cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
Identifikasi Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) pada Perairan Sungai Citarum Hulu Segmen Dayeuhkolot sampai Nanjung Ramdhana Desriyan
Jurnal Reka Lingkungan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v3i1.%p

Abstract

Abstrak Seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat di sekitarnya, pencemaran Sungai Citarum terus meningkat. Salah satu pencemar yang mencemari Sungai Citarum adalah logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat timbal (Pb) yang terkandung dalam perairan Sungai Citarum Hulu dan mengidentifikasi hubungan antara parameter fisika dan kimia terhadap kelarutan logam berat tersebut. Penelitian dilakukan bulan Mei 2014 di 3 (tiga) lokasi yang diamati yaitu: Dayeuhkolot, Cisirung, dan Nanjung. Konsentrasi timbal (Pb) pada perairan dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrofotometer (AAS). Pada sampel perairan dilakukan pengukuran parameter fisika kimia yaitu DO, pH, suhu, TSS, dan kekeruhan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi timbal (Pb) pada perairan yaitu 0,018-0,024 mg/L. Dari semua parameter pendukung yang tidak memenuhi baku mutu PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air adalah DO dan pH, hal ini dikarenakan banyaknya buangan limbah dari industri yang ada pada daerah Dayeuhkolot sampai Nanjung. Kata kunci: Perairan, timbal (Pb), Dayeuhkolot, Cisirung, Nanjung
Tindakan Pengendalian untuk mengamankan resiko pada Spam Pdam Kota Denpasar dengan Rpam Operator MUHAMMAD J; Rachmawati S.DJ; Dyah AH
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

ABSTRAKRPAM adalah upaya pengamanan pasokan air minum baik dari segi kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan yang akan diterapkan PDAM Kota Denpasar dengan sumber air tanah. Tujuan penelitian agar dapat mengidentifikasi kejadian bahaya yang akan menimbulkan resiko pada PDAM Kota Denpasar dan merekomendasikan tindakan pengendalian yang tepat untuk memenuhi target RPJMN 2019 yaitu 100% masyarakat terlayani air bersih. Berdasarkan hasil identifikasi terdapat 42 kejadian yang berisiko menjadi masalah bagi SPAM PDAM Kota Denpasar. Identifikasi dilakukan dengan melihat data inventaris PDAM, pengaduan masyarakat baik dari media sosial maupun media cetak dan survey langsung ke lokasi sumur bor. Resiko yang telah diidentifikasi akan disusun berdasarkan skala prioritas, dengan menggunakan metode skoring berdasarkan tingkat keparahan dan peluang kejadiannya. Resiko yang memiliki skor tertinggi adalah pengambilan air tanah secara berlebihan oleh masyarakat atau perusahaan dengan perolehan skor adalah 15. langkah selanjutnya yaitu menentukan rencana perbaikan yang tepat dari resiko tersebut dengan menganalisa berdasarkan literatur. Berdasarkan analisa, diperoleh 21 tindakan pengendalian. Diharapkan dengan 21 tindakan pengendalian tersebut dapat mengamankan 42 kejadian bahaya. Kata kunci: RPAM, PDAM Kota Denpasar, Air Tanah
Evaluasi Pelaksanaan dan Manfaat Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator di PDAM Kota Payakumbuh BELINDA PRAGA; RACHMAWATI S DJ
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.101-111

