cover
Contact Name
Madarina
Contact Email
litbang.bp3d@gmail.com
Phone
+6285926576489
Journal Mail Official
jidboyolali@boyolali.go.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Terpadu Kabupaten Boyolali Jl. Dr. Soepomo, Siswodipuran, Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Kode Pos: 57311
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Inovasi Daerah
ISSN : 29625904     EISSN : 2962178X     DOI : -
Focus and Scope of Jurnal Inovasi Daerah is: Local Products and Industries Research and studies on superior local products, industrial innovation, and technological innovation that support regional competitiveness, including the development of creative industries, agriculture, and other potential sectors of the region. Innovation Systems and Governance Articles on the regional innovation system, the system of innovation in general, and innovation in local governance. This includes institutional arrangements, collaboration among government, academia, business, and community (quadruple helix), as well as policies that strengthen the innovation ecosystem. Public Policy and Services Studies related to innovation in public services and public affairs within the authority of local government. This scope covers administrative innovations, digital governance, participatory public services, and other regional innovations that align with mandatory and optional government affairs.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
Strategi Kebijakan Penanganan Konflik Manusia dan Monyet Ekor Panjang (Studi Kasus: MEP Lereng Gunung Merapi di Kabupaten Boyolali) Fauziah, Nurul; Jati, Yudith Irma; Assidiq, Hikmah Fajar; Adji, Basith Kuncoro; Astin, Maharani
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 2 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku monyet turun dari Gunung Merapi setelah terjadi erupsi merupakan respons alami mereka terhadap lingkungan. Monyet Ekor Panjang (MEP) merupakan salah satu species dengan habitat asli di Taman Nasional Gunung Merapi sebagaimana juga makhluk hidup lain memiliki kepekaan atau iritabilitas. Sistem iritabilitas ini yang memberikan respon kepada MEP bahwa kondisi (di sekitarnya) sangat gawat. Selain itu dengan adanya erupsi maka lahan sumber makanan monyet mengalami kerusakan. Faktor-faktor tersebut mendorong MEP keluar dari Taman Nasional dan masuk ke wilayah lahan masyarakat untuk mendapatkan sumber pakan sehingga mengakibatkan perusakan tanaman pertanian dan perkebunan, invensi ke pemukiman bahkan serangan fisik secara langsung terhadap warga. Apalagi secara alamiah populasi MEP semakin meningkat sehingga kebutuhan ruang dan pakan juga semakin meningkat yang secara linier akan meningkatkan intensitas gangguan terhadap manusia. Apabila interaksi seperti ini dibiarkan terus menerus tanpa penanganan akan berdampak negatif terhadap kondisi sosial, ekonomi, kebudayaan masyarakat yang berada di 4 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Selo, Kecamatan Cepogo, Kecamatan Musuk dan Kecamatan Tamansari juga pada konservasi satwa liar itu sendiri maupun pada lingkungan. Untuk itu perlu dikaji secara mendalam mengenai kondisi konflik manusia dan MEP serta merumuskan strategi kebijakan penanganan sebagai bahan pemecahan konflik. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Strategi dan arah kebijakan penanganan konflik manusia dan MEP adalah Pembentukan Kelembagaan Penanganan Konflik, Penyusunan KAK Satgas MEP, Identifikasi dan Pelibatan Pemangku Kepentingan. Sedangkan strategi penanganan konflik dibagi menjadi tahap pencegahan, penanganan jangka pendek/menengah dan penanganan jangka panjang.
Usaha Sosial Fashion Ecoprint sebagai Wadah Pemberdayaan Penjahit Lokal Perempuan di Boyolali, Jawa Tengah Pratita, Maya Dwi; Mahendra, Rangga Ryo
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 2 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Boyolali memiliki tanah yang subur dan kaya akan tanaman liar yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi ecoprint. Namun, belum ada produk fashion ecoprint yang membawa nama Kabupaten Boyolali. Teknik ecoprint merupakan suatu proses untuk mentransfer warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung. Teknik ecoprint memanfaatkan bahan-bahan dari bagian tumbuhan yang mengandung pigmen warna seperti daun, bunga dan kulit batang. Di sisi lain, terdapat ibu penjahit rumahan di Kabupaten Boyolali yang memiliki talenta namun hanya bergantung pada “permak” pakaian saja. Dengan menggabungan kedua potensi ini, Panarima menciptakan produk fashion ecoprint bernuansa anak muda dari Kabupaten Boyolali. Melalui Panarima, diharapkan produk fashion ecoprint dapat maju dan berkembang, sementara ibu penjahit rumahan di Kabupaten Boyolali dapat memperoleh penghasilan tambahan sekaligus mengasah keterampilannya sehingga Panarima tidak hanya memproduksi ecoprint namun juga memberi dampak positif pada Masyarakat Kabupaten Boyolali.
SIBAYA(Sistem informasi Belajar dan Berbudaya Terintegrasi dengan GPS dan Whastapp) Cristianto, Hari
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 3 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v3i1.31

