cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
Studi Komparasi Komposter Berbasis Masyarakat NATASYA HASNA; IWAN JUWANA; MOHAMAD SATORI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i1.34-44

Abstract

AbstrakSampah organik merupakan sampah dominan di  Bank sampah Sahdu, maka perlu pengolahan untuk mengurangi timbulan sampah organik di TPA. Penelitian ini membandingkan 3 jenis komposter aerob di Bank sampah Sahdu yaitu bata terawang, drum dan takakura. Jenis sampah yang digunakan adalah sampah organik campuran (sisa makanan dan sampah halaman). Kapasitas komposter bata terawang, drum dan takakura dapat menampung sampah per harinya dari 456, 210 dan 20 sumber. Kinerja komposter bata terawang, drum dan takakura dalam mengolah sampah organik menjadi kompos adalah 53,45%, 48,27% dan 56,01%. Kualitas kompos yang dihasilkan seluruh komposter memenuhi baku mutu, kecuali parameter pH kompos dari hasil komposter drum tidak memenuhi baku mutu. Kata kunci: sampah organik, bank sampah, komposter aerobik.Abstract Organic waste is the most dominant waste produced, thus the reduction of this type of waste will reduce waste entering the landfill. This research aims were to compare the performance of 3 types of aerobic composters in Waste bank Sahdu which are brick overlay, drum and takakura. The wastes used in this research is mixed organic waste (food waste and yard waste). The capacity of brick overlay, drum and takakura are able to treat waste per day from 456, 210 and 20 households respectively. As related to their performance, the bric overlay, drum and takakura are able to treat 53,45%, 48,27% and 56,01% of organic waste into compost, respectively. The compost quality that produced by all composter has met the standard quality, except pH parameters from the composter drum. Keyword: organic waste, waste bank, aerobic composter. 
Kajian Timbulan Sampah Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis 3R Studi Kasus RW 17 Kelurahan Cilengkrang Kabupaten Bandung Diah Maulany
Jurnal Reka Lingkungan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v3i1.%p

Abstract

Abstrak Pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang berhubungan dengan mengendalikan timbulnya sampah secara teknis dan non teknis. Salah satu Rukun Warga (RW) di Kelurahan Cilengkrang Kabupaten Bandung yaitu RW 17 yang sudah menerapkan pengelolaan sampah berbasis 3R yang dilakukan oleh masyarakat seperti (1)Tong Kompos Organik, (2)Biodigester, (3)Biopori dan (4)Bank Sampah. Pengukuran timbulan sampah dilakukan berdasarkan SK-SNI 19-3694-1994. Timbulan sampah yang terkelola dengan menggunakan pengolahan berturut-turut antara lain: (1) 68,76 ltr/hr atau 63,38 kg/hr (2) 80,52 ltr/hr atau 77,25 kg/hr, (3) 20,28 ltr/hr atau 22,39 kg/hr (4) 19,86 kg/hr. Sehingga total timbulan sampah yang terkelola oleh sistem pengelolaan sampah 3R sebesar 182,89 kg/hr. Jika dilakukan optimalisasi, total timbulan sampah yang terkelola di  sistem pengelolaan sampah 3R sebesar 249,69 kg/hr. Kata Kunci: Timbulan sampah domestik, Tong Kompos Organik, Biodigester, Biopori, Bank Sampah.
Pembuatan Rencana Perbaikan untuk Menangani Defisit Air di PDAM Kota Denpasar dengan Menggunakan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM)-Operator Aditya Fajrin; Rachmawati S.Dj; Dyah Asri Handayani Taroepratjeka
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i1.%p

