cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 312 Documents
PENGARUH UKURAN LEMPENG ALMUNIUM DAN WAKTU KONTAK PADA KARAKTERISTIK LIMBAH CAIR TAHU PASCA ELEKTROKOAGULASI Aditya Wahyu Nugraha; Elsa Windiastuti; Aristha Aprilya
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.43-56

Abstract

Limbah cair tahu banyak dihasilkan selama produksi tahu mulai dari pembersihan kedelai, hingga pencetakan. Limbah cair tersebut mengandung polutan yang berbahaya bagi lingkungan jika dibuang secara langsung ke badan air tanpa pengolahan. Untuk menangani permasalahan tersebut,  elektrokoagulasi limbah cair tahu merupakan salah satu metode yang dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu kontak (20, 30, 40 menit) dan ukuran plat almunium (4x8, 5x8, 6x8 cm) terhadap penurunan polutan limbah cair industri tahu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Data yang diperoleh diuji menggunakan anova dan diuji lanjut menggunakan BNJ taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin besar ukuran plat dan lama waktu kontak akan semakin besar penurunan TSS dan TDS limbah cair tahu, selain itu juga meningkatkan pH limbah cair. Berdasarkan hasil analisis, penggunaan ukuran plat 6x8 cm selama 40 menit merupakan perlakuan terbaik yang dapat menurunkan TSS hingga 717 mg/L, TDS 6.957 mg/L, menaikkan pH menjadi 6,7, serta menurunkan COD menjadi 660 mg/L dan kekeruhan 58,10 NTU. Namun belum memenuhi baku mutu air limbah tahu sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan proses koagulasi dalam pemenuhan baku mutu limbah cair tahu.
EVALUASI STATUS MUTU AIR SUNGAI GIRIAN (BITUNG, SULAWESI UTARA) MENGGUNAKAN INTEGRASI INDEKS PENCEMARAN DAN STORET Yosia Nico Wijaya; Daniel Harvey Tulis; Maria Runtuwene; Natalie Gwyneth Rumampuk; Angelina Holiyono; Charlita Valentine Paath
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.57-70

Abstract

Evaluasi kualitas air dan sedimen Sungai Girian di Kota Bitung penting dilakukan karena tekanan antropogenik dari industrialisasi, permukiman, dan aktivitas pelabuhan berpotensi menurunkan kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan memetakan distribusi logam berat Hg, Pb, Cd, Cu, dan Ni serta menilai status mutu air dengan Indeks Pencemaran dan kondisi sedimen dengan metode STORET. Studi observasional dilakukan pada tiga stasiun air, yaitu hulu, tengah, dan muara, serta satu stasiun sedimen di muara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh logam terlarut pada kolom air masih berada di bawah baku mutu Kelas II. Walaupun terdeteksi peningkatan sesaat beban organik pada beberapa lokasi, nilai Indeks Pencemaran tetap berada pada kategori memenuhi baku mutu, dengan rerata 0,833 di 1GB, 0,739 di 2PK, dan 0,800 di 3MA. Sebaliknya, sedimen muara menunjukkan lonjakan Hg pada satu periode, meskipun skor STORET secara umum masih menunjukkan kondisi baik hingga sangat baik. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan air dan sedimen secara terpadu untuk mendukung pengelolaan Sungai Girian yang berkelanjutan.
PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PROSES PRODUKSI OLAHAN KAYU MANIS DENGAN PENDEKATAN LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) M. Paldo Rama; Rizki Aziz; Yommi Dewilda; M. Fachri Ridwan
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.1-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daur hidup produk cassia stick, menilai potensi dampak lingkungan 20 kg cassia stick kemasan, dan memberikan rekomendasi perbaikan pada proses produksi. Penelitian ini menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) dengan pendekatan gate-to-gate menggunakan software SimaPro 9.5 serta mengacu pada SNI ISO 14040:2016. Metode penilaian dampak lingkungan yang digunakan adalah CML IA Baseline. Hasil penelitian menunjukkan dampak lingkungan 20 kg cassia stick kemasan, dengan Global Warming Potential (GWP100a) sebesar 22,26 kg CO2-eq, Ozone Depletion Potential (ODP) sebesar 2,43x10-7 kg CFC-11-eq, Human Toxicity Potential (HTP) sebesar 6,44 kg 1,4-DB-eq, Freshwater Ecotoxicity Potential (FEP) sebesar 8,32 kg 1,4-DB-eq, Photochemical Oxidation Potential (POFP) sebesar 5,73x10-3 kg C2H2-eq, Eutrophication sebesar 5,25x10-2 kg PO4-eq, dan Acidification sebesar 5,17x10-2 kg SO2-eq. Analisis perbaikan hasil menunjukkan bahwa modifikasi alat pemotong menjadi alat pemotong otomatis menggunakan motor listrik 2 HP dan kecepatan putaran 1.400 rpm dapat menurunkan dampak lingkungan sebesar 7,69-60,1%.Kata kunci: Cassia stick ;gate-to-gate; dampak lingkungan;LCA
BIOPORE EFFECTIVENESS IN INCREASING SOIL ORGANIC CARBON AND ADDRESSING ENVIRONMENTAL ISSUES Farhan Akmala Putra; Siswanto Imam Santoso; Agus Setiadi; Andre Dika Saputra; Wakhid Ikhfannida Cahya Putra Pradana; Jovan Rafi Rizki
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i1.71-84