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan pembelajaran tatap muka pada saat itu ditiadakan dan diganti dengan pembelajaran daring secara online. Kondisi saat itu mengharuskan proses pembelajaran harus tetap dilakukan, semua proses diseserahkan kepada guru sesuai dengan kemampuan dasar IT yang dimiliki, sehingga guru menggunakan media sosial seperti whastapp dan telegram serta beberapa Aplikasi Learning Management System yang sudah ada seperti Moodle, Microsoft Teams, Google Classroom dan masih banyak. Sehingga perlu sebuah sistem yang bisa digunakan untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Penelitian yang dilakukan pada mulanya adalah bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi berbasis web yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengawasan dalam hal proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah terdiri dari tahapan perencanaan, analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, dan pengujian atau biasanya disebut metode pengembangan Rapid Application Development. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah sistem informasi yang dapat mengotomatisasi berbagai proses pembelajaran dan menutupi kelemahan dari proses yang berjalan secara manual, dan membatu menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu bagi sekolah yang semula untuk pengawasan proses pembelajaran sampai ke program pembiasaan budaya-budaya baik. Hasil penelitian yang sudah berjalan telah menunjukkan jika sibaya yang dikembangkan telah menunjukan keberhasilan dalam meningkatkan dan memperbaiki dalam kecepatan, penyajian data dan akurasi data, dimana beberapa fiturnya mudah diakomodasi seperti fitur feedback, file management, absensi, pengumpulan tugas, dan masih banyak lagi. Tetapi masih sulit bagi pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah untuk memantau kelancaran proses pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru dan siswa karena guru menggunakan beragram media yang mereka kuasai serta latar belakang kemampuan IT masing-masing guru.
Inovasi Pendidikan dan Pelatihan Learning Management System (LMS) Corporate University Kabupaten Boyolali M. Adekurniawan, M. Adekurniawan
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 3 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v3i1.32

Abstract

Pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor krusial dalam mencapai keberhasilan suatu organisasi, termasuk Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Boyolali. BKPSDM bertanggung jawab dalam peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan publik. Namun, kendala ruang dan waktu dalam metode pelatihan konvensional menjadi hambatan signifikan dalam pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan bagi ASN. Pengembangan Learning Management System (LMS) dipandang sebagai solusi inovatif untuk mengatasi kendala tersebut, dengan menyediakan platform digital yang memungkinkan pembelajaran dilakukan secara daring. LMS memungkinkan peserta mengakses materi secara fleksibel serta meningkatkan interaksi dengan instruktur melalui fitur komunikasi yang terintegrasi. Penelitian ini menggunakan metode ADDIE dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan umpan balik dari pengguna LMS Corporate University Kabupaten Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMS secara signifikan meningkatkan aksesibilitas pembelajaran, memfasilitasi interaksi antara peserta dan pengajar, serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya. Meskipun terdapat tantangan teknis, secara keseluruhan pengguna menyatakan kepuasan terhadap antarmuka dan fungsionalitas LMS.Dengan demikian, pengembangan dan penerapan LMS diharapkan mampu mendukung upaya reformasi birokrasi di Kabupaten Boyolali, serta berkontribusi dalam peningkatan kompetensi dan profesionalitas ASN melalui pembelajaran yang lebih efisien dan fleksibel.
Pengembangan Laris (Laman Resmi Informasi Sekolah) Sebagai Platform Terintegrasi SD Negeri 2 Sendangrejo Permana, Aziz
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 3 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v3i1.33

