cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
USULAN PENJADWALAN PRODUK MENGGUNAKAN ALGORITMA NON DELAY DENGAN MESIN PARALEL PADA PT. ADHICHANDRA DWIUTAMA Barokah, Tifani Al; Zaini, Emsosfi; Saleh, Alex
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.006 KB)

Abstract

Makalah ini membahas penjadwalan produk pada PT. Adhichandra Dwiutama. Perusahaan PT. Adhichandra Dwiutama adalah perusahaan yang bergerak dibidang percetakan yang memproduksi banyak jenis produk dan memiliki berbagai jenis mesin. Penjadwalan produksi diperlukan oleh perusahaan karena terdapat waktu menganggur pada mesin yang mengakibatkan waktu penyelesaian begitu lama. Penjadwalan berfungsi untuk mengurangi waktu penyelesaian agar tidak terlambat. Penjadwalan yang dilakukan menggunakan metode non delay, metode ini bertujuan untuk meminimumkan waktu penyelesaian (makespan) dengan mengurangi waktu menganggur (idle time). Terdapat pengembangan algoritma non delay dasar, hal ini dilakukan untuk mengakomodasi mesin paralel. Dari hasil penelitian ini akan menghasilkan makespan untuk per hari, selain itu dari penjadwalan akan terlihat mesin mana yang menganggur dan mesin yang mengalami penumpukan.   Kata kunci: Penjadwalan Non Delay, Mesin Paralel, Job Shop. ABSTRACT This paper discusses the product scheduling on PT . Adhichandra Dwiutama . Company PT . Adhichandra Dwiutama is a company engaged in printing which produces many kinds of products and have different types of machines . Scheduling of production needed by the company because there is idle time on a machine that resulted in the turnaround time for so long . Scheduling function to reduce the turnaround time in order not to be late . Scheduling is done using non- delay method , this method aims to minimize completion time ( makespan ) by reducing the idle time. There is a basic non- delay algorithm development, this is done to accommodate the parallel machine . From the results of this research will generate makespan for a day , other than that of the scheduling will be visible where the engine is idle and the engine is congested. Keywords : Scheduling Non Delay , Parallel Machine, Job Shop.
USULAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BERDASARKAN ANALISIS RISK ASSESSMENT (STUDI KASUS: CV ADIPUTRA MANUNGGAL INTI KARET (AMIK)) Pratiwi, Vanny; Desrianty, Arie; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.469 KB)

Abstract

CV. Adiputra Manunggal Inti Karet (CV. AMIK) merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri produsen karet. Saat ini CV. AMIK belum memiliki sistem keselamatan dan kesehatan kerja, maka perlu dilakukan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi bahaya adalah metode Risk Assessment. Metode ini menggunakan kata kunci checklist. Hasil dari metode ini berupa risiko kerja yang timbul baik fisik maupun mental yang dapat dijadikan dasar untuk menentukan usulan perbaikan sistem kerja. Berdasarkan laporan kerja Risk Assessment didapat bahwa di setiap stasiun kerja memiliki potensi bahaya dengan tingkat risiko prioritas utama, menengah dan rendah yang didapat dari hasil nilai tingkat keparahan dan peluang suatu kejadian. Oleh karena itu perlu dilakukan pengendalian risiko menggunakan eliminasi, substitusi, pengendalian engineer, pengendalian administratif, dan penggunaan alat pelindung diri. Kata kunci: Risk Assessment, checklist, potensi bahaya, tingkat keparahan. ABSTRACT CV. Adiputra Manunggal Inti Karet (CV. AMIK) is a company engaged in the field of industrial rubber manufacturer. Current CV. AMIK not have a safety and health system, it is necessary to the safety and health management systems work. The methods used to identify hazards Risk Assessment is a method. This method uses the keyword checklist. The results of this method in the form of occupational risks arising both physically and mentally which can be used as the basis for determining the proposed improvement of the working system. Based on Risk Assessment work report found that in every work station has the potential dangers that get top priority risk level, medium and low values ​​obtained from the results of the severity and the chances of an event. So it is necessary to control the risk of using elimination, substitution, control engineers, administrative controls, and use of personal protective equipment. Keywords: Risk Assessment, Checklist, Potential Danger, Severity.
STRATEGI PENGEMBANGAN UKM BATIK GARUTAN RM MENGGUNAKAN MATRIKS PERUMUSAN STRATEGI Taofik, Den Agung Iswanto; Rukmi, Hendang Setyo; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.244 KB)

