cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3: November 2024" : 9 Documents clear
Kajian Komparatif Ekonomi Perkerasan Lentur dan Kaku dengan Metode MDPJ 2017, Studi Kasus: Rekonstruksi Jalan Jampang Tengah-Kiara Dua Azhar, Mochammad Rafi; Shima, Ratih Dewi; Elkhasnet, Elkhasnet
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.180

Abstract

ABSTRAKRuas Jalan Jampang Tengah-Kiara Dua adalah jalan nasional antar Kota Sukabumi dan Sukabumi Selatan. Jalan ini mempunyai lebar 5 m dan panjang 10,40 km, serta tingkat kerusakan yang cukup parah, sehingga memerlukan perbaikan. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi berdasarkan jenis perkerasan jalan yang kemudian ditinjau berdasarkan anggaran ekonomis untuk jalan tersebut. Dari perencanaan perkerasan lentur dan kaku menggunakan metode MDPJ 2017, diperoleh perkerasan lentur yaitu AC-WC setebal 4 cm, AC-BC setebal 6 cm, LFA Kelas A setebal 40 cm. Untuk perkerasan kaku, tebal pelat beton ialah 28,5 cm, lapis LMC setebal 10 cm, lapis drainase setebal 15 cm, lapis stabilisasi 30 cm, dowel D 36 sepanjang 450 mm, dan jarak 300 mm,  lalu tie bars D 16 sepanjang 810 mm, dan spasi 750 mm. Dari hasil perhitungan ekonomi menggunakan metode Annual Worth didapat biaya untuk pembangunan dan pemeliharaan selama 40 tahun. Untuk Perkerasan Lentur Rp50.216.997.833 dan Perkerasan Kaku Rp48.641.598.628 dapat disimpulkan dari segi biaya konstruksi awal perkerasan lentur lebih ekonomis tetapi setelah adanya pemeliharaan pekerasan kaku lebih ekonomis dibandingkan perkerasan lentur.Kata kunci: annual worth analysis, MDPJ 2017, NPV, perkerasan kaku, perkerasan lentur ABSTRACTThe Jampang Tengah-Kiara Dua road section is a national road between Sukabumi City and South Sukabumi. This road is 5 m wide with a length of 10.40 km and has a fairly severe level of damage so that the road needs to be reconstructed. The study was aimed to check and re-evaluating based on the type of road pavement that is appropriate in terms of budget and is more economical for the road. Using the MDPJ 2017 method, the flexible pavement thickness resulted with AC-WC 4 cm, AC-BC 6 cm, LFA Class A 40 cm. While for the rigid pavement, the concrete slab thickness is 28.5 cm, LMC layer 10 cm, drainage layer 15 cm, stabilization layer 30 cm, dowel D 36 length 450 mm, with in-between space of 300 mm, then tie bars D 16 length 810 mm, with in-between space of 750 mm. In terms of economic calculations using the Annual Worth method, the costs for construction process and maintenance for 40 years for Flexible Pavement Rp50,216,997,833 and Rigid Pavement Rp48,641,598,628. The study concluded that in terms of initial construction costs, flexible pavement is more economical, but after maintenance, rigid pavement is more economical than flexible pavement.Keywords: annual worth analysis, MDPJ 2017, NPV, rigid pavement, flexible pavement 
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Hotel Santika Kota Pekalongan Siregar, Rafil Dekwanda; Rabbani, Nauval
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.222

