cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK KWH METER PRIMA 1110 DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA PERUSAHAAN PT.INTI (PERSERO) Fadhilah, Fitri; Helianty, Yanti
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.831 KB)

Abstract

PT.INTI merupakan perusahaan telekomunikasi yang memproduksi produk Kwh Meter Prima 1110, SBM Solar dan seluler IMO. Berdasarkan informasi dari pihak perusahaan bahwa produk Kwh Meter Prima 1110 ini memiliki proporsi kecacatan 2% dari jumlah produksi pada periode Agustus 2014 dan proporsi kecacatan tersebut adalah tertinggi dibandingkan produk lainnya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka metode yang dapat digunakan adalah metode Six Sigma. Penelitian ini digunakan untuk dapat memberikan usulan kepada pihak perusahaan guna memperbaiki kualitas produk Kwh Meter Prima 1110. Hasil yang diperoleh setelah menggunakan metode Six Sigma yaitu berupa nilai DPMO sebesar 81.101,190 dan nilai Sigma sebesar 2,897 . Kata kunci: Kualitas, Six Sigma, DPMO PT.INTI is a telecomunication company that produces Kwh Meter Prima 1110, SBM Solar and selular IMO. Based on information from the company that this product has a defect proportion of 2% of total production in the period August 2014 and the proportion defect is the highest compare with other product. To solve the problem is used method Six Sigma. This research used to proposed the company for improve quality of product Kwh Meter Prima 1110. The result used Six sigma method obtained DPMO values are obtained 81.101,190 and the value of Sigma 2,897 . Keywords: Quality, Six Sigma, DPMO
Usulan Perbaikan Untuk Mengurangi Jumlah Cacat pada Produk Sandal Eiger S-101 Lightspeed dengan Menggunakan Metode Six Sigma Nailah, Nailah; Harsono, Ambar; LIANSARI, GITA PERMATA
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.393 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuatusulan perbaikan untuk mengurangi jumlah cacat pada produk sandal dengan menggunakan metode six sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control).Pada tahap define ditemukan jenis cacat yang paling sering terjadi adalah cacat spreading glue is not even. Pada tahap measure didapatkan nilai DPMO sebesar 59.921 dengan nilai sigma sebesar 3,055. Dari hasil analisis menggunakan tree diagram ditemukan faktor-faktor penyebab cacat pada produk diantaranya cara pengeleman yang kurang efektif, kurangnya pemeriksaan terhadap proses, faktor operator, dan faktor lingkungan kerja. Pada tahap improve dilakukan perbaikan terhadap proses dan didapatkan nilai DPMPO sebesar 11.501 dengan nilai sigma sebesar 3,789. Perubahan nilai sigma yang terjadi sebesar 0,734. Pengendalian dapat dilakukandengan cara penggunaan check sheet dan adanya pemeriksaan pada setiap prosesnya agar jumlah cacat dapat terus berkurang. Kata Kunci: six sigma, DMAIC, DPMO, nilai sigma   ABSTRACT This research proposal aims to make improvements to reduce the number of defects in the product sandals using the six sigma DMAIC phases through (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control). In the define phase is found types of defects are the most common defect is not even spreading glue. In the measure phase DPMO value of 59 921 obtained with a sigma value of 3.055. From the analysis using a tree diagram of the factors found to cause defects in such products are less effective way of gluing, the lack of examination of the process, the operator factor, and work environment factors. At this stage of repairs to improve the process and obtained values ​​of 11 501 DPMPO the sigma value of 3.789.Changes that occur sigma value of 0.734. Control can be done by use of the check sheet and a hearing on any process in order to continue to decrease the number of defects. Keywords:six sigma, DMAIC, DPMO, sigma value
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN SERVICE KENDARAAN BERMOBIL MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DI PT SILOAM KIA BANDUNG Nugraha, Tubagus Angki; Harsono, Ambar; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.837 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan PT SILOAM KIA Bandung untuk meningkatkan kualtas jasa dengan menggunakan di Service quality (SERVQUAL). Hasil perhitungan menunjukan bahwa terdapat 8 atribut pelayanan jasa bernilai negatif pada Gap 5, artinya terdapat kesenjangan antara persepsi konsumen dengan ekspektasi konsumen. Terdapat 4 atribut yang bernilai negatif pada perhitungan Gap 1 yang menunjukkan manajemen belum memahami beberapa atribut yang menjadi keinginan dari konsumen. Dari 