Abstract

Makalah ini membahas tentang strategi pengembangan UKM Batik Garutan RM menggunakan matriks perumusan strategi. Batik Garutan merupakan kerajinan batik tulis yang mengandung nilai falsafah hidup dan adat-istiadat suku Sunda yang sudah ditekuni oleh beberapa masyarakat Garut dalam bentuk usaha kecil menengah (UKM). UKM Batik Garutan RM perlu merancang suatu strategi dengan tepat mengingat perkembangan Batik Garutan kurang bagus, sehingga harus mampu melihat aspek internal dan ekternal dengan mempertimbangkan faktor kemampukembangan UKM. Hasil dari matriks perumusan strategi menghasilkan suatu strategi dengan mempertahankan kualitas produk Batik Garutan, serta menerima pesanan sesuai dengan motif Garutan yang diinginkan agar bisa diterima oleh konsumen (masyarakat kelas ekonomi menengah atas). Kata Kunci: Pengembangan UKM Batik Garutan, Faktor Kemampukembangan UKM, Matriks Perumusan Strategi. ABSTRACT This paper focuses on SME Development Strategy of Batik Garutan RM Using Strategy Formulation Matrix. Batik Garutan is craft batik that contains the value philosophy of life and customs Sundanese already occupied by several people Garut in the form of Small and Medium Enterprises (SMEs). Batik Garutan RM SMEs need to devise a strategy appropriate given the development of Batik Garutan less good, so should be able to look at the internal and external aspects taking into account the Factors Affecting Business Success among SMEs. Results of matrix formulation strategies is to produce a strategy to maintain product quality Batik Garutan, and accept orders in accordance with the desired motif Garutan to be accepted by consumers (upper middle economic class society). Keywords: SME development Batik Garutan, Affecting Factors of Business among SMEs, Strategy Formulation Matrix.
Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Balanced Scorecard Helianty, Yanti
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.544 KB)

Abstract

Pada era persaingan perusahaan pada saat ini, pengukuran kinerja menjadi sangat penting dilakukan oleh setiap perusahaan. Pengukuran kinerja berbasis Balanced Scorecard telah menjadi salah satu metoda yang dapat digunakan untuk mengukur performansi sebuah perusahaan. Dalam metoda ini, pengukuran kierja tidak hanya mengukur output tetapi juga mengukur proses bisnis perusahaan. Demikian pula dengan PT. Berdikari yang  memerlukan pengukuran kinerja perusahaannya. Selama ini pengukuran kinerja yang telah dilakukan adalah dengan pendekatan tradisional yang hanya melakukan pengukuran finansial saja, tanpa memperhatikan aspek-aspek lain yang  dapat mengukur kinerja perusahan. Pada studi ini dilakukan rancangan pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan metode Balanced Scorecard (BSC). Dengan menggunakan rancangan pengukuran kinerja ini, perusahaan dapat mengetahui sejauh mana efetivitas kinerja perusahaan, dalam menjalankan bisnisnya. Kata Kunci : pengukuran kinerja, Balanced Scorecard, efektivitas ABSTRACT In this era, performance measurement become most important thing to do by every company. Peformance measurement based on Balanced Scorecard become one of method that can be used to measure the performance of company. In this method, performance measurements not only measure the output but also the company business process. PT. Berdikari is the company who need a company performance measurement. For this time, performance measurement performed by traditional approach that only measure the financial aspect, without concern about the other aspect. This studies do designing performance measurement system using Balanced Scorecard method. With using this performance measurement system, the company can know about the effectiveness of company performance in doing their business. Keywords: performance measurement, Balanced Scorecard, effectiveness
USULAN RANCANGAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK PEMBUATAN JIG LOCATOR SIDE BODY DI PT. PELITA SEHAT ABADI Yudistira, Agung; Susanty, Susy; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.794 KB)