Abstract

ABSTRAKKebakaran menggambarkan masalah yang kerap kali dialami oleh Indonesia dan di kota lainya. Seiring dengan modernisasi kehidupan perkotaan di Kota Pekalongan, peluang terjadinya kebakaran semakin meluas. Gedung-gedung seperti hotel, yang memiliki aktivitas tinggi rentan terhadap risiko kebakaran. Oleh karena itu, penting untuk menyediakan sistem proteksi kebakaran yang memadai pada bangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi pada bangunan dan menilai komponen sistem proteksi kebakaran di Hotel Santika Kota Pekalongan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan wawancara dan check list untuk mengumpulkan data dari pihak terkait serta observasi untuk mengamati kondisi bangunan. Hasil menunjukkan bahwa penerapan sistem proteksi kebakaran Hotel Santika Kota Pekalongan dengan nilai kondisi 16,75% (CUKUP) untuk sistem kelengkapan tapak, nilai 23,175% (BAIK) untuk sistem sarana penyelamatan, nilai 23,448% (BAIK) untuk sistem proteksi aktif serta nilai kondisi sistem sarana pasif 22,672% (BAIK). Secara keseluruhan, sistem keselamatan bangunan mendapatkan nilai 86,045% yang menunjukkan nilai kondisi (BAIK) pada bangunan Hotel Santika Kota Pekalongan.Kata kunci: gedung hotel, proteksi kebakaran, sistem proteksi aktif ABSTRACTWith the modernization of urban life in Pekalongan City, the risk of fires has increased. Buildings such as hotels, which have high levels of activity, are particularly vulnerable to fire risks. Therefore, it is essential to provide adequate fire protection systems in these buildings. This study aims to analyze the condition of the building and assess the fire protection system components at Santika Hotel in Pekalongan City. The method used was descriptive qualitative, employing interviews and checklists to collect data from relevant parties, along with observations to evaluate the building's condition. The results show that the implementation of the fire protection system at Hotel Santika Kota Pekalongan has a condition value of 16.75% (ENOUGH) for the site completeness system, 23.175% (GOOD) for the rescue facility system, 23.448% (GOOD) for the active protection system, and 22.672% (GOOD) for the passive facility system. Overall, the building safety system received a score of 86.045%, indicating a condition value of (GOOD) for the Santika Hotel Pekalongan City building.Keywords: hotel building, fire protection, active protection system  
Analisis Tarif Jalan Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap (Getaci) dengan Metode ATP dan WTP Anggraeni, Reriskiawati; Herman, Herman
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.190

Abstract

ABSTRAKPulau Jawa berperan penting dalam roda perekonomian serta pariwisata. Beberapa destinasi pariwisata dan urgensi masyarakat untuk menempuh perjalanan menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian selatan saat ini dapat diakses melalui rute jalan nasional yang dinilai kurang efisien terkait kemacetan lalu lintas. Untuk mengatasi permasalahan kemacetan tersebut, maka Badan Pengatur Jalan Tol merencanakan untuk membangun Jalan Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap, dengan jarak rute jalan tol sepanjang 206,65 km. Namun, sebelum jalan tol tersebut beroperasi, diperlukan untuk menganalisis tarif rencana berdasarkan preferensi calon pengguna. Untuk mengetahui kemampuan membayar (ATP) dan kesediaan membayar (WTP) calon pengguna rute jalan tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap, maka dilakukan penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan melakukan survei terhadap pengguna mobil penumpang yang berlokasi di Rest Area sekitar Jalan Nasional Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung menggunakan metode stated preference. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data tahun 2024.Kata kunci: ATP, WTP, tarif jalan tol ABSTRACTJava Island has an important role in economy and tourism sector. Now, several tourism destinations and the public's urgency to travel to West Java and southern Central Java can be accessed via national road routes which are considered less efficient due to traffic congestion. To solving this congestion problem, the Toll Road Regulatory Agency plans to build the Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap Toll Road, with a toll road route distance of 206.65 km. However, before toll road operates, it is important to analyze planned toll rates based on potential user’s preferences. To determine the ATP and WTP of potential users of the Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap toll road route, therefore this research was carried out. The data collection method is by survey of passenger car users located in the Rest Area around Jalan Nasional, Rancaekek District, Bandung Regency using the stated preference method. The data used in this research is 2024 data.Keywords: ATP, WTP, toll road rates 
Analisis Perilaku Struktur dan Penyebaran Gaya pada Gedung Frame-Tube Khanza, Mirara
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.228

