cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
Evaluasi dan Optimalisasi Instalasi Pengolahan Lindi di TPK Sarimukti Putri Safria; Arief Perdana
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i1.11-22

Abstract

AbstrakInstalasi Pengolahan Lindi TPK Sarimutki terdiri dari Kolam Stabilisasi - Bak Pengumpul - Kolam Anaerobic Buffle Reactor (ABR) - Kolam Aerobik, Kolam Sedimentasi dan Land Treatment. Skema bangunan pengolah tersebut belum menunjukkan hasil yang optimal, dilihat dari kualitas lindi dan kuantitas yang sangat fluktuatif. Penelitian dilakukan dengan cara mengevaluasi kondisi eksisting kemudian membandingkan dengan peraturan dan standar baku mutu yang ada. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh unit pengolahan memiliki permasalahannya masing-masing baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga mempengaruhi kinerja IPL secara keseluruhan, oleh karena itu IPL TPK Sarimukti perlu melakukan optimalisasi/redesain pada setiap unit pengolahannya. Rencana optimalisasi IPL TPK Sarimukti secara berurutan terdiri atas Kolam Stabilisasi – Bak Kontrol 1 – Reaktor AOP – Bak Kontrol 2 – Kolam ABR – Kolam Aerobik 1 – Kolam Aerobik 2 – Kolam Sedimentasi – Reaktor Filtrasi – Bak Effluen – Badan air yang berupa sungai.Kata kunci: Lindi, IPL, Evaluasi, OptimalisasiAbstractThe Sarimutki Leachate Treatment Plant consists of a Stabilization Pond - Collecting Tub - Anaerobic Buffle Reactor (ABR) Pond - Aerobic Pond, Sedimentation Pond and Land Treatment. The processing building scheme has not shown optimal results, seen from the quality and quantity of leachate and which  very fluktuatif. The research was conducted by evaluating the existing conditions and then comparing them with the existing regulations and quality standards. The results of the evaluation show that all processing units have their respective problems in terms of both quality and quantity which affect the overall performance of the IPL, therefore the IPL TPK Sarimukti needs to optimize / redesign each processing unit. The IPL optimization plan of the Sarimukti TPK sequentially consists of a stabilization pond - control basin 1 - AOP reactor - control basin 2 - ABR pool - Aerobic pool 1 - Aerobic pond 2 - Sedimentation pond - Filtration reactor - Effluent basin - Water bodies in the form of rivers.Keywords: Leachate, Lachate Treatmet Plant, Evaluation, Optimization
Analisis Tarif Pengelolaan Sampah Berdasarkan Ability To Pay dan Willingness To Pay di Kecamatan Cimahi Tengah ZAMADILA ROSYIDA HASBULLAH; KANCITRA PHARMAWATI; YULIANTI PRATAMA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i1.1-13

Abstract

AbstrakKecamatan Cimahi Tengah merupakan pusat Kota Cimahi yang terdapat aktivitas didalamnya seperti pemukiman, perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat pendidikan militer yang menghasilkan sampah dalam kegiatan sehari-hari. Timbulan sampah domestik di Kecamatan Cimahi Tengah sebesar 53,36 ton/hari. Biaya pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti mengalami kenaikan dari Rp. 29.000 menjadi Rp. 50.000 per ton sampah, tahun 2016 target retribusi masyarakat sebesar 8%, namun target retribusi hanya mencapai 5,8%, sehingga beban yang ditanggung pemerintah meningkat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) masyarakat di Kecamatan Cimahi Tengah berdasarkan kelas daya listrik, kelas II rumah dengan daya listrik 500 watt sampai dengan 1300 watt dan kelas III rumah dengan daya listrik 250 watt sampai dengan 500 wattterhadap pengelolaan sampah. Metode yang digunakan adalah survei, wawancara, kuesioner, ATP, WTP menggunakan Contingent Valuation Method (CVM).Nilai ATP yang diperoleh pada kelas II dan kelas III adalah Rp. 12.701 dan Rp. 6.829, serta nilai WTP Rp. 7.492 dan Rp. 3.439. Kata kunci: pengelolaan sampah, ATP, WTP, CVMAbstractCimahi Tengah sub-district is the center of Cimahi City which has activities inside such as residential, office, health center, military education center which produce garbage in daily activities. Domestic waste generation in Kecamatan Cimahi Tengah is 53.36 ton / day. The cost of garbage disposal to Sarimukti Final Processing Place (TPA) increased from Rp. 29,000 to Rp. 50,000 per ton of garbage, by 2016 the target of community retribution is 8%, but the retribution target is only 5.8%, so the government will increase. This study is to determine the ability to pay (ATP) and the willingness to pay (WTP) of the community in the District of Central Cimahi based on electric power class, class II house with 500 watts of power up to 1300 watts and class III houses with 250 watts of power up to 500 watts on waste management. The method used is survey, interview, questionnaire, ATP, WTP using Contingency Assessment Method (CVM). ATP value obtained in class II and class III is Rp. 12,701 and Rp. 6,829, and WTP value Rp. 7,492 and Rp. 3.439. Keywords: waste management, ATP, WTP, CVM
Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Bersih Apartemen Royal Paradise Bandung HERDIYANA HERDIYANA; PRIYADI WIRASAKTI SUDARSONO; LINA APRIYANTI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v7i1.23-34