Abstract

PT. Pelita Sehat Abadi (PT. PSA) adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang pemesinan, pada saat ini perusahaan menghasilkan berbagai jenis mesin, jig construction, tools, dan lain-lain. Perusahaan mendapatkan proyek pembuatan jig untuk perusahaan otomotif di tanah air, saat ini sering mengalami masalah dalam pembuatan jig, seperti proses atau kegiatan yang dikerjakan melebihi waktu yang telah ditentukan, dan biaya pengerjaan yang melebihi anggaran. Untuk menghindari masalah-masalah tersebut, digunakan perencanaan jadwal dan pengendalian biaya dalam pembuatan jig locator side body, sehingga perusahaan PT. PSA dapat berproduksi sesuai dengan waktu dan biaya yang diharapkan. Metode perencanaan dan pengendalian yang digunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Analisis Variansi. Perencanaan dan pengendalian dalam pembuatan jig locator side body ini untuk melihat apakah ada perbedaan antara perencanaan dan realisasi dari jadwal (waktu) kegiatan dan biaya.   Kata kunci: perencanaan, pengendalian, manajemen proyek   ABSTRACT PT. Pelita Sehat Abadi is one the companies that runs in machinery manufacturers, at this moment, the company is producing many types of machinery such as jig construction, tools, etc. The company obtain project in producing jig from automotive companies in Indonesia. It still has some problem with jig producing, such in processes, over due, and over budgeting. To avoid these problems, use the planning schedule and cost control in the manufacture of jigs locator side body, so that the company can produce according to the expected time and costs. Planning and controling methods that the company have been used are critical path method and variance analysis. Planning and control in the manufacture of jigs locator body side to see if there is a difference between the planning and realization of the schedule (time) activities and costs. Keywords: planning, controlling, project management
Faktor-faktor Kepuasan Kerja yang Berpengaruh Terhadap Komitmen Organisasi Karyawan Eselon V PT. Pindad (Persero) Kurnia, Duano Fajar; Rukmi, Hendang Setyo; Harsono, Ambar
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.046 KB)

Abstract

Sejak 5 tahun terakhir (2007-2012) terjadi penurunan komitmen karyawan Eselon V di Bagian Produksi terhadap PT. PINDAD yang ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah karyawan tersebut yang mengundurkan diri. Faktor penyebabnya adalah ketidakpuasan kerja. Menghadapi kondisi tersebut, pihak manajemen PT. Pindad (Persero) berkeinginan untuk meningkatkan peningkatan kepuasan kerja guna meningkatkan komitmen organisasi karyawan Eselon V di Bagian Produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor kepuasan kerja mana yang paling berpengaruh terhadap komitmen organisasi mengingat faktor-faktor kepuasan kerja cukup banyak. Dari hasil pengumpulan data di 5 Bagian Produksi dan pengolahan data dengan regresi linier diketahui bahwa faktor kepuasan yang paling berpengaruh adalah faktor promosi (X3)  dan kepuasan terhadap atasan (X4). Oleh karena itu pihak manajemen PT. Pindad perlu meningkatkan kepuasan karyawan melalui perbaikan kebijakan karir atau promosi dan gaya kepemimpinan atasan agar komitmen organisasi karyawan Eselon V di Bagian Produksi meningkat. Kata kunci: kepuasan kerja, komitmen organisasi, turnover karyawan.
USULAN PERBAIKAN SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (SMK3) DI PT.X BERDASARKAN HASIL ANALISIS METODE RISK ASSESSMENT (CHECKLIST) Martikasari, Arida Murti; Desrianty, Arie; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.243 KB)

Abstract

PT. X adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur. Perusahaan ini merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memenuhi permintaan customer dengan sistem make to order. Saat ini sistem keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) di PT. X yang berpedoman pada kementrian lingkungan hidup dan tenaga kerja belum sepenuhnya berjalan dengan lancar karena target zero accident belum dapat dicapai. Berdasarkan data yang diperoleh dari divisi K3LH di PT X, terdapat 25 kejadian kecelakaan kerja di lantai produksi sepanjang tahun 2010-2014.  Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Metode yang digunakan adalah  metode Risk Assessment (checklist). Hasil identifikasi bahaya menggunakan metode Risk Assessment (checklist) adalah penentuan prioritas kecelakaan kerja menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) untuk kemudian diutamakan dibuat usulan perbaikannya. Kata kunci: SMK3, Metode Risk Assessment (checklist), Metode FMEA Abstract PT. X is a company enganged in the manufacturing industry. This company is the state-owned enterprises that meet customer demand with a system of make to order. The current system of occupational safety and health at work in PT. X based on ministry of environment and labor are not applied in proper way because of the zero accident target yet achievable. Based on data obtained from the definition of the K3LH division in PT. X, there is 25 victims of work accidents in a production department throughout 2010 until 2014. Therefore, conducted research that aims to minimize the occurance of accidents of work. The methods used in research is Risk Assessment (checklist). Hazard identification result using Risk Assessment (checklist) method is the determination of the priority of work accident, priority is determined by using Failure Mode and Effect Analysis method to take precedence on proposals made. Keywords:Occupational Safety at Work, Risk Assessment Method, FMEA method
Penentuan Faktor yang Berpengaruh Secara Signifikan Terhadap Variabel Respon Bata Beton Pejal Abu Vulkanik Merapi Dengan Menggunakan Perancangan Eksperimen Faktorial 3f NOVITASARI, IRMA; Adianto, Hari; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.459 KB)

