cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2" : 24 Documents clear
Kajian Bentuk Dan Tatanan Massa Di Kawasan Bangunan Ci-Walk ( Cihampelas Walk) Tyas, Widji Indahing; Danial, Dadan Muhammad; Izjrail, Agy Braja
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.59 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.262

Abstract

Abstrak Cihampelas Walk (Ci-walk) di Bandung, open mall pertama di Indonesia beroperasi mulai tahun 2003 akhir dan berdiri di atas lahan seluas 3.5 hektar. Menurut tata letak ruang yang tercipta dalam konteks pembahasan bentuk dan tatanan massa yang terjadi dilihat dari tata guna lahan, luas terbangun pada lahan adalah ± 11.700 m² sedangkan luas ruang terbuka adalah ± 23.300 m². Main Building dan Plasa di desain dengan bentuk fasade yang menarik dan ditambah dengan penguatan corak warna dari kulit bangunan tersebut. Sirkulasi pejalan kakinya tidak linier, hanya ada plasa dan pedestrian di sekitar Main Building yang bersifat mengelilingi. Ruang terbuka di kawasan tersebut berupa lapang, tempatnya orang berkumpul. Pedestrian berorientasi linear sehingga memberikan kemudahan untuk ruang – ruang yang akan di tuju. Penunjang Aktivitasnya yaitu Cinema 21, Cafe Lounge, Sensa Hote dan Embassy ( Tempat Hiburan Malam ). Upaya pelestarian atau upaya mempertahankan warisan arsitektur suatu kawasan kota dengan tujuan agar warisan sejarah arsitektur tidak musnah oleh karena pembangunan baru. Hal – hal yang di pertahankan oleh Perancangan yaitu kondisi kontur pada tapak, serta tumbuhan – tumbuhan atau pohon yang usianya lebih dari 100 tahun. Teridentifikasi bahwa tekstur yang dimiliki kawasan Ci-Walk adalah Tekstur Heterogen. Pola massa dan ruang yang disajikan oleh kawasan Ci-walk adalah Pola Organis. Tipologi solid and void yang terbentuk adalah Blok Medan, dan yang terakhir Ci-walk adalah kawasan yang memiliki elemen void sistem terbuka sentral. Kata Kunci : Bentuk, Tatanan, Tipologi.   Abstract Cihampelas Walk (Ci-walk) in Bandung, Indonesia's first open mall operation began in 2003 and stands on 3.5 hectares. According to the layout of the space created in the context of the discussion of the form and order of the mass that occurs views of land use on land is wide awake ± 11,700 m² while the wide open spaces is ± 23,300 m². Main Building and Plaza in the facade design with an attractive shape and coupled with the strengthening of the hue of the skin of the building. Pedestrian circulation isn’t linear, there is only pedestrian plaza and around the Main Building. Open space in the region is form field, where people gather. Pedestrian oriented so as to provide convenience for the linear space that will be on go. The activities supporting is Cinema 21, Cafe Lounge, Sensa Hotel and Embassy (The Nightlife). Preserving or maintaining the architectural heritage of a city region with the aim of architectural heritage is not destroyed because of the new development. Defended by the design of the contour conditions at the site, as well as plants or trees that are over 100 years old. Identified that the region possessed texture Ci-Walk is a Heterogeneous texture. Mass and space patterns presented by Ci-walk area is Organic Patterns. Typology of solid and void is formed Block field, and the latter Ci-walk is the area that has elements of an open system central void. Keywords: Shape, Order, Typology.
Dual Faces Architecture of Nias Wananto, Meridiani Trianandari; Rahmani, Afina; Ginandjar, Dadi Satria; Sukarya, Angga Kusumah; Wahadamaputera, Shirley
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.737 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.285

