cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
Pengukuran Performansi di PTXYZ dengan Pendekatan MBCFPEP ada Kriteria Kepemimpinan dan Hasil Bisnis Restyananda, Adhiguna Prajna; Harsono, Ambar; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.037 KB)

Abstract

Pengukuran performansi yang terintegrasi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan perusahaan untuk mengidentifikasi kelemahan yang harus diperbaiki. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran performansi yang terintegrasi yaitu melalui pendekatan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE). Dalam MBCfPE, terdapat tujuh kriteria yang diukur. Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran melalui pendekatan MBCfPE di PT XYZ untuk kriteria kepemimpinan dan hasil bisnis. Tahapan penelitian dimulai dengan pengumpulan data melalui wawancara dan survei, dilanjutkan dengan membuat profil organisasi dan dokumen aplikasi. Langkah selanjutnya yaitu dilakukan review proses dan hasil berdasarkan dokumen aplikasi, lalu dilanjutkan dengan scoring. Pada penelitian ini didapatkan skor untuk kriteria kepemimpinan sebesar 39,6, untuk kriteria hasil bisnis kepemimpinan dan tata kelola sebesar 34,4, dan skor perusahaan secara keseluruhan sebesar 318,85. Kata kunci: Pengukuran Performansi, Malcolm Baldrige
ANALISIS TINGKAT KELELAHAN DAN KANTUK PADA PENGEMUDI BUS X BERDASARKAN METODE OBJEKTIF DAN SUBJEKTIF Juliatara, Birditha; Desrianty, Arie; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.3 KB)

Abstract

Mengemudi merupakan pekerjaan yang monoton apabila dilakukan secara terus menerus. Pekerjaan monoton akan memicu timbulnya kelelahan dan kantuk. Kelelahan dan kantuk merupakan faktor pemicu human error yang akan mengakibatkan resiko kecelakaan. Oleh karena itu perlu adanya pengukuran tingkat kelelahan dan pengukuran tingkat kantuk pada pengemudi agar dapat meminimasi terjadinya human error dan resiko kecelakaan. Pengukuran dilakukan dengan metode Elektroensefalograf (EEG) untuk pengukuran secara objektif dan metode Visual Analog Scale (VAS) untuk pengukuran secara subjektif. Hasil pengukuran menunjukan bahwa adanya kelelahan yang dialami beberapa pengemudi akibat adanya beban fisik maupun mental sebelum mengemudi dan kantuk yang dirasakan akibat jam kerja yang berlebih sehingga kurangnya waktu tidur.   Kata kunci: ergonomi, fisiologi kerja, kelelahan, kantuk   ABSTRACT Driving is a monotonous job when done continuously. Monotonous job will trigger the onset of fatigue and sleepiness. Fatigue and sleepiness is a trigger factor human error that will result in the risk of accidents. Hence the need for the measurement of the degree of fatigue and sleepiness level measurements on the driver to be able to manage the occurrence of human error and the risk of accidents. The measurement is done with the method Elektroensefalograf (EEG) for the measurement objectively and method of Visual Analog Scale (VAS) for the measurement of subjectively. The results of the measurements showed that the presence of fatigue that plagued some drivers due to physical or mental burden before driving and sleepiness a perceived due to excess hours of work so that lack of sleep time. Keywords: ergonomic, physiology of work, fatigue, sleepiness
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Jasa Pengiriman Paket Berdasarkan Hasil Pengukuran Menggunakan Metode Service Quality (Servqual) Di PT.X YUNIAR, SRI SUCI; Arijanto, Sugih; LIANSARI, GITA PERMATA
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.8 KB)

