cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
USULAN STRATEGI PERUSAHAAN CV KURNIA JAYA MENGGUNAKAN MATRIKS PERUMUSAN STRATEGI Padil, Adi Yusup; Rukmi, Hendang Setyo; Kurniawan, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.868 KB)

Abstract

CV Kurnia Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pembuatan alat-alat kontruksi besi yang berlokasi di Cikarang Utara. Saat ini, jumlah pesaing di sekitar CV Kurnia Jaya sebanyak 28 perusahaan. Untuk menghadapi banyaknya pesaing tersebut, CV Kurnia Jaya harus memiliki strategi yang tepat dengan memperhatikan faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal mengacu kepada aktivitas-aktivitas rantai nilai Porter (2011). Faktor eksternal mengacu kepada Five Force Model dari Porter (2011) dan lingkungan makro dari Nilasari (2014). Metode yang digunakan untuk merancang strategi perusahaan yaitu matriks EI, analisis SWOT, dan matriks BCG. Karena adanya keterbatasan sumber daya yang dimiliki perusahaan, maka dilakukan penentuan skala prioritas strategi menggunakan QSPM. Strategi yang diprioritaskan QSPM adalah meningkatkan kualitas produk dan pelayanan. Kata kunci: Perumusan Strategi, Strategi Perusahaan, Meningkatkan Daya Saing ABSTRACT CV Kurnia Jaya is a company engaged in the manufacture of steel construction tools located in North Cikarang. Nowadays, number of its competitors is 28 companies. In order to compete with its competitors, CV Kurnia Jaya should have effective strategies by observing internal and external factors. Internal factors refer to the activities of Porter’s (2011) value chain. External factors refer to Porter’s (2011) Five Force Model and Nilasari (2014) macro-environment. The methods used to design the company's strategies are the EI matrix , SWOT analysis, and the BCG matrix. Due to limited resources of the company, then the strategies are prioritized using QSPM. A strategy that prioritized based on QSPM is to improve the quality of products and services. Keywords: Formulation of Strategy, Corporate Strategy, Enhance Competitiveness
Analisis Kelayakan Usaha Kopi Luwak Di Bali Winantara, I Made Yogi; Bakar, Abu; Puspitaningsih, Ratna
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.818 KB)

Abstract

Pebisnis kopi luwak di Bali belum dapat memenuhi permintaan yang datang dari konsumen. Berdasarkan keterangan dari beberapa pengusaha kopi luwak di Bali, peningkatan permintaan mencapai 20%-25% per tahun, namun kemampuan supply masih terbatas. Sehingga perlu dilakukan analisis kelayakan usaha kopi luwak. Hasil dari analisis ditinjau dari aspek pasar yakni usaha kopi luwak memiliki peluang pasar yang positif di Bali. Aspek teknis, kapasitas produksi sesuai target penjualan dengan fasilitas yang mendukung usaha. Aspek MSDM, memiliki struktur organisasi dengan tenaga kerja yang cukup. Aspek legal dan lingkungan, usaha kopi luwak legal dan memenuhi perizinan yang berlaku serta terdapat penanggulangan terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Aspek finansial, payback period 3 tahun 5 bulan, Net Present Value positif Rp363.970.733,-, serta Internal Rate of Return lebih besar dari MARR yaitu 21%.   Kata kunci: Kopi Luwak, Bali, Analisis Kelayakan Bisnis   ABSTRACT Businessman civet coffee in Bali have not been able to meet the demand coming from consumers. Based on information from several businessmen civet coffee in Bali, the increase in demand of 20% -25% per year, but the supply ability is still limited. So it is necessary to feasibility analyze of civet coffee bussiness. The results in terms of the analysis of the market aspects, civet coffee business has a positive market opportunities in Bali. Technical aspects, the production capacity in accordance with the sales targets and have facility that support the business. Aspects of HRM, has an organizational structure with sufficient labor. Legal and environmental aspects, legal civet coffee business and meet applicable licensing and there are countermeasures against environmental impact. Financial aspects, the payback period is 3 years and 5 months, the Net Present Value positive Rp363.970.733, -, as well as the Internal Rate of Return greater than the MARR is 21%. Keywords: Civet Coffee, Bali, Business Feasibility Analysis
USULAN PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI UNTUK MENGURANGI PEMBOROSAN PADA LANTAI PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN KONSEP LEAN MANUFACTURING Bonita, Avissa; Rispianda, Rispianda; Liansari, Gita Permata
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.846 KB)

