cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
IDENTIFIKASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH PASAR SEDERHANA Aditya Wicaksono; YULIANTI PRATAMA; NICO HALOMOAN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v7i1.47-55

Abstract

ABSTRAK                                                   Pasar Sederhana merupakan salah satu pasar yang berada di Kecamatan Sukajadi dimana sangat dekat dengan pemukiman dan berpotensi menimbulkan masalah di lingkungan sekitar ketika tidak ditangani dengan benar. Mengacu pada undang- Undang No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, salah satu cara yang efektif dalam mengurangi jumlah timbulan sampah dari sumbernya di antaranya berupa memanfaatkan kembali sampah dengan teknologi yang dapat membuat sampah memiliki nilai baik ekonomi maupun fungsi. Maksud dari studi ini adalah mengidentifikasi komposisi, timbulan dan karakteristik sampah di lokasi penelitian, untuk menentukan teknologi pengolahan yang tepat sehingga mengurangi jumlah sampah yang diangkut ke TPA.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan obesrvasi, wawancara dan pengukuran dilapangan. Hasil observasi dan wawancara, Pasar Sederhana melakukan pengelolaan dimulai dari pewadahan sampah sampai pemindahan sampah dari wadah kedalam bak kontainer, untuk pengangkutan dilakukan oleh pihak PD.Kebersihan. Sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah organik sebesar 84%, satuan timbulan sampah sebesar 0,609 Kg/m2/hari dan densitas sebesar 0,178 kg/l. Dari pengukuran karakteristik didapat kadar air sebesar 77%, karbon organik 43,55%, NTK 0,18% dan rasio C/N 242 Berdasarkan pengukuran, sampah pasar sederhana memiliki potensi dimanfaatkan baik sebagai bahan baku pengomposan atau bahan baku biodigester. Tetapi dibutuhkan pre-treatment agar sampah pasar sederhana dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pengomposan ataupun biodigester. Kata Kunci : pengolahan sampah,  pengukuran , Pasar Sederhana. 
Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Bersih Gedung Olifant School ANNISA DWI SAFIYANTI; YULIANTI PRATAMA; ANINDITO NURPRABOWO
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i2.%p

Abstract

AbstrakGedung Olifant School memiliki luas bangunan 10.512 m2 dan terdiri dari 6 lantai merupakan sekolah bertaraf internasional yang berada di kota Yogyakarta. Perencanaan sistem instalasi plambing gedung Olifant School meliputi penyediaan air bersih dingin dan air bersih panas yang memiliki peranan sangat penting dalam pemenuhan aspek sarana dan prasarana yang menunjang sanitasi untuk mendukung proses pemberlajaran pengguna gedung. Perhitungan kebutuhan air dan diameter pipa air bersih dingin dan panas mengacu pada SNI 03-6481-2000 dan SNI 03-7065-2005. Hasil yang diperoleh untuk total kebutuhan air bersih adalah 51,77 m3/hari dimana kebutuhan air bersih dingin adalah sebesar 27,95 m3/hari, kebutuhan balancing tank sebesar 14,22 m3/haridan kebutuhan air bersih panas sebesar 9,6 m3/hari. Jenis pipa air bersih dingin dan panas yang digunakan adalah pipa PPR (Poly Propylene Random) dengan rentang diameter pipa air bersih dingin 15-100 mm dan air bersih panas 15-40 mm.Kata kunci: plambing, air bersih dingin, air bersih panas, diameter pipa
Perhitungan Kuantitatif Skor Risiko Kecelakaan menggunakan Metode Fine dan Matriks Robinson (Studi Kasus PT.X) Fransis Yolanda; Juli Soemirat; Kancitra Pharmawati
Jurnal Reka Lingkungan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v2i2.%p