Abstract

Jumlah perusahaan jasa pengiriman paket yang semakin banyak dengan radius yang tidak terlalu berjauhan mengakibatkan persaingan semakin ketat. PT.X sebagai salah satu perusahaan jasa pengiriman paket harus bisa menjaga dan meningkatkan kualitas agar dapat menghadapi persaingan. Selain itu, PT.X sering mendapatkan keluhan dari konsumen terhadap pelayanan jasa pengiriman paket PT.X. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas pelayanan dan memberikan usulan perbaikan kualitas jasa pengiriman paket di PT.X berdasarkan hasil pengukuran menggunakan metode Service Quality (Servqual), sehingga perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan mengurangi tingkat keluhan konsumen dengan mengetahui penyebab keluhan terjadi. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai Rata-rata Servqual Score Gap 5 sebesar -0,417 artinya konsumen tidak puas terhadap pelayanan jasa PT.X. Hal ini disebabkan oleh manajemen yang tidak memahami ekspektasi konsumen, spesifikasi kualitas jasa, dan penyampaian jasa. Kata kunci: Kepuasan Pelanggan, Servqual, Analisis Gap, Usulan Perbaikan   Abstract The number of package delivery services company with a radius nearby resulted the competition gets tougher. PT.X as a package delivery service company should be able to maintain and improve quality in order to win the competition. On the other hand, PT.X often get complaints from consumers. This study aimed to measure the quality of service and provide suggestions for improvement in the quality of shipping services PT.X based on measurement using Service Quality (Servqual) Method, so the company can improve competitiveness and reduce of consumer complaints to determinant of caused the complaint occurred. Based on the research results, obtained average value Servqual Score of Gap 5 is  -0.417, it means consumers are not satisfied with the services PT.X. This is due to management not understanding the expectations of consumers, service quality specifications and service delivery. Keywords : Customer Satisfaction, Servqual, Gap Analysis, Improvements
RANCANGAN IMPLEMENTASI ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) PT WORLD YAMATEX SPINNING MILLS BANDUNG MENGGUNAKAN OPENBRAVO Nofri, Tania Rama; Rispianda, Rispianda; Liansari, Gita Permata
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.628 KB)

Abstract

Makalah ini berisi perancangan implementasi prosedur bisnis PT World Yamatex Spinning Mills Bandung menggunakan sistem enterprise resource planning (ERP) dengan software Openbravo. Implementasi dilakukan pada proses bisnis order produk, produksi produk, dan penyimpanan produk dengan menggunakan modul Openbravo. Modul Openbravo yang diimplementasikan diantaranya general set up, master data management, sales management, production management, warehouse management, dan procurement management. Perancangan implementasi prosedur bisnis perusahaan ke dalam software Openbravo dilakukan dengan menggunakan proses addition, elimination, simplification, automation, dan integration. Implementasi ERP yang dilakukan dapat mengurangi jumlah pekerjaan dan minimasi prosedur bisnis yang harus dilakukan divisi perusahaan. Kata kunci : perancangan, implementasi, ERP, Openbravo, proses bisnis   ABSTRACT This paper shows the design implementation of business procedures PT World Yamatex Spinning Mills Bandung using enterprise resource planning system (ERP) with Openbravo software. The implementation is done in the business process product orders, production, and storage products using Openbravo modules. Openbravo modules are implemented including the general set-up, master data management, sales management, production management, warehouse management, and procurement management. Design implementation of the company's business procedures into Openbravo software is done by using addition, elimination, simplification, automation, and integration process. Implementation of ERP can minimize the amount of work and also minimize business procedure  that have to do by company's division. Keywords: design, implementation, ERP, Openbravo, business procedure
Rancangan Meja Dapur Multifungsi Menggunakan Quality Function Deployment (QFD) Anggraeni, Mutiara; Desrianty, Arie; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.914 KB)