4 atribut yang bernilai positif pada gap 1,  terdapat masing-masing 2 atribut yang bernilai negatif pada perhitungan Gap 2 dan Gap 3, yang merupakan penyebab terjadinya Gap 5 bernilai negatif. Selain itu, dari 3 atribut yang telah dijanjikan dan dikomunikasikan secara eksternal oleh perusahaan, semuanya bernilai negatif pada perhitungan Gap 4. Nilai negatif menunjukan bahwa konsumen belum merasa puas dengan yang diberikan oleh perusahaan. Kata kunci: Perusahaan Otomotif, Kualitas Pelayanan, SERVQUAL, Gap   ABSTRACT This research was conducted by PT SILOAM KIA Bandung to improve the quality of services using in Service quality ( SERVQUAL ). Calculation shows that there are 8 attributeswith negative values at Gap 5, which means that there is a gap between the perception of the consumer and the consumer expectations. There are four attributes with negative values in Gap 1 which shows that the managementdo not understand some of the expectation of the consumer. Of the four attributes that are positive in the gap 1, there are respectively two attributes with negativevalues in calculation of Gap Gap 2 and 3, which are the cause of the negative values in Gap 5 . In addition, from 3 attributes that have been promised and communicated externally by the company, all have negative values at Gap calculation 4. The negative values indicate that the costumer has not satisfied yet with the services provided by the company. Keywords: Automotive Company, Service Quality, SERVQUAL, Gap
Analisis Kesiapan Sertifikasi ISO 9001:2008 Pada Kesatuan Bisnis Mandiri Jasa Lingkungan dan Produk Lain Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten Prasetia, Jembar; Rukmi, Hendang Setyo; Harsono, Ambar
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.103 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan loyalitas dan kepuasan pelanggan, perusahaan perlu meningkatkan kualitas produk atau jasa. Upaya yang dilakukan perusahaan adalah dengan meningkatkan sistem manajemen yang prima dengan ISO 9001:2008 yang merupakan suatu persyaratan internasional untuk sistem manajemen suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aspek-aspek yang sudah memenuhi dan belum memenuhi klausul-klausul ISO 9001:2008. Checklist yang digunakan mengacu pada rancangan Sachbudi Abbas, yang ditujukan kepada pihak manajemen KBM JLPL. Berdasarkan hasil pengisian checklist pertanyaan dapat disimpulkan  sebanyak 208 pertanyaan (92,04%) perusahaan telah memenuhi persyaratan ISO 9001:2008, sebanyak 14 pertanyaan (6,19%) tidak sesuai dan empat pertanyaan (1,77%) belum memenuhi persyaratan ISO 9001:2008. Usulan perbaikan diberikan untuk klausul-klausul yang belum sesuai dengan persyaratan ISO 9001:2008. Kata kunci: ISO 9001:2008, Sistem Manajemen Mutu, Checklist Pertanyaan ABSTRACT To increase loyalty and customer satisfaction, the company needs to improve the quality of products or services. One way is to improve excellent management system by ISO 9001:2008, an international requirement for an enterprise management system. This study aims to look at the aspects that have to meet and do not meet the ISO 9001:2008 clauses. Checklist used is based on the design Sachbudi Abbas, addressed to the management KBM JLPL. Based on the results of the checklist questions can be conclude that  208 questions companies have to meet the requirements of ISO 9001:2008, as many as 14 questions is not appropriate and the four questions has not met the requirements of ISO 9001 : 2008. Proposed improvements are given for clauses that have not been in accordance with the requirements of ISO 9001:2008. Keywords: ISO 9001:2008, Quality Management Systems, Checklist Question 1. PENDAHULUAN 1.1 Pengantar Kualitas produk atau jasa yang dihasilkan suatu perusahaan merupakan salah satu aspek penting untuk menunjang daya saing suatu perusahaan. Perusahan yang bisa menciptakan produk atau jasa yang berkualitas akan mampu bertahan karena konsumen merasa puas dan loyal. Untuk menunjukkan kepada konsumen dan masyarakat bahwa perusahaan memperhatikan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, perusahaan berupaya untuk mendapatkan sertifikasi standar ISO 9001:2008.   