Abstract

Abstract Many Indonesian people built a traditional house based on beliefs of their ancestors for generations, without knowing the scientific reason. Meanwhile, indirectly, ancestors already thinking about housing that adapts the environmental conditions such as in Nias Island. Nias is an island that has two different forms of traditional houses which are affected by the differences geographic, highland and lowland. Geographic factors and beliefs not only affect the shape of the house but also the structure of the house. Located on the earthquake fault lines, Nias traditional houses was designed to withstand earthquakes that often befall. A study using description and analysis methods about design and structure which used in traditional houses in Nias Island, would develop a good sense of the idea to apply these materials on modern building to preserve the culture of Indonesia. Key Words: Nias Island, Nias Traditional House, Earthquake, Building Material
Typology of Nature in Functionalism Pada Perancangan Sekolah Tinggi Bahasa Asing Kabupaten Bandung Barat Edwin Perdana Putra; Dewi Parliana
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.263

Abstract

Abstrak Dalam rangka membangun Kabupaten Bandung Barat di bidang pendidikan, maka dibangunlah bangunan pendidikan yang dapat menunjang segala aktifitas pengguna bangunan. Bangunan yang diusung adalah bangunan yang dapat memanfaatkan potensi-potensi alam disekitar tapak dan mengaplikasikannya pada bangunan, sehingga dipilihlah  “Typology of Nature in Fungsionalism” sebagai tema bangunannya. “Typology of Nature in Fungsionalism” merupakan tema bangunan fungsionalis dengan memanfaatkan aspek fungsional dari semua bagian dari bangunan dan mencerminkannya dalam fasade bangunan. Semua bagian dari bangunan mempunyai fungsi tertentu yang didasari dari potensi-potensi alam yang ada di sekitar site. Dengan kata lain, tema bangunan “Typology of Nature in Fungsionalism” memiliki bentuk bangunan yang didasari dari kebutuhan fungsional dan memiliki keunggulan dalam memanfaatkan potensi-potensi alam yang ada. Kata kunci: Bangunan pendidikan, Fungsional, Potensi Alam. ABSTRACT In the efforts to build Kabupaten bandung Barat in the educational sector, then education building that could support all of the users of the building activities will be built. The building that will be planned is a building that could utilize all of the natural potentials and apply it to the building, then “Typology of Nature in Fungsionalism” has been choosen for the  theme of the building. “Typology of Nature in Fungsionalism” is a functionalism theme building that could utilize functional aspect from all of the part of the building and apply it to the facade of the building. All of the parts of the building have a certain function that based from natural potentials that already existed in the site of the building. In other words, the theme “Typology of Nature in Fungsionalism” have a form of a building that based on the functional needs and have a excellence in utilize all of the natural potentials. Keywords: Building for Education, Functional, Natural Potential.
Tema Metafora Galaksi Pada PErancangan Sekolah Tinggi Astronomi di Kabupaten Bandung Barat Sunarto Sunarto; Utami Utami
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.286

Abstract

Abstrak Kabupaten Bandung Barat merupakan wilayah yang sedang berkembang dan melakukan pembangunan dari berbagai aspek. Untuk memajukan kawasan Kabupaten Bandung Barat ini diperlukan sarana pendidikan yang memadai, salah satunya dengan didirikan Sekolah Tinggi Astronomi. Dengan Adanya Sekolah Tinggi Astronomi ini dapat memberikan fasilitas pendidikan bagi masyarakat serta turut mewujudkan visi misi Kabupaten Bandung Barat dengan meningkatkan kualitas SDM di bidang Astronomi. Tema galaksi sebagai metafora dari disain rancangan arsitektur Sekolah Tinggi Astronomi sesuai dengan ilmu astronomi. Pemilihan tema tersebut dipakai untuk memadukan ciri-ciri bentuk dan pola dari galaksi kedalam perancangan arsitektur sehingga dihasilkan rancangan yang memberikan nilai arsitektur yang spesifik dan unik. Permasalahannya, bagaimana menerapkan tema tersebut dalam tapak yang berkontur. Metoda yang dipakai dalam merancang adalah metoda kualitatif dan observasi lapangan. Hasil dari perancangan disain arsitektur Sekolah Tinggi Astronomi ini dapat dilihat dari pola tatanan massa dan bangunan yang mengadopsi filosofi karakter galaksi dengan pola terpusat dan massa – massa pendukung disekitarnya. Kata kunci: Pusat pendidikan, Sekolah Tinggi Astronomi, Metafora Galaksi, Abstract West Bandung Regency is a growing area and the construction of various aspects. To advance this area of ​​West Bandung regency required adequate educational facilities, one with established College of Astronomy. By The High School Astronomy can provide educational facilities for the community and contribute to realizing the vision and mission of West Bandung regency with improving the quality of human resources in the field of Astronomy. Galaxy theme as a metaphor of architecture design design High School Astronomy in accordance with the science of astronomy. The selection of the theme used to combine the characteristics of galaxy shapes and patterns into architectural design to produce a design that gives the value of the specific and unique architecture. The problem is, how to apply the theme within the contoured tread. The method is used in designing qualitative methods and field observations. Results of design architectural design High School Astronomy can be seen from the pattern of mass order and adopted the philosophy that building character galaxies with centralized patterns of galaxies with masses of supporters around them. Keywords: Education center, High School Astronomy, Galaxies metaphor
Kajian Penerapan Arsitektur Modern pada bangunan Roger’s Salon, Clinic, Spa and Wellness Center Bandung Brunner, Thomas; Latifah, Nur Laela; Prastiti, Adityastri Budi; Irandra, Vinike; Pawening, Ajeng Sekar
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.259