Abstract

ABSTRAKTarget RPJMNadalah 100% akses air bersih pada tahun 2019. Akan tetapi, cakupan pelayanan PDAM Kota Denpasar pada akhir tahun 2014 baru sebesar 45,80%. PDAM Kota Denpasar mengalami kesulitan dalam pengembangan cakupan pelayanan karena adanya defisit air sebesar 391,54 L/det. Sehingga diperlukan penanganan defisit air untuk mendukung tercapainya target RPJMN. RPAM-Operator merupakan cara paling efektif untuk memastikan secara konsisten keamanan air minum melalui pendekatan analisa dan manajemen resiko.Untuk itu tujuan penyusunan jurnal ini adalah menyusun rencana perbaikan untuk menangani defisit air menggunakan RPAM-Operator. Pendekatan analisa dan manajemen resiko pada RPAM-Operator melalui proses identifikasi, penilaian, dan memprioritiskan berbagai resiko. Dari hasil penyusunan didapati PDAM Kota Denpasar memiliki 22 kejadian bahaya yang dapat menyebabkan defisit air,secara umumakibat pengaruh musim, aktifitas di hulu sungai, suplai listrik PLN dan kebocoran pipa distribusi.Untuk menangani kejadian bahaya tersebut diperlukan 38 tindakan pengendalian yang terdiri dari koordinasi, memasang unit baru, memperbaiki kerusakan dan melakukan pembersihan unit SPAM, dan membuat database. Setelah itu, dilakukan proses penilaian dan prioritas agar tindakan pengendalian tersusun menjadi rencana perbaikan.Hasil akhir didapatkan,sebanyak 24tindakan pengendalian dilaksanakan dalam jangka pendek (<5 tahun), jangka menengah (5-10 tahun) sebanyak 9 tindakan pengendalian dan jangka panjang (>10  tahun) sebanyak 5 tindakan pengendalian.Kata Kunci: RPAM-Operator, PDAM, SPAM
Senyawa Toksik Pencemar Udara: Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) NIA YUNIARTI HASAN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.67-77

Abstract

AbstrakPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) merupakan kelompok senyawa bersifat karsinogenik atau mutagenik, terutama benzo[a]pyrene. PAHs tersebar  melalui proses dispersi atmosfer, sehingga dapat ditemukan di daerah yang jauh dari sumbernya. Sumber PAHs antara lain emisi batu bara, produksi aluminium, pemanas rumah, kegiatan memasak, kendaraan bermotor, kebakaran hutan, pembangkit listrik batubara dan pembakaran sampah. Deposisi kering, deposisi basah dan penguapan dari air serta tanah merupakan  proses pertukaran PAHs udara, air, udara dan tanah. Paparan PAHs pada manusia terjadi melalui pernafasan, mulut dan penyerapan kulit. PAHs pada partikel-partikel udara kurang dari 10 µm (PM10) dapat terhirup dan selanjutnya terakumulasi pada sistem pernapasan manusia, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan manusia. Baku mutu udara ambien senyawa toksik PAHs perlu ditetapkan untuk melindungi kesehatan masyarakat.Kata kunci: benzo[a]pyrene, karsinogenik, deposisi AbstractPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) are a group of carcinogenic or mutagenic compounds, especially benzo[a]pyrene. PAHs are dispersed by atmospheric processes and found in the receptor area far from their sources. Coal emissions, aluminum production, home heating, cooking activities, motor vehicles, forest fires, coal-fired power plants and waste burning generate PAH emission. Meanwhile, PAHs exchanging process in air, water and soil occurs due to dry deposition, wet deposition and evaporation of water and soil.  PAHs exposure to human body have several pathways  through inhalation, ingestion and skin contact. PAHs in airborne particles of less than 10 µm (PM10) can be inhaled, subsequently accumulated in the human respiratory system, and cause human health problems. Ambient air quality standards for PAHs toxic compounds have to be established to protect public health.Keywords: benzo[a]pyrene, carcinogenic, deposition
Biogas yang dihasilkan dari Dekomposisi Eceng Gondok (Eicchornia crassipes) dengan penambahan kotoran sapi sebagai Starter Sintani Novita Sari
Jurnal Reka Lingkungan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v2i1.%p