Abstract

C59 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil. Jenis, model dan ukuran yang beragam pada produk C59 membuat perusahaan tersebut sering mengalami pemborosan. Lean manufacturing merupakan konsep yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan menggunakan Value Stream Mapping dan perhitungan lead time serta value-to-waste ratio dapat diketahui kondisi perusahaan saat ini. Kondisi tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode 5 Why dan metode 5W-1H serta diberikan usulan perbaikan seperti menggunakan material handling, visual control, push system, dan workstation design. Penerapan usulan tersebut dapat menurunkan nilai lead time menjadi 482,758 menit dan menaikan nilai value-to-waste ratio menjadi 2,54 %. Kata Kunci: Lean Manufacturing, Pemborosan, Value Stream Mapping ABSTRACT C59 is a company engaged in the field of textile industry. The variation of Types, models and sizes on C59 products make the company often have waste. Lean manufacturing is a concept that can be used to overcome these problems. By using Value Stream Mapping and calculation of lead time also waste-to- value ratio can be known existing condition of the company. The condition was then analyzed using 5 Why and 5W - 1H method and given the proposed such as using material handling, visual control, push system, and workstation design. Implementation of the proposed improvements could reduce the lead time value into 482.758 minutes and increase the value of value-to-waste ratio to 2.54 % Keywords: Lean Manufacturing, Waste, Value Stream Mapping
Peningkatan Daya Tarik Unit Kegiatan Mahasiswa Itenas Berdasarkan Teori Dasar Pembentukan Kelompok KUSUMAH, FAKRY FIRDAUS TEJA; Rukmi, Hendang Setyo; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.989 KB)

Abstract

Tahun 2010 Itenas mengadakan program baru yaitu Sistem Kredit Kemahasiswaan (SKK) yang bertujua nmembekali kemampuan soft skill. Program SKK dapat ditunjang oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Itenas. Namun minat mahasiswa Itenas (angkatan 2011) yang menjadi anggota UKM hanya 26,27%. Maka perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat mahasiswa dengan memperhatikan teori dasar pembentukan kelompok. Metode yang digunakan adalah Analisis Faktor. Hasil pengolahan data diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa adalah status dan harga diri, interaksi dan afiliasi, rasa aman secara akademis, dukungan timbale balik yang positif, identitas sosial, dukungan emosional, saling tergantung untuk mencapai suatu tujuan, sosial, dan kebutuhan untuk evaluasi diri terhadap anggota lainnya. Kata kunci: Teori Dasar Pembentukan Kelompok, Analisis Faktor, SPSS   Abstract In 2010, Itenas develops a new program called SKK, which to increase the soft skill’s ability of students. The program can be supported by UKM. They are only 26,27% of Itenas’s student (especially the sophomore) who join UKM.UKM should have to know what factors that could affect the interest of the student with the basic theory of the group’s establishment. The method which is used is factor analysis. The result shows that some factors which is related to the student’s interest are status and self-esteem, interaction and affiliation, academic security, mutual support positive social identity, emotional support, interdependent to achieve a goal, the social, and the need for self-evaluation of the other member. Keywords: Basic Theory of Group Formation, Factor Analysis, SPSS
RANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU SANDAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE SINGLE ITEM SINGLE SUPPLIER DAN MULTI ITEM SINGLE SUPPLIER (STUDI KASUS DI PT CAT STYLE) Rusli, Eflin Oktavia; Prassetiyo, Hendro; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.993 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas sistem pengendalian persediaan bahan baku sandal dengan metode Single Item Single Supplier dan Multi Item Single Supplier. Metode Single Item Single Supplier digunakan untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku, frekuensi pemesanan, interval pemesanan, dan total biaya persediaan untuk satu bahan baku dari satu supplier. Metode Multi Item Single Supplier digunakan untuk mengetahui jumlah pemesanan bahan baku, frekuensi pemesanan, interval pemesanan dan total biaya persediaan untuk beberapa bahan baku dari satu supplier. Kedua metode ini digunakan untuk meminimumkan total biaya persediaan yang dikeluarkan perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat menurunkan total biaya persediaan sebesar 0,003% hingga 0,96% dibandingkan dengan total biaya persediaan sebelumnya. Kata kunci: Persediaan, Single Item Single Supplier, Multi Item Single Supplier   ABSTRACT This research is examining about inventory controlling system for sandal raw material with Single Item Single Supplier and Multiple Items Single Supplier methods. Single Item Single Supplier method is being used to get the data about raw material order, order frequencies, order interval, and inventory total cost for one raw material from one supplier. Multiple Item Single Supplier method is being used to get the data about raw material order, order frequencies, order interval, and inventory total cost for some raw materials from one supplier. Both of this methods could be used to minimize the inventory total cost that the company usually spends. This research shows that the company can decrease the inventory total cost from 0,003% to 0,96% compared to the inventory total cost before. Keywords: Inventory, Single Item Single Supplier, Multi Item Single Supplier
Usulan Perbaikan Rute Pendistribusian Beras Bersubsidi Menggunakan Algoritma Genetika Yoza, Hartika; Susanty, Susy; Imran, Arif
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.121 KB)