Abstract

ABSTRAKPerancangan gedung bertingkat tinggi pada daerah rawan gempa seperti Indonesia tergolong sulit. Gedung bertingkat tinggi cenderung memiliki fleksibilitas tinggi, sehingga perlu diperhatikan bagaimana perilaku struktur dan penyebaran gayanya. Meskipun telah banyak tipe bangunan dengan berbagai bentuk gedung bertingkat tinggi yang telah terbangun, perilaku setiap bangunan dapat berbeda, bergantung pada bentuk denah, tipe gedung, maupun tinggi gedung. Bangunan bertingkat yang dianalisis merupakan sistem framed-tube, karena sistem ini masih terbilang jarang untuk bangunan gedung di Indonesia. Model akan didesain menggunakan software ETABS, dengan pengecekan kriteria desain gempa mengacu pada SNI 1726:2019. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana perilaku struktur dan penyebaran gaya pada gedung bertingkat frame-tube. Dimana dengan tipe bangunan ini, diketahui bahwa elemen eksterior akan berpengaruh pada elemen interior, pun sebaliknya. Pada akhir penelitian, diketahui bahwa semakin tinggi gedung, semakin besar periode struktur dan simpangan strukturnya. Diketahui pula bahwa pada bangunan frame-tube, elemen eksternal menerima gaya lateral, sedangkan elemen internal menerima gaya gravitasi. Sehingga struktur dengan sistem framed-tube ini dinilai efektif dalam menahan gaya gempa.Kata kunci: perilaku struktur, framed-tube, penyebaran gaya, elemen eksternal, elemen interior ABSTRACTDesigning high-rise buildings in earthquake-prone areas such as Indonesia is difficult. High-rise buildings tend to have high flexibility, so it is necessary to pay attention to how the structure behaves and the distribution of forces. Although many types of buildings with various forms of high-rise buildings have been built, the behavior of each building can be different, depending on the plan form, building type, and building height. The high-rise building analyzed is a framed-tube system, as this system is still relatively rare for buildings in Indonesia. The model will be designed using ETABS software, with earthquake design criteria checking referring to SNI 1726:2019. The main objective of this research is to find out how the structural behavior and force distribution in a frame-tube high-rise building. Where with this type of building, it is known that exterior elements will affect interior elements, and vice versa. At the end of the study, it was found that the higher the building, the greater the structural period and structural deviation. It is also known that in frame-tube buildings, external elements receive lateral forces, while internal elements receive gravitational forces. So, the structure with the framed-tube system is considered effective in resisting earthquake forces.Keywords: structural behaviour, framed-tube, force distribution, external elements, interior elements
Penerapan Building Information Modeling pada Konstruksi Jembatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Syam, Ilham Yadi; Sofyan, Muhammad Septa; Yuswandoro, Mulyadi; Sukandar, Benny Muyana
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.11

