cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA KOLABORASI RANTAI PASOK DENGAN MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD Pertiwi, Adela Anggun; Kurniawan, Dwi; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.222 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pengukuran kinerja dalam kegiatan kolaborasi rantai pasok dengan menggunakan Balanced Scorecard. Rantai  pasok  yang  diteliti menghubungkan dua perusahaan, yaitu PT. X dan PT. Y. Penelitian  ini  mengidentifikasi  tujuan  strategis  dan  indikator  kinerja  serta mengembangkan peta strategi rantai pasok dari kedua perusahaan. Metodologi yang  digunakan  adalah  wawancara  semi-terstruktur  untuk  perwakilan manajemen  dari  kedua  perusahaan.  Dari  transkrip  wawancara,  dihasilkan metrik kinerja rantai  pasok.  Hasil  akhir  dari  penelitian  ini  adalah  sebuah  alat  ukur untuk mengukur kinerja kerjasama dalam kegiatan rantai pasok antar perusahaan. Kata kunci: pengukuran kinerja, kolaborasi rantai pasok, Balanced Scorecard Abstract This  paper  discusses  about  implementation  of  Balanced  Scorecard  as  a  model for  performance  management  at  supply  chain  collaboration.  Supply  chain  linking  the two  companies  researched namely PT. X and PT. Y. This  research  identifies  the  strategic  objectives,  performance  indicators  and develops  a strategy map  of  supply chain  for two  companies. The methodology used is a semi-structured interviews to the management representatives of both companies. From transcript of the interview, resulting supply chain performance indicators.  Final  result  of  this research is a measurement tool to measure performance of the company. Keywords: performance measurement, supply chain collaboration, Balanced Scorecard
Algoritma PenjadwalanJob Shop Kelompok Mesin ParalelMenggunakanGreedy Randomized Adaptive Search Procedure with Fixed Threshold dengan Kriteria Minimisasi Makespan Usman, Habdhi Verdi; Zaini, Emsosfi; Imran, Arif
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.686 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang algoritma penjadwalan job shop kelompok mesin paralel menggunakan Greedy Randomized Adaptive Search Procedure(GRASP) with fixed threshold untuk minimisasi makespan. Pada metode ini, terdapat dua tahap untuk menyelesaikan permasalahan penjadwalan job shop kelompok mesin paralel. Tahap pertama merupakan tahap konstruksi untuk mendapatkan jadwal inisial. Tahap kedua merupakan tahap local search untuk memperbaiki jadwal inisial. Algoritma usulan diuji menggunakan set data dari literatur. Hasil yang didapat menunjukkan hasil yang sama baiknya dengan algoritma yang dikembangkan sebelumnya. Kata Kunci: Penjadwalan Job Shop, Kelompok Mesin Paralel, GRASP, Threshold Accepting ABSTRACT This paper discusses a job shop scheduling algorithms parallel machine groups using greedy randomized adaptive search procedure (GRASP) with a fixed threshold for makespan minimization. In this method, there are two phases to finish the job shop scheduling problem of parallel machine groups. The first phase is the phase of construction to obtain the initial schedule. The second stage is the phase local search to improve the initial schedule. Proposed algorithm was tested using data sets from the literature. The results showed equally good results with previously developed algorithms. Keywords: Job Shop Scheduling, Parallel Machine Group, GRASP, Threshold Accepting
USULAN PERANCANGAN PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD PADA BENGKEL OTOMOTIF X Afif, Ade Mukhlis; Kurniawan, Dwi; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.402 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang pelaksanaan Balanced Scorecard sebagai model untuk manajemen kinerja di tingkat rantai pasokan. Rantai pasok yang diteliti menghubungkan dua perusahaan, yaitu Bengkel Otomotif X dan Pemasok Oli Y. Penelitian ini mengidentifikasi tujuan strategis dan indikator kinerja serta mengembangkan peta strategi rantai pasok dari kedua perusahaan. Metodologi yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur untuk perwakilan manajemen dari kedua perusahaan. Dari transkrip wawancara, dihasilkan indikator kinerja rantai pasok. Indikator ini kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori financial atau nonfinancial, lagging atau leading, dan eksternal atau internal. Hasil akhir dari penelitian ini adalah sebuah alat ukur untuk mengukur kinerja perusahaan.   Kata Kunci: Balanced Scorecard, Indikator Kinerja, Peta Strategi   ABSTRACT This paper discusses about implementation of Balanced Scorecard as a model for performance management at thsupply chain level. Supply chain linking the two companies investigated, namely Automotive Garage X  and Oil Supplier Y. This research identifies the strategic objectives, performance indicators and develops a strategy map of supply chain for two companies. The methodology used is a semi-structured interviews to the management representatives of both companies. From transcript of the interview, resulting supply chain performance indicators. These indicators are classified by category of financial or nonfinancial, lagging or leading, and external or internal. Final result of this research is a measurement tool to measure performance of the company. Keywords: Balanced Scorecard, Performance Indicators, Strategy Map
PENERAPAN KONSEP LEAN SERVICE DAN DMAIC UNTUK MENGURANGI WAKTU TUNGGU PELAYANAN Alpasa, Fijar; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.631 KB)