Abstract

Abstrak Eceng gondok (Eicchornia crassipes) merupakan jenis gulma yang pertumbuhannya sangat cepat. Akan tetapi eceng gondok dapat dimanfaatkan dalam produksi biogas karena mempunyai kandungan hemiselulosa yang cukup besar. Pemanfaatan eceng gondok dan penambahan kotoran sapi diharapkan mampu menghasilkan gas Metan. Proses pembuatan biogas dimulai dengan merajang eceng gondok, kemudian di haluskan dan di beri penambahan kotoran sapi sebagai starter. Variasi bahan isian terdiri dari empat variasi (P1) Eceng gondok (dirajang) 8 kg penambahan air 2 Liter, (P2). Kotoran sapi 8 kg dan penambahan air 2 Liter, (P3). Eceng gondok (dirajang) 8 kg penambahan air 2 Liter dan penambahan kotoran sapi 2 kg, (P4). Eceng gondok (dirajang) 8 kg penambahan air 2 Liter dan penambahan kotoran sapi 2 kg. Hasil penelitian menunjukkan produksi gas yang optimum pada perlakuan II. 1,90 kg/hari, (P3) 1,84 kg/hari, dan (P4) 1,86 kg/hari. Tekanan gas yang optimum pada perlakuan II. 17,8 mbar dan perlakuan III. 12,3 mbar. Perlakuan IV. 15,5 mbar. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan gas ialah pH, suhu, keadaan anaerob, starter, proses pengadukan.   Kata kunci: Eceng gondok , Kotoran sapi, Biogas.
Studi Identifikasi Karakteristik Anorganik PM10 terhadap Mortalitas dan Morbiditas di Udara Ambien pada Kawasan Pemukiman TUNING LEINAWATI; JULI SOEMIRAT; MILA DIRGAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v1i1.35-45

Abstract

ABSTRAKPM10 merupakan partikulat dengan ukuran < 10 µm. PM10 sering dikaitkan dengan kenaikan mortalitas dan morbiditas. Hasil dari penelitian yang dilakukan di Kawasan Pemukiman Kota Bandung diperoleh  Konsentrasi PM10 sebesar 54.41 µg/Nm3. Angka ini jika dibandingkan dengan baku mutu PM10 untuk pengukuran 24 jam dalam PP No.41 Tahun 1999 masih dalam batas yang diperbolehkan (<150 µg/Nm3). Komposisi anorganik PM10 yang diperoleh berdasarkan konsentrasi terbesar hingga terkecil adalah Natrium (Na), Kalsium (Ca), Kalium (K), Timbal (Pb), Magnesium (Mg), Mangan (Mn), Kadmium (Cd), Seng (Zn), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), Kromium (Cr), Kobalt (Co), Arsen (As), dan Merkuri (Hg). Unsur anorganik yang berhubungan dengan morbiditas adalah Natrium (Na), Kalium (K), Magnesium (Mg), Mangan (Mn), Seng (Zn), Kadmium (Cd), Kromium (Cr), Tembaga (Cu), Kobalt (Co), Arsen (As), Sedangkan unsur anorganik yang dapat berpengaruh terhadap mortalitas adalah Timbal (Pb), Arsen (As), Kobalt (Co), Tembaga (Cu), Kalium (K) dan Merkuri (Hg). Kata kunci: Morbiditas, Mortalitas, PM10 ABSTRACTPM10 is particulate matter with a size < 10 μm. PM10 is often associated with increasing mortality and morbidity. Results of research conducted in the area of Bandung settlement obtained PM10 concentrations by 54.41 μg/Nm3. This figure when compared to the quality standard for the measurement of 24-hour PM10 in PP 41 of 1999 is still within the limits allowed (<150 μg/Nm3). Inorganic composition of PM10 concentrations obtained by largest to smallest are Sodium (Na), Calcium (Ca), Potassium (K), Lead (Pb), Magnesium (Mg), Manganese (Mn), Cadmium (Cd), Zinc (Zn), Nickel (Ni), Copper (Cu), Chromium (Cr), Cobalt (Co), Arsenic (As), and Mercury (Hg). Elements of inorganic-related morbidity is Sodium (Na), Kalium (K), Magnesium (Mg), Manganese (Mn), Zinc (Zn), Cadmium (Cd), Chromium (Cr), Copper (Cu), cobalt (Co ), Arsenic (As), while inorganic elements that can affect the mortality is Lead (Pb), Arsenic (As), Cobalt (Co), Copper (Cu), Kalium (K), and Mercury (Hg). Keywords: Morbidity, Mortality, PM10
Studi Tingkat Partisipasi Pedagang dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3r di Pasar Induk Gedebage WISYE NURFITRIANA; ETIH HARTATI; SITI AINUN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p