Abstract

Pemindahan produk seringkali dipengaruhi oleh jarak yang jauh dan kapasitas kendaraan yang berdampak pada lamanya waktu pengiriman dan biaya operasional yang dibutuhkan selama proses pengiriman berlangsung. Pemilihan tipe kendaraan dan rute adalah komponen penting dalam proses pengiriman produk. Permasalahan ini perlu dikaji untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Algoritma genetika merupakan salah satu algoritma yang dapat digunakan dalam mengkaji permasalahan penentuan rute untuk mencari rute yang lebih baik dalam meminimumkan waktu penyelesaian total. Hasil penelitian sebelumnya Budikusuma (2012) yaitu urutan rute dengan waktu penyelesaian minimum pengiriman beras bersubsidi dijadikan sebagai input data. Waktu penyelesaian rute penelitian sebelumnya (Budikusuma, 2012) sebesar 23320.833 menit, sedangkan rute perbaikan alternatif dengan Pc = 0.2 dan Pm = 0.04 mampu menghasilkan total fitness yang lebih singkat sebesar 21486.2 menit. Kata kunci: Distribusi, rute, algoritma genetika, tur
MODEL PENENTUAN KUANTITAS PLASTIK BEKAS UNTUK HOME INDUSTRY DAUR ULANG DENGAN PENDEKATAN GOAL PROGRAMMING Verza, Mochamad; Suprayogi, Suprayogi; Susanty, Susy
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.155 KB)

Abstract

Makalah ini membahas mengenai model reverse logistics yang terintegrasi dengan pendekatan goal programming untuk menyelesaikan masalah dengan multi-objective, kemudian untuk mencari jumlah plastik bekas yang optimal dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan, yang diwakili oleh fungsi tujuan minimisasi biaya reverse logistics, minimisasi dampak lingkungan dan maksimisasi pengumpulan plastik bekas. Model dirancang untuk home industry plastik bekas di Kiaracondong kota Bandung. Model diimplementasikan untuk 1 recycling center, 1 collection center, 1 disposal center, 5 end customer, 1 first customer, dengan periode 1 bulan. Disimpulkan bahwa dari 6 kombinasi fungsi tujuan memiliki output berupa 2 kelompok pencapaian, dimana varian pertama fungsi tujuan maksimisasi pengumpulan plastik tidak tercapai, dan varian kedua dimana fungsi tujuan biaya reverse logistics tidak tercapai, hal ini karena perbedaan prioritas. Kata kunci : Reverse Logistics, Plastik Bekas, Goal Programming.   ABSTRACT This paper discusses the model of integrated reverse logistics with the goal programming approach to solve the problem with multi-objective, then to find the optimal amount of scrap plastic from the economic and environmental aspects, which are represented by the objective function minimization reverse logistics costs, minimization of environmental impact and maximization of collecting scrap plastic. The model is designed for home industry Kiaracondong used plastic in the city of Bandung. The model is implemented for 1 recycling center, 1 collection center, 1 disposal center, 5 end customer, 1 first customer, with a period of 1 month. It was concluded that the combination of the objective function of 6 has an output in the form of two groups of achievement, where the first variant of collecting plastic maximization objective function is not reached, and the second variant in which the function of reverse logistics cost goals are not achieved, it is because of differences in priorities. Keywords: Reverse Logistics, Scrap Plastic, Goal Programming.
Peningkatan Employee Engagement Untuk Teknisi Dan Karyawan Non Administrasi Itenas HANIM, MARDIA; Yuniati, Yoanita; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.123 KB)