Abstract

Kepuasan konsumen merupakan hal penting karena dapat membuat konsumen kembali menggunakan jasa yang pernah diterimanya.Kepuasan konsumen pada Fijar Alpasa Salon masih kurang mendapat perhatian dengan masih adanya permasalahan pada proses pelayanan. Salah satu permasalahan di Fijar Alpasa Salon adalah pada proses pewarnaan yang masih terdapat pemborosan pada pengerjaannya dan berdampak pada waktu tunggu yang semakin lama. Konsep yang dapat digunakan untuk mengurangi pemborosan yaitu lean service dan konsep untuk melakukan improvement yaitu DMAIC. Alat-alat yang digunakan yaitu value stream mapping, eliminasi waste, dan 5 why. Tahapan yang digunakan yaitu define, measure, analyze, improve, dan control.Pada penelitian didapat waktu proses pada value stream mapping current state sebesar 3064 detik sedangkan waktu proses pada value stream mapping future state sebesar 2968 detik. Terdapat pengurangan waktu proses sebesar 3,13%.   Kata kunci:Lean service, DMAIC, value stream mapping.   ABSTRACT Costumer statisfaction in a service is really important, because it can make the customer feel satisfied and they will come back to use the service. Consumer satisfaction at Salon Alpasa Fijar still less attention to the persistence of the problems in the process of service.One of the problem in Fijar Alpasa Salon was on the coloring process, which is there are a waste on the treatment and it’s affected the lay time was getting longer.Concept that can be used to reduce the waste of the lean service and concept to the DMAIC improvement. The tools used are value stream mapping, waste elimination, and 5 why. Stages were used that define, measure, analyze, improve, and control.Process time on value stream mapping current state was 3064 second while process time on value stream mapping future state was 2968 second. There was a reduction of process time 3,13%. Keywords:Lean service, DMAIC, value stream mapping.
RANCANGAN SISTEM BIOGAS SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK UNTUK MENGOPERASIKAN MESIN BRICKET BIOMASSA Fadli, Taziri Noor; Prassetiyo, Hendro; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya energi listrik yang terpasang pada Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan sekitar 3,85 MW, sedangkan daya yang dibutuhkan sekitar 3,92 MW. Kekurangan pasokan energi listrik pada daerah tersebut menjadi sebuah kendala dalam mengoperasikan mesin briket biomassa, kebutuhan energi listriknya mencapai 20.000 watt/jam. Upaya-upaya pencairan sumber energi alternatif harus dilakukan guna mememuhi kebutuhan energi listrik mesin briket biomassa. Alternatif energi diarahkan pada pemanfaatan energi biogas dengan kotoran sapi sebagai bahan bakunya. Rancangan sistem biogas bertujuan menjadi sumber listrik guna memenuhi kebutuhan energi listrik mesin briket biomassa. Membangkitkan listrik menggunakan energi biogas tidak perlu mengubah sedikitpun komponen pada mesin briket biomassa, namun perlu adanya penambahan digester dan generator biogas. Mengganti sumber listrik dengan sistem biogas memberikan manfaat yaitu mengurangi pengeluaran biaya, zero waste, dan bahan baku yang tersedia dalam jumlah yang besar sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama. Kata Kunci: Energi Listrik, Mesin Bricket Biomassa, Energi Biogas   ABSTRACT Electrical energy that is attached to the District Tanjungsari, South Lampung regency approximately 3.85 MW, while the power needed approximately 3.92 MW. Shortage of electricity supply in the area became an obstacle in operating a biomass briquette machine, the electric energy needs of 20,000 watts / hour. Efforts thawing alternative energy sources must be done to meet the electricity needs of biomass briquette machine. Alternative energy is directed at the utilization of biogas energy with cow dung as raw material. The design of the biogas system aims to be a source of electricity to meet the electricity needs of biomass briquette machine. Generating electricity using biogas energy does not need to change at all components in biomass briquette machine, but the need for the addition of a biogas digester and generator. Replacing a power source with biogas systems provide benefits that reduce expenses, zero waste, and raw material available in large quantities so it can be used in a very long time. Keywords: Electric Energy, Briquette Machine Biomass, Biogas Energy
ANALISIS DAN PERANCANGAN LAYOUT DRUM UNTUK MENGURANGI RESIKO CEDERA OTOT PADA LENGAN TISYADI, NAUFAL AL LABIB; Desrianty, Arie; Nugraha, Cahyadi
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.581 KB)

