3 (2025): Desember 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Antenatal care terpadu merupakan pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada semua ibu hamil. Pelayanan antenatal care terpadu mampu mendeteksi dini masalah dan penyakit yang dialami ibu hamil, melakukan intervensi secara adekuat sehingga ibu hamil siap untuk menjalani persalinan normal, dimana pelayanannya dimulai pada trimester I kehamilan.  Tujuan: untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care terpadu pada ibu hamil di Puskesmas. Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian sebanyak 47 responden dengan teknik accidental Sampling, instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap kunjungan antenatal care terpadu dengan nilai p-value <0,001, terdapat hubungan yang signifikan antara peran tenaga kesehatan dan pilihan fasilitas kesehatan terhadap kunjungan antenatal care  terpadu pada ibu hamil dengan nilai p-value (0,001). Kesimpulan: Pengetahuan, sikap, peran tenaga kesehatan, dan pilihan fasilitas kesehatan berhubungan dengan kunjungan antenatal care terpadu pada ibu hamil.
Analisis Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Patologi Klinik Nuril Sofiantin; Marisca Jenice Sanaky; Hardyansa
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek fundamental dalam menjamin keamanan, mutu, dan efektivitas kegiatan laboratorium. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai K3 di laboratorium. Metode: Desain penelitian menggunakan observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 28 responden yang dipilih secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan 10 pertanyaan tertutup yang mencakup aspek definisi K3, tujuan, penggunaan alat pelindung diri (APD), prosedur operasi standar (SOP), penanganan sampel, stabilitas reagen, penanggulangan kebakaran, pertolongan pertama pada kecelakaan, dan pengelolaan limbah infeksius. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dengan penentuan kategori pengetahuan baik (76–100%), cukup (61–75%), dan kurang (<60%). Hasil: Tingkat pengetahuan mahasiswa tentang K3 berada pada kategori baik dengan persentase rata-rata 86,4%. Sebagian besar responden memahami dengan baik definisi K3 (100%), SOP laboratorium (100%), serta tindakan P3 apabila terjadi kecelakaan kerja (100%). Namun demikian, aspek stabilitas dan reliabilitas reagen (68%) serta pengelolaan limbah infeksius (50%) masih menunjukkan tingkat pemahaman yang rendah. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan pemahaman mahasiswa melalui pembelajaran teori yang komprehensif, pelatihan praktis, serta simulasi keadaan darurat agar kesiapan mereka dalam menghadapi risiko kerja di laboratorium lebih optimal.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Urinalisa sebagai Metode Skrining Disfungsi Ginjal pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Terapi Antidiabetik Oral Darmayanita Wenty; Muhammad Sultanul Aulya; Muhammad Ilyas Yusuf; Angriani Fusvita; Heni Umar; Immel Putri Qaila
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronik yang berisiko komplikasi mikrovaskular termasuk nefropati diabetik. Penggunaan obat antidiabetik oral merupakan pilihan utama pasien DM Tipe 2, namun penggunaan yang tidak tepat beresiko efek samping termasuk gangguan fungsi ginjal. Pemeriksaan urinalisa merupakan skrining awal sederhana untuk mendeteksi gangguan fungsi ginjal. Namun, data profil urinalisa pada pasien DM Tipe 2 dengan terapi antidiabetik oral di RSUD Bahteramas masih terbatas. Tujuan: Mengetahui profil urinalisa pada pasien DM Tipe 2 yang menjalani terapi antidiabetik oral. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. 40 pasien DM Tipe 2 yang menjalani terapi antidiabetik oral dan memenuhi kriteria inklusi dilakukan pemeriksaan urinalisa kualitatif dengan makroskopis urine, semi-kuantitatif menggunakan dipstick dan analisis mikroskopis sedimen urin. Hasil: Ditemukan glukosa sebanyak 52,5%, protein sebanyak 62,5%, darah sebanyak 67,5%, leukosit sebanyak 40%. Pada hasil pemeriksaan mikroskopis ditemukan leukosit sebanyak 50%, eritrosit sebanyak 100%, sel epitel sebanyak 52,5%, kristal sebanyak 12,5%, dan bakteri sebanyak 25%. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan adanya gangguan fungsi ginjal pada sebagian pasien meskipun telah menjalani terapi antidiabetik oral. Pemeriksaan urinalisa secara rutin dapat digunakan sebagai skrining awal yang efektif dalam deteksi komplikasi ginjal pada DM.
Perbedaan Kadar sCD40L pada Pasien Obesitas Non Diabetes Melitus Berdasarkan Jenis Kelamin Nur Ismi; Army Dwi Israyanti; Ahmad Ridwan
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Obesitas merupakan salah satu faktor risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular yang ditandai dengan inflamasi kronis derajat rendah. Salah satu biomarker inflamasi yang berperan dalam aktivasi trombosit dan proses aterosklerosis adalah soluble Cluster of Differentiation 40 Ligand (sCD40L). Perbedaan respons inflamasi berdasarkan jenis kelamin diduga dapat memengaruhi kadar sCD40L pada pasien obesitas non Diabetes Melitus. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan kadar sCD40L pada pasien obesitas non diabetes melitus berdasarkan jenis kelamin. Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 pasien obesitas non Diabetes Melitus yang terdiri atas 18 laki-laki dan 18 perempuan. Pemeriksaan kadar sCD40L dilakukan menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Analisis data menggunakan uji Independent Samples t-test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Rerata kadar sCD40L pada kelompok perempuan lebih tinggi dibandingkan kelompok laki-laki, yaitu 2,143 ± 0,325 ng/mL dan 1,940 ± 0,429 ng/mL. Hasil uji Independent Samples t-test menunjukkan nilai p=0,120 (p>0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan kadar sCD40L yang bermakna secara statistik antara pasien obesitas non diabetes melitus berdasarkan jenis kelamin. Kesimpulan: Meskipun rerata kadar sCD40L pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, jenis kelamin belum terbukti menjadi faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kadar sCD40L pada populasi penelitian.
Peningkatan Literasi Penyakit Genetik Melalui Edukasi dan Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Bulu-Bulu Nur Ismi; Ahmad Ridwan Kadir; Evy Damayanti; Army Dwi Israyanti
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penyakit genetik dapat menghambat upaya pencegahan dini dan penanganan risiko kesehatan di tingkat keluarga. Tujuan: Meningkatkan literasi terkait pencegahan penyakit genetik melalui metode edukasi dan pemberdayaan kader kesehatan. Mitra dalam kegiatan ini adalah 45 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan kader Puskesmas di Desa Bulu-Bulu. Metode: Pelaksanaan meliputi tiga tahapan, yaitu prasaran (analisis situasi), pelaksanaan (penyuluhan interaktif mengenai pola pewarisan sifat dan deteksi dini penyakit genetik), serta evaluasi melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Hasil: Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi yang signifikan pada mitra. Sebelum edukasi, sebagian besar peserta tidak memahami bahwa penyakit genetik dapat dicegah manifestasinya. Setelah intervensi, terjadi peningkatan pemahaman kader dan masyarakat kenaikan rata-rata pemahaman dari 21,5% menjadi 86,2%, di mana kader kesehatan kini mampu mengidentifikasi risiko penyakit genetik di lingkungan sekitar. Kesimpulan: Edukasi berbasis pemberdayaan kader efektif dalam membangun kesadaran preventif kesehatan masyarakat desa.

Page 2 of 3 | Total Record : 24