Abstract

ABSTRAKRisiko kecelakaan kerja di sektor konstruksi cukup tinggi dari sektor lain, sehingga diperlukan penelitian untuk perhitungan SR (Skor Risiko) kuantitatif. Perhitungan SR kuantitatif menggunakan Metode Fine dan Matriks Robinson, Matriks Robinson memberikan nilai E (Paparan), C (Konsekuensi), dan P (Kemungkinan) untuk  perhitungan SR menggunakan Metode Fine. SR tertinggi hasil perhitungan kuantitatif adalah bagijejas dalam, luka sayat, dan luka tusuk pada bagian jari tangan sebesar 196,842 berjumlah 17 kasus, kaki & lutut sebesar 130,263 berjumlah 15 kasus, dan pergelangan dan tangan sebesar 81,053 berjumlah 7 kasus. Dapat diketahui perhitungan SR kuantitatif selain memperhitungkan keparahan, juga memperhitungkan frekuensi. SR kuantitatif menunjukan prioritas untuk pencegahan kecelakaan agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali dan angka kecelakaan dapat turun dengan cepat. Dengan demikian metode kuantitatif juga memberi peluang untuk perbaikan secara berkelanjutan sampai tercapainya kondisi zero accident.Kata kunci : Industri Konstruksi, Skor Risiko kuantitatif, Metode Fine, Matriks Robinson.
Pengaruh Konsentrasi NaCl terhadap Parameter Elastik Pasir Tersaturasi Muammar Qadafi; Usman Malik
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i1.1-10

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian mengenai pengaruh konsentrasi larutan natrium klorinda (NaCl) yang disaturasikan pada sampel (core) pasir terhadap parameter elastik. Core dibuat dengan diameter 7,5 cm dan panjang 10 cm. Core dicetak dengan tekanan sebesar 5,8×104 N/m2. Core yang telah dicetak disaturasi dengan larutan NaCl yang divariasikan kosentrasinya dari 0 ppm hingga 360000 ppm (titik jenuh NaCl) selanjutnya dirambatkan gelombang seismik/elastik menggunakan Sonic Wave Analyzer (SOWAN), dari pengukuran ini akan diperoleh waktu tempuh gelombang (delay) pada sampel. Berdasarkan waktu tempuh, kecepatan gelombang primer dan sekunder pada Core diketahui. Hasil yang diperoleh berupa parameter elastisik dari Core seperti modulus Young, Modulus Bulk, Modulus Geser dan Konstanta Lame. Modulus Young Core berkisar antara 7,8×107Pa-1,8×109Pa, modulus Bulk sebesar 1,8×107Pa-8,9×108Pa, modulus geser antara 5,1×107Pa-7,6×108Pa dan Konstanta Lame berkisar antara 1,8×108Pa-3,4×109Pa. AbstractResearch has been carried out on the effect of saturated sodium chloride (NaCl) solution concentration in sand samples (cores) on elastic parameters. This research was conducted to determine the differences in the elastic core parameters according to the concentration of NaCl that saturates them. The cores are made with a diameter of 7.5 cm and a length of 10 cm. The cores are molded at a pressure of 5,8×104 N/m2. The cores that have been printed are saturated with NaCl solution with varying concentrations from 0 ppm to 360000 ppm (saturation point of NaCl) then propagated seismic/elastic waves using a Sonic Wave Analyzer (SOWAN), from this measurement the wave travel time (delay) will be obtained in the sample. Based on the travel time, the primary and secondary wave velocities at the Core are known. The core elastic parameters was obtained such as Young's modulus, Bulk modulus, Shear modulus and Lame's constant. Young Core modulus ranges from 7,8×107Pa-1,8×109Pa, Bulk modulus of 1,8×107Pa-8,9×108Pa, shear modulus between 5,1×107Pa-7,6×108Pa and Lame Constant ranges between 1,8×108Pa-3,4×109Pa.
Efektivitas Proses Ozonisasi Studi Kasus : IPA dan Miniplant Dago Pakar CHINDY CINTHYA; M. RANGGA SURURI; SITI AINUN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v7i2.90-99