Abstract

LaRIS (Laman Resmi Informasi Sekolah) dikembangkan sebagai platform digital untuk mendukung pengelolaan informasi di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan website sekolah dasar bernama LaRIS, (2) menilai peningkatan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan data siswa, jadwal pelajaran, pengumuman, dan informasi sekolah lainnya, (3) mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap platform ini, dan (4) mengidentifikasi tantangan serta peluang pengembangan lebih lanjut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LaRIS berhasil dibangun, terindeks oleh Google Search dan mampu meningkatkan efisiensi serta transparansi dalam pengelolaan informasi di sekolah. Tingkat kepuasan pengguna, termasuk guru, siswa, dan orang tua, menunjukkan hasil yang positif, dengan rata-rata kepuasan keseluruhan yang tinggi. Meskipun terdapat tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur dan variasi tingkat pemahaman teknologi di kalangan pengguna, LaRIS menunjukkan prospek yang baik untuk pengembangan lebih lanjut. Peluang pengembangan mencakup integrasi dengan sistem lain yang ada di sekolah dan peningkatan aksesibilitas melalui aplikasi mobile. Dengan demikian, LaRIS tidak hanya berhasil memenuhi tujuan pengembangan, tetapi juga memiliki potensi untuk terus mendukung proses pendidikan yang lebih baik di sekolah dasar.
“Saferin”, Bumbu Penyedap Rasa Nabati dengan Bahan Dasar Sawi Fermentasi Kering dan Tempe Semangit Handayani, Sri Hesti; Sutarmi, Sutarmi; Mardhiastuti, Shofi
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 3 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v3i1.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi terbaik yang dapat dikembangkan menjadi bumbu penyedap rasa berbasis sawi putih fermentasi. Sawi asin fermentasi diproses melalui fermentasi dengan penambahan garam, gula jawa dan bawang putih yang selama ini banyak digunakan sebagai pembangkit nafsu makan. Untuk memudahkan dalam penyajian, maka sawi asin fermentasi ini diolah menjadi bumbu penyedap rasa yang praktis dalam penggunaannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dilakukan pada bulan Januari 2023-Februari 2024. Bahan dasar formula pada penelitian ini adalah sawi putih fermentasi dan tempe semangit atau lewat masa fermentasi tiga hari dari tempe normal. Sawi asin fermentasi dan tempe semangit masing-masing dikeringkan dan dibuat tepung dicampur dengan bumbu-bumbu kering menjadi bumbu penyedap rasa instan. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu penambahan tepung tempe semangit masing-masing 10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil pengujian bumbu penyedap rasa SAFERIN, formulasi terbaik yaitu perlakuan P2 dengan formulasi tepung sawi 80% dan tepung tempe semangit 20%. Berdasarkan hasil uji kualitas, formulasi tersebut telah memenuhi standar SNI 01-4273-1996 untuk bumbu penyedap rasa, yaitu kadar air 3,61%; protein 17,65%; NaCl 25,42%; serat 12,46%; ALT 290 koloni/gram; coliform < 3 MPN/gram. Berdasarkan uji kesukaan, perlakuan P2 memperoleh nilai tertinggi secara keseluruhan baik warna, aroma, tekstur dan rasa dengan rata-rata skor kesukaan 3,6 (suka). Keunggulan produk bumbu penyedap rasa SAFERIN, antara lain : menggunakan bahan baku sayuran sawi putih dan tempe semangit yang tersedia melimpah di Kabupaten Boyolali, tidak mengandung bahan hewani sehingga dapat dikonsumsi oleh vegetarian dan penderita penyakit yang membatasi konsumsi bahan hewani, kaya kandungan protein dan serat nabati yang bermanfaat untuk kesehatan, tidak menggunakan bahan pengawet, perasa (MSG) dan pewarna buatan, merupakan diversifikasi produk hasil pengolahan sawi putih untuk memperpanjang masa simpan dan meningkatkan nilai ekonomisnya.
Resikdewe: Environmentally Friendly Innovation for Processing Organic Waste Into Eco Enzyme Products Akbar, Bayu Widhi
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 3 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v3i1.35

Abstract

Tujuan dari Inovasi adalah untuk mengurangi jumlah limbah organik dengan meningkatkan nilai ekonomis dan alternatif pengolahan limbah yang lebih efisien serta memberikan edukasi mengenai produk yang dapat dibuat dari eco enzyme. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan research and development (R&D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inovasi ini memiliki keunggulan dan keunikan yakni lebih mudah diaplikasikan, bahan baku melimpah, produk bervariatif, serta menggunakan bahan baku yang alami dan ramah lingkungan. Produk-produk inovasi eco enzyme “RESIKDEWE” merupakan produk pembersih rumah tangga antara lain : sabun mandi padat, sabun cuci piring, detergen, karbol, shampo, hair tonic,dan kompres. Inovasi ini telah diterapkan di masyarakat. Produknya telah dijual baik secara online maupun dengan mengikuti pameran. Selain itu disusun pula modul eco enzyme yang disebarluaskan secara gratis.
Tinjauan Yuridis Terhadap Kepatuhan dan Implementasi Budaya Inovasi Daerah di Kabupaten Boyolali Nasution, Achmad
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 3 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v3i1.36

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis yuridis terhadap kebijakan inovasi daerah di Kabupaten Boyolali dengan fokus pada kepatuhan terhadap regulasi yang telah diterbitkan dan bagaimana budaya inovasi daerah diimplementasikan. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Boyolali telah tersedia berbagai macam regulasi dari peraturan daerah hingga surat edaran yang mewajibkan budaya inovasi di lingkungan pemerintah Kabupaten Boyolali. Pemerintah Kabupaten Boyolali juga telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menumbuhkembangkan budaya inovasi di daerah melalui berbagai program seperti Lomba Krenova, Pekan Inovasi Boyolali, Kegiatan Ilmiah Remaja, dan penerbitan Hak Kekayaan Intelektual.
"Aloecydante" Lotion Gel 4 In 1, Sebagai Anti Nyamuk, Anti Bakteri, Pelembab dan Pelindung Kulit dari Paparan Sinar Matahari Krisna, Bayu; Nisa, Naila Asyifaul
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 3 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v3i1.37