Abstract

Makalah ini menyajikan rangkuman penelitian mengenai perbaikan layout drum untuk mengurangi cedera otot pada bagian lengan. Drum merupakan salah satu alat musik yang berfungsi untuk mengatur ritme lagu. Dalam memainkan ritme lagu, seorang pemain drum harus melakukan beberapa notasi secara berulang-ulang. Pola permainan drum merupakan pola gerakan yang berulang-ulang (repetitive motion). Pengulangan gerakan tersebut dapat menyebabkan repetitive motion injury (RMI) atau cedera yang disebabkan oleh gerakan berulang. Penempatan layout drum yang salah dapat menyebabkan pemain melakukan gerakan-gerakan yang tidak diperlukan, sehingga meningkatkan terjadinya RMI. Metode untuk menganalisis peluang resiko terjadinya RMI pada lengan adalah Ovako Working Posture Analysis System. Setelah teridentifikasi gerakan yang menimbulkan resiko cedera, dilakukan perbaikan rancangan layout. Perbaikan layout dilakukan dengan biomekanika dan antropometri. Hasil perancangan ini diharapkan dapat mengurangi resiko cedera otot pada lengan. Kata kunci: Repetitive Motion, Repetitive Motion Injury, Biomekanika, Antropometri Abstract This paper presents a summary of research on the drum layout improvement to reduce injury to the muscles in the arms. Drum is one of the main music instrument that is used to be played in a band. The drummer has to play the same note over and over again while doing a rhythm in a song. Therefor drumming movement is classified as repetitive motion. Repetitive motion can cause repetitive motion injury (RMI). Incorrect drum layout placement can cause the player to perform movement that are not needed, thus increase the risk of RMI. Analysis method that is used to determine the chance of having RMI is Ovako Working Posture Analysis System. After the incorrect movements that cause RMI are identified, improvement of the drum layout is conducted.  Drum layout will be designed by using biomechanics and antropometry. Hopefully this new design can decrease the chance of having RMI on drummers arm. Keywords: Repetitive Motion, Repetitive Motion Injury, Biomechanics, Antropometry
RANCANGAN SISTEM PEGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KUE KERING MENGGUNAKAN METODE SINGLE ITEM SINGLE SUPPLIER DAN MULTI ITEM SINGLE SUPPLIER (Studi Kasus di PT Bonli Cipta Sejahtera/ J&C Cookies Bandung) Ellhasya, Wisw; Prassetiyo, Hendro; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.998 KB)