Abstract

AbstrakJumlah penduduk Kota Bandung yang diperkirakan akan mencapai 4,1 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 0.8 % pada tahun 2031 telah melampaui daya dukung Kota Bandung sekitar 3,1 juta jiwa sehingga hadirnya hunian vertikal seperti apartemen dapat menampung populasi penduduk. Kegiatan sanitasi dalam gedung harus ditunjang dengan pemenuhan akan kebutuhan air bersih bagi semua penghuni, maka dari itu dibutuhkan perencanaan sistem plambing air bersih .Metode yang menjadi acuan adalah SNI 7065-2005 untuk perhitungan kebutuhan air bersih dan SNI 8153-2015 untuk penentuan dimensi pipa air bersih. Hasil perhitungan jumlah populasi menunjukan 744 jiwa. Total kebutuhan air bersih : 146,6 m³/hari, Kapasitas tangki bawah : 175,9 m³, kapasitas tangki atas : 26,1 m³. Berdasarkan hasil perencanaan dimensi pipa horizontal air bersih berkisar antara rentang 15 - 32 mm, dimensi pipa vertikal 40 mm, pompa yang dipasang adalah pompa sentrifugal dengan daya : 3,9 kW. Pompa booster dipasang untuk membantu tekanan di lantai 8 karena tidak memenuhi tekanan standar. Pipa yang digunakan untuk distribusi air bersih adalah jenis pipa PPR (Polypropylene Random).Kata kunci: Apartemen Royal Paradise, Air bersih, Diameter pipa.
Seeding dan Aklimatisasi pada Proses Anaerob Two Stage System menggunakan Reaktor Fixed Bed RIZKI AMALIA ANANDA; ETIH HARTATI; SALAFUDIN SALAFUDIN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p

Abstract

AbstrakProses anaerob adalah suatu aktivitas pemecahan bahan-bahan organik oleh mikroorganisme dalam keadaan tanpa oksigen. Pada proses anaerob perlu adanya seeding dan aklimatisasi agar mikroorganisme dapat menyesuaikan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkondisikan mikroorganisme agar dapat menyesuaikan diri dengan materi organik yang akan diolah yaitu substrat dari sampah organik yang berasal dari Cafetaria Itenas. Pada penelitian ini proses anaerob yang dilakukan menggunakan two stage anaerobic digestion system, dimana pengkondisian substrat berupa penguraian materi organik menjadi asam volatil dilakukan di dalam reaktor hidrolisis, sedangkan seeding dan aklimatisasi dilakukan di reakator metanogenesis. Parameter yang diperiksa selama seeding dan aklimatisasi adalah pH, temperatur dan COD. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas mikroorganisme telah dapat berkembang biak dengan baik dalam waktu 11 hari pada proses aklimatisasi. Selama proses aklimatisasi, fluktuasi penyisihan COD pada hari ke 9 hingga 11 telah relatif konstan yaitu sebesar 10% dan tidak terjadi lagi penurunan. Selama proses aklimatisasi pH berada pada rentang 6,73-8,47 dan temperatur berada pada rentang 28,00°C-30,60°C.
Analisis Sistem Tanggap Darurat Tumpahan B3 Studi Kasus di Perusahaan Manufaktur Mochamad Ulwan Pasha; Juli Soemirat; M Candra Nugraha Deni
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i1.23-34