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi terbaik lotion gel, potensi lotion gel sebagai lotion 4in1, tingkat kesukaan produk, dan analisis biaya pembuatan lotion gel anti nyamuk 4in1.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pembuatan lotion gel dari bahan minyak sereh, ekstrak daun pandan, ekstrak lidah buaya, dan ekstrak bunga telang, dengan tiga perlakuan yaitu perbedaan penambahan ekstrak daun pandan dengan perlakuan 1 penambahan 5 ml ekstrak daun pandan, perlakuan 2 penambahan 7,5 ml ekstrak daun pandan, perlakuan 3 penambahan 10 ml ekstrak daun pandan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023 di Laboratorium Teknik Kimia Industri dan Laboratorium Pengawasan Mutu Hasil Pertanian SMKN 1 Mojosongo. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi perlakuan P3 memberikan hasil terbaik. Hasil pengujian lotion gel pada perlakuan 3 diperoleh hasil : daya sebar 5,6 cm, daya lekat 1,89 detik, pH 6,0, bobot jenis 1,032 gr/ml, viskositas 8,600 mPa, SPF 25, dapat meningkatkan kelembapan kulit dari 39,9% menjadi 59,75% (dari kondisi kulit kering menjadi sangat lembab), efektifitas mengusir nyamuk 87,85 % selama 2 jam, dan daya hambat bakteri Bacillus substilis sebesar 12 mm serta sudah sesuai standar SNI 16-3499-1996 untuk sediaan lotion. Berdasarkan hasil uji kesukaan, rata-rata responden menyatakan suka dengan skor kesukaan 4,35. Hasil analisis biaya pembuatan lotion gel cukup menguntungkan dengan R/C rasio sebesar 1,45.
“Biobanpack” Biodegradable Banana And Cassava Peels Packaging Idris, Bayu Romli; Kumalasari, Nafisa; Novitasari, Safira
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 4 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah plastik konvensional sampai saat ini masih saja terjadi. Banyak plastik kemasan yang tidak ramah lingkungan sehingga sulit terurai. Sejalan dengan program Pemerintah Indonesia dalam Konsistensi Implementasi Kebijakan Green Energy melalui Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC). Komitmen tersebut berfokus pada sektor limbah ramah lingkungan, proses industri penggunaan produk, pertanian, kehutanan, dan energi. Hal ini mendorong berbagai cara untuk berinovasi dalam pengembangan kemasan ramah lingkungan. Oleh karena itu, kami berupaya untuk membuat sebuah inovasi pengembangan kemasan plastik ramah lingkungan. Kami beri nama “BIOBANPACK” (Biodegradable Banana, Cassava Peels Packaging). Kemasan ini merupakan kemasan kantong biodegradable yang terbuat dari limbah kulit pisang dan kulit singkong. Produk ini dikembangkan sebagai alternatif kemasan plastik sekali pakai yang dapat terurai didalam tanah dalam waktu 90-180 hari tanpa mencemari lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah organik, BioBanPack tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap plastik berbasis fosil/ minyak bumi, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dengan pemanfaatan sumber daya yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang melibatkan eksplorasi bahan, formulasi komposisi, dan pengujian produk. Proses pembuatan BioBanPack melibatkan larutan pati dari kulit pisang dan kulit singkong yang dikombinasikan dengan plasticizer seperti gliserol serta bahan pendukung lainnya untuk meningkatkan fleksibilitas dan daya tahan. Produk ini telah diuji dalam berbagai kondisi untuk memastikan ketahanan terhadap kelembaban, daya tarik mekanis, serta biodegradabilitasnya. Hasil uji menunjukkan bahwa BioBanPack dapat terurai dalam waktu 90-180 hari ditimbun dalam tanah , jauh lebih cepat dibandingkan plastik konvensional yang membutuhkan ratusan tahun untuk terurai. Selain itu, inovasi ini menawarkan keunggulan dalam hal keberlanjutan, karena bahan baku yang digunakan berasal dari limbah kulit pisang yang tidak terpakai. BioBanPack memiliki potensi penerapan yang luas, baik dalam industri makanan, kemasan produk, maupun sektor pertanian. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya produk ramah lingkungan, inovasi ini berpeluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai solusi pengganti plastik yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Diharapkan, BioBanPack dapat menjadi langkah nyata dalam mengurangi pencemaran plastik dan mendukung penerapan gaya hidup berkelanjutan di masyarakat.

Page 3 of 4 | Total Record : 34