Dalam Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM), terdapat salah satu layanan jasa yang akan ditingkatkan yaitu ecotourism. Kawasan ecotourism merupakan salah satu potensi yang cukup menarik untuk dikunjungi dan sebagai alternatif pemasukan bagi Perum Perhutani selain hasil hutan seperti kayu. Kesatuan Bisnis Mandiri Perum Perhutani yang menangani ecotourism dan produk lain adalah Kesatuan Bisnis Mandiri Jasa Lingkungan dan Produk Lain. Ada sembilan kawasan wisata yang dikelola oleh Kesatuan Bisnis Mandiri Jasa Lingkungan dan Produk Lain Unit III Jawa Barat dan Banten, namun yang akan diprioritaskan sebagai model percontohan untuk penerapan Sistem Manajemen Perum Perhutani Terpadu (SMPHT) adalah kawasan wisata Kawah Putih, Cilember dan Patuha Resort. Sebagai model percontohan maka ketiga kawasan wisata yang dikelola oleh Kesatuan Bisnis Mandiri Jasa Lingkungan dan Produk Lain tersebut harus menerapkan ISO 9001:2008 dalam proses bisnisnya guna menghasilkan kinerja yang unggul, dan sebagai bukti bahwa kawasan wisata tersebut memiliki kualitas pelayanan yang baik.   1.2 Identifikasi Masalah Ada banyak hal yang harus dipersiapkan oleh Kesatuan Bisnis Mandiri Jasa Lingkungan dan Produk Lain Unit III Jawa Barat dan Banten agar kawasan wisata unggulan yang dikelolanya bisa mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008. Untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kawasan wisata unggulan dalam menghadapi sertifikasi ISO 9001:2008, Kesatuan Bisnis Mandiri Jasa Lingkungan dan Produk Lain Unit III Jawa Barat dan Banten tersebut perlu melakukan audit internal. Penelitian ini mencoba untuk memberikan gambaran kepada Kesatuan Bisnis Mandiri Jasa Lingkungan dan Produk Lain hal-hal apa saja yang sudah dilakukan dan hal-hal yang belum dilakukan terkait penerapan butir-butir ISO 9001:2008. Dengan mengetahui gambaran dari kesiapan penerapan  standar ISO tersebut maka Kesatuan Bisnis Mandiri Jasa Lingkungan dan Produk Lain bisa melakukan rencana tindakan agar  kawasan wisata unggulan tersebut bisa mendapatkan standar ISO 9001:2008. 2. STUDI LITERATUR ISO (International Organization for Standardization) adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO, yang merupakan lembaga nirlaba internasional, pada awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Salah satunya yaitu ISO 9000 yang berisi kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu. Standar ISO 9000 terdiri atas lima dokumen, yaitu ISO 9000 sampai ISO 9004. Standar ISO 9001 sampai ISO 9003 diterapkan oleh perusahaan-perusahaan berdasarkan ruang lingkup kegiatan perusahaan tersebut. ISO 9004 merupakan dokumen yang memberikan panduan spesifik untuk specific industrial applications. ISO 9
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN DI CAFE X DENGAN MENGGUNAKAN METODE DINESERV DAN SERVICE QUALITY (SERVQUAL) Putri, Rima Novyani; Harsono, Ambar; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.98 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan jasa yang telah diberikan pada dua cabang Café X yang berada di Kota Bandung. Berdasarkan hasil analisa tingkat kepuasan tersebut diusulkan perbaikan kualitas pelayanan jasa berdasarkan yang diharapkan konsumen. Metode yang  digunakan untuk melakukan pengukuran kualitas pelayanan jasa adalah Service Quality (SERVQUAL) terhadap 5 Gap. Dengan menggunakan metode ini, dilakukan analisis terhadap Gap 1, Gap 2, Gap 3, dan Gap 5 yang berpengaruh terhadap kualitas jasa. Hasil keseluruhan Gap 5 untuk cabang 1 bernilai -0,631 dan cabang 2 bernilai -0,678. Beberapa perbaikan yang diusulkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan antara lain adalah perbaikan standar pelayanan berdasarkan marketing research  terhadap expektasi pelanggan, peningkatan konsistensi pelayanan berdasarkan standar, dan peningkatan kebersihan sesuai standar. Kata Kunci: Kepuasan Pelanggan, Service Quality, SERVQUAL   ABSTRACT This study was conducted to determine the level of customer satisfaction on the quality of service given by the two branches of Café X in Bandung. Based on the analysis of the satisfaction level,  improvement of service quality expected by the consumer was proposed. The method used to measure the quality of service is the Service Quality (SERVQUAL). This method  carried out  analysis of Gap 1, Gap 2, Gap 3, and Gap 5 that affect the quality of services. The overall result of Gap 5 for branch 1is  -0.631 and branch 2 is-0.678. Several improvements has been proposed, such as the improvement of service standards based on marketing research of customer expectation, improvement the consistency of service based on standards, and improvement of hygiene standards. Keywords: Customer Satisfaction , Service Quality , SERVQUAL
RANCANGAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI FENDER MENGGUNAKAN AUTOMATED LAYOUT DESIGN PROGRAM DI PT. AGRONESIA DIVISI TEKNIK KARET Ferdian, Angga Daula; Saleh, Alex; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.654 KB)

