cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2022)" : 8 Documents clear
TINJAUAN SINGKAT BIO-ELEKTROKINETIK REMEDIASI PADA TANAH TERCEMAR HIDROKARBON MINYAK BUMI Sandra Madonna
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i3.175-187

Abstract

Bioremediasi telah banyak diaplikasikan untuk pemulihan tanah yang tercemar hidrokarbon minyak bumi, namun dalam aplikasinya yang luas masih dibatasi oleh karakterisik polutan, karakteristik tanah dan karakteristik mikroba pendegradasi dalam beradaptasi pada lingkungan yang berbeda. Tantangan dalam bioremediasi tanah tercemar hidrokarbon minyak bumi selain kompleksitas senyawa polutan dan juga bersifat rekalsitran, sertatoksik sehingga polutan sulit terbiodegradasi dan menyebabkan laju degradasinya berjalan lambat. Lambatnya laju degradasi limbah organik dipengaruhi oleh enzim-enzim degradatif mikroba yang sulit mengkatalis reaksi degradasi limbah dari senyawa xenobiotik atau yang senyawa yang tidak alami, karakteristik senyawa pencemar yang sukar larut dalam air, dan mengandung senyawa toksik bagi mikroorganisma pendegradasi. Bioremediasi tanah tercemar hidrokarbon minyak bumi umumnya akan berlangsung dalam hitungan bulan, waktu degradasi tersebut dapat dipercepat dengan menggabungkannya dengan teknik elektrokinetikremediasi dan meningkatkan bioavailibiltas denganmelakukan biostimulasi pada tanah tercemar tersebut, sehingga remediasi dapat berlangsung dalam hitungan hari bahkan hitungan jam. Makalah ini memberikan ulasan tentang pegabungan teknologi remediasi untuk tanah yang terkontaminasi minyak bumi. Metode yang dibahas meliputi Bioremediasi dan Elektrokinetik remediasi yang dikaitkan denganefektifitas degradasi, waktu degradasi,kelebihan, kekurangan, dan prospek pengembangannya di masa depan. Penekanan pada makalah ini adalah tidak ada teknologi remediasi tunggal yang dianggap sebagai solusi terbaik untuk remediasi tanah yang terkontaminasi minyak bumi yang bersifat komplek
PERENCANAAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI PASAR KERAMAT INDAH KUALA DUA KABUPATEN KUBU RAYA Berta Dikta; Arifin Arifin; Winardi Winardi
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i3.242-251

Abstract

Keadaan Pasar Keramat Indah dilihat pada kondisi kebersihan pasar masih kurang terjaga, banyaknya sampah berserakan di sekitar pasar serta tingginya jumlah volume sampah menyebabkan sampah berserakan diluar TPS sehingga diperlukan perencanaan sistem pengelolaan sampah yang benar. Perencanaan ini bertujuan untuk menghitung timbulan berat dan volume sampah serta komposisi sampah serta merencanakan sistem pengelolaan sampah. Perhitungan sampel sampah menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengambilan dan pengukuran sampel sampah berdasarkan SNI 19-3694-1994 dilakukan selama 8 hari. Timbulan sampah organik sebesar 0,0022 m3/unit/hari dan sampah anorganik 0,0013 m3/unit/hari. Persentase komposisi sampah organik 62% dan  sampah anorganik 38%. Sistem pengelolaan sampah yang direncanakan berdasarkan aspek teknik operasional yaitu pemilahan sampah dilakukan mulai dari sumber dan dipilah antara sampah organik dan anorganik. Wadah individual digunakan untuk sampah organik dan sampah anorganik dan diletakkan pada masing-masing pedagang. Pengumpulan dilakukan pada siang hari jam 12.00 – 14.00 WIB dan dipindahkan oleh petugas kebersihan pasar pada kontainer terpilah  yang terletak di area depan pasar dengan volume sebesar 6 m3. Sampah yang telah terpilah diangkut dan dikelola menjadi pupuk kompos dan didaur ulang oleh pihak Bank Sampah Limbung Mandiri Kubu Raya. Perencanaan sistem pengelolaan sampah ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan sampah di Pasar Keramat Indah.
ANALISIS KONSUMSI ENERGI DAN EMISI GAS RUMAH KACA PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI JALAN DENGAN PERKERASAN LENTUR DAN PERKERASAN KAKU Lendra Lendra; Apria Brita Pandohop Gawei; Lelo Sintani
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i2.165-176