Abstract

AbstrakIndustri semakin banyak menggunakan material dan proses yang tergolong berbahaya  yang dikelompokan sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3). Setiap proses produksi memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh B3 hingga mengakibatkan keadaan darurat yang dapat merugikan secara kesehatan, material, dan finansial. PT X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, dengan terdapat 5 proses produksi diantara nya: gudang penyimpanan barang produksi, konstruksi, nailing, assembling, dan finishing. Dalam tahap tersebut terdapat B3 seperti nikel, chromium, asam sulfat, dan solar yang digunakan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi sistem tanggap darurat tumpahan B3 pada PT X, yang terdiri dari manajemen tanggap darurat, sarana dan prasarana tanggap darurat, dan pengelolaan B3 itu sendiri. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting dengan peraturan diantaranya PermenLHK 74/2019, PermenLH 03/2008, dan beberapa National fire protection association (NFPA). Hasil evaluasi menunjukan nilai penerapan sistem tanggap darurat B3 di PT X sebesar 49,82% dikarenakan terdapat beberapa komponen yang belum tersedia dan beberapa komponen yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem tanggap darurat tumpahan B3 berupa rencana pengelolaan kedaruratan (RPK), mulai dari merencanakan tindakan pencegahan tumpahan, tindakan pada saat terjadi tumpahan, hingga pada pemulihan pasca tumpahan B3. Kata kunci: Industri, B3, Sistem Tanggap Darurat, rencana pengelolaan kedaruratanAbstractHazardous chemicals are  substances that are classified known as hazardous substances. Production processes using such substances may carry a risk of work accidents caused by them resulting in emergencies that can be detrimental to health, and cause material, and financial losses. PT X is a manufacturing company, with 5 production processes i.e: warehouse storage of production, construction, nailing, assembling, and finishing, where hazardous materials such as nickel, chromium, sulfuric acid, and diesel are being used. Evaluation of hazardous materials spill emergency response system at PT X consisting of emergency response management, facilities and infrastructure, and proper management were conducted by comparing existing conditions with regulations including PermenLHK 74/2019, PermenLH 03/2008, and several National fire protection associations. The results showed that the implementation of these hazardous materials emergency response system at PT X only comply for 49.82% due to lack of some components and some were not in accordance with the exisiting standards. Hence the need for a comprehensive hazardous materials emergency response system in the form of an emergency management plan, starting from planning spill prevention measures, taking action in the event of a spillage to post hazardous materials spill recovery.Keywords: Industry, Hazardous Materials, Emergency Response, Emergency Management Plan
Efektifitas Proses Ozonisasi Studi Kasus: Sungai Cikapundung Dwinda Maudila; M. RANGGA SURURI; SITI AINUN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v7i2.100-110

Abstract

ABSTRAK Kualitas air permukaan biasanya didominasi oleh kandungan bahan organik. Hal yang dapat mempengaruhi kandungan bahan organik salah satunya adalah perubahan tata guna lahan. Apabila kandungan bahan organik tinggi maka DO akan menurun, sehingga memungkinkan adanya degradasi bahan organik oleh bakteri anaerob pada sungai. Ozon merupakan oksidator kuat yang dapat mengoksidasi bahan organik dan anorganik dalam air, hasil dekomposisinya dapat menghasilkan OH radikal yang bersifat tidak selektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik bahan organik di Sungai Cikapundung serta mengetahui penyisihan kekeruhan dan BOD dengan menggunakan proses ozonisasi. Proses ozonisasi dilakukan pada reaktor batch selama 60 menit dengan interval kontak waktu 10 menit pada ozon kontaktor yang bervolume 1,5 liter. Parameter yang diukur meliputi pH, suhu, DHL, kekeruhan, COD, BOD, alkalinitas, UV254 dan KSO yang didasarkan pada SNI dan SMWW. Hasil yang didapatkan pada karakteristik yaitu dengan adanya perubahan tata guna lahan dari daerah yang belum terbangun menjadi daerah terbangun menyebabkan kualitas air Sungai Cikapundung mengalami penurunan dari Hulu menuju Hilir, hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan kekeruhan pada Sungai Cikapundung Hulu, Tengah Hilir berturut-turut adalah 1,97 NTU, 19,33 NTU dan 20 NTU. Peningkatan BOD pada Sungai Cikapundung Hulu, Tengah dan Hilir adalah 2,38 mg/L, 26,72 mg/L dan 35,68 mg/L. Proses ozonisasi menyebabkan penurunan nilai kekeruhan pada Sungai Cikapundung Hulu, Tengah, Hilir sebesar 35,02%, 38,84% dan 34,16% serta peningkatan nilai BOD sebesar 57,97%, 63,53% dan 60,23%. Karakteristik bahan organik pada Sungai Cikapundung semakin hilir semakin meningkat, dengan adanya proses ozonisasi dapat menurunkan nilai kekeruhan dan meningkatkan konsentrasi BOD yang menunjukkan adanya perubahan senyawa organik komplek menjadi senyawa organik sederhana. Kata kunci : Sungai Cikapundung, kualitas air, proses ozonisasi
Analisis Tingkat Ekonomi untuk Jenis Penutup Harian Alternatif di TPPAS Regional Sarimukti PANDU ARJASA; ETIH HARTATI; SITI AINUN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i2.%p