Abstract

Rancangan produk yang berkualitas adalah rancangan yang dibuat berdasarkan fungsi dasar produk yang disesuaikan dengan kualitas, kapasitas dan penampilan yang memuaskan konsumen, serta nilai tambahan yang dapat menunjang dan menarik keinginan konsumen seperti gaya dan variansi warna pada produk. Keterbatasan lahan membangun rumah menyebabkan ruang untuk dapur terbatas. Untuk itu dibutuhkan meja dapur multifungsi untuk menampung peralatan dapur. Pengguna dapur menginginkan produk yang fleksibel dalam penggunaan dan penyimpanannya dengan melihat kenyamanan pengguna dapur. Meja dapur dirancang dengan beberapa fungsi dengan metode Quality Function Deployment (QFD) yang merupakan sebuah metode perancangan yang langsung melibatkan konsumen. Meja dapur berguna untuk menaruh peralatan dan melakukan berbagai kegiatan. Meja dapur yang dihasilkan berguna untuk menaruh peralatan dan melakukan berbagai kegiatan kemudian memiliki kelebihan dapat dibawa jika berpergian dan pada saat pindah rumah dan memiliki beberapa posisi dengan berbagai fungsi dan kegiatan. Kata Kunci : Perancangan Meja Dapur Multifungsi, Quality Function Deployment ABSTRACT The design of a quality product is a design that is based on the basic functions of products tailored to the quality, capacity and performance to satisfy the consumer, as well as the additional value that can support and attract consumer desires such as style and color variance in the product. A limitation of land to build a house has limited space for the kitchen. That requires a multifunctional kitchen table to accommodate kitchen appliances. Kitchen users want products that are flexible in use and storage by looking at the user's convenience kitchen. The kitchen table is designed with multiple functions by using Quality Function Deployment (QFD), which is a design method that directly engages consumers. The kitchen table is useful to put equipment and perform various activities. The kitchen table is generated useful to put equipment and perform a variety of activities and then have the advantage to be taken if it is traveling and when moving house and have some positions with a variety of functions and activities. Keyword : Design multifunctional kitchen table, Quality Function Deployment
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SUSU SAPI MURNI DI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS DI JEGUD MILK) Darmaseptana, Dally; Saleh, Alex; Kurniawan, Dwi
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.104 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kelayakan usaha terhadap Jegud Milk, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan kapasitas produksi Jegud Milk dalam pengolahan susu sapi murni Di Kota Bandung. Pengembangan kapasitas produksi dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar dan ekspansi pemasaran yang lebih besar. Untuk mengembangkan kapasitas produksi, dibutuhkan investasi yang tidak sedikit, sehingga dibutuhkan suatu analisis kelayakan usaha pengolahan susu sapi murni yang berkaitan dengan lima aspek, yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek legal dan lingkungan, aspek manajemen sumber daya manusia, dan aspek finansial. Berdasarkan kelima aspek tersebut, dihasilkan parameter kelayakan berupa Payback period (PP) 2 tahun 1 bulan, Nilai Net Persent Value (NPV) sebesar Rp 1.379.738.166,36 dan Nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 31,4%. Kata Kunci: Kapasitas Produksi, Susu Sapi Murni, Investasi, Analisis Kelayakan Usaha.   ABSTRACT This research is a feasibility study to Jegud Milk, this research conducted to develop capacity Jegud Milk production in the processing of cow's milk in Bandung. The development of production capacity aims to meet market demand and expansion of larger marketing. To develop the production capacity, it takes no small investment, so it needed a feasibility analysis of cow's milk processing business related to five aspects, that is market and marketing aspects, technical aspects, legal and environmental aspects, human resource management aspects, and financial aspects. Based on the five aspects, is produced feasibility parameters, including Payback Period (PP) for 2 years 1 month, Net Persent Value (NPV) of Rp 1.379.738.166,36 and Internal Rate of Return (IRR) 31,4%. Keywords: Production Capacity, Cow’s Milk, Investment, Feasibility Analysis.
USULAN RANCANGAN TAS SEPEDA TRAIL MENGGUNAKAN METODE ERGONOMIC FUNCTION DEPLOYMENT (EFD) Firmansyah, Reza Adrianto; Desrianty, Arie; Herni, Fifi
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.689 KB)