Abstract

AbstrakSalon adalah tempat orang merawat kecantikan, bahkan berkembang dengan adanya fasilitas klinik, spa, dan pusat kebugaran. Selain menjual fasilitas salon juga menjual suasana dan nilai arsitektur bangunannya. Banyak bangunan salon yang menggunakan langgam arsitektur tertentu guna menarik perhatian para pengunjungnya. Contoh salon yang menggunakan langgam Arsitektur Modern adalah bangunan Roger’s Salon, Clinic, Spa, and Wellness Center di Jalan Pelajar Pejuang 45 nomor 76 Bandung. Penerapan langgam Arsitektur Modern pada bangunan Roger’s Salon, terlihat pada tampak bangunan yang meliputi atap dan kanopi, dinding, bukaan, ornamen, bentuk, proporsi, pemilihan jenis material, warna, dan tekstur serta layout ruang dalam yang meliputi bentuk denah, bentuk potongan, zonning, hubungan antar ruang, dan sirkulasi.  Bangunan Roger’s Salon, menggunakan langgam Arsitektur Modern dengan Aliran Fungsionalisme dan Kubisme. Bentuk bangunan yang berupa kubus mengalami pemanjangan menjadi bentuk balok yang merupakan proyeksi dari denah dapat disimpulkan bahwa bangunan menganut paham form follow function.Kata kunci :  Arsitektur Modern; tampak bangunan; layout ruang dalamAbstractSalonis a place where people cares for beauty, even thrive in the presence of clinical facilities, spa, and fitness center. Besides selling facility it also sells atmosphere and architectural value of the building. Many salon designs are using particular architectural style in order to attract the attention of the visitors. For examples Roger's Salon, Clinic, Spa, and Wellness Center at jalan Pelajar Pejuang 45 number 76 Bandung use Modern Architecture style.The implementation of Modern Architecture style on Roger's Salon can be seen at the building facade, roof and canopies, walls, openings, ornaments, shape, proportion, choice of material, color, and texture as well as the interior layout in which includes floor plan, sections, zonning, conection between rooms, and circulation.Functionalism and Cubism style as a Modern Architecture is used at Roger's Salon. Forming a cube shape and lengthening as a beam, which its projected at the floor plan can be concluded that the building adopts a form follow function.Keywords :  Modern Architecture; facade; interior layout
Konsep Dinamis Dalam Formalitas pada Perancangan Sekolah Tinggi Seni Budaya di Kabupaten Bandung Barat Windy Ahdini; Dewi Parliana
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.268

