cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
PEMANFAATAN NANOTEKNOLOGI: PENGARUH NANOPARTIKEL OKSIDA LOGAM TERHADAP PRODUKSI BIOETANOL PADA LIMBAH CAIR POME SECARA ANAEROB Ichsan, Zahrul; Safila, Mindryani; Gumilar, Andri
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i1.13-24

Abstract

Limbah pome dapat menjadi sumber energi alternatif untuk produksi biogas melalui pengolahan secara anaerob, keuntungan dari pengolahan anaerob dari segi biaya lebih murah. Mikroorganisme memanfaatkan limbah pome sebagai substrat dan kultur campuran bakteri anaerobik untuk produksi bioetanol pada tahap fermentasi, dengan penambahan mikronutrien logam atau oksida logam nanopartikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dampak nanopartikel terhadap efisiensi fermentasi anaerob untuk pembentukan bioetanol. Rancangan penelitian melalui percobaan skala laboratorium, menggunakan sistem reaktor unggun sirkulasi batch. Perlakuan awal berupa proses penyemaian dan karakterisasi limbah. Pengujian total asam volatil serta bioetanol selama reaktor beroperasi 30 jam. Hasil penelitian menunjukkan variasi penambahan mikronutrien dengan jenis oksida logam nanopartikel FeO dan NiO memaksimalkan konsentrasi bioetanol yang dihasilkan dengan konsentrasi sebesar 15 mg/L dan 1 mg/L. Oksida logam nanopartikel dapat meningkatkan produksi bioetanol, dengan demikian, percobaan ini menjadi perkembangan dari penggunaan limbah pome untuk menjadi sumber baru dalam energi baru dan terbarukan.
EVALUASI HIDROLIS MENGGUNAKAN EPANET 2.2 PADA PIPA DISTRIBUSI AIR MINUM DI DMA 2.8 ZONA 2 SPAM GEDEBAGE, KOTA BANDUNG Hermawan, Hendra; Sururi, Mohamad Rangga; Permadi, Didin Agustian
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i1.37-48

Abstract

Target RPJMN Tahun 2020-2024 untuk SPAM perpipaan adalah peningkatan akses air minum menjadi 100%, yang meliputi peningkatan jaringan perpipaan menjadi 30% dan penurunan tingkat NRW menjadi 25%. Oleh karena itu, PERUMDA Tirtawening melaksanakan peningkatan pelayanan SPAM perpipaan di Blok Gedebage dengan memanfaatkan sistem DMA untuk memenuhi target RPJMN. Terdapat 23 DMA yang dipasang, termasuk DMA 2.8 yang berada pada Kelurahan Margasari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, yang mampu melayani 2.146 SR dengan panjang pipa distribusi 12.972 meter. Metodologi penelitian ini melibatkan penelusuran jalur yang terpasang di lapangan, diikuti dengan melakukan simulasi hidrolis pada jalur tersebut. Simulasi menggunakan software EPANET 2.2, yang melibatkan data berupa tingkat konsumsi air, elevasi tanah, pola penggunaan air, serta data teknis jaringan distribusi. Hasil simulasinya dievaluasi dengan syarat hidrolis yang diatur oleh Permen PU No. 18 Tahun 2007. Hasil evaluasi mengindikasikan bahwasanya semua nodes memenuhi standar sisa tekan (10-80) m/km, 66% links menunjukkan kecepatan di bawah 0,3 m/detik, dan 2% links menunjukkan headloss melebihi 10 m/km. Perbaikan dapat dilakukan dengan memperkecil diameter pipa pada 66% links hingga kecepatannya berada pada 0,3-3,0 m/detik dan memperbesar diameter pipa pada 2% links hingga headloss berada di bawah 10 m/km.
KARBON AKTIF KULIT SINGKONG (Manihot utilissima) UNTUK PENYISIHAN FOSFAT AIR LIMBAH LAUNDRY ARTIFISIAL Saud, Muhamad Nur Ibnu Luthfi; Amukti, Muhammad Yoga; Hudayarizka, Riza; Anifah, Eka Masrifatus
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i1.25-36