Abstract

Engagement menurut DDI adalah “the extent to which people enjoy and believe what they do, and feel valued for doing it”. Penelitian dilakukan di Itenas Bandung, dimana masih terdapat keluhan dari mahasiswa Itenas mengenai pelayanan para karyawan yang dapat menunjukkan bahwa para karyawan tersebut belum engaged. Pengukuran dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, dengan responden 81 orang. Hasil penelitian menunjukkan nilai tingkat engagement adalah 2,79 (skala 1-4) yang berada di tingkat sedang. Dua item nilai indeksengagement terendah yaitu item ke-27 (indeks 2,58) dan item ke-7 (indeks 2,52). Usulan perbaikan adalah perbaikan manajemen,seperti: reward dan punishment, perencanaan peningkatan kompetensi kinerja karyawan teknisi dan non administrasi, serta upaya penambahan karyawan untuk mengawasi pekerjaan karyawan ditiap unit.   Kata kunci: Employee Engagement, Teknisi dan pegawai Non Administrasi. ABSTRACT Engagement according to DDI is "the extent to the which people enjoy and believe what they do, and feel valued for doing it". The study was conducted in Itenas where there are complaints from students about the services Itenas employees who showed that it is not engaged. Measurements were made by distributing questionnaires, with 81 respondents. The results show the value of the level of engagement was 2.79 (scale 1-4) who are inthe medium level. Two items index value of the lowest engagement is the 27th item (index 2.58) and Item 7th (index 2.52). Proposed improvements are management improvements, such as: reward and punishment, competency employee performance improvement plan, and increasing employee to supervise the work ofemployeesin each unit. Keywords: employee engagement, non technicians and administrative
USULAN PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN JASA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) DI LBPP LIA MARTADINATA KOTA BANDUNG Nugraha, Luthfi; Yuniar, Yuniar; Harsono, Ambar
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.067 KB)

Abstract

LBPP LIA Martadinata harus mampu menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan jasa agar mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan bahasa inggris lainnya. Service Quality (SERVQUAL) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa berdasarkan analisis terhadap 5 Gap. Kuesioner penelitian terdiri dari 20 atribut kualitas pelayanan yang diturunkan berdasarkan 5 dimensi pokok kualitas jasa (Zeithaml, et al, 1990). Hasil perhitungan menunjukan bahwa terdapat 20 atribut pelayanan jasa bernilai negatif pada Gap 5. Terdapat masing-masing 10 atribut yang ditemukan bernilai negatif pada perhitungan Gap 1 dan Gap 3, yang merupakan penyebab terjadinya Gap 5 bernilai negatif. Selain itu terdapat pula 3 atribut yang telah dijanjikan dan dikomunikasikan secara eksternal oleh lembaga, bernilai negatif pada perhitungan Gap 4. Kata kunci: Pendidikan Bahasa Inggris, Kualitas Pelayanan, SERVQUAL, Gap   ABSTRACT LBPP LIA Martadinata should be able to maintain and improve the quality of services in order to compete with the other english educational institutions. Service quality (SERVQUAL) is one of methods that can be used to improve the quality of services based on an analysis of the Gap 5. The questionnaire consisted of 20 attributes of service quality are derived based on the 5 key dimensions of service quality(Zeithaml, et al, 1990). Calculation shows that there are 20 attributes of services is negative in the Gap 5. There are 10 attributes each of which has a negative value in the calculation of the Gap 1 and Gap 3 which is the cause of the Gap 5 is negative. In addition, there are also 3 attributes that have been promised and communicated externally by the agency, is negative in the calculation of the Gap 4. Keywords: Education of English Language, Quality Service, SERVQUAL, Gap
Pengukuran Performansi di PT. XYZ dengan Pendekatan MBCfPE pada Kriteria Fokus Pelanggan dan Hasil Bisnis Novrianto, Wisnu; Harsono, Ambar; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.684 KB)

Abstract

Malcolm Baldrige for Performance Excellence (MBCfPE) merupakan salah satu alat untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan dan terus-menerus. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap kinerja di PT. XYZ dengan menggunakan Malcolm Baldrige for Performance Excellence (MBCfPE) khususnya fokus pelanggan dan hasil bisnis. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner. Dari pengumpulan data tersebut, selanjutnya dibuat profil organisasi, dokumen aplikasi proses dan hasil, review proses dengan metoda ADLI (Approach, Deploy, Learning, dan Integration) dan review hasil dengan metoda LeTCI (Level, Trends, Comparisons, dan Integration), penilaian untuk review proses dan hasil, serta penilaian keseluruhan perusahaan. Skor review proses terbagi atas dua, yaitu suara pelanggan sebesar 14,85 dan kerekatan pelanggan sebesar 13,2. Untuk skor hasil fokus pelanggan diperoleh sebesar 38,7. Skor perusahaan dari keseluruhan kriteria adalah 318,85. Kata kunci: Pengukuran Kinerja Perusahaan, Malcolm Baldrige