Abstract

Kualitas bata beton pejal abu vulkanik Merapi saat ini di B70 (rata-rata kuat tekan = 89,765 kg/cm2) yang berarti produk belum mencapai kualitas optimal B100 (kuat tekan ≥ 100 kg/cm2). Penelitian menggunakan desain faktorial 33 dan split split plot dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk menjadi B100. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor A (kadar air pembentukan), faktor B (komposisi bahan), faktor C (gradasi butir agregat), interaksi faktor AB, interaksi faktor BC, dan interaksi faktor ABC berpengaruh secara signifikan terhadap kuat tekan. Kombinasi  faktor A level 2 (0,2), faktor B level 1 (1:5), dan faktor C level 1 (30% :30%:40%) meningkatkan kualitas produk menjadi B100 (rata-rata kuat tekan = 159 kg/cm2). Kata Kunci : Faktorial 33, split split plot, Bata Beton ABSTRACT Quality of solid concrete brick Merapi volcanic ash is in B70 (avarage of compressive strength = 89,765 kg/cm2) that means products haven`t reached the optimal quality B100 (compressive strength ≥ 100 kg/cm2). This research use 33 factorial design of experiments and split split plot to improve product quality into B100. The result of the research shows that A factor (water/cement ratio), B factor (material composition), C factor (gradation of aggregate), interaction of factor AB, interaction of factor BC, and interaction of factor ABC significantly affect to the compresissive strength. Combination A factor at level 2 (0,2), B factor at level 1 (1:5), and C factor at level 1 (30% :30%:40%) improve product quality into B100 (average of compressive strength = 159 kg/cm2). Keyword: 33 factorial, split split plot, compressive strength, concrete brick
Sistem Persediaan Komponen Multi Eselon Dengan Permintaan Berdasarkan Laju Kerusakan (Studi Kasus Di Perusahaan Tepung Ikan) Syilvia, Gina; Mustofa, Fifi Herni; Harsono, Ambar
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.602 KB)

Abstract

Permintaan dapat berupa permintaan terhadap komponen-komponen mesin. Permintaan ini terjadi apabila mesin mengalami kerusakan dan komponen mesin tersebut harus diganti (replaceable). Oleh karena itu, perlu adanya pengendalian persediaan yang optimal untuk mengganti komponen yang rusak tersebut. Komponen-komponen mesin juga tidak hanya bersifat dependent tetapi independent seperti komponen kritis mesin giling yang ada dalam Anggono et.al (2005). Kekurangan persediaan akan menyebabkan back order, karena pada studi kasus perusahaan tepung ikan tersebut apabila terjadi kerusakan komponen mesin ditangani oleh divisi maintenance yang khusus menangani kerusakan mesin di perusahaan. Tetapi apabila kerusakan tersebut tidak bisa ditangani dan diganti oleh divisi maintenance, maka akan langsung diganti oleh depot (dealer) yang menjual mesin tersebut. Kata Kunci: Perawatan, Komponen Independent, Persediaan.
USULAN UKURAN PEMESANAN OPTIMAL SUKU CADANGMESIN GRINDING BERDASARKAN LAJU KERUSAKAN MENGGUNAKAN METODE Q (di Bengkel Pembuatan dan Service Turbin) Yunesa, M Randi; Adianto, Hari; Susanty, Susy
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.802 KB)

Abstract

Makalah ini memaparkan model persediaan Q pada sistem pengendalian persediaan komponen suku cadang dengan laju kerusakan tidak konstan untuk pemesanan multi item di bengkel pembuatan dan servis turbin. Perusahaan perlu menjaga kelancaran proses produksi dengan melakukan penanganan mesin yang baik. Agar mesin dapat beroperasi dengan semestinya, diperlukan sistem perawatan yang dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kerusakan mesin. Oleh karena itu diperlukan sistem pengendalian persediaan komponen yang dapat menjamin agar komponen selalu tersedia. Penerapan model persediaan Q diperoleh jumlah pemesanan optimal dan reorder point komponen suku cadang.   Kata kunci:Persediaan, laju kerusakan, pemesenan optimal, reorder point ABSRTACT This paper describes the application of inventory models Q on inventory control system component parts with damage rate not constant for multi bookings item in workshop and service turbine. Companies need to maintain smooth production process by doing good handling machines. So that the engine can always operate properly, it needs a system of care that can minimize the possibility of damage to the machine. Engine maintenance activities include inspection and replacement of damaged components. From the results of the application of inventory models Q obtained optimal order quantity and reorder point value component parts. Keyword: Inventory, the rate of destruction, the optimal order, reorder point