Abstract

Konsentrasi fosfat yang tinggi pada air limbah laundry perlu diolah karena dapat menyebabkan eutrofikasi. Eutrofikasi di badan air dapat berdampak langsung bagi makhluk hidup. Selain itu, banyaknya pemanfaatan singkong sebagai bahan makanan berpotensi menghasilkan limbah biomassa seperti kulit singkong. Limbah kulit singkong mengandung karbon dan selulosa yang baik untuk dijadikan karbon aktif. Salah satu metode yang efektif, efisien, dan murah untuk menurunkan konsentrasi fosfat adalah adsorpsi menggunakan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dosis dan waktu kontak untuk menurunkan fosfat dalam air limbah laundry artificial serta menentukan kinetika adsorpsi yang terjadi. Penelitian dilakukan secara batch menggunakan variasi dosis adsorben 2-10 gr/L dan waktu kontak 15-120 menit dengan kecepatan pengadukan 110 RPM. Karbon aktif dihasilkan melalui proses karbonisasi kulit singkong dan aktivasi dengan NaOH 0,3 N. Hasil penyisihan optimum sebesar 8% didapatkan pada dosis adsorben 4 gr/L dengan waktu kontak 60 menit. Kinetika adsorpsi yang didapatkan termasuk model Orde Dua Semu.
PENGARUH FAKTOR PERSONAL, MANAJEMEN, DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN BSI ACEH Nasliya, Raisa; Suharyanto, .
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i1.85-101

Abstract

Pekerjaan konstruksi memiliki resiko kecelakaan yang tinggi, dimana perilaku tidak aman merupakan penyebab sebagian besar dari kecelakaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh faktor personal, manajemen, dan dukungan sosial terhadap perilaku keselamatan. Pengambilan data melalui penyebaran kuesioner terhadap 122 pekerja yang terlibat dalam pembangunan Gedung BSI Aceh dengan penentuan sampel responden menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Model – Partial Least Squared (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor personal memiliki pengaruh langsung terhadap perilaku keselamatan, dengan nilai t statistik 3.130 > 1.96 dan P value 0.002<0.05. Praktik manajemen berpengaruh terhadap perilaku keselamatan, dengan nilai t statistik 1.998 > 1.96 dan P value 0.046 <0,.5. Dukungan sosial berpengaruh terhadap perilaku keselamatan, dengan nilai t statistik 2.761 > 1.96 dan P value 0.006 <0.05. Namun, faktor personal tidak memiliki efek mediasi antara praktik manajemen dan dukungan sosial terhadap perilaku keselamatan. Diperlukan strategi yang tepat bagi manajemen agar meningkatkan perilaku keselamatan pekerja dengan meningkatkan motivasi melalui penghargaan dan pemberian hadiah, meningkatkan pengetahuan melalui pelatihan rutin dan pelatihan tambahan, serta meningkatkan praktik-praktik manajemen sehingga faktor tersebut bisa meningkatkan safety culture dan mengurangi kecelakaan kerja.Kata kunci: Faktor personal, dukungan sosial, praktik manajemen, perilaku keselamatan.
KAJIAN EFISIENSI IPAL PABRIK KELAPA SAWIT BERDASARKAN PARAMETER FISIKOKIMIA AIR Astuty, Eka Puji; Anshari, Gusti Zakaria; Akbar, Aji Ali
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i1.49-60

Abstract

Pabrik kelapa sawit menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada PT. X di Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat dirancang untuk menurunkan kadar pencemar utama, seperti Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solids (TSS), pH, minyak dan lemak, serta nitrogen total. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat efisiensi pengolahan limbah cair pada unit IPAL, khususnya kolam anaerobik dan aerobik dengan menganalisis penurunan parameter COD, BOD, TSS, pH, minyak dan lemak, serta nitrogen total. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel yang diambil dari kedua kolam tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem IPAL mampu menurunkan COD sebesar 90,11%, minyak dan lemak sebesar 88,89%, BOD sebesar 86,59%, dan TSS sebesar 76,53%, yang dikategorikan sebagai sangat efisien hingga efisien. Namun, pengolahan terhadap parameter nitrogen total belum menunjukkan hasil yang optimal, dengan tidak efisiensi atau kurang <20%. Ketidakefektifan ini disebabkan oleh faktor teknis, seperti rusaknya sebagian aerator dan pendangkalan kolam akibat akumulasi lumpur, yang berdampak pada waktu tinggal limbah yang tidak mencukupi. Oleh karena itu, perbaikan sistem aerasi dan pemeliharaan kolam secara berkala diperlukan guna meningkatkan efektivitas pengolahan secara menyeluruh.
PEMANFAATAN WASTE STATION REKOSISTEM DALAM UPAYA PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK DI LINGKUNGAN KERJA Annisa, Indri; Nurdin, Gusti; Hutasoit, Leonard Raden
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i1.61-72