Abstract

Tahapan pembangunan jalan dari tahap konstruksi ke tahap operasi, mengkonsumsi sejumlah besar energi serta menghasilkan emisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis jumlah energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) pada pekerjaan jalan dengan perkerasan lentur (aspal) dan perkerasan kaku (beton) dengan menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA). Studi kasus dilakukan pada ruas jalan di Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan untuk mengestimasi konsumsi energi dan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yaitu metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction dan Metode Konversi Bahan Bakar yang mengacu pada prosedur standar Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Hasil perhitungan, dengan pendekatan LCA jumlah konsumsi energi untuk konstruksi perkerasan kaku berjumlah 612.16 GJ dan perkerasan lentur berjumlah 268.91 GJ. Hasil perhitungan total emisi menunjukkan perkerasan lentur sebesar 19949.38 kgCO2/km dan perkerasan kaku sebesar 45414.75 kgCO2/km. Kesimpulan penelitian ini bahwa perkerasan lentur lebih ramah terhadap lingkungan dan lebih berkelanjutan dibandingkan dengan perkerasan kaku.
ANALISIS RISIKO PENGELOLAAN LIMBAH INFEKSIUS RUMAH SAKIT BERDASARKAN PROFILNYA MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) UNTUK KUALITAS LINGKUNGAN YANG BERKELANJUTAN Novi Fitria; Umi Hamidah; Herlian Eriska Putra; Agie Adhitya Gunawan; Wisnu Prayogo
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i3.252-261

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak bagi kualitas lingkungan khususnya dengan meningkatnya timbulan limbah medis dari fasilitas pelayanan kesehatan. Timbulan limbah medis yang bersifat infeksius meningkat hingga 4x lipat dari sebelum pandemi COVID-19. Sehingga pemusnahan limbah infeksius menjadi tantangan pada masa pandemi. Pengelolaan limbah medis yang belum sesuai dengan peraturan serta sumber daya manusia yang belum tersertifikasi kompeten menjadi faktor terjadinya kegagalan dalam pengelolaan limbah medis. Oleh karena itu kajian analisis risiko pengelolaan limbah medis menjadi penting dilakukan sebagai upaya pencegahan dan mengurangi risiko yang diakibatkan oleh kegagalan proses pengelolaan limbah medis. Hasil studi menunjukkan metode analisis risiko Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dapat diaplikasikan pada pengelolaan limbah medis rumah sakit sesuai dengan rekomendasi Komite Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (KARS). Komponen severity (S), Occurrence (O) dan Detection (D) dalam FMEA menjadi variabel terukur dalam analisis risiko berupa nilai Risk Priority Number (RPN).  
REMEDIASI AIR TERCEMAR MERKURI MENGGUNAKAN PURUN TIKUS (ELEOCHARIS DULCIS) METODE LAHAN BASAH BUATAN Yulita Yulita Yulita; Winardi Winardi; Jumiati Jumiati
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i3.212-221

Abstract

Kegiatan penambangan emas menyebabkan tercemarnya air sungai yang diakibatkan oleh pembuangan tailing pengolahan emas secara amalgamasi. Hg yang digunakan untuk mengikat dan memisahkan biji emas dari pasir atau lumpur, merupakan logam berat yang sangat toksik dan reaktif. Hg memiliki sifat bioakumulasi dan biomagnifikasi di dalam sel, sehingga manusia berpotensi memiliki akumulasi Hg di dalam sel tubuhnya. Penelitian ini menggunakan purun tikus (Eleocharis dulcis) merupakan tanaman yang tumbuh liar di tanah sulfat masam, dengan metode lahan basah buatan (constructed wetland) sistem tetap/batch. Metode lahan basah buatan dirancang dengan reaktor berukuran 60 cm x 30 cm, air limbah yang digunakan sebanyak 19 liter, dengan media berupa tanah dan kerikil ketebalan masing-masing media 5 cm untuk setiap lapisan. Penelitian ini dilakukan selama 20 hari menggunakan Hg artifisial konsentrasi 1 ppm, 5 ppm dan 10 ppm. Penyerapan Hg oleh tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis) untuk masing konsentrasi 1 ppm, 5 ppm dan 10 ppm sebesar 96%, 16% dan 4%. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis) efektif mengurangi konsentrasi Hg rendah yaitu 1 ppm.Kata kunci: Lahan Basah Buatan, Merkuri (Hg), Purun Tikus dan Sistem Batch.
EFISIENSI PENGOLAHAN FOSFAT LIMBAH CAIR LAUNDRY MENGGUNAKAN KARBON AKTIF SAMPAH PLASTIK PVC DAN LDPE Febby Mustikarani; Arifin Arifin; Ochih Saziati
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i3.222-231