Abstract

  PT. Agronesia Divisi Teknik Karet memiliki tata letak  fasilitas mesin yang tidak baik, sehingga menyebabkan meningkatnya waktu produksi produk dan mengakibatkan kapasitas produksi menjadi menurun. Terdapat  backtrack  (arus balik) dan backflow (aliran balik) pada existing layout, karena tata letak fasilitas mesin tidak sesuai dengan aliran produksi produk. Perancangan ulang tata letak fasilitas mesin dilakukan untuk meminimalkan waktu produksi dengan meminimisasi jarak antar fasilitas mesin. Salah satu metode dalam perancangan tata letak fasilitas mesin adalah Algoritma Automated Layout Design Program (ALDEP). ALDEP menghasilkan beberapa usulan layout yang memiliki nilai Total Closeness Rating (TCR). Layout yang terpilih adalah yang memiliki nilai TCR yang terbesar yaitu 1770. Total jarak yang dihasilkan adalah sebesar 79,02 m sedangkan total jarak existing layout adalah sebesar 167,39. Terjadi penghematan jarak sebesar 88,37 m. Kata Kunci: Tata Letak Fasilitas Mesin,Waktu Produksi, ALDEP, Minimimisasi jarak   ABSTRACT   PT. Agronesia Rubber Engineering Division has a facility layout engine that is not good, causing increased production time and resulting product production capacity to decline. There is a backtrack (reverse flow) and backflow in the existing layout, because the machine is not in accordance with the flow of the production. Redesign the layout of the facility made to minimize machine production time by minimizing the distance between the machine facilities. One of the methods in the design of the facility layout engine is Automated Layout Algorithm Design Program (ALDEP). ALDEP produce some layouts which have Total closeness Rating (TCR). The selected layout have largest TCR value is 1770. Total distance produced is 79,02 m while total distance of existing layout is 167,39 m. Saving accours distance 88,37 m. Keywords: Facility layout engine, Production time, ALDEP, Minimization distance
Strategi Peningkatan Produktivitas di Lantai Produksi Menggunakan Metode Objective Matrix AVIANDA, DEA; Yuniati, Yoanita; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.846 KB)