Abstract

ABSTRAKSalah satu sumber penyebab tingginya jumlah timbulan sampah di perkotaan adalah sampah yang berasal dari pasar. Pasar Induk Gedebage memiliki timbulan sampah sebesar 60.413,7 liter/hari atau 16.357,5 kg/hari. Komposisi sampah di pasar tersebut didominasi oleh sampah organik sebesar 55%, sebaiknya dapat dilakukan sistem pengelolaan sampah seperti pengomposan ataupun dengan alternatif lain. Sistem pengomposan tersebut tidak berjalan karena kurang adanya partisipasi. Sistem tersebut dapat berjalan optimal apabila adanya partisipasi dari para pedagang untuk melakukan pemilahan sampah mulai dari sumber, maka diperlukan identifikasi tingkat partisipasi pedagang. Pengukuran tingkat partisipasi pedagang tersebut menggunakan kuisioner. Sistem pengomposan tidak memiliki efisiensi dalam pengurangan timbulan sampah, efisiensi pengurangan sampah barang lapak sebesar 0,35%, dan SPA sebesar 68,1%. Metode kuisioner yang diolah menggunakan diagram kartesius tersebut bahwa pedagang sayur, buah, daging, beras, plastik dan kelontong memiliki tingkat keinginan tinggi dan pengetahuan rendah. Pedagang grosir memiliki tingkat keinginan rendah dan pengetahuan rendah, sedangkan pedagang kue memiliki keinginan tinggi dan pengetahuan tinggi.Kata Kunci : Sampah, Pengelolaan sampah berbasis 3R, Efisiensi, Tingkat partisipasi.
Perencanaan Sistem Plambing Air Bersih Gedung Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Barat. MUHD SHABRI M GANI; ANINDITO NUR PRABOWO; LINA APRIYANTI S
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i2.95-106

Abstract

AbstrakSistem Pemerintahan yang semakin berkembang mengakibatkan gedung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Propinsi Jawa Barat saat ini mempunyai kapasitas dan fasilitas yang belum memadai untuk melaksanakan semua aktivitas secara terpadu. Sehingga diperlukannya tambahan sarana penunjang yaitu  area untuk pendukung aktivitas kerja maka, pemerintah propinsi merencanakan untuk mengembangkan gedung perkantoran DLH Propinsi Jawa. Kegiatan sanitasi dalam gedung harus ditunjang dengan pemenuhan akan kebutuhan air bersih bagi semua penghuni, maka dari itu dibutuhkan perencanaan sistem plambing air bersih. Metode yang menjadi acuan adalah SNI 7065-2005, untuk perhitungan kebutuhan air bersih dan SNI 8153-2015 untuk penentuan dimensi pipa air bersih. Hasil perhitungan jumlah populasi menunjukan 654 jiwa. Total kebutuhan air bersih : 38,1 m³/hari, Kapasitas tangki bawah : 45,72 m³, kapasitas tangki atas : 15,29 m³. Berdasarkan hasil perencanaan dimensi pipa horizontal air bersih berkisar antara rentang 15 - 32 mm, dimensi pipa vertikal 40 mm, pompa yang dipasang adalah pompa sentrifugal dengan daya : 1,02 kW. Pompa booster dipasang untuk membantu tekanan di lantai 6 karena tidak memenuhi tekanan standar. Pipa yang digunakan untuk distribusi air bersih adalah jenis pipa PPR (Polypropylene Random).Kata kunci: Air Bersih, Alat Plambing Dan pipa PPR AbstractA system of gevornment which keeps growing resulting in the office building of environmental dlh) the provinces of west java currently possess the capacity and to inadequate facilities in carrying out all the activity of in an integrated way. So that she needed addition support facilities for that is an area for work and supporting the activity of, the provincial government of planning to develop java topped dlh office buildings. Sanitation in the building activities must be supported with the fulfilment of not need clean water for all the inhabitants of the, that is why it is planning plambing system needed clear water. A method which is used to is 7065-2005 sni, to requetment calculation sni 8153-2015 clear water and clear water pipe for the determination of dimensions. The result of reckoning the size of the population show 654 soul. The total the need of clean water 38,1 m³ per day, the capacity of a tank under 45,72 m³, the capacity of a tank upon the request  from has set the inflation rate. Based on the results of planning dimensions horizontal. Pipa clear water ranges between ranges  Keywords: Water Supply And Plumbing Equipment.
Karakteristik Substrat dalam Proses Anaerob menggunakan Biodigester Risma Mustami; Siti Ainun; Etih Hartati
Jurnal Reka Lingkungan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v3i2.%p