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat di suatu kawasan maka semakin maju perkembangan kawasan tersebut. Sarana dan prasarana pendidikan sudah seharusnya dijadikan prioritas di dalam pembangunan di suatu kawasan. Dataran Sunda memiliki berbagai macam kebudayaan yang sarat dengan nilai kesenian. Oleh karena itu pendidikan secara formal mengenai kebudayaan dinilai sangat penting bagi masyarakat di Indonesia. Suatu kompleks pendidikan terdiri dari beberapa bangunan multi massa. Perlu diperhatikan bahwa identitas pendidikan di dalam karakteristik bangunan harus tercermin di dalamnya. Salah satu unsur yang dinilai perlu untuk dicirikan di dalam bangunan pendidikan yaitu unsur fomalitas. Latar belakang lain yang perlu diperhatikan di dalam pembangunan identitas suatu kawasan pendidikan yaitu jenis kegiatan pendidikan yang terlaksana di dalamnya. Sekolah seni budaya terdiri dari beberapa kegiatan seni musik dan tari dimana di dalamnya terdapat unsur dinamis. Sehingga, dalam perancangan sekolah tinggi senibudaya ini diambil tema bangunan dinamis dalam formalitas. Kata kunci: Sekolah Tinggi, Senibudaya, Dinamis dalam Formalitas Abstract Education is a measure of the progress of a nation. The higher education level of the people in an area, the more advanced development of the region. Therefore, the educational facilities should be a priority within the development of the region. Sunda Land have a wide range of cultures that is loaded with the value of the arts. Therefore, formal education of culture considered to be very important for the people in Indonesia. An educational area consists of several multi building mass. It should be noted that educational identity on the characteristics of the building should be reflected in it. One of the elements that is necessarily considered to be characterized in an educational building is a formality element. Another background reason to be considered in the identity development of an educational area is the type of educational activity that is happen in it. School of art and culture consists of several music and dance arts activities which there is a dynamic element in it. Thus, dynamic in formality theme is taken  for the design of sekolah tinggi senibudaya. Keywords: College, Arts and Culture, Dynamic in Formality 
Perbandingan Nilai Biaya Pekerjaan antara Material Kayu Kamper dan Wood Plastic Composite pada Aplikasi Kusen Bangunan Hunian Bambang Subekti; Suzan Julicia; Muhammad Taufik Firmansyah; Herdi Nugraha Saputra
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.287

Abstract

ABSTRAK Kayu merupakan material yang memiliki banyak peranan dalam kehidupan manusia. Keberadaan kayu saat ini sangat memprihatinkan. Pengeksploitasian kayu yang berlebihan membuat material kayu menjadi sulit dicari. Dengan berkembangnya teknologi di bidang material bangunan, memberikan banyak pilihan bagi setiap orang untuk mencari material alternatif selain kayu. Salah satunya ialah wood plastic composite (WPC). WPC merupakan material yang dibuat dari campuran kayu, plastik, serta zat aditif. Dalam memilih material baru, di samping mengenai kualitas, aspek biaya pekerjaan menjadi sebuah pertimbangan. Dengan metoda analisis komparasi yang bersifat kuantitatif, peneliti menganalisis tentang perbandingan biaya pekerjaan antara material kayu kamper dengan WPC pada aplikasi kusen bangunan hunian dengan mengambil kasus studi bangunan berdasarkan pada volume kusen yang berbeda, yaitu hunian t-45, t-70 dan t-160. Perhitungan biaya pekerjaan mengacu pada buku standar harga yang dikeluarkan oleh Diskimrum Kota Bandung, yang berisi harga  satuan bahan dan upah pekerjaan.   Kata kunci : Kayu Kamper Samarinda Oven, Wood Plastic Composite, harga pekerjaan.   ABSTRACT Wood is a material that has a lot of role in human life. Lately, the existence of wood is very apprehensive. Excessive exploitation of wood made the material of wood hard to be found. Developing of technology in the field of building material, providing plenty of options for everyone to look for alternative materials other than wood. One is wood plastic composite (WPC). WPC is a material which made from a mixture of wood, plastic and additives.   Choosing a new material, beside to the quality, aspect of working cost have to be a consideration. Using comparative analysis methods characteristically quantitative, the researchers analyzing the comparison of working cost between the camphor wood materials with WPC frame, for the residential building frame aplication, taking a case study of the building based on the volume of different frames, such as dwelling t-45, t-70 and t-160. Calculating the cost of work refers to the price standard book published by the Diskimrum Bandung, which contains material unit prices and employment’s wages.     Key Words : Kamper Samarinda Oven Wood, Wood Plastic Composite, price of work
Fungsi dan Aktifitas Taman Ganesha Sebagai Ruang Publik di Kota Bandung Dwi Kustianingrum; Angga Kusumah Sukarya; Rifan Athariq Nugraha; Franderdi Rachadi
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.260

