cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1: Maret 2017" : 18 Documents clear
Transformasi Gelombang pada Batimetri Ekstrim dengan Model Numerik SWASH Studi Kasus: Teluk Pelabuhan Ratu, Sukabumi (Hal. 26-35) Kurniadi, Yessi Nirwana; Windupranata, Wiwin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1613.528 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.26

Abstract

ABSTRAKSWASH adalah model numerik yang dikembangkan oleh Deltares dan DELFT University of Technology. Model ini telah dikaji dalam kemampuannya memodelkan gelombang di daerah nearshore, gelombang pecah maupun run up gelombang. Namun, belum banyak penelitian yang mengkaji model numerik SWASH pada perairan dengan batimetri yang ekstrim. Kemampuan model numerik SWASH untuk simulasi hidrodinamika di daerah pantai pada kondisi ekstrim dikaji pada penelitian ini. Lokasi studi yang dipilih adalah Teluk Pelabuhan Ratu. Pada lokasi ini profil batimetri beragam terdiri dari teluk, tanjung, pantai curam, dan pada lokasi sekitar 500 m sebelah barat daya, kedalamannya mencapai lebih dari 100 m. Kondisi batimetri yang ekstrim ini sangat baik guna menguji dan mengkaji kemampuan model hidrodinamika SWASH. Hasil analisis selama 40 menit waktu simulasi menunjukkan transformasi gelombang, yaitu refraksi, refleksi, shoaling dan interferensi gelombang. Gelombang ekstrim terjadi dari hasil interferensi gelombang dan model numerik tetap stabil pada kondisi ekstrim ini. Model numerik SWASH terbukti dapat memodelkan kondisi hidrodinamika ekstrim pada batimetri ekstrim dengan baik.Kata kunci: SWASH, model numerik, gelombang, batimetri, ekstrim ABSTRACTSWASH model is numerical model developed by Deltares and DELFT University of Technology. The applicability of this model has been investigated for nearshore waves, breaking waves and also wave run up. However, there are still need to test this model into extreme condition. This numerical model has been tested for bathymetry extreme in this research. Pelabuhan Ratu Bay is choosen for this test due to its bathymetry profiles, where there are steep beach, bay, cape, and also a very deep trough. The result shows that in 40 minutes simulation time, there are wave transformation such as refraction, reflection, shoaling, and wave interference. Extreme wave due to wave interference was simulated during simulation and the numerical model was still stable. It is proofed that SWASH model can do the hydrodynamic simulation on extreme wave and also extreme bathymetry profile.Keywords: SWASH, numerical model, wave, bathymetry, extreme
Mewujudkan Perencanaan Tata Ruang yang Ramah Lingkungan melalui Analisis Emisi Berbasis Lahan (Hal. 81-89) Puspita, Iredo Bettie
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.45 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.81

Abstract

ABSTRAKSaat ini pergeseran isu pembangunan ke arah keberlanjutan pembangunan memaksa perencanaan tata ruang tidak lagi berpikir secara tradisional yang hanya memikirkan alokasi pembangunan fisik, sosial, dan ekonomi, serta dampak pembangunannya secara lokal di dalam wilayah perencanaan saja. Perencanaan tata ruang dituntut untuk memikirkan dampak pembangunan fisik, ekonomi, dan sosial  terhadap lingkungan sekitar wilayah perencanaan, sehingga perencanaan tata ruang yang disusun dapat lebih ramah lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya adalah dengan melakukan analisis emisi berbasis lahan. Dengan menggunakan kasus Kota Batam dan Kota Bandar Lampung, teridentifikasi bahwa analisis emisi berbasis lahan ini mampu membantu perencana untuk mengidentifikasi arahan ruang yang rendah emisi yang berarti pula ramah lingkungan. Dalam implementasinya dalam proses dan prosedur penyusunan rencana tata ruang yang berlaku di Indonesia, analisis emisi berbasis lahan ini dapat langsung diintegrasikan, terutama pada tahap analisis dan perumusan konsep pengembangan tanpa memberikan tambahan tahapan.Kata kunci: perencanaan tata ruang ramah lingkungan, emisi berbasis lahanABSTRACTThe shift towards sustainable development issues forced the development of spatial planning is no longer think traditionally that only think about the allocation of physical, social and economic development, as well as development impact locally. Spatial planning is required to consider the impact of physical, economic, social and the environment development surrounding the planning area, so that the spatial planning prepared can be more ecofriendly. One effort to do this is by analyzing land-based emissions. Using Batam and Bandar Lampung as case study, identified that the land-based emission analysis is able to help planners to identify the direction of low-emission space. In the implementation process and procedure of preparation of spatial plans in force in Indonesia, the analysis of land-based emissions can be directly integrated, especially at this stage of the analysis and planning concept formulation without providing additional stages.Keywords: ecofriendly spatial plan, land based emissions
Pengaruh Bentuk Bracing terhadap Kinerja Seismik Struktur Beton Bertulang (Hal. 48-58) Aryandi, Darin; Herbudiman, Bernardinus
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.462 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.48

Abstract

ABSTRAKSistem rangka bresing baja konsentrik merupakan salah satu sistem struktur tahan gempa yang biasanya digunakan di Indonesia. Bresing konsentrik memiliki ragam bentuk diantaranya tipe Z, X, V dan É…. Penelitian ini bertujuan mengetahui kapasitas dan kinerja seismik struktur masing-masing bentuk bresing melalui pemodelan analisis pushover. Objek penelitian membandingkan 2 tipe struktur simetris yaitu tipe 1 berupa portal terbuka dan tipe 2 berupa portal terbuka yang dikombinasikan dengan bentuk-bentuk bresing konsentrik. Hasil penelitian menunjukan bresing bentuk X memiliki sifat paling kaku untuk arah UX dan UY dengan rasio sebesar 0,34 dan 0,41 dari struktur tipe 1, sedangkan bresing bentuk É… memiliki sifat paling daktail diantara bentuk bresing lainnya. Kapasitas gaya geser lantai dasar mengalami peningkatan paling besar untuk bresing bentuk X dengan rasio sebesar 1,63 untuk arah UX dan UY. Level kinerja untuk struktur tipe 1 dan 2 adalah immediate occupancy berdasarkan metode ATC-40.Kata kunci: bresing, pushover, simetrisABSTRACTConcentrically steel bracing system is one of earthquake-resistant structure system that usually used in Indonesia. Concentrically bracing have a variety of shape configuration including Z-type, X, V and É…. The purpose of this study is to determine structural capacity and seismic performance building for each bracing configuration with pushover analysis. The object of this study have two different symmetrical structures that is open frame for type 1 and type 2 is combined open frame with concentrically bracing configuration variety. The study result show that X-brace has the most rigid for direction UX and UY with ratio is 0.34, 0.41 of the structure type 1, while É…-brace has the most ductile between other bracing configuration. The most increase base shear capacity has a X-brace with ratio is 1.63 for direction UX and UY. Performance level for structure type 1 and 2 is immediate occupancy according to ATC-40 method.Keywords: bracing, pushover, symmetric
Penerapan Sistem Parkir Progresif (On Street) dalam Mempengaruhi Efektivitas Transport Demand Management Studi Kasus: Pusat Kota Bandung (Hal. 90-102) Saputra, Isro; Herdiana, Sony; Oktaviana, Wahyupi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.936 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.90

Abstract

ABSTRAKPerparkiran merupakan salah satu instrumen manajemen transportasi yang berpengaruh terhadap efektivitas dan efisiensi transportasi. Kondisi sistem perparkiran yang belum optimal dapat memberikan gangguan sangat berarti bagi sistem lalu lintas, salah satunya adalah menimbulkan kemacetan terhadap pergerakan. Penerapan sistem parkir progresif merupakan salah satu bentuk TDM yang memiliki maksud untuk mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat dalam melakukan kegiatan transportasi. Pemberlakuan sistem perparkiran progresif  on street dimaksudkan untuk bisa meningkatkan efektifitas transport demand management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas transport demand management jika diterapkan sistem parkir progresif dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem parkir progresif memiliki kontribusi dalam meningkatkan efektifitas transport demand management, tetapi jika dianalisis lebih mendasar pada perubahan perilakunya peran penerapan sistem parkir progresif dalam meningkatkan efektifitas TDM masih sangat kecil dikarenakan parkir progresif hanya salah satu dari bagian dari TDM.Kata kunci: parkir, Transport Demand Management (TDM), progresif ABSTRACTParking is one of the management transportation instrument that affect transportation effectiveness and efficiency. Non-optimal parking system will be cause disruption to the traffic system, one of the problems is generate traffic congestion on mobility. Progressive parking system is one form of TDM that has the goal to change people behaviors and habits in transport activity. System progressive parking (on street) implementation has purpose to increase effectiveness of transport demand management. This study aimed to determine effectiveness of transport demand management if implemented progressively parking system, which is using descriptive quantitative method. Result of analysis showed the implementation of progressive parking system has contributed to increasing effectiveness of transport demand management, but when analyzed more fundamental in the behavioural change, implementation progressive parking systems have a small role to increasing effectiveness of TDM.Keywords: parking, Transport Demand Management (TDM), progressive
Efek Tipe Superplasticizer terhadap Sifat Beton Segar dan Beton Keras pada Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash (Hal. 59-70) Utami, Ria; Herbudiman, Bernardinus; Irawan, Rulli Ranastra
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.469 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.59

Abstract

ABSTRAKBeton geopolimer adalah beton tanpa semen portland dengan bahan pengikat material yang mengandung silika dan alumunium yang tinggi seperti fly ash. Silika dan alumunium pada fly ash diaktifkan oleh aktivator yaitu sodium hidroksida (NaOH) dan katalisator yaitu sodium silikat (). fly ash yang digunakan pada penelitian adalah campuran fly ash PLTU Suralaya 1 dan PLTU Suralaya 2. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh tipe superplasticizer terhadap beton segar dan keras beton geopolimer yaitu slump flow, setting time dan kuat tekan. Superplasticizer yang digunakan adalah naphthalene, sodium glukonat dan polycarboxylate. Benda uji kuat tekan adalah kubus berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm sebanyak 3 buah, pengujian dilakukan pada umur beton 1, 3, 7 dan 28 hari. Hasil dari penelitian diketahui bahwa superplasticizer sodium glukonat adalah superplasticizer terbaik untuk beton geopolimer karena beton mendapatkan flow dan setting time yang lama, dengan kuat tekan yang tidak jauh berbeda dengan beton geopolimer.Kata kunci: beton geopolimer, fly ash, superplasticizer, beton segar, beton keras ABSTRACTGeopolymer concrete is a concrete without portland cement with high component silica and aluminium as the binding material such as fly ash. Silica and aluminum in fly ash is activated by sodium hydroxide (NaOH) and sodium silicate (). fly ash used in the study was mix  two steam power plant, fly ash PLTU Suralaya 1 and PLTU Suralaya 2. The study was conducted to determine the effect of type superplasticizer on fresh concrete and hardened of geopolymer concrete which is Slump flow, setting time and compressive strength. Superplasticizer used is naphthalene, sodium gluconate and polycarboxylate. Compressive strength test specimen is a cube measuring 5 cm x 5 cm x 5 cm as much as 3 pieces, testing is done on the concrete 1, 3, 7 and 28 days. The results of the study note that sodium gluconate is the best admixture for geopolymer concrete because concrete has highest flow characteristic and longer setting time, with difference of compressive strength was not significantly.Keywords: geopolimer concrete, fly ash, superplasticizer, fresh concrete, hardened concrete
Pavement Condition Index (PCI) Runway Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (Hal. 1-13) Widianto, Barkah Wahyu
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.428 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.1

Abstract

ABSTRAKSalah satu metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi perkerasan landas pacu (runway) bandara yaitu dengan penilaian  (Pavement Condition Index). Nilai  memiliki 3 parameter, yaitu tipe kerusakan, tingkat keparahan kerusakan, dan jumlah atau kerapatan kerusakan. Dalam penelitian ini Penilaian  dilakukan di runway (perkerasan lentur) Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dengan luas 3000 m x 45 m.  ini dianalisis dengan menggunakan metode ASTM D 5340-12 (Standard Test Method For Airport Pavement Condition Index Surveys) dengan sampel 10% dari semua total luas sampel. Dari hasil penelitian didapat bahwa terdapat 3 nilai  yang berbeda yang menunjukan adanya penurunan kondisi perkerasan, yaitu  kondisi eksisting (sebelum perbaikan) adalah 69 (Fair/Sedang),  kondisi “do something” (setelah dilakukan perbaikan) adalah 65 (Fair/Sedang), dan  kondisi “do nothing” (jika tidak dilakukan perbaikan dan terjadi/bertambah kerusakan alur pada jalur roda pesawat) adalah 59 (Fair/Sedang). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penurunan  runway jika dilakukan perbaikan memiliki nilai lebih kecil daripada jika runway tidak dilakukan perbaikan.Kata kunci: , ASTM D5340-12, perkerasan lentur ABSTRACTOne of method that is used to determine the condition of airport runway pavement is the parameter of  (Pavement Condition Index) value.  Value have three valuation parameters, they are the type of damage, the severity of the damage, and the number or density of damage. In this study, the valuation of  have been conducted at runway (flexible pavement) Halim Perdanakusuma Airport in Jakarta with an area of 3000 m x 45 m.  had been analyzed by using ASTM D 5340-12 methods (Standard Test Method For Airport Pavement Condition Index Surveys) with 10% sample from total area of  sample. From the result study, there are three grades in different  that showed a decrease in pavement conditions, they are  in existing condition (before repair) is 69 (Fair/Medium),  in “do something” condition (after repair) is 65 (Fair/Medium), and  in “do nothing" condition (if it is not carried out to repair and there is increasing damage of the groove on aircraft wheel track) is 59 (Fair/Medium). These results showed thatthe decreasing of  runway will be happened if the repairedhave a smaller value than if the runway is not carried out to repair.Keywords: , ASTM D5340-12, flexible pavement
Studi Perencanaan Alur Pelayaran Optimal Berdasarkan Hasil Pemodelan Software SMS-8.1 di Kolong Bandoeng, Belitung Timur (Hal. 71-80) Syamsudin, Aldila Putri; Muliati, Yati; Madrapriya, Fachrul
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.961 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.71

Abstract

ABSTRAK Rencana pengembangan daerah pariwisata di Kolong (Danau) Bandoeng Kabupaten Belitung Timur menggunakan kapal rencana yaitu kapal Yacht 473 GT. Alur pelayaran yang menghubungkan Laut Serdang dan Kolong Bandoeng memiliki dimensi yang sempit tidak memungkinkan kapal rencana untuk berlayar, sehingga dibutuhkan dimensi alur pelayaran baru sebagai prasarana penghubung antara Kolong Bandoeng dan Laut Serdang. Analisis dilakukan pada dua alur rencana berdasarkan hasil perhitungan dimensi alur dan pemodelan arus serta sedimentasi menggunakan software SMS 8.1. Hasil analisis didapatkan lebar alur lurus sebesar 64 m dan membelok 81 m, radius sebesar 433 m dengan dan kedalaman alur sebesar -5 m. Kecepatan arus pada alur lurus 0,075 m/s lebih besar dibandingkan pada alur membelok 0,067 m/s. Sebaran sedimen pada alur lurus lebih besar dibandingkan alur membelok, dengan sedimentasi yang sama sebesar 0,0075 m-0,009 m per 15 hari. Alur membelok dipilih sebagai alur pelayaran optimal (1.800 m). Volume pengerukan sebesar 159,019 m³.Kata kunci: alur pelayaran, kecepatan arus, sedimentasi, SMS 8.1. ABSTRACTPlan of tourism area development in Kolong (Lake) Bandoeng, East Belitung as using Yacht 473 GT. The  narrow wide of navigation channel between sea Serdang and Kolong Bandoeng cause the ship is impossible to sail. Hence it we need to determine the dimention of new navigation channel, so it can be used for the yacht. Analysis was made for two navigation channel based on the product of channel dimension and current modeling along with sedimentation using SMS 8.1 software. The result shows that the width of straight channel is 64 m and curving 81 m, the radius is 433 m with and the depth of channel is -5 m. The current velocity of straight channel is 0.075 m/s bigger than on curving channel 0.067 m/s. Sedimentation spread on straight channel is bigger than on curving channel with same number of sedimentation 0.0075 m-0.009 m every 15 days. Curving channel selected as the optimal navigation channel (1,800 m). The dregging volume is 159.019 m³.Keywords: navigation channel, current velocity, sedimentation, SMS 8.1.
Pengukuran Nilai Infiltrasi Lapangan dalam Upaya Penerapan Sistem Drainase Berkelanjutan di Kampus UMY (Hal. 14-25) Nursetiawan, Nursetiawan; Pratama, Arwi Imam
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.295 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.14

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai infiltrasi tanah di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam rangka untuk menerapkan sistem drainase berkelanjutan. Pengukuran nilai infiltrasi dilakukan secara langsung di lapangan dengan menggunakan alat double ring infiltrometer pada 6 Lokasi yang terdiri dari 2 jenis penutup lahan (tanah dan rumput). Pada peneilitian ini juga dilakukan pengukuran nilai permeabilitas, kepadatan tanah lapangan dan kadar air tanah sebagai pendukung hasil pengukuran nilai infiltrasi yang didapatkan.Berdasarkan hasil pengujian permeabilitas pada lahan di kawasan kampus UMY, diperoleh data bahwa koefisien permeablitas rata-rata berkisar antara 4,31*10-3 -4,37*10-3 cm/s. Hal ini menunjukkan bahwa golongan tanah dari kedua jenis penutup lahan di atas adalah kerikil halus/pasir (medium permeability) dan cukup baik digunakan sebagai media resapan air limpasan untuk pengaplikasian model sistem drainase berkelanjutan. Hasil nilai pengujian kapasitas infiltrasi diperoleh 1,36-2,21 cm/jam untuk jenis penutup tanah dan 0,84-1,88 cm/jam untuk jenis penutup tanaman rumput.Kata kunci: kapasitas infiltrasi, koefisien permeabilitas (), kepadatan tanah lapangan, sistem drainase berkelanjutan ABSTRACTThis study aims to examine the value of infiltration rate in the yard area of Yogyakarta Muhammadiyah University (UMY) campus in order to promote the implementationof sustainable drainage system. Field infiltration rate wasmeasured directly at 6 locations usinga double ring infiltrometer,for two types of land covers (bare soil and grass). In addition, the permeability value, insitu soil compactness and soil water content were also measured tosupport the infiltration test results.The test results obtained for the yard area of UMY campus show that the average permeability range from 4.31*10-3 cm/s to 4.37*10-3 cm/s. This shows that the soil class for the two types of soil coverstested isfine gravel /sand (medium permeability) which meansthat the soil type is good to be used as a infiltration mediafor reducing the surface runoff. The infiltration rate from the tests are 1.36 to 2.21 cm/hr for bare soil and 0.84 to 1.88 cm/hr for grass cover.Key words: infiltration rate, permeability, soil compactness, sustainable drainage system
Perilaku Tiang Pancang Tunggal pada Tanah Lempung Lunak di Gedebage (Hal. 36-47) Yakin, Yuki Achmad; Siska, Heldys Nurul; Alawiah, Wanda Azka
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.712 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.36

Abstract

ABSTRAKDeposit tanah lunak di Gedebage merupakan tanah lempung lunak non organik dengan plastisitas tinggi, dengan parameter fisis: kadar air (105,4% - 315,5%), batas cair (100% - 375%) dan angka pori (1,23 – 7,26). Sedangkan parameter teknis menunjukkan kohesi tak teralir (0,01 kg/cm2 – 0,25 kg/cm2) dan sudut geser dalam (0,20 – 5,50)  serta indeks kompresi (2-5). Hal ini menujukkan kuat geser yang rendah dan kompresibilitas yang tinggi. Daya dukung izin tiang pada deposit tanah lunak di Gedebage dengan panjang tiang 33,5 m, dilakukan dengan metode statik, metode N-SPT dan metode Mazurkiewicz yang berturut-turut menghasilkan nilai 185 ton, 155 ton dan 268 ton. Metode Mazurkiewicz adalah metode yang paling mendekati nilai daya dukung hasil uji rata-rata, yaitu 283 ton.Kata kunci: lempung lunak, kompresibilitas tinggi, daya dukung ultimit ABSTRACTDeposite of soft soil in Gedebage is non-organic soft clay with high plasticity and physics parameters: water content (105.4% - 315.5%), liquid limit (100%-375%) and void ratio (1.23 – 7.26). Engineering parameters show undrained cohesion (0.01 kg/cm2 – 0.25 kg/cm2), friction angle (0.20 – 5.50) and compression index (2 – 5). These indicate low shear strength and high compressibility. Allowable bearing capacity of pile at soft clay deposite in Gedebage with 33.5 m length of pile, calculated by static method, N-SPT method and Mazurkiewicz method with value of 185 tons, 155 tons and 268 tons. Mazurkiewicz method is the most reasonable value based on the average value of tests, namely 283 tons.Keywords: soft clay, high compressibility, ultimite bearing capacity
Transformasi Gelombang pada Batimetri Ekstrim dengan Model Numerik SWASH Studi Kasus: Teluk Pelabuhan Ratu, Sukabumi Yessi Nirwana Kurniadi; Wiwin Windupranata
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.26

Abstract

ABSTRAKSWASH adalah model numerik yang dikembangkan oleh Deltares dan DELFT University of Technology. Model ini telah dikaji dalam kemampuannya memodelkan gelombang di daerah nearshore, gelombang pecah maupun run up gelombang. Namun, belum banyak penelitian yang mengkaji model numerik SWASH pada perairan dengan batimetri yang ekstrim. Kemampuan model numerik SWASH untuk simulasi hidrodinamika di daerah pantai pada kondisi ekstrim dikaji pada penelitian ini. Lokasi studi yang dipilih adalah Teluk Pelabuhan Ratu. Pada lokasi ini profil batimetri beragam terdiri dari teluk, tanjung, pantai curam, dan pada lokasi sekitar 500 m sebelah barat daya, kedalamannya mencapai lebih dari 100 m. Kondisi batimetri yang ekstrim ini sangat baik guna menguji dan mengkaji kemampuan model hidrodinamika SWASH. Hasil analisis selama 40 menit waktu simulasi menunjukkan transformasi gelombang, yaitu refraksi, refleksi, shoaling dan interferensi gelombang. Gelombang ekstrim terjadi dari hasil interferensi gelombang dan model numerik tetap stabil pada kondisi ekstrim ini. Model numerik SWASH terbukti dapat memodelkan kondisi hidrodinamika ekstrim pada batimetri ekstrim dengan baik.Kata kunci: SWASH, model numerik, gelombang, batimetri, ekstrim ABSTRACTSWASH model is numerical model developed by Deltares and DELFT University of Technology. The applicability of this model has been investigated for nearshore waves, breaking waves and also wave run up. However, there are still need to test this model into extreme condition. This numerical model has been tested for bathymetry extreme in this research. Pelabuhan Ratu Bay is choosen for this test due to its bathymetry profiles, where there are steep beach, bay, cape, and also a very deep trough. The result shows that in 40 minutes simulation time, there are wave transformation such as refraction, reflection, shoaling, and wave interference. Extreme wave due to wave interference was simulated during simulation and the numerical model was still stable. It is proofed that SWASH model can do the hydrodynamic simulation on extreme wave and also extreme bathymetry profile.Keywords: SWASH, numerical model, wave, bathymetry, extreme

Page 1 of 2 | Total Record : 18