Abstract

The study, conducted in May 2024, focused on searching the Scopus.com database for literature on biopores, resulting in 208 articles published between 1985 and 2024 as the final dataset. Metadata was obtained from Scopus.com and analyzed descriptively. The dataset was exported into Excel CSV format and subsequently processed using VOSViewer (VV) version 1.6.20 to provide a clear overview of the research landscape. Findings revealed variations in the number of publications on biopores over time, with Kautz recognized as the most prolific scholar. The main publication outlets included the IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Soil and Tillage Research, and Geoderma. The dominant document categories were journal articles, conference proceedings, and reviews. Germany, the United States, and Indonesia emerged as the leading contributors to biopore-related research. Influential institutions in this field were the University of Bonn, Leibniz Centre for Agricultural Landscape Research (ZALF e.V.), and the University of Copenhagen. The results further indicated that biopores contribute significantly to enhancing soil organic carbon, thereby improving soil fertility and agricultural productivity. Moreover, biopores were shown to be an effective approach for managing organic waste by transforming it into compost, which in turn supports higher land productivity.
INTEGRATED ECOSYSTEM SERVICES VALUATION FOR CONSERVATION AREA MANAGEMENT, CARBON SEQUESTRATION, ECOTOURISM, AND BIODIVERSITY VALUES IN A REHABILITATED MINING LANDSCAPE Eni Rohkayati; Rahmawaty Rahmawaty; Endang Hernawan
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i2.141-154

Abstract

Tahura Lati Petangis represents a unique case of ecosystem restoration in a former coal mining area (2,017.53 ha of 3,445.37 ha total area) in Paser Regency, East Kalimantan. This study employs an integrated Total Economic Value (TEV) framework to comprehensively assess ecosystem services, combining multiple valuation methods: Market Price Method for biodiversity resources, Individual Travel Cost Method for ecotourism, carbon sequestration valuation through international carbon markets, benefit transfer for erosion prevention, and Contingent Valuation Method for non-use values. Results demonstrate a total economic value of Rp961.43 billion, with indirect use values (primarily carbon sequestration at Rp885.86 billion) contributing 92.97%, followed by direct use values (Rp24.29 billion, 2.53%), and non-use values (Rp43.32 billion, 4.50%). The area supports 171 tree species with biomass of 775.48 tons, sequestering 1,005,749.88 tons of carbon. Biodiversity assessment identified 20 mammal species, 92 bird species, and 62 insect species with an estimated economic value of Rp873.42 million. Ecotourism generates significant economic benefits with 4,111 visitors (2024) and a consumer surplus of Rp5,640,874 per visit. Strategic analysis using Analytical Hierarchy Process (AHP) and SWOT framework positions the area in Growth Quadrant I, recommending strategies focused on premium ecotourism development, carbon trading implementation, and integrated buffer zone management. This research provides a replicable methodology for post-mining ecosystem restoration valuation and demonstrates the economic viability of conservation-based land use in degraded landscapes.
NUMERICAL STUDY OF O2/RFG EFFECTS ON COMBUSTION BEHAVIOR AND EMISSIONS IN A 60 MWE OXY-FUEL CIRCULATING FLUIDIZED BED BOILER Fandy Aridha Perbawajaya; Is Bunyamin Suryo
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i2.187-204