Abstract

AbstrakPDAM Kota Payakumbuh diharapkan dapat mengalirkan air minum yang aman bagi masyarakat. Hal tersebut mengacu pada target RPJMN 2015-2019; dimana pada tahun 2019 harus tercapai 100% akses air minum yang aman dilihat dari aspek 4K. Diperlukan suatu upaya untuk dapat mengamankan air minum, mulai dari sumber air baku hingga pelanggan. Program Kementerian PUPR, yakni RPAM dapat menjadi solusi untuk mengamankan air minum dari sumber hingga pelanggan melalui pendekatan analisis dan manajemen risiko. Evaluasi RPAM dilakukan untuk mengetahui capaian pemenuhan aspek 4K; sehingga dapat diketahui apakah upaya tindakan pengendalian yang dilakukan telah berjalan efektif atau belum; dengan begitu selanjutnya dapat dilakukan rekomendasi terkait upaya yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian pemenuhan aspek 4K. Capaian pemenuhan aspek 4K tahun 2013- 2016 belum terpenuhi. Hal tersebut dikarenakan masih terdapat tindakan pengendalian yang belum berjalan  efektif dalam menangani kejadian bahaya dan risiko yang terjadi.Kata kunci: RPAM, PDAM Kota Payakumbuh, Aspek 4KAbstractPDAM Payakumbuh expected to deliver safe drinking water for the community. This refers to the target RPJMN 2015-2019; where in 2019 must reach 100% access to safe drinking water viewed from 4K aspect. Therefore, an effort is needed to secure drinking water, from raw water sources to customers. Government programs issued through the PUPR Ministry, namely RPAM can be a solution to secure drinking water from source to customer through a risk analysis and management approach. Evaluation of RPAM implementation is done to know the achievement of 4K aspect; so it can be seen whether the efforts of the control measures carried out have been effective or not; with subsequent recommendations can be made related to what efforts can be applied to improve the achievement of 4K aspects. The achievement of 4K aspect in 2013-2015 has not been fulfilled. This is because there are still control measures that have not been effective in dealing with hazard events and risks that occur. Keywords: RPAM, PDAM Payakumbuh, Aspects 4K
Identifikasi Resiko pada Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator untuk Sumber Air Permukaan di PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung DEWI NUR ADIYANTI; RACHMAWATI S.DJ,; DYAH ASRI HANDAYANI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p

Abstract

ABSTRAKUU No. 11 Tahun 1974 dan target RPJMN 2015-2019, mengharuskan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung untuk menyuplai air minum yang sehat dan berkualitas. Hal ini terkendala oleh penurunan kualitas air permukaan akibat banyaknya pencemar, penurunan kuantitas air akibat musim kemarau dan perebutan air, penurunan kontinuitas air akibat debit air yang didapat semakin berkurang, dan penuruan keterjangkauan pembelian air bagi pelanggan akibat biaya operasi yang semakin meningkat. RPAM dapat menjadi solusi untuk mengamankan air minum dari sumber hingga pelanggan melalui analisa dan manajemen resiko dari hasil inventarisasi dokumen, survei, dan diskusi. Identifikasi resiko pada dokumen RPAM merupakan tahapan untuk menentukan besar skor resiko/prioritas terhadap kejadian bahaya pada SPAM. Resiko yang memiliki prioritas tinggi ialah penurunan kualitas-kuantitas-kontinuitas air baku, peningkatan penggunaan koagulan dan pencucian filter, proses drain tidak efektif, produksi terhenti akibat tidak tersedianya listrik cadangan, penurunan kualitas dan kuantitas air minum.Kata kunci: RPAM, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, Air Permukaan, Besar Skor Resiko
Pengolahan Limbah Domestik dengan menggunakan Biokoagulan Biji Moringa oleifera Lam. dan Saringan Pasir cepat DODY OCTAVIANUS H. ARITONANG; MUMU SUTISNA; M RANGGA SURURI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v1i2.69-80

Abstract

AbstrakPertumbuhan penduduk di Indonesia yang pesat khususnya di kota-kota besar telah mendorong peningkatan jumlah air limbah domestik (Supradata, 2005). Pada tahun 2013 jumlah penduduk di kota X mencapai  3.351.048 jiwa dan menghasilkan timbulan air limbah domestik sebanyak 351.860 m3/hari. IPAL X menggunakan kolam stabilisasi pada proses pengolahan air limbah secara biologi memerlukan waktu pengolahan selama 10 hari. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap debit limbah domestik yang akan diolah. Kolam stabilