cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3: November 2022" : 7 Documents clear
Analisis Nilai Kapasitas Jembatan Eksisting Menggunakan Metode Rating Factor (Jembatan Pelawi – Baturaja) Mizan Rifadzi Zaeni; Sovia Farih Ambari; Igantius Sudarsono; Fauziah Mulyawati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 3: November 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i3.154

Abstract

ABSTRAKDilihat dari fungsinya sebagai konektifitas lalu lintas kendaraan jembatan haruslah memiliki keadaan yang aman dan nyaman karena jembatan dapat mengalami kegagalan disebabkan pengaruh eksternal ataupun internal, maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aman atau tidaknya struktur atas jembatan eksisting tersebut di tinjau dari nilai kondisi jembatan dan nilai kapasitas jembatan eksisting dengan menggunakan metode rating factor diolah dengan Ms. Excel dan SAP 2000. Perhitungan rating factor mengacu pada Pedoman Konstruksi dan Bangunan tentang Penentuan Nilai Sisa Kapasitas Jembatan dari Direktorat Jenderal Bina Marga (024/BM/2011) dan pembebanan jembatan sesuai SNI 1725:2016. Hasil analisis diperoleh Jembatan Pelawi bentang 60 meter memiliki nilai kapasitas sebesar 317 ton dengan lendutan ultimit sebesar 0,060 meter mampu menahan beban sebesar 317 ton. Dan pada bentang 80 meter memilki nilai kapasitas tersedia jembatan sebesar 317 ton dengan lendutan ultimit didapat 0.090 meter mampu menahan beban sebesar 317 ton.Kata kunci: nilai sisa kapasitas, rating factor, struktur atas, lendutan ABSTRACTConsidering from its function as a vehicle traffic connectivity, the bridge must have a safe and comfortable condition because the bridge can fail due to external or internal influences, therefore the purpose of this study is to determine whether or not the existing bridge structure is safe in terms of the bridge condition value and the capacity value of the existing bridge using the rating factor method processed with Ms. Excel and SAP 2000. The calculation of the rating factor refers to the Construction and Building Guidelines on Determining the Remaining Value of Bridge Capacity from the Directorate General of Highways (024: BM, 2011) and bridge loading according to SNI 1725: 2016. The results of the analysis obtained Pelawi bridge span of 60 meters has a capacity value of 317 tons with an ultimate deflection of 0.060 meters is able to withstand a load of 317 tons. And at a span of 80 meters has a value of available capacity of 317 tons of bridge with ultimate deflection at 0,090 meters can withstand a load of 317 tons.Keywords: rated remaining capacity, rating factor, upper structure, deflection 
Analisis Kebutuhan Kapasitas Fondasi Piled Raft Studi Kasus Pegadaian Tower, Jakarta Pusat Aditia Febriansya; Iskandar Iskandar; Agus Suyono; Nida Amalia Sholehah; Nisa Handayani
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 3: November 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i3.165

Abstract

ABSTRAKPada artikel ini akan dibahas analisis kapasitas fondasi rakit dengan tambahan fondasi tiang (piled raft) pada Pegadaian Tower, Jakarta Pusat. Analisis dilakukan berdasarkan SNI 8460:2017 yaitu fondasi harus memenuhi persyaratan kekuatan terhadap gaya vertikal maupun horizontal dengan faktor keamanan yang mencukupi. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah, Pegadaian Tower berada di atas lapisan tanah lunak hingga kedalaman 20 meter, terdapat lapisan lensa tanah, dan tidak ditemukan lapisan tanah keras dengan N > 60 hingga kedalaman 80 meter, sehingga dipilih jenis fondasi piled raft. Metodologi analisis dimulai dengan menentukan pembebanan berdasarkan standar yang berlaku, melakukan analisis kapasitas fondasi raft dan bored pile. Berdasarkan hasil perancangan, didapat diameter bored pile dengan diameter 1,2-meter pada kedalaman 35-meter dan daya dukung aksial sebesar 3928,87, dibutuhkan sebanyak 220 tiang, sehingga menghasilkan daya dukung 468.628,28 kN (81,848%). Daya dukung fondasi raft sebesar 54,25 kN/m2 (18,15%) dengan ketebalan 1,6 meter.Kata kunci: piled raft, bored pile, daya dukung fondasi, penurunan fondasiABSTRACTIn this article, we will discuss the analysis of the capacity of the piled-raft foundation at Pegadaian Tower, Central Jakarta. The analysis was carried out based on SNI 8460: 2017, namely the foundation must meet the strength requirements for vertical and horizontal forces with an adequate safety factor. Based on soil investigation, Pegadaian Tower stood on top of a soft soil layer up to a depth of 20 meters, there is a layer of soil lenses, and no hard soil layer with N > 60 is found up to a depth of 80 meters, so the piled raft foundation type was chosen. Methodological analysis begins with determining the loading based on applicable standards, analyzing the capacity of raft foundations and bored piles. Based on the results, bored pile diameter with a diameter of 1.2-meters at a depth of 35-meters and an axial carrying capacity of 3928,87 kN, 220 piles are needed, resulting in a carrying capacity of 468.628,28 kN (81,848%). The bearing capacity of the raft foundation is 54,25 kN/m2 (18,15%) with a thickness of 1,6 meters.Keywords: piled raft, bored pile, foundation bearing capacity, foundation settlement
Evaluasi Pengaruh Variasi Molaritas dan Rasio Alkali Aktivator terhadap Kuat Tekan Beton Geopolimer Euneke Widyaningsih; Bernardinus Herbudiman; Fikri Fanny Fauzi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 3: November 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i3.176