Abstract

Bike trial adalah salah satu jenis olah raga sepeda yang tidak memiliki tempat duduk dan bentuk frame sepeda yang lebih ramping dari sepeda lainnya. sehingga bike trial tidak dapat digunakan untuk jarak tempuh yang jauh. Kendala yang biasa dihadapi para pengendara bike trial adalah kesulitannya membawa sepeda saat berpergian jauh. Oleh karena itu dibutuhkan alat bantu berupa tas sepeda untuk memudahkan membawa bike trial. Tas sepeda dirancang dengan menggunakan metode Ergonomic Function Deployment (EFD) agar pengguna tas sepeda ini dapat semua prinsip ENASE (efektif, nyaman, aman, sehat, efisien). Berdasarkan prinsip ENASE maka dapat diketahui kebutuhan konsumen terhadap produk kemudian perancangan tas sepeda didasari dari kebutuhan konsumen tersebut. Tas sepeda yang dihasilkan memiliki dimensi 110 x 28 x 58 (cm), dimensi tas didapat dari pengukuran geometri bike trial. Bahan tas yang digunakan adala cordura D 1682, tas sepeda dapat dilipat agar mudah untuk membawa atau menyimpannya saat tidak digunakan. Kata kunci: perancangan produk, Ergonomic Function Deployment, tas sepeda   ABSTRACT Bike trials is one type of exercise bike that does not have a seat and a bike frame shape is more slender than the other bikes. so the bike trial can not be used for long distance. Constraints commonly faced trial bike riders is the difficulty to bring a bike to travel far. Therefore we need tools such as a bike bag for easy carrying bike trial. Bike bag is designed by using the method Ergonomic Function Deployment (EFD) so that users can bag this bike all ENASE principle (effective, convenient, safe, healthy, efficient), based on the principle ENASE it can be seen consumer demand for products and then design a bike bag based on the needs the consumer. The resulting bike bag has dimensions of 110 x 28 x 58 (cm), obtained from measurements of the dimensions of the bag geometry trial bike. Materials used are cordura bag D 1682, bike bag can be folded for easy to carry or store it when not in use. Keywords: product design, Ergonomic Function Deployment, bicycle bag
ANALISIS KELAYAKAN BISNIS KERTAS BERBAHAN BAKU RUMPUT LAUT SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU PADA INDUSTRI KERTAS Prasetya, Ario Teguh; Nugraha, Cahyadi; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.953 KB)

Abstract

Peningkatan jumlahproduksi kertas nasional berdampak pada penebangan hutan dalam skala besar dan berpotensi merusak hutan.Namun saat ini telah ditemukan alternatif bahan baku untuk produksi kertas yaitu rumput laut.Peluang untuk industrialisasi kertas berbahan baku rumput laut cukup terbuka.Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadapisu pelestarian lingkungan menjadi alasan untuk melakukan investasi pada bisnis kertas rumput laut.Makalah ini memuat penelitian untuk analisis kelayakan bisnis untuk kertas dari rumput laut. Dalam melakukan analisis kelayakan bisnis ini, dilakukan analisis aspek pasar, aspek teknis,aspek legal dan lingkungan, aspek manajemen sumber daya manusia, serta aspek finansial.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa investasi bisnis kertas berbahan baku rumput laut layak untuk direalisasikan.Dengan target produksi rata-rata sebesar 930 ton per tahun didapatkan Payback Period selama 4 tahun 2 bulan, Net Present Value sebesar Rp 6.349.823.484,-, dan Internal Rate of Return sebesar 26,048%. Kata kunci:Industri kertas, rumput laut, analisis kelayakan bisnis ABSTRACT The increased amount of paper production will have a big impact on the pace of deforestation.However, the alternative of raw material for paper production has been found, that isalgae. The opportunity for algae-based paper industrialization is currently open. The increasing of public awareness on environmental issues is a reason to conduct a business investment in algae-based paper. This papercontains a research to analyze the feasibility of algae-based paper investment. The feasibility analysis consists of the analysis of market, technical, legal and environmental, human resource management, and financial. The conclusion is that the algae-based paper investment is reasonable to be implemented. With a target of 930 tons per year of production, the company will reach The Payback Period in 4 years and 2 months, earn Net Present Value Rp 6.349.823.484,-,and Internal Rate of Return 26,048%. Keywords: Paper industry, algae, feasibilityanalysis
RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU TALANG MENGGUNAKAN MODEL PERSEDIAAN STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT SANLON Kartikasari, Enden Citra; Zaini, Emsosfi; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.045 KB)