Abstract

ABSTRAK TPPAS Regional Sarimukti saat ini masih menerapkan sistem control landfill dengan periode penutupan sampah dua kali dalam satu tahun. Penerapan sistem control landfill dengan periode operasi ini disebabkan oleh adanya kendala berupa biaya operasional, pemeliharaan dan investasi, serta dari segi ketersediaan bahan penutup tanah urug.Selain itu, kondisi tersebutmasih menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Perlu dilakukan pengoptimalan TPPAS Regional Sarimukti. Pada penelitian ini dilakukan metode penimbunan sampah dengan sistem sanitary landfill, dan pemilihan jenis penutup harian alternatif yang mampu menekan biaya operasional penutupan harian. Data primer didapatkan dengan metode observasi lapangan dan wawancara, sementara data sekunder dengan memperhitungkan aspek biaya operasional, ketersediaan bahan dan kemudahan operasional. Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan metode weight ranking technique untuk menentukan alternatif terpilih. Didapat hasil jenis penutup harian terpilih yaitu jenis plastik biodegradable, dengan biaya operasional penutupan harian sebesar Rp1.897.729,02, dan dapat dioperasikan tanpa bantuan alat berat.Pemakaian jenis penutup harian alternatif plastik biodegradable Ecoplas untuk penutupan harian sampah perlu terlebih dahulu dilakukan kajian, agar pihak pengelola TPA di Indonesia mulai tertarik untuk menerapkannya. Kata Kunci: penutup harian, biaya operasional, TPA, Sarimukti 
Karakteristik Kualitas Air Baku & Lumpur sebagai Dasar Perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur IPA Badak Singa PDAM Tirtawening Kota Bandung Sarah Az Zahra; Rachmawati S.Dj; Eka Wardhani
Jurnal Reka Lingkungan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v2i2.%p

Abstract

AbstrakDengan dibuangnya lumpur IPA Badak Singa ke Sungai Cikapundung, maka diperlukan Instalasi Pengolahan Lumpur (IPL) agar mengurangi resiko terjadinya pencemaran dan pendangkalan sungai. Untuk dasar perencanaan IPL, diperlukan pengukuran kekeruhan air baku, dosis optimum PAC pada pencampuran air baku & backwash, Total Suspended Solid (TSS) air baku, %Total Solid (TS) lumpur, %Volatile Solid (VS) lumpur, berat jenis lumpur, dan alumunium total lumpur. Pengukuran tersebut menggunakan metode nefelometri, jar-test, gravimetri, piknometri, dan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil pengukuran menunjukkan kekeruhan air baku 17,2 NTU, dosis optimum PAC 20 mg/L, TSS air baku 40 mg/L, %TS, berat jenis, dan kadar alumunium lumpur accelator, lumpur sedimentasi, lumpur gabungan masing-masing sebesar 2,5412%, 6,9166%, 1,8104%; 1,0187 g/mL, 1,0355 g/mL, 1,0084 g/mL; dan 4.794 mg/L, 8.300 mg/L, 2.738 mg/L. Perbandingan antara kekeruhan terhadap TSS air baku, berat jenis lumpur, dan %TS lumpur, ketiganya sudah memenuhi range karakteristik lumpur berdasarkan literatur. Kadar alumunium yang cukup tinggi menunjukkan diperlukannya peraturan mengenai effluent lumpur IPA. Dosis optimum PAC sebesar 20 mg/L menunjukkan bahwa air backwash dapat di-reuse ke dalam air baku.  Kata kunci: air baku, lumpur, dasar perencanaan IPL
Pengendalian Sanitasi Makanan dengan Metode HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah Muhammad Irfan Agung Laksana
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i1.47-56