Abstract

Masalah utama yang terdapat pada sistem persediaan adalah berapa dan kapan  pemesanan yang harus dilakukan pada saat yang tepat. Economic Order Quantity (EOQ) adalah ukuran pemesanan yang dapat meminimasi total biaya persediaan. Penelitian ini membahas mengenai perancangan sistem pengendalian persediaan di PT. Bonli Cipta Sejahtera/J&C Cookies dengan permintaan yang bersifat deterministik. Model yang digunakan adalah Single Item Single Supplier (EOQ-Single Item) dan Multi Item Single Supplier. Kedua model tersebut dikhususkan untuk kriteria biaya minimum. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, total biaya persediaan perusahaan dapat diminimisasi dengan model Single Item Single Supplier (EOQ-Single Item) dan Multi Item Single Supplier.   Kata kunci: sistem persediaan, EOQ, single item single supplier, multi item single supplier ABSTRACT The  major problem in inventory system  is how many and when to order that have to do in the right time. Economic Order Quantity (EOQ) is the size of the order that minimizes the total inventory cost. This research explains the design of inventory system control for deterministic demand in PT. Bonli Cipta Sejahtera/J&C Cookies. The inventory model which used to solve this problem is Single Item Single Supplier (EOQ-Single Item) and Multi Item Single Supplier.  Both of them are focus on minimum cost criteria. By the result of this research, company’s total inventory cost is minimized by Single Item Single Supplier (EOQ-Single Item) and Multi Item Single Supplier model. Keywords: inventory system, EOQ, single item single supplier, multi item single supplier
Usulan Perbaikan Sistem Kerja dengan Pendekatan 10 Phsycal Ergonomics Principles di Bengkel Sepatu Cibaduyut Anugrah, Gumilang; Rispianda, Rispianda; Helianty, Yanti
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.021 KB)

Abstract

Bengkel sepatu Dheshe merupakan salah satu industri rumahan yang memproduksi berbagai macam sepatu wanita. Proses produksi yang dilakukan di bengkel sepatu ini masih dilakukan secara konvensional dan banyak melibatkan peran manusia terutama pada salah satu stasiun kerja yaitu pembentukan muka dan sol sepatu, sehingga perlu diperhatikan faktor-faktor kenyamanan dan keamanan bekerja yang bertujuan untuk mengurangi kekuatan dan tenaga yang dikeluarkan juga untuk mengurangi resiko cedera saat bekerja. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki suatu sistem kerja dapat dikategorikan dalam beberapa prinsip ergonomi, salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan 10 phsycal ergonomics principles (Maclead, 2000) yang disajikan kedalam bentuk tabel checklist untuk memudahkan pada saat evaluasi suatu sistem kerja. Perbaikan yang diberikan berdasarkan dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, meliputi perancangan fasilitas kerja seperti meja dan kursi kerja pada stasiun kerja pembentukan muka dan sol, usulan penambahan peralatan kerja seperti tempat penyimpanan untuk bahan baku, usulan fixture pembentukan muka dan sol sepatu, dan pemilihan peralatan kerja yang sesuai dengan standarnya. Analisis yang dilakukan adalah meliputi analisis postur kerja dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA) dimana terdapat penurunan skor dari 8 menjadi 4, juga analisis mengenai pengaruh dari perkakas dan peralatan kerja yang diusulkan untuk kondisi saat ini seperti tang catut, pisau seset, dan palu. Kata Kunci : Sistem Kerja, Ergonomi Fisik, Analisis Postur Kerja
RANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK STEERING GEAR MENGGUNAKAN MODEL PERSEDIAAN STOKASTIK JOINT REPLENISHMENT DI PT PINDAD (PERSERO) Chidqi, Iqbal M.; Zaini, Emsosfi; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.388 KB)