Abstract

ABSTRAKBertambahnya populasi penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan infrastruktur, salah satunya meningkatnya kebutuhan beton yang berdampak buruk pada pencemaran lingkungan. Upaya untuk mengurangi pencemaran tersebut adalah pembuatan beton ramah lingkungan salah satunya adalah beton geopolimer. Bahan utama geopolimer adalah agregat dan binder yang terdiri dari fly ash dan alkali aktivator. Pada penelitian ini dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruh variasi alkali aktivator dalam binder yang digunakan dalam pembuatan geopolimer terhadap kuat tekan geopolimer. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai jurnal pada penelitian lain yang telah dilakukan. Dari hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa ada dua faktor yang bervariasi dalam penggunaan alkali aktivator yaitu molaritas dan rasio antara NaOh/Na2SiO3. Semakin besar perbandingan NaOH terhadap Na2SiO3 dalam komposisi geopolimer menghasilkan kuat tekan yang lebih kecil. Sementara semakin tinggi molaritas NaOH akan menghasilkan kuat tekan yang semakin tinggi pula.Kata kunci: beton geopolimer, alkali aktivator, molaritas ABSTRACTThe increase in population is needed for infrastructure development, the one that affected by this is the increasing need for concrete. This matter has a negative impact on environmental pollution. Some efforts to reduce this pollution are to manufacture environmentally friendly concrete, one of which is geopolimer concrete. The main ingredients of geopolimers are aggregate and binder consisting of fly ash and alkaline activator. In this study, an analysis was carried out to determine the effect of variations in the alkaline activator in the binder used in the manufacture of geopolimers on the compressive strength of geopolimers. This study uses primary data and secondary data collected from various journals in other studies that have been conducted. From the results of the analysis performed, it shows that there are two factors that vary in the use of alkaline activators, namely molarity and the ratio between NaOh/Na2SiO3. The greater the ratio of NaOH to Na2SiO3 in the geopolimer composition, the lower the compressive strength. Meanwhile, the higher the molarity of NaOH, the higher the compressive strength will be.Keywords: geopolimer concrete, fly ash, activator, molarity 
Analisis Daya Saring Geotextile terhadap Material Konvensional (Ijuk & Goni) (Studi Kasus Drainase DPT Jl. Prabu Kian Santang, Priuk, Tangerang) Fanni Desiyanto; Ontoseno Bayuaji; Allan Restu Jaya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 3: November 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i3.136

Abstract

ABSTRAKDinding penahan tanah merupakan bangunan struktur terbuat dari batu kali, beton, besi, dan timbunan yang didesain untuk menahan beban lateral dan digunakan sebagai pembatas lahan curam. Penggunaan material penyaring tanah dalam sistem drainase bawah tanah sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya pergeseran lahan pada bagian timbunan yang lebih tinggi dengan memisahkan partikel tanah yang terbawa oleh air pada proses pengaliran air hujan dari dalam tanah timbunan yang lebih tinggi ke area pembuangan. Media filtrasi tanah menggunakan geotekstil, ijuk dan kain goni. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Unis dan pengujian langsung di lokasi studi. Setelah dilakukan penelitian, endapan lumpur dalam air yang tersaring oleh geotekstil sebesar 4,653846% dengan tingkat kekeruhan 130,4NTU; oleh kain goni sebesar 9,423077% dengan nilai keruh 198,8NTU; dan oleh ijuk sebesar 11,15385% nilai kekeruhan 245,7NTU. Namun kecepatan pengendapan lumpur dalam air tanah tersaring oleh ijuk lebih besar dengan nilai 4.833mm/jam dibandingkan dengan kain goni sebesar 4.083mm/jam dan Geotekstil sebesar 2.016mm/jam. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan bisa disimpulkan bahwa penggunaan material geotextile yang dibandingkan dengan kain goni dan ijuk bisa meningkatkan kemampuan filtrasi air tanah.Kata kunci: geotextile, ijuk, kain goni, filtrasi, endapan, keruh ABSTRACTRetaining wall is a structural building made of river stone, concrete, iron, and embankment which is designed to withstand lateral loads and is used as a barrier for steep land, the use of soil filter material in this study is used in underground drainage systems as one of the prevention efforts. the occurrence of land shifts in the higher embankment by separating soil particles carried by water in the process of draining rainwater from the higher embankment soil to the disposal area. Soil filtration media in this study used geotextile, fibers and jute. This research was conducted in two places at the Unis Soil Mechanics Laboratory and direct testing at the study site. After the research, the silt in the water filtered by geotextile was 4.653846% with a turbidity level of 130.4NTU, by burlap was 9.423077% with a turbidity value of 198.8NTU, and by ijuk was 11.15385% the turbidity value. 245.7NTU. However, the rate of deposition of silt in ground water filtered by fibers is greater with a value of 4.833mm/hour compared to burlap at 4083mm/hour and Geotextiles at 2,016mm/hour. From the results of the research that has been done, it can be concluded that the use of geotextile material compared to jute and fiber can increase the ability of groundwater filtration.Keywords: geotextile, palm fibers, burlap, filtration, sediment, turbid 
Potensi Pengembangan Persyaratan Standar Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul pada Bangunan Sekolah di Indonesia Mia Wimala; Axel Oktarino Candra; Theresita Herni Setiawan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 3: November 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i3.185

Abstract

ABSTRAKJalur evakuasi dan titik kumpul merupakan bagian yang krusial keberadaannya dalam kegiatan evakuasi bencana. Hal ini berlaku terutama pada bangunan sekolah di mana mayoritas pengguna bangunan adalah siswa di bawah umur yang masih mengandalkan orang dewasa dalam berbagai aspek. Sampai saat ini, standar yang berlaku di Indonesia masih memerlukan pembaharuan untuk hasil yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangannya berdasarkan Permen PUPR No. 14 tahun 2017 dan IBC 2018 edition. Penelitian kualitatif ini mengetengahkan kajian literatur yang sangat mendalam mengenai jalur evakuasi dan titik kumpul. Parameter yang dihasilkan dari langkah sebelumnya telah divalidasi oleh beberapa ahli yang terdiri dari akademisi, peneliti dan praktisi di bidang kebencanaan, serta BNPB Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini berhasil merumuskan tujuh aspek yang berpotensi digunakan untuk modifikasi standar yang sedia ada, dan enam aspek tambahan untuk menyempurnakannya.Kata kunci: jalur evakuasi, titik kumpul, bangunan sekolah ABSTRACTEvacuation routes and assembly points are crucial parts in disaster evacuation. It applies especially to school buildings where the majority of building users are underage who still rely on adults in various aspects. Improvement is still need to be made to the existing standards for more optimal results. Therefore, this research aims to identify the potential for development based on the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing No. 14 year 2017 and IBC 2018 edition. This qualitative research presents a very in-depth literature review on the requirements of evacuation routes and assembly points. The parameters generated from the previous step have been validated by several experts consisting of academics, researchers and practitioners in the field of disaster management, as well as the BNPB of West Java Province. This research succeeded in formulating seven aspects which potentially to be used for modification, and six additional aspects for the improvement of the existing standard.Keywords: evacuation route, assembly point, school building
Uji Eksperimental Pengaruh Konfigurasi Bilah Terhadap Performa Turbin Ventilator di Air Elia Sucie; Dwi Anung Nindito; Allan Restu Jaya
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 3: November 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i3.144