Abstract

ABSTRAKProyek penggantian Jembatan Cisolok dilakukan di ruas Jalan Raya Cisolok yang dimana menghubungan Provinsi Jawa Barat dan Banten. Sehingga memerlukan penerapan BIM untuk perancangan jadwal dan biaya yang efektif dan efisien agar dapat meningkatkan produktivitas pekerjaan. Metode penerapan BIM diawali dengan pembuatan model 3D menggunakan software Tekla Structures dengan gambar acuan DED dari konsultan. Model 3D menghasilkan QTO dan gambar 2D yang akan dijadikan shop drawing dalam pelaksanaan di lapangan. Hasil dari QTO digunakan untuk merancang penjadwalan dan RAB yang akan diintegrasikan sehingga menghasilkan simulasi 4D dan 5D dengan menggunakan Naviswork.  Animasi dan augmented reality dilakukan dengan bantuan Lumion, Unity 3D dan Vuforia Engine. Hasil pemodelan dari DED menggunakan Tekla Structures menghasilkan model 3D, shop drawing 2D, dan QTO. Hasil QTO digunakan untuk perancangan penjadwalan dan perhitungan RAB. Dari hasil penjadwalan menggunakan Microsoft Project didapat durasi pelaksanaan proyek Jembatan Cisolok 172 hari. Serta, RAB yang didapat dari hasil perhitungan sebesar Rp 8.900.820.032,- (delapan miliar sembilan ratus juta delapan ratus dua puluh ribu tiga puluh dua rupiah). Jadwal dan biaya yang telah dibuat diintegrasikan dengan model 3D sehingga menghasilkan simulasi 4D dan 5D; serta animasi metode pelaksanaan dengan format MP4 dan augmented reality.Kata kunci: BIM, DED, model 3D, QTO, penjadwalan, RAB, simulasi 4D dan 5D, Augmented Reality ABSTRACTThe Cisolok Bridge replacement project was carried out on the Cisolok Highway section which connects West Java and Banten Provinces. It requires the application of BIM for effective and efficient schedule and cost design in order to increase work productivity. The BIM application method begins with the creation of a 3D models using Tekla Structures software with a DED reference drawing from the consultant. The 3D models produce QTO and 2D drawings that will be used as shop drawings in the field. The result of the QTO is used to design scheduling and RAB that will be integrated to produces 4D and 5D simulations using Naviswork. Animation and augmented reality are done with the help of Lumion, Unity 3D and Vuforia Engine. The modeling results from DED using Tekla Structures produces 3D models, 2D shop drawing, and QTO. The QTO is used for scheduling design and calculation of RAB. From the scheduling using Microsoft Project, the duration of Cisolok Bridge Project implementation was obtained 172 days. As well as the RAB obtained from the calculation is Rp 8.900.820.032,- (eight billion nine hundred million eight hundred twenty thousand thirty two rupiah). The schedule and cost that have been created are integrated with the 3D models so as to produces 4D and 5D simulations, also an animation of the execution method is made in MP4 format and augmented reality.Keywords: BIM, DED, 3D models, QTO, scheduling, RAB, 4D and 5D Simulations, Augmented Reality 
Penerapan Building Information Modeling pada Konstruksi Jembatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Indra, Fathika Ashila; Purwanto, Hari; Sari, Rizki Yunita
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.201