Abstract

Pengendalian persediaan bahan baku yang dijalankan oleh suatu perusahaan dengan tujuan yaitu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam waktu dan jumlah yang sesuai agar ongkos persediaan minimum. PT Pindad (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur . Individual Order yang digunakan perusahaan pada  pemesanan bahan baku produk steering gear. Solusinya adalah sistem pemesanan beberapa bahan baku yang dipasok dari satu supplier dilakukan secara gabungan (joint replenishment) dimana pemesanan periodic review  dengan melihat jumlah frekuensi pemesanan yang sekaligus dapat meminimumkan ongkos simpan. Sedangkan perusahaan saat ini masih menggunakan model-Q yaitu apabila jumlah persediaan bahan baku digudang telah mendekati safety stock . Akibat pemesanan \bahan baku dilakukan secara terpisah atau pemesanan sendiri-sendiri (individual order) yang akibatnya persediaan bahan baku mengalami pemborosan ongkos. Kata kunci: Inventory, Joint replenishment, Stokastik   ABSTRACT Inventory control of raw materials which are run by a company with the aim of which is to meet the needs of raw materials in the appropriate amount of time and that the minimum inventory costs. PT Pindad (Persero) is a company engaged in manufacturing. Individual orders used by the company on ordering raw materials steering gear. The solution is a system of ordering some raw materials are supplied from one supplier is done jointly (joint replenishment) where ordering periodic review by looking at the number of bookings at the same frequency can minimize the cost savings. While the company is still using a model-Q that is when the amount of raw material inventory in warehouse has approached safety stock. Therefore, it is possible the occurrence of ordering raw materials is done separately or booking their own (individual orders) are consequently experiencing wastage of raw material inventory costs. Keywords: inventory, stochastic, joint replenishment.
UPAYA PENINGKATAN KEPUASAN PELANGGAN INDOSAT BERDASARKAN TELECOMMUNICATION SERVICE QUALITY DENGAN MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) AMBARINI, ANJANI; Novirani, Dwi; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.867 KB)

Abstract

Peningkatan kualitas layanan produk IM3 oleh Indosat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan Indosat yang saat ini posisinya masih dibawah kepuasan pelanggan Telkomsel dan XL. Penentuan upaya peningkatan kualitas layanan dilakukan dengan melakukan pengukuran persepsi pelanggan IM3 berdasarkan telecommunication service quality. Pengukuran diolah menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Diperoleh 5 variabel yang dianggap perlu untuk ditingkatkan kualitasnya, yaitu kecepatan penyelesaian keluhan (X4), jeda waktu untuk dapat tersambung ke IM3 info (388) (X3), ketersediaan panggilan darurat (X2), ketepatan pemotongan pulsa (X11), dan kecepatan internet sesuai dengan yang dijanjikan (X8). Kata kunci: peningkatan kualitas layanan, Telecommunication Service Quality, Structural Equation Modeling, peningkatan kepuasan pelanggan Abstract Service quality improvement conducted by Indosat IM3 products to improve their customer satisfaction which is currently still below the position of customer satisfaction by Telkomsel and XL. Determination of efforts to improve the quality of services performed by measuring customer perceptions IM3 based on telecommunication service quality. Measurement processed using Structural Equation Model (SEM). Retrieved 5 variables that need to be improved quality considered, namely the speed of grievance resolution (X4), the lag time to be able to connect to the IM3 info (388) (X3), the availability of emergency calls (X2), precision cutting pulses (X11), and internet speed according to the promise (X8). Keyword: improved service quality, Telecommunication Service Quality, Structural Equation Modelling, increasing customer satisfaction

Page 2 of 45 | Total Record : 442