Abstract

PT Sanlon merupakan perusahaan yang memproduksi talang dan memiliki dua supplier yaitu PT Lautan Luas dan PT AKR. PT Sanlon memiliki masalah dalam pemesan bahan baku, pemesanan ini dilakukan secara individual order atau pemesanan secara terpisah pada supplier. Solusinya adalah sistem pemesanan dari satu supplier yang memeasok bahan baku terbanyak dilakukan secara gabungan atau joint replenishment, Model stokastik joint replenishment yang dikembangkan oleh Eynan & Kropp (1998) dapat membantu dalam memperbaiki sistem pengendalian bahan baku di PT Sanlon menggunakan Model-P atau model periodic review. Periodic review terlebih dahulu menentukan interval waktu pemesanan untuk memperbaiki sistem persediaan bahan bakunya. Kata kunci: pengendalian persediaan bahan baku, joint replenishment, Model-P ABSTRACT PT Sanlon is a company that manufacture gutters and has two main suppliers are PT Lautan Luas and PT AKR. PT Sanlon have problem in ordering raw materials, ordering raw materials are in individually order or booking separately on supplier. The solution is a system of reservations one supplier of raw materials with joint replenishment, model stochastic joint replenishment by Eynan and Kropp (1998) can assist in improver raw material control system at PT Sanlon use Model-P or model periodic review. Periodic review to first determine the time interval for reservation for repair material inventory system. Keyword: raw material inventory control, joint replenishment, Model-P
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MILK CUP UNTUK MENGURANGI JUMLAH CACAT MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA Gunawan, Indra; Taropratjeka, Harsono; Liansari, Gita Permata
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.427 KB)

Abstract

Tahapan inti dari six sigma adalah Define, Measure, Analyze, Improve, Control. Pada penelitian ini, tahap improve dilakukan dengan perancangan Eksperimen yang bertujuan menghasilkan setting optimal dari faktor mesin yang menjadi penyebab paling potensial terjadinya cacat berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Bocor lid dan Pecah cup merupakan cacat yang paling sering terjadi proses. Berdasarkan hasil perancangan eksperimen eksperimen dihasilkan bahwa setting temperatur sealing 255°C dan kecepatan konveyor 75rpm menghasilkan jumlah cacat yang minimum. Peningkatan kualitas terjadi dengan menurunkan DPMO sebelum perbaikan sebesar 13.920 dan nilai sigma 3,6990 menjadi DPMO sebesar 1.892 dan sigma 4,4020. Perusahaan harus terus melakukan pengendalian secara berkesinambungan agar jumlah cacat dapat terus berkurang. Kata kunci: Milk cup, Six Sigma, PDPC, FMEA, Perancangan Eksperimen   ABSTRACT Core phases of six sigma are Define, Measure, Analyze, Improve, Control. In this study, the improve phase to design experiments aimed at generating optimal settings of the factors that cause the machine most potential defects based on the value of the Risk Priority Number (RPN). The leak of cup lids and broken cups are the most occured defects in the process. Based on the results of the design of experiment the setting of sealing temperature at 255 ° C as well as conveyor speed 75rpm produce  minimum number of defects. Improved quality by reducing DPMO occur before and after repair are 13,920 DPMO for sigma value of 3.6990, and 1.892 DPMO for 4.4020 sigma. The Company must continue to exercise control on an ongoing basis in order to be able to continue to decrease the number of defects. Keywords:Milkcup, Six Sigma, PDPC, FMEA,Design Experiment

Page 10 of 45 | Total Record : 442