Abstract

PT. Agronesia BMC merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan susu, yang menginginkan terjadi peningkatan produktivitas. Tidak adanya pengukuran sistematis untuk meningkatkan produktivitas di lantai produksi membuat target produksi perusahaan tahun 2012 tidak tercapai untuk kategori produk milk cup. Pengukuran produktivitas dilakukan dengan menggunakan metode objective matrix (OMAX). Kriteria produktivitas diukur dari tingkat efisiensi dan efektivitas penggunaan tenaga kerja, mesin, dan energi dengan membandingkan 6 rasio produktivitas. Berdasarkan hasil perhitungan OMAX, nilai rasio terendah adalah rasio 5 yaitu total produk yang dihasilkan terhadap pemakaian energi listrik. Analisis pada rasio 5 dilakukan dengan menggunakan metode fault tree analysis (FTA) untuk mendapatkan rekomendasi strategi peningkatan produktivitas.   Kata kunci: Produktivitas, OMAX, indikator performansi, FTA ABSTRACT PT. Agronesia BMC is a company engaged in the field of milk processing, and they want to increase the productivity. The absence of systematic measurement, to improve productivity on the production floor, to make the target company's production in 2012 was not achieved, for the category cup milk products. Productivity measurement could be done by using The Objective Method Matrix (OMAX). Productivity criteria measured from the level of efficiency and effectiveness of the use of labor, machines, and energy by comparing 6 ratio productivity. Based on OMAC calculations, the lowest ratio is the 5th ratio, which is the total products produced with the use of electrical energy. Analysis of the 5th ratio were calculated by using The Fault Tree Analysis (FTA) to get a recommendation strategy of productivity improvement. Keywords: Productivity, OMAX, indicators of performance, FTA
JADWAL PERAWATAN PREVENTIVE PADA MESIN DYEING MENGGUNAKAN METODE AGE REPLACEMENT DI PT. NOBEL INDUSTRIES Ekawati, Chintya; Leksananto, Kusmaningrum; Mustofa, Fifi Herni
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.381 KB)

Abstract

PT. Nobel Industries adalah perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam pembuatan benang. Mesin yang digunakan di PT. Nobel Industries diantara lain adalah adalah mesin Dyeing, Hydro Dryer, Dryer, Blending, Carding, Spinning, Twister, dan Winding. Namun diantara semua mesin yang digunakan mesin dyeing merupakan mesin dengan biaya produksi yang paling mahal di PT. Nobel Industries. Mesin dyeing sering mengalami kerusakan pada saat proses produksi berlangsung, hal tersebut karena belum terdapat kebijakan perawatan pencegahan bagi mesin dyeing tersebut. Komponen yang sering mengalami kerusakan (kritis) adalah air pressure switch, diapram dan main shaft. Oleh karena itu diperlukan penjadwalan perawatan yang optimal. Metode yang digunakan untuk menghitung interval penggantian pencegahan kerusakan adalah metode age replacement.   Kata kunci: Mesin dyeing, Perawatan Pencegahan, Komponen kritis, Penjadwalan perawatan, Age replacement.   ABSTRACT PT. Nobel Industries is a company that has specialized in the manufacture of yarn. Dyeing, Hydro Dryer, Dryer, Blending, Carding, Spinning, Twister, and Winding are machines used at PT Nobel Industries. Dyeing machine is a machine with a expensive cost at PT. Nobel Industries. Dyeing machines often damaged during the production process, it is because there has been no policy of preventive maintenance for the dyeing machine. Components which are often damaged (critical) are air pressure switch, diapram and main shaft. Therefore, it is necessary to apply optimal scheduling maintenance. The method that used to calculate the damage preventive replacement interval is age replacement method. Keywords : Dyeing machine , preventive maintenance, Critical component , Scheduling maintenance , Age replacement.  
PENGUKURAN BRAND EQUITY JASA PENGIRIMAN BARANG DI PT. POS INDONESIA (PERSERO) Putri, Sadhitia Noselly; Leksananto, Kusmaningrum; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.27 KB)