Abstract

AbstrakIPA dan Miniplant Dago Pakar merupakan salah satu Instalasi pengolahan air minum dengan sumber air baku berasal dari Sungai Cikapundung Hulu. Keberadaan kolam retensi yang berperan sebagai pre-treatment pada air baku Miniplant diperkirakan akan mempengaruhi karakteristik bahan organik pada air baku. Proses ozonisasi digunakan sebagai alternatif pengolahan bahan organik dengan menggunakan ozon yang berperan sebagai oksidator kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efisiensi penyisihan BOD dan kekeruhan pada air baku dengan proses ozonisasi. Parameter yang diukur meliputi pH, temperatur, kekeruhan, BOD dan KSO dengan metode pengukuran mengacu kepada  SNI dan SMWW. Penelitian dilakukan skala laboratorium menggunakan reaktor sistem batch selama 60 menit pada reaktor ozon kontaktor yang bervolume 1,5 L. Pengolahan dengan proses ozonisasi dapat mengoksidasi bahan organik menjadi senyawa yang lebih sederhana. Sampel air yang digunakan berasal dari air baku yang akan diolah di IPA dan Miniplant Dago Pakar. Efisiensi penyisihan kekeruhan pada IPA dan Miniplant secara berturut-turut adalah 77% dan 39%. Nilai BOD pada IPA lebih tinggi dibandingkan dengan Miniplant yang diduga disebabkan oleh keberadaan kolam retensi. Konsentrasi BOD pada IPA setelah dilakukan ozonisasi mengalami peningkatan sebanyak 9% sedangkan pada Miniplant peningkatan nilai BOD adalah 20%.Kata kunci: Air Baku, IPA dan Miniplant Dago Pakar, Ozonisasi, BOD, Kekeruhan
Valuasi Ekonomi Objek Wisata Goa Pindul Kabupaten Gunungkidul Menggunakan Pendekatan Travel Cost Method WIBIARIKSA PUTRI; IWAN JUWANA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v7i1.1-11

Abstract

AbstrakWisata Goa Pindul Kabupaten Gunungkidul merupakan wisata penelusuran goa dengan peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan pada setiap tahunnya. Wisata Goa Pindul merupakan barang publik sehingga dibutuhkan pendekatan untuk menerjemahkan nilai ekonomi yang dimilikinya. Salah satunya menggunakan Travel Cost Method yaitu metode valuasi ekonomi dengan memanfaatkan biaya perjalanan pengunjung sebagai nilai ekonominya.  Penelitian ini menggunakan dua pendekatan Travel Cost Method. Zonal Travel Cost Method (ZTCM) merupakan metode analisis biaya perjalanan yang dikeluarkan pengunjung dengan membagi jumlah pengunjung dari berbagai lokasi yang berbeda jarak. Individual Travel Cost Method (ITCM) merupakan metoda analisis biaya perjalanan menggunakan data survey yang berasal dari pengunjung secara individu dalam analisis statistik. Hasil penelitian ini diketahui nilai ekonomi total dari Goa Pindul sebesar Rp. 10.705.348.126 menggunakan ZTCM dan Rp. 26.075.382.185 menggunakan ITCM. Nilai surplus konsumen yang didapat sebesar Rp. 7.428.342.496 menggunakan ZTCM dan Rp. 10.399.524.104 menggunakan ITCM. Nilai ekonomi yang diketahui nantinya dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengelolaan lingkungan.Kata kunci: Goa Pindul, Nilai Ekonomi Total, Travel Cost Method, Surplus Konsumen.
Hubungan Partisipasi Masyarakat terhadap Sistem Pengelolaan Sampah di Kelurahan Sukaluyu FINKA AYU PRATIWI; JULI SOEMIRAT; SITI AINUN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p