Abstract

AbstrakPerkembangan konsep Taman Kota di Bandung telah dilupakan, karena kurangnya ketersediaan ruang hijau yang menaungi masyarakat untuk melakukan aktifitas sosial. Ruang Terbuka Publik sangat penting keberadaannya sebagai elemen pelengkap suatu kota yang berfungsi sebagai paru-paru kota. Pada zaman kolonial Belanda Pemerintah Kota Bandung menerapkan konsep Garden City dimaksudkan untuk mengantisipasi perkembangan pesat Kota Bandung di masa depan, salah satunya Taman Ganesha. Taman Ganesha dibangun untuk mengenang jasa seorang tokoh pendiri ITB, Dr. Ir. J . W . Ijzerman, sehingga dahulu dinamai “Ijzerman Park”. Taman yang dirancang secara estetis fungsinya tidak hanya menyerap polusi kota saja tetapi juga untuk memberi kesegaran di antara rutinitas keseharian. Fungsi Taman Ganesha saat ini adalah sebagai ruang terbuka publik dimana keindahan dan kenyamanan membuat banyak pengunjung berdatangan ke taman ini untuk melakukan berbagai kegiatan. Kajian ini akan meneliti fungsi dan aktifitas yang terjadi di taman ganesha yang dapat menunjang kegiatan masyarakat disekitarnya. Ruang terbuka publik ini memiliki peran penting bagi masyarakat Kota Bandung pada khususnya, mengingat ruang terbuka publik ini berfungsi sebagai tempat yang dapat diakses secara fisik maupun visual oleh masyarakat umum, sehingga berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dapat dilakukan pada taman tersebut.Kata Kunci : Taman Kota, Fungsi dan Aktifitas Taman Ganesha, Ruang Terbuka PublikAbstractThe development concept of City Parks in Bandung has been forgotten, due to the lack of green space avaibility that houses the citizen to do social activities. The existence of Public Open Space is important as complementary elements of a city that serves as the lungs of the city. In the Dutch colonial era Bandung City’s Government applies Garden City concept that intended to anticipate the rapid development of Bandung city in the future, one of which is Ganesha Park. Ganesha Park was built to commemorate the services of a prominent founder of ITB, Dr. Ir. A. W. Ijzerman, so the formerly name was "Ijzerman Park". The park was designed aesthetically not only to absorb pollution but also as the beauty of the city to give freshness in daily routine. Ganesha Park currently function as Public Open Space in which the beauty and comfort makes many visitors come to the park to do various activities. This study will observes functions and activities that happen in Ganesha Park that can support activities of people around. This Public Open Space has important role for the citizen of Bandung in particular, because this POS serves as a place that can be physically and visually accessible by people, so people’s various activities can be done at the Park.Keywords: City Parks, Function and Activity of Ganesha Park, Public Open Space
Penerapan Konsep Islam Pada Perancangan Masjid Salman ITB Bandung Utami, Utami; Thonthowi, Ilmam; Wahyuni, Sri; Nulhakim, Luqman
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.269