Abstract

ABSTRAKTeknologi turbin angin ventilator memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan turbin hidrokinetik yang berpenggerak aliran air. Density air yang lebih besar daripada angin menghasilkan power turbin yang lebih baik. Perbedaan density inilah yang menjadi alasan untuk mengembangkan turbin hidrokinetik dari turbin angin ventilator yang memiliki banyak bilah. Studi ini bertujuan untuk menguji performa turbin ventilator pada aliran air di saluran prismatik pada keadaan low head. Metode eksperimental digunakan untuk mengetahui performa turbin yang dihasilkan melalui perubahan distribusi kecepatan dan konfigurasi bilah. Hasil pengujian menghasilkan performa turbin ventilator yang beragam untuk masing-masing konfigurasi yang diamati. Penggunaan konfigurasi bilah secara penuh (lengkap) pada seluruh keliling turbin ventilator menghasilkan RPM dan torsi yang lebih tinggi daripada konfigurasi bilah 3/4 bagian maupun 1/2 bagian turbin ventilator. Gradien perubahan TSR terhadap  yang paling optimal dihasilkan oleh turbin ventilator bilah penuh.Kata kunci: distribusi kecepatan aliran, konfigurasi bilah, turbin ventilator ABSTRACTTechnology of ventilator wind turbine has similar work principle to hydrokinetic turbine with water flow driven. Water density that is bigger than wind results better turbine power. This density difference becomes the reason to develop hydrokinetic turbine from ventilator wind turbine that has many blades. This study aimed to test the performance of ventilator turbine on water flow in prismatic channel during low head condition. Experimental method was used to find out turbine performance resulted through the change of flow velocity distribution and blade configuration. The testing result obtains various ventilator turbine performance for each observed configuration. The usage of full (complete) blade configuration in all surrounding of ventilator turbine produces higher RPM and torque compared to blade of 3/4 part or 1/2 part of ventilator turbine. Gradient of TSR change towards  the most optimal one is produced by full blade ventilator turbine.Keywords: flow velocity distribution, blade configuration, ventilator turbine 
Studi Optimasi Pembuatan Nanoaspal Karet dari Asbuton Riny Yolandha Parapat; Ayu Risnawati; Marsya Imara Sabrilia; Indra Noer Hamdhan; Imam Aschuri
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 3: November 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i3.197

Abstract

ABSTRAKJumlah mobil yang terus meningkat memberi dampak tidak hanya pada kondisi jalan, tetapi juga pada penumpukan limbah ban. Penyebab kerusakan jalan menuntut penggunaan material untuk perkerasan jalan dengan kualitas yang lebih tinggi. Pemanfaatan Crumb Rubber (CR) dari ban mobil menjadi bahan aditif campuran aspal adalah solusi terbaik untuk kedua masalah tersebut. Para peneliti telah melaporkan bahwa penambahan CR dan nanopartikel dapat meningkatkan kualitas aspal jalan secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan komposisi optimum nanoaspal karet untuk meningkatkan mutu aspal Asbuton. Komposisi campuran aspal hasil ekstraksi, CR dan nanopartikel kemudian dioptimasi untuk mendapatkan kualitas nanoaspal karet yang memenuhi standar dengan menggunakan metode Central Composite dan Response Surface Method. Response yang diukur adalah Penetrasi, Daktilitas, Kelarutan dan Densitas dari nanoaspal karet. Hasil optimasi menunjukan bahwa pada komposisi 3,682%NP; 4,694%CR; dan pada ukuran CR sebesar 88,5 nm; keempat parameter uji di atas terpenuhi.Kata kunci: asbuton, crumb rubber, nanoaspal karet, nanopartikel ABSTRACT The increasing number of cars has an impact not only on road conditions, but also on the accumulation of waste tires. The cause of road damage demands the use of materials for road pavement with higher quality. Utilization of Crumb Rubber (CR) from car tires as an additive to asphalt mixture is the best solution for both problems. Researchers have reported that the addition of CR and nanoparticles can significantly improve the quality of road asphalt. The purpose of this research is to obtain the optimum composition of rubber nano-asphalt to improve the quality of Asbuton asphalt. The composition of asphalt, CR and nanoparticles is then optimized using the Central Composite and Response Surface Method. Responses measured were penetration, ductility, solubility and density of rubber nanoasphalt. The optimization results show that at a composition of 3.682%NP, 4.694%CR, and CR size of 88.5 nm, the test parameters above are fulfilled.Keywords: asbuton, crumb rumbber, rubber nanoasphalt, nanoparticles

Page 1 of 1 | Total Record : 7