Abstract

ABSTRAKProyek penggantian Jembatan Cisolok dilakukan di ruas Jalan Raya Cisolok yang dimana menghubungan Provinsi Jawa Barat dan Banten. Sehingga memerlukan penerapan BIM untuk perancangan jadwal dan biaya yang efektif dan efisien agar dapat meningkatkan produktivitas pekerjaan. Metode penerapan BIM diawali dengan pembuatan model 3D menggunakan software Tekla Structures dengan gambar acuan DED dari konsultan. Model 3D menghasilkan QTO dan gambar 2D yang akan dijadikan shop drawing dalam pelaksanaan di lapangan. Hasil dari QTO digunakan untuk merancang penjadwalan dan RAB yang akan diintegrasikan sehingga menghasilkan simulasi 4D dan 5D dengan menggunakan Naviswork.  Animasi dan augmented reality dilakukan dengan bantuan Lumion, Unity 3D dan Vuforia Engine. Hasil pemodelan dari DED menggunakan Tekla Structures menghasilkan model 3D, shop drawing 2D, dan QTO. Hasil QTO digunakan untuk perancangan penjadwalan dan perhitungan RAB. Dari hasil penjadwalan menggunakan Microsoft Project didapat durasi pelaksanaan proyek Jembatan Cisolok 172 hari. Serta, RAB yang didapat dari hasil perhitungan sebesar Rp 8.900.820.032,- (delapan miliar sembilan ratus juta delapan ratus dua puluh ribu tiga puluh dua rupiah). Jadwal dan biaya yang telah dibuat diintegrasikan dengan model 3D sehingga menghasilkan simulasi 4D dan 5D; serta animasi metode pelaksanaan dengan format MP4 dan augmented reality.Kata kunci: BIM, DED, model 3D, QTO, penjadwalan, RAB, simulasi 4D dan 5D, Augmented Reality ABSTRACTThe Cisolok Bridge replacement project was carried out on the Cisolok Highway section which connects West Java and Banten Provinces. It requires the application of BIM for effective and efficient schedule and cost design in order to increase work productivity. The BIM application method begins with the creation of a 3D models using Tekla Structures software with a DED reference drawing from the consultant. The 3D models produce QTO and 2D drawings that will be used as shop drawings in the field. The result of the QTO is used to design scheduling and RAB that will be integrated to produces 4D and 5D simulations using Naviswork. Animation and augmented reality are done with the help of Lumion, Unity 3D and Vuforia Engine. The modeling results from DED using Tekla Structures produces 3D models, 2D shop drawing, and QTO. The QTO is used for scheduling design and calculation of RAB. From the scheduling using Microsoft Project, the duration of Cisolok Bridge Project implementation was obtained 172 days. As well as the RAB obtained from the calculation is Rp 8.900.820.032,- (eight billion nine hundred million eight hundred twenty thousand thirty two rupiah). The schedule and cost that have been created are integrated with the 3D models so as to produces 4D and 5D simulations, also an animation of the execution method is made in MP4 format and augmented reality.Keywords: BIM, DED, 3D models, QTO, scheduling, RAB, 4D and 5D Simulations, Augmented Reality
Evaluasi dan Peningkatan Kapasitas Struktur Bangunan Gedung Pendidikan pada Salah Satu Institusi Pendidikan di Bandung Akibat Sesar Lembang Salistia, Astri Salistia; Hamdan, Salman Faishal; Somantri, Andri Krisnandi; Febriansya, Aditia
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.159

Abstract

ABSTRAKSebuah gedung pendidikan di suatu Institusi di Bandung merupakan salah satu gedung tua yang berumur hampir mencapai umur rencana gedung, yaitu 50 tahun. Pada saat perencanaannya, gedung ini didesain dengan menggunakan perarturan yang berlaku pada saat itu. Seiring perkembangan peraturan dalam konstruksi di Indonesia, peraturan tersebut diperbarui menjadi peraturan dan standar yang mutakhir. Berdasarkan SNI 1726-2019, Gedung ini termasuk kategori situs dekat sesar karena berjarak sekitar 8,6 km dari Sesar Lembang yang aktif dengan potensi gempa mencapai 6,596 Mw.  Sehingga perlu dievaluasi berdasarkan peraturan SNI 1726-2019. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, analisa dan evaluasi terdapat 9,73% balok yang tidak memenuhi persyaratan kapasitas lentur, 2,51% balok yang tidak memenuhi persyaratan kapasitas geser dan 56,3% kolom yang tidak memenuhi kapasitas aksial lentur. Kemudian elemen struktur tersebut akan didesain perkuatannya dengan menggunakan fiber reinforced polymer untuk balok dan concrete jacketing untuk kolom. Perkuatan lentur dan geser balok menggunakan tiga tipe CFRP dengan rentang lapisan sebanyak 1 sampai 3 lapis. Sedangkan untuk kolom dilakukan penebalan dimensi sebesar 200 mm dengan penambahan tulangan baru sebanyak 8D22 dan D10-100. Sedangkan untuk struktur bawah, setelah dilakukan evaluasi dengan peraturan baru dan akibat dari peningkatan kapasitas pada struktur atas, fondasi eksisting memenuhi persyaratan sehingga tidak perlu untuk dilakukan perkuatan.Kata kunci: concrete jacketing, FRP, sesar Lembang ABSTRACKAn educational building in one of Institution in Bandung which is almost the age of the building's design, namely 50 years. The building was designed PPIUG 1983 and PPTGIUG 1983 regulations. The regulations of the construction in Indonesia were developed, so these regulations have been updated with the latest regulations or Indonesia National Standards. Based on the results of testing, analysis and evaluation, there were 9,73% of beams that did not meet the bending capacity requirements and 2,51% of beams that did not meet the shear capacity requirements and 56,3% of columns that did not meet the axial and bending capacity requirements. And then the structural element will be designed to be strengthened using fiber reinforced polymer for beams and concrete jacketing for columns. The bending and shear strengthening of the beam uses three types of CFRP, from 1 to 3 layers. The dimensions of the columns were thickened by 200 mm with adding the new bar reinforcement of 8D22 and D10-100. Meanwhile, for the lower structure, after evaluation with the new regulations and the results of the post-capacity increase in the upper structure, existing foundations meet the requirements so there is no need for structure strengthening.Keywords: concrete jacketing, FRP, Lembang fault 
Evaluasi Kinerja Struktur Bangunan Café di Kabupaten Bandung dengan Time History Berdasarkan FEMA 356 Siadari, Fanny Sara; Desimaliana, Erma; Arifin, Altie Santika
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.211