Abstract

AbstrakMeningkatnya timbulan sampah salah satunya dipengaruhi oleh semakin bertambahnya jumlah penduduk. Peningkatan timbulan sampah di Kota Bandung pada tahun 2014 yaitu sebesar 1.523 ton/hari sedangkan tahun 2015 sebesar 1.670 ton/hari. Meskipun demikian, tingkat pelayanan sampah di Kota Bandung pada tahun 2015 sebesar 51,85%. Artinya, sekitar 48,15% tidak terkelola, sehingga perlu adanya partisipasi dari masyarakat. Oleh karena itu, dalam upaya mengatasimasalah sampah, perlu dilakukan peningkatan peran serta masyarakat sejak dari sumber. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan partisipasi masyarakat terhadap sistem pengelolaan sampah di Kelurahan Sukaluyu. Pengukuran tingkat partisipasi masyarakat dengan menggunakan konsep 8 (delapan) tangga dari Arnstein. Data penelitian diperoleh melalui wawancara yang dianalisis dengan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil pengukuran partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat terbesar terdapat pada tingkat manipulasi sebesar 63% dan sebesar 77,9% adanya pengaruh dari sistem terhadap partisipasi masyarakat. Disarankan dengan adanya pendidikan lingkunganmaka akan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah.Kata Kunci : Arnstein, Pengelolaan Sampah, Tingkat Partisipasi Masyarakat, Kelurahan Sukaluyu,
Pemilihan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di DAS Cisangkan Eka Wardhani; Rosmeiliyana Rosmeiliyana
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i1.67-78

Abstract

AbstrakKota Cimahi merupakan wilayah penyumbang beban pencemaran yang besar terhadap Sungai Citarum. Terdapat 5 sungai di Kota Cimahi yang terindikasi tercemar berat diantaranya adalah Sungai Cisangkan. DAS Cisangkan ditempati oleh penduduk dengan kepadatan tinggi dan belum dilengkapi dengan sistem pengelolaan air limbah domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengendalian pencemaran air yang sesuai untuk Sungai Cisangkan. Pengendalian difokuskan kepada air limbah domestik sesuai dengan PerMenPUPR No. 4 Tahun 2017. Hasil penelitian menyebutkan bahwa mutu air Sungai Cisangkan masuk katagori cemar berat dengan parameter yang tidak memenuhi bakumutu diantaranya BOD, COD, TSS, Fecal coli dan Total Coli.  DAS Cisangkan meliputi 10 kelurahan, berdasarkan hasil penapisan 7 diantaranya akan menerapkan sistem terpusat dan 3 kelurahan menerapkan sistem setempat. Pengelolaan secara terpusat akan menggunakan perpipaan yang akan menyalurkan ke instalasi pengolahan air limbah. Sistem setempat direncanakan dengan menggunakan tangki septik biofilter berkapasitas 200 kepala keluarga per unit.Kata kunci: Sungai Cisangkan, limbah, domestik, pengelolaanAbstractCimahi City is an area that contributes a large pollution load to the Citarum River. There are five rivers in Cimahi City that are indicated to be heavily polluted, including the Cisangkan River. The Cisangkan watershed is occupied by a high- density population and is not equipped with a domestic wastewater management system. This study aims to determine the appropriate water pollution control strategy for the Cisangkan River. Control is focused on domestic wastewater in accordance with the regulation of the Minister of Public Works and Public Housing No. 4/2017. The results stated that the quality of Cisangkan River water was categorized as heavily polluted with parameters that did not meet the quality standards, including BOD, COD, TSS, Fecal Coli and Total Coli. The Cisangkan watershed covers ten sub-districts; based on the results of the screening, 7 of them will implement a centralized system, and three villages will apply the local system. Centralized management will use piping that will supply the wastewater treatment plant. The local system is planned using a biofilter septic tank with a capacity of 200 households per unit.Keywords: Cisangkan River, domestic, wastewater, management
Proses Seeding dan Aklimatisasi pada Anaerobic Trickling Reactor I WAYAN WINDU ADI SEMARTA; ETIH HARTATI; SALAFUDIN SALAFUDIN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i1.38-49