Abstract

Produksi sampah meningkat setiap hari. Di Tangerang Selatan, akumulasi sampah tahunan mencapai 369.177,50 ton pada 2023. Pengelolaan sampah sulit dilakukan sendiri, terutama dengan volume besar. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Terbuka (UT) berkomitmen mengatasi masalah lingkungan melalui gerakan UT Go Green sejak 2010. Namun, sistem pengelolaan sampah anorganik di UT belum optimal. Dibutuhkan kerja sama dengan pihak eksternal, seperti Rekosistem. Penelitian ini bertujuan menjadikan UT pelopor dalam memanfaatkan waste station Rekosistem untuk mengelola sampah di lingkungan FKIP UT. Penelitian berlangsung selama tiga bulan, dari September hingga November 2024, dengan metode kuantitatif. Sampel yang dianalisis adalah sampah plastik anorganik, menggunakan statistik deskriptif. Pengelolaan sampah di FKIP UT dilakukan melalui pemilahan (sort), pengemasan (pack), dan pengiriman (drop). Sampah telah dikirimkan dua kali ke waste station Rekosistem yang berlokasi di Hero Supermarket, Lebak Bulus, dan Kemang, Jakarta Selatan, dengan total 5,1 kg. Jika dibandingkan dengan total sampah 10 hari, yaitu 58 kg, jumlah ini masih kecil. Namun, waste station Rekosistem terbukti membantu mengurangi sampah anorganik di lingkungan kerja.
IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK DI SUNGAI KAPUAS Kadaria, Ulli; Sulastri, Aini
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i1.1-12

Abstract

Perubahan pola hidup masyarakat yang lebih memilih berbelanja online dengan menggunakan aplikasi e-commerce tertentu berdampak pada meningkatnya jumlah sampah plastik yang dihasilkan dari proses pengemasan paket menggunakan bubble wrap. Sampah plastik yang dibuang ke badan air permukaan lama kelamaan akan terdekomposisi menjadi ukuran yang kecil disebut mikroplastik. Mikroplastik adalah salah satu pencemar yang menjadi ancaman bagi lingkungan karena dapat mencemari lingkungan, merusak sistem rantai makanan, dan menyebabkan gangguan kesehatan pada hewan dan manusia apabila terakumulasi di dalam tubuh. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi dan kelimpahan mikroplastik di air Sungai Kapuas, tepatnya di dekat intake air baku Perumda Tirta Khatulistiwa Pontianak. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah air baku air minum mengandung pencemar mikroplastik atau tidak. Sampel air sungai diambil dengan menggunakan plankton net. Setelah dilakukan pengambilan sampel air maka dilanjutkan dengan analisis laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Tanjungpura. Adapun tahapan analisis laboratorium dimulai dari persiapan sampel, penyisihan / degradasi zat organik, pemisahan densitas, pemilahan sampel / filtrasi, identifikasi secara visual dengan mikroskop, dan analisis kelimpahan mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 partikel mikroplastik yang terdapat di Sungai Kapuas, yang didominasi oleh bentuk fiber dan fragment. Kelimpahan mikroplastik sebesar 0,39 partikel/liter.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN KUALITAS AIR DI DAS CITARUM HULU Nirmayanti, Nirmayanti; Marselina, Mariana
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i1.71-84

Abstract

Kualitas air penting untuk mengevaluasi kelayakannya bagi kebutuhan domestik, industri, pertanian dan lingkungan. Seiring waktu, kualitas air mengalami degradasi, yang dipengaruhi oleh penggunaan lahan termasuk badan air, hutan, permukiman dan pertanian serta konfigurasi penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak perubahan penggunaan lahan terhadap kualitas air di Sungai Citarum Hulu dengan daerah tangkapan Wangisagara, Koyod, Cisirung dan Nanjung. Hasil studi menunjukkan terjadi perubahan penggunaan lahan dan parameter DHL, suhu, pH, TSS, NH3-N, BOD, COD, DO, NO3-N dan klorin bebas mengalami efek spasial dan temporal. Regresi linear berganda mengidentifikasi hubungan antara variabel penggunaan lahan dan satu variabel kualitas air. DHL dan klorin bebas berkorelasi negatif dengan hutan, sedangkan DO berkorelasi positif. Permukiman berkorelasi positif dengan COD, BOD, dan suhu. Pertanian berkorelasi positif dengan NO3-N, NH3-N, dan TSS, namun negatif dengan DO. Badan air berkorelasi negatif dengan suhu dan positif dengan klorin bebas. Analisis menunjukkan CONTAG berkorelasi positif dengan BOD dan negatif dengan DO, sementara LSI berkorelasi negatif dengan COD, dan ED berkorelasi negatif dengan klorin bebas. Analisis redundansi menunjukkan daerah tangkapan air Cisirung menghasilkan varians terbaik dibanding lainnya.