Abstract

Tingkat persaingan jasa pengiriman barang semakin kompetitif, sehingga PT. Pos Indonesia (Persero) perlu melakukan pengukuran kekuatan merek dengan menggunakan metode Ekuitas Merek. Metode Ekuitas Merek terdiri dari beberapa elemen: Kesadaran Merek, Persepsi Kualitas, Asosiasi Merek, dan Loyalitas Merek. Berdasarkan hasil pengukuran, jasa pengiriman barang di PT. Pos Indonesia (Persero) sudah menempati posisi top of mind, tapi nilai rata-rata performance belum mencapai level puas. Namun PT. Pos Indonesia (Persero) sudah dapat membentuk brand image yang positif menurut konsumen. Sedangkan dari segi loyalitas, PT. Pos Indonesia (Persero) belum berada pada posisi tertinggi yaitu commited buyer, melainkan masih berada pada posisi liking the brand. Kata Kunci: Ekuitas Merek, Kesadaran Merek, Persepsi Kualitas, Asosiasi Merek, Loyalitas Merek   ABSTRACT Competition level courier services is increasing, so PT. Pos Indonesia (Persero) have to measure their Brand Equity by using the Brand Equity methode. Brand Equity methode is composed of several elements: Brand Awareness, Perceived Quality, Brand Association, and Brand Loyalty. Based on the results of measurement courier services of PT. Pos Indonesia (Persero) has achieved top of mind, but the average value of performance has not yet reached the level of satisfaction. However, PT. Pos Indonesia (Persero) has been able to establish a positive brand image in by consumers. In terms of loyalty, PT. Pos Indonesia (Persero) has not been in the highest position is committed buyer, but still in a position of liking the brand. Keywords: Brand Equity, Brand Awareness, Perceived Quality, Brand Association, Brand Loyalty
USULAN PENINGKATANOVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA MESINTAPPING MANUAL DENGAN MEMINIMUMKAN SIX BIG LOSSES Alvira, Dianra; Helianty, Yanti; Prassetiyo, Hendro
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.783 KB)

Abstract

Makalah ini membahas mengenai overall equipment effectiveness. OEE ini ialah pengukuran tingkat efektivitas pemakaian suatu mesin/peralatan dengan menghitung ketersediaan mesin, performansi dan kualitas produk yang dihasilkan. Berdasarkan ketiga faktor diatas jika nilai OEE berada di bawah nilai standar sebesar 84% maka perlu dilakukan analisis six big losses untuk mengetahui kerugian yang mengakibatkan rendahnya nilai OEE. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2015, dari perhitungan didapatkan  rata-rata nilai OEE yaitu sebesar 55,192%. Nilai tersebut berada di bawah nilai standar sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem yang dapat meningkatkan faktor-faktor nilai OEE. Kata kunci:Overall Equipment Effectiveness (OEE), Ketersediaan,Performansi, Kualitas Produk, Enam Kerugian Terbesar   ABSTRACT This paper discusses the overall equipment effectiveness. The OEE is the measurement of the effectiveness of the use of a machine / equipment with counting machine availability, performance and quality of the products produced. Based on the three factors above if the OEE value is below the standard value of 84% it is necessary to analyze the six big losses to determine the losses that resulted in low OEE value. The study was conducted in February-March 2015, from the calculation, the average value that is equal to 55.192% OEE. This value is below the standard value so it is necessary to repair a system that can improve the factors of OEE values. Keywords: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Availability,Performance Efficiency, Quality Product, Six Big Losses