Abstract

ABSTRAK Penyelenggaraan ibadah haji merupakan tugas negara. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menjaga kondisi kesehatan jemaah, terutama keamanan pangan yang disediakan pihak katering. Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan metode HACCP dalam pengendalian sanitasi makanan. Lokasi penelitian berada di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah dam menggunakan data sekunder berupa indikator Coliform dan zat kimia pestisida, sianida, formalin, boraks, dan Rhodamin B. Critical Control Point (CCP) didapatkan pada 5 (lima) tahapan proses, yaitu pencucian peralatan masak dan makan, penyajian masakan, penerimaan pastel, kesehatan dan pendidikan higiene pekerja, dan penyiapan jus jambu. Dapat direkomendasikan perlunya tim HACCP yang bertanggungjawab atas sistem HACCP, tersedianya air yang memenuhi syarat kesehatan, disinfeksi peralatan masak dan makan, sertifikasi pekerja serta pendidikan higiene untuk semua manajemen dan pekerja. Kata kunci : Asrama haji, sanitasi makanan, HACCP, Critical Control Point ABSTRACTOrganizing pilgrimage is a state duty. The government has the responsibility to protect their health condition, especially the food safety provided by the caterer. The purpose of this study was to apply HACCP method in food sanitation. This research was conducted in the Donohudan Hajj Boarding House, Boyolali, Central Java and using secondary data consisted of Coliform indicator bacteria, pesticides, formalin, borax, cyanide, and rhodamine B. CCP (Critical Control Point) were obtained at 5 (five) stages of the process, namely washing of cooking and eating utensils, serving foods, receiving pastels, health and hygiene education for workers, and preparing guava juice. It can be recommended that there is a need for a HACCP team responsible for the HACCP system. It is also recommended to provide a safe drinking water supply, disinfection of all cooking and eating utensils, health certification of workers, and food sanitation education for all.  Keywords: Hajj boarding house, food sanitation, HACCP, Critical Control Point
Studi Pemanfaatan Limbah Bottom ASH sebagai Adsorben Zat Warna pada Industri Tekstil (Studi Kasus PT. TCI Kabupaten Bandung) Nur Rezky Arifatunnisa; Prismita Nursetyowati; Dyah Marganingrum
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i1.35-46

Abstract

ABSTRAKPT. TCI  merupakan industri tekstil yang mengolah benang hingga menjadi kain. Limbah yang dihasilkan dari Indutri tekstil berupa bottom ash dan limbah cair dapat bersifat mutagenik dan karsinogenik apabila dibiarkan terlalu lama di lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kapasitas adsorpsi bottom ash yang telah disintesis untuk mengadsorpsi zat warna yang terkandung dalam limbah cair industri tekstil PT. TCI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode adsorpsi. Aktivasi bottom ash dilakukan dengan pemanasan pada suhu 500C dan 1000C selama 1 jam. Dalam penelitian ini dilakukan variasi terhadap pH (2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) dan waktu kontak (15, 30, 45, 60, 90, 120, 150, 180 menit) dengan limbah zat warna sebanyak 150 mL. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sintesis bottom ash dapat digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan kadar zat warna pada limbah cair dengan pH dan waktu kontak optimum pada pembakaran 500C dan 1000C masing-masing pH 5 pada menit ke 90 dan pH 6 pada menit ke 180. Proses adsorpsi ini mengikuti jenis isotherm Freundlich dengan presentase adsorpsi optimum 31,804%.Kata Kunci : Adsorpsi, bottom ash, industri tekstil, zat warna. ABSTRACTPT. TCI is a textile industry that processes yarn into fabrics. The waste produced from the textile industry such as bottom ash and dyes wastewater can be mutagenic and carsinogenic if its too long in the environment. This study aims to determine the characterization and adsorption capacity of activated bottom ash to adsorb the liquid waste from PT. TCI. The method of this study is adsorption. The bottom ash activation was done by hydrothermal method at 500C and 1000C for 1 hour respectively. In the adsorption process, variation of pH (2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) and contact time (15, 30, 45, 60, 90, 120, 150, 180 minutes) was done with 150 mL of dyes wastewater. The result of this study showed that syhnthesized bottom ash can be used as an adsorbent to reduce the dyes on the wastewater. The optimum pH and contact time at the combustion of 500C and 1000C were pH 5 at 90 minutes and pH 6 at 180 minutes respectively. The adsorption followed the Freundlich isotherm process type with the optimum adsorption percentage of 31,804%.Keynote : Adsorption, bottom ash, dyes wastewater, textile industry.