Abstract

Abstrak Pertumbuhan biomassa terlekat ditentukan oleh proses seeding dan aklimatisasi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui proses seeding dan aklimatisasi pada anaerobic trickling reactor. Metoda penelitian yang digunakan meliputi persiapan reaktor hidrolisis dan 3 buah anaerobic trickling reactor dengan media yang berbeda, serta persiapan bahan meliputi inokulum dan substrat. Parameter yang diukur yaitu densitas, kadar air dan volatil, C-Organik, NTK, pH, temperatur, TAV, COD, dan alkalinitas mengacu pada SNI dan standard methods. Hasil penelitian ini yaitu saat proses seeding, nilai pH 6,87 hingga pH 7,52, temperatur 27oC hingga 28oC, dan ketiga media mengalami pertambahan berat rata-rata sebesar 0,5421 gram/media (bioball rambutan) (12,93 %), 0,7158 gram/media (bioball bola) (11,47 %), dan 0,0449 gram/media (media straws) (13,95 %). Steady state aklimatisasi terjadi pada hari ke-14 hingga hari ke-20 yang ditandai dengan penurunan konsentrasi COD yang konstan. Selama seeding dan aklimatisasi terbentuk biogas. Kesimpulan penelitian ini yaitu proses seeding dan aklimatisasi ditandai dengan terbentuknya lapisan biofilm dan adanya penurunan konsentrasi COD substrat.Kata kunci: Anaerob, Seeding dan Aklimatisasi, Anaerobic Trickling ReactorAbstractAttached biomass growth is determined by seeding and acclimatization process. The purpose of this research is to know the seeding and acclimation process in anaerobic trickling reactor. The research method used includes the preparation of the tool that is hydrolysis reactor and 3 pieces of anaerobic trickling reactor with different media, as well as the preparation of materials including inoculum and substrate. Parameters measured were density, water content and volatile, C-Organic, NTK, pH, temperature, TAV, COD, and alkalinity refer to SNI and standard methods. The result of this research is when seeding process, pH value 6,87 to pH 7,52, temperature 27oC until 28oC, and third media have average weight gain of 0,5421 gram/medium (rambutan bioball) (12,93 %), 0,7158 grams/medium (spherical bioball) (11,47 %), and 0,0449 gram/medium (media straws) (13,95 %). Steady state acclimatization occurs on the 14th day until the 20th day marked by a constant decrease in COD concentrations. During seeding and acclimatization formed biogas.The conclusion of this research is the seeding and acclimatization process is characterized by the formation of biofilm layer and the decrease of COD concentration.Keywords: Anaerobes, Seeding and Acclimatization, Anaerobic Trickling Reactor
Pengaruh Waktu Detensi pada Anaerobik Digester Sistem dua Tahap dengan Substrat Tanah Gambut terhadap Produktivitas Biogas Alca Pratama Putra; ETIH HARTATI; SALAFUDIN SALAFUDIN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v7i2.56-67

Abstract

AbstrakIndonesia memiliki 50% dari  luas lahan gambut yang ada di dunia. Tanah gambut merupakan tanah yang berasal dari proses dekomposisi materi organik dari sisa tumbuhan. Materi organik yang terkandung dalam tanah gambut dapat dimanfaatkan sebagai substrat dalam pembentukan biogas. Keberadaan tanah gambut di Indonesia berkisar 21 juta hektar sehingga berpotensi besar dalam membuat biogas dari tanah gambut. Biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi tanah gambut sebagai substrat dalam pembentukan biogas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  two stage digestion system dimana tahap pembentukan asam dilakukan di reaktor hidrolisis secara batch sedangkan tahap pembentukan gas CH4 dilakukan di reaktor metanogenesis secara kontinu. Variasi yang digunakan pada penelitian ini adalah waktu detensi 1 hari dan 4 hari. Hasil optimum yang didapatkan pada variasi waktu detensi 4 hari dengan laju produksi biogas  sebesar 395 ml/hari dan konsentrasi gas CH4 sebesar 61%. Kata Kunci : Tanah gambut, Biogas, Waktu detensi, two stage digestion system