Abstract

Indonesia aims to achieve Net Zero Emissions (NZE) by 2060 through the decarbonization of its energy sector. As a transitional solution, Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) technology, specifically oxy-fuel combustion, offers a viable pathway to balance emission reductions with energy security. This study evaluates the implementation of oxy-fuel combustion (O2/RFG) in a 60 MWe CFB boiler at the Pulang Pisau Thermal Power Plant using Ansys Fluent 2025 R1 by replacing N2 with dry CO2. By maintaining constant coal feeding and oxygen supply rates, the results demonstrate increases in bed temperature (7.45%) and cyclone outlet temperature (8.37%). These enhanced thermal characteristics drive a sharp surge in CO2 concentration by 325.12%, while simultaneously reducing SO2 and NOx emissions by 43.0% and 13.88%, respectively. This research confirms the technical feasibility of retrofitting existing CFB units with oxy-fuel technology, providing valuable insights into how oxygen enrichment influences thermal performance and emission profiles during the transition toward cleaner energy production.
KAJIAN LITERATUR REVIEW : PEMANFAATAN KOTORAN SAPI MENJADI BIOGAS DAN PUPUK KOMPOS DALAM UPAYA PEMENUHAN KEBERLANJUTAN ENERGI DAN LINGKUNGAN Martha Diana; An Nabila Azzahro; Najma Ghina Salsabila; Jono Suhartono
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i2.127-140

Abstract

Sektor peternakan menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar, khususnya kotoran sapi, yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis dan menganalisis potensi pemanfaatan kotoran sapi sebagai biogas dan pupuk kompos dalam mendukung keberlanjutan energi dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap publikasi ilmiah pada periode 2015–2024 yang diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah terakreditasi, dengan jumlah artikel yang dianalisis sebanyak 17 studi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa produksi biogas dari kotoran sapi umumnya berada pada kisaran 0,20–0,30 m³/ekor/hari, dengan kandungan metana berkisar antara 50–70%, serta kondisi operasi optimal pada rentang suhu mesofilik sekitar 30–40°C dan pH 6,8 – 7,5. Selain itu, residu hasil proses anaerobik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos yang mengandung unsur hara penting bagi tanaman. Pemanfaatan kotoran sapi sebagai biogas dan pupuk kompos tidak hanya berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga mendukung penyediaan energi terbarukan dan peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan
THERMODYNAMIC ANALYSIS OF HYDROGEN-ASSISTED COMBUSTION ON THE PERFORMANCE AND EMISSIONS OF A GAS TURBINE POWER PLANT Fauzi Rusyda; Is Bunyamin Suryo
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i2.173-186