Abstract

ABSTRAKPasar menghasilkan sampah organik dalam jumlah yang besar, dimana sampah organik memiliki kandungan organik yang tinggi dan dapat menjadi salah satu polutan bagi lingkungan. Oleh sebab, itu perlu dilakukan penanganan terhadap sampah organik memanfaatkannya sebagai bahan baku biodigester. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  karakteristik substrat dalam proses anaerob. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pemilahan, pencacahan dan pencampuran. Setelah melewati tahapan tersebut substrat dimasukan ke dalam reaktor batch anaerob berbentuk tabung dengan bahan fiber glass dan memiliki volume operasional 5 liter. Parameter yang diperiksa yaitu temperatur, pH, COD, C-Organik, NTK dan fosfat. Penelitian ini dilakukan selama 57 hari dengan menggunakan dua variasi dan kontrol. Kontrol yaitu sampah organik pasar dan kotoran sapi dengan rasio 1:1, variasi 1 (rasio sampah organik : air : kotoran sapi yaitu 1 : 1 : 2) dan variasi 2 (rasio sampah organik pasar : air : kotoran sapi yaitu 1 : 0,5 : 2). Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik substrat pada variasi 1 memiliki rasio C:N, C:P, dan N:P yang mendekati untuk proses anaerob yaitu 61,2, 301,77 dan 5 serta temperatur dengan rentang 25-270C dan kondisi pH yang lebih cepat mencapai netral di hari ke-15 sebesar 7. Kata Kunci : Sampah organik pasar,  proses anaerob, karakteristik substrat 
Perencanaanpengembangan Sistem Distribusi Air Minum di Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enimprovinsi Sumatera Selatan Andes Alatas
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

ABSTRAK Perencanaan pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Muara Enim oleh PDAM Lematang Enim, yang disebabkan semakin meningkatnya permintaan akan air minum di Kecamatan Muara Enimsangat dibutuhan, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. PDAM Kecamatan Muara Enim merupakan institusi yang bertanggung jawab dalam penyediaan air minum bagi penduduk di daerah pelayanan Kecamatan Muara Enim. Namun saat ini pelayanan PDAM masih 50% dari jumlah penduduk. Evaluasi sistem distribusi air minum serta perencanakan pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Muara Enim ini dilakukan dengan menggunakan program Epanet versi 2.0 dan mengacu pada Peraturan PU untuk mencapai target 100% akses air minum,serta pertimbangan dari aspek teknis dan ekonomis dengan menggunakan metode Weighted Ranking Technique (WRT), diperoleh alternatif terpilih dengan metode gabungan (cabang dan loop). Pengembangan sistem distribusi ini dibuat untuk jangka waktu 20 tahun.Dilakukan penambahan dan penggantian pipa distribusi. Pembuatan reservoar baru serta perluasan jaringan distribusi guna peningkatan pelayanan dari 50% pada tahun 2013 menjadi 100% pada tahun 2033. Biaya investasi yang diperlukan untuk pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Muara Enim Rp 3.299.946.200.,- Kata Kunci : air minum,  alternatif jalur distribusi , alternatif terpilih , Muara Enim,  model proyeksi