Abstract

Evaluasi Kinerja Struktur Bangunan Café di Kabupaten Bandung dengan Time History Berdasarkan FEMA 356 Siadari, Fanny Sara; Desimalian, Erma; Arif, Altie Santika
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.211

Abstract

ABSTRAKKabupaten Bandung yang menjadi salah satu kota pariwisata di Indonesia tidak lepas dari lokasi sesar Lembang, sehingga struktur bangunan gedung harus dirancang dengan sistem bangunan tahan seismik. Analisis seismik non linier time history biasanya digunakan untuk mengetahui level kinerja struktur bangunan bertingkat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja struktur bangunan café di Kabupaten Bandung, baik dengan analisis seismik linier respon spektrum maupun analisis seismik non-linier riwayat waktu, menggunakan software ETABS. Analisis struktur yang diteliti berupa jumlah dan arah ragam getar struktur, periode struktur, gaya geser dasar, simpangan antar lantai dan P-D. Serta, juga dianalisis level kinerja struktur dari nilai lateral ratio drift berdasarkan FEMA 356. Hasil penelitian menghasilkan gaya geser dasar yang terjadi pada bangunan café, baik pada arah X maupun arah Y, sebesar 2.6845 kN. Sementara itu, lateral drift ratio yang dihasilkan pada arah X sebesar 2,04% dan pada arah Y sebesar 1,86%. Berdasarkan FEMA 356, struktur bangunan café di Kabupaten Bandung memiliki level kinerja struktur CP pada arah X (nilai lateral drift ratio 2% - 4%) dan LS pada arah Y (nilai lateral drift ratio 1% - 2%).Kata kunci: bangunan café, riwayat waktu, level kinerja struktur, FEMA 356 ABSTRACTBandung Regency, which is one of the tourism cities in Indonesia, cannot be separated from the location of the Lembang fault, so the building structures must be designed with a seismic-resistant building system. Non-linear time history seismic analysis is usually used to determine the level of performance of multi-story building structures. The aim of this research is to evaluate the structural performance of café buildings in Bandung Regency, both with linear response spectrum seismic analysis and non-linear time history seismic analysis, using ETABS software. The structural analysis studied included the number and direction of various structural vibrations, the period of the structure, the base shear force, the deviation between floors and P-. Also, the level of structural performance was analyzed from the lateral drift ratio value based on FEMA 356. The results of the research produced the basic shear force that occurred in the café building, both in the X and Y directions, of 2.6845-kN. Meanwhile, the lateral drift ratio in the X direction is 2.04% and in the Y direction is 1.86%. Based on FEMA 356, café building structures in Bandung Regency have structural performance levels of CP in the X direction (lateral drift ratio value 2% - 4%) and LS in the Y direction (lateral drift ratio value 1% - 2%).Keywords: café buildings, time history, structural performance level, FEMA 356 

Page 1 of 1 | Total Record : 9