Abstract

The increasing global demand for energy, particularly in the electricity sector, has contributed to a rise in greenhouse gas (GHG) emissions, especially from fossil fuel-based power generation. One potential decarbonization strategy is the utilization of hydrogen as a promising alternative fuel due to its clean characteristics and its potential to reduce carbon emissions through hydrogen-assisted combustion or hydrogen co-firing in gas turbine power plants. This study aims to analyze the effects of hydrogen addition on the performance and emissions of the gas turbine 2000E V94.2 using a thermodynamic analysis approach with DWSIM software. Hydrogen mole fractions of 10%, 20%, and 30% were blended with natural gas. The simulation results indicate that increasing the hydrogen mole fraction increased the turbine power output by 2.2%, 5%, and 8%, respectively. In addition, CO₂ emissions were significantly reduced by 1.3%, 3%, and 5%, respectively, without requiring major modifications to the existing infrastructure. The implementation of hydrogen-assisted combustion also improved overall power plant performance by approximately 1%, 2%, and 4% for the corresponding hydrogen fractions while simultaneously reducing carbon emissions. These findings demonstrate that hydrogen-assisted combustion has considerable potential to support Indonesia’s transition toward a cleaner and low-carbon energy system, contribute to climate change mitigation, and serve as a reference for the future implementation of hydrogen co-firing technology in gas turbine power plants.
KAJIAN EMISI GAS RUMAH KACA DAN PENGGUNAAN ENERGI PADA PRODUKSI IKAN PATIN ASAP DENGAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT DI SENTRA INDUSTRI PENGASAPAN IKAN DI KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR H Hafidawati; Elvi Yenie; Y Yondri
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i2.113-126

Abstract

The Fish Smoking Industry Center in District XIII Koto Kampar produces smoked catfish and generate solid waste, wastewater, and gas emissions from firewood combustion. This study aims to analyze the global warming potential and energy use in the smoked catfish production process using the Life Cycle Assessment (LCA) method with a gate-to-gate system boundary. The analysis includes inventory assessment, impact assessment, and results interpretation. The findings show that total greenhouse gas (GHG) emissions reach 3296.426 tons CO₂-eq per week, with an average of 0.1958 tons CO₂-eq per kilogram of product. The total calorific energy released from firewood use is 731,445 MJ per week, with an average energy requirement of 43.560 MJ per kilogram of product and firewood consumption of 5.808 kg per kilogram of smoked catfish. These results indicate that the smoking process contributes significantly to local GHG emissions. Several environmental management alternatives—including chimney installation, wastewater treatment provision, solid waste valorization, and HACCP implementation—are recommended to mitigate environmental impacts.
PENGOLAHAN AIR GAMBUT MENGGUNAKAN KOMPOSIT TIO2-SERAT SABUT KELAPA DENGAN BANTUAN SINAR ULTRAVIOLET Didiek Sugandi; Adhitiyawarman Adhitiyawarman; Nelly Wahyuni
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i2.161-172

Abstract

Air gambut merupakan salah satu sumber air yang dimanfaatkan masyarakat di wilayah Kalimantan Barat, namun memiliki kualitas yang rendah akibat tingginya kandungan warna dan tingkat keasaman (pH rendah). penelitian ini mengembangkan floating fotokatalis TiO₂-serat sabut kelapa (TiO2-SSK) untuk pengolahan air gambut. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu preparasi dan aktivasi serat sabut kelapa menggunakan larutan NaOH, sintesis komposit TiO₂-SSK, serta karakterisasi menggunakan FT-IR dan XRD untuk mengidentifikasi perubahan struktur dan ikatan kimia. Uji fotokatalisis dilakukan terhadap 500 mL liter sampel air gambut dari Sungai Mintan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit TiO₂-SSK memiliki densitas rendah (0,854 g/cm³), sehingga mampu mengapung dan menerima penyinaran secara langsung. Karakterisasi FTIR memperlihatkan terbentuknya ikatan antara TiO₂, serat sabut kelapa. sedangkan XRD menunjukkan pergeseran puncak 2θ yang mengonfirmasi interaksi TiO₂ dengan matriks serat. Uji fotodegradasi memperlihatkan peningkatan efektivitas yang signifikan. fotolisis hanya menurunkan warna sebesar 5,01%, TiO₂ murni sebesar 23,14%, sedangkan komposit TiO₂-SSK mampu menurunkan warna hingga 70,50% dalam waktu 5 jam. Selain itu, pH air gambut meningkat dari 3,94 menjadi 5,42, menunjukkan berkurangnya kandungan asam humat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan air gambut yang sederhana dan dapat diaplikasikan pada skala rumah tangga.