Abstract

Laundry adalah salah satu kegiatan rumah tangga yang menggunakan deterjen sebagai bahan utama untuk membersihkan pakaian. Deterjen memiliki kandungan fosfat yang sangat tinggi karena fosfat merupakan komposisi utama dalam deterjen. Salah satu teknologi alternatif sederhana adalah dengan adsorbsi karbon aktif. Dalam penelitian ini memanfaatkan karbon aktif berbahan dasar sampah plastik dikarenakan jumlah sampah plastik yang sangat meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik fisik karbon aktif, serta mengetahui efektivitas pengolahan parameter fosfat pada limbah cair laundry menggunakan karbon aktif yang terbuat dari sampah plastik PVC dan LDPE.  Proses pembuatan karbon aktif melalui 2 tahap yaitu karbonisasi dan aktivasi. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa untuk karakteristik karbon aktif berbahan dasar sampah plastik, jika dibandingkan dengan SNI 06-3730-1995, semuanya memenuhi standar. Karbon aktif yang paling baik berdasarkan karakteristik dan efektivitasnya yaitu karbon aktif jenis sampah plastik LDPE, dengan kadar abu 7,914%; kadar zat terbang/bagian yang hilang pada pemanasan 15,88%; kadar karbon murni 76,206%, serta efektivitasnya dalam menurunkan kadar fosfat pada limbah laundry paling tinggi yaitu sekitar 88%-92%. 
PERUBAHAN IKLIM SEBAGAI ANCAMAN KETAHANAN KUALITAS AIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI: LITERATUR REVIEW Tastaptyani Kurnia Nufutomo
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i3.188-200

Abstract

Pada saat ini perubahan iklim sedang dialami secara global yang dampaknya diperkirakan akan sama seperti pandemi. Perubahan iklim terdiri dari empat faktor utama yaitu terjadinya peningkatan suhu atmosfer, perubahan pola curah hujan, peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer dan peningkatan kadar ozon di troposfer (O3). Dampak perubahan iklim yang biasanya diketahui adalah menurunnya ketersediaan air, sedangkan hubungannya dengan kualitas air masih kurang dipahami. Tujuan literatur review pada makalah ini adalah sebagai kumpulan referensi untuk mengetahui terdapat dampak perubahan iklim terhadap kualitas air di Daerah Aliran Sungai dan sebagai pencarian state of art untuk gap yang akan dilakukan pada penelitian selanjutnya. Pada makalah ini akan membahas mengenai pembagian iklim, Dampak Perubahan Iklim di Indonesia terhadap Sumber Daya Air, kondisi kualitas air sungai, dan ketahanan air terhadap perubahan iklim serta peraturan dan kebijakan di Indonesia mengenai pengelolaan sumberdaya air di Indonesia dan klimatologi. Metode yang digunakan dalam literatur review ini adalah menggunakan kata kunci dampak perubahan iklim pada pencarian di website jurnal  seperti di Google scholar, Scopus dan Science direct  dengan rentan waktu 5 sampai 10 tahun (2011 – 2021).
PERBEDAAN LAJU ALIR DAN VOLUME ADSORBEN KULIT PISANG KEPOK TEHADAP PENURUNAN LOGAM TIMBAL DALAM REAKTOR KONTINYU Khoiriyatun Nisak; RR Diah Nugraheni Setyowati; Dedy Suprayogi
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i3.232-241

Abstract

Meningkatnya kegiatan industri dapat menimbulkan dampak negatif yang dapat membahayakan lingkungan seperti terjadinya pencemaran akibat adanya logam berat pada air. Salah satu metode untuk menurunkan kadar logam berat pada air yakni dengan adsorpsi. Proses adsorpsi dapat dilakukan menggunakan adsorben sebagai zat penyerap dengan memanfaatkan limbah organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya konsentrasi logam timbal yang terserap dalam proses adsorpsi menggunakan adsorben limbah kulit pisang kepok dalam reaktor kontinyu dan menganalisa pengaruh variasi yang digunakan pada proses adsorpsi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan variasi laju alir (2,4, dan 6 ml/mnt) dan variasi volume adsorben (15, 20, dan 25 cm). Data hasil adsorpsi akan diolah menggunakan SPSS untuk dilakukan uji statistika menggunakan two way anova. Prasyarat data untuk uji two way anova adalah data harus berdistribusi secara normal dan bersifat homogen. Hasil dari penelitian  menunjukkan bahwa proses adsorpsi menggunakan adsorben limbah kulit pisang kepok dapat menyerap timbal sebesar 7,118 mg/l yakni dari kadar awal sebesar 7,401 mg/l menjadi 0,282 mg/l dengan tingkat efisiensi sebesar 94,5% dan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variasi laju alir pada proses adsorpsi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8