Abstract

ABSTRAK Sebuah desain selalu mengalami perubahan dari zaman ke zaman, ini disebabkan oleh kemajuan teknologi maupun daya imajinasi dan kreatifitas arsitek. Kemajuan suatu peradaban dapat ditandai oleh suatu inovasi ditengah suatu kebiasaan umum. Masjid Salman ITB memiliki sudut pandang berbeda dalam perancangannya, sang arsitek mencoba membantah hal-hal umum di masyarakat yang sebenarnya tidak pernah ada dalam ajaran islam, bahwa sebuah masjid identik dengan atap kubah, ornamen, dan kaligrafi. Masjid Salman sendiri memiliki desain bentuk dan ruang yang memunculkan persepsi tersendiri, baik yang dikonsepkan melalui konsep Islam maupun hasil pengamatan subjektif. Menarik untuk mengkaji keterkaitan antara konsep perancangan bentuk dan ruang dalam bangunan Masjid Salman terhadap konsep Islam. Melalui analisis diperoleh kesimpulan bahwa penerapan konsep Islam pada perancangan Masjid Salman diterjemahkan secara bijak dan cerdas oleh sang arsitek. Temuan-temuan baru dalam rancangan Masjid Salman yang tidak berkubah, desain fasade dan bentuk merupakan hasil inovasi dari pemikiran konsep islam. Kata kunci: masjid, konsep Islam, konsep perancangan ABSTRACT A design always changes over time, is due to the advances in technology and the power of imagination and creativity of architects. Progress of a civilization can be characterized by an innovation amid a general habit. Salman Mosque ITB have a different perspective in its design, the architect tried to disprove the common things in the community that does not really exist in the teachings of Islam, that is identical to the roof of a mosque dome, ornaments, and calligraphy. Salman mosque itself has a shape and a design that gave rise to the perception of its own, whether conceived through the concept of Islam as well as the results of subjective observation. It is interesting to examine the relationship between form and space design concepts in buildings Salman mosque against Islamic concept. Through analysis obtainable concluded that the application of the concept of Islamic mosque design Salman wisely and intelligently translated by the architect. New findings in salman mosque design, like doesn't use a dome , facade design and shape is the result of inovation from concept islam thoughts. Keywords: mosque, the Islamic concept, the concept of design
Kajian Penerapan Material Ekspos pada Rumah Tinggal Ditinjau dari Segi Estetika Achsien Hidajat; Putri Hardiyanti; Ayu Anggraini; Dewi Yuliana
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.288

Abstract

Abstrak Rumah tinggal merupakan bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangkawaktu tertentu, biasanya disesuaikan dengan suatu konsep tertentu agar mendapatkan kesan berbeda pada hasil yang ditampilkannya. salah satu konsep yang dapat diterapkan adalah konsep material ekspos. material ekspos merupakan desain pada bangunan yang dipandang sebagai bagian dari pekerjaan bangunan yang belum selesai atau tanpa proses finishing. kajian ini bertujuan untuk memahami penerapan konsep ekspos pada rumah tinggal agar memiliki nilai estetika yang baik. rumah tinggal setraduta k8/8 dipilih sebagai bahan studi kasus karena mengaplikasikan banyak variasi material pada konsep eksposnya. kajian material dibatasi pada material yang terdapat pada studi kasus saja karena material tersebut umum digunakan sebagai material ekspos. kajian estetika pun dibatasi dari segi warna dan tekstur saja karena merupakan pembeda antara bangunan ekspos dengan bangunan biasa. kajian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan untuk mendesain bangunan rumah tinggal dengan konsep material ekspos agar memiliki nilai estetika yang baik. metoda penelitian yang digunakan adalah metoda analisis kualitatif yang terdiri dari proses pengamatan, pengumpulan data, penyaringan data, dan pengembangan teori tentang konsep material ekspos, jenis material ekspos, dan estetika. Kata Kunci: material ekspos, estetika tekstur dan warna, rumah tinggal. Abstract Residential building used as a residence for a certain period, usually tailored to a particular concept in order to get a different impression of the results of the display. One of the concepts that can be applied is the concept of material exposed. Exposed material is the design of the building is seen as part of an unfinished building work or without a finishing process. This study aims to understand the application of the concept of exposure in residences that have good aesthetic value. Setraduta residential k8 / 8 is selected as a case study for applying the many variations on the exposed material concept. The study material is limited to the material contained in the case studies just because the material is commonly used as a exposed material. Aesthetic study is limited in terms of color and texture only because it is the difference between building exposure to regular building. This study is expected to be a reference material for designing residential buildings with exposed material concepts that have good aesthetic value. The method used in this study is a qualitative analysis method which consists of a process of observation, data collection, data filtering, and material development of the theory of the concept of exposure, type of material exposure, and aesthetics. Keywords: exposed material, colors and textures aesthetic, residential building.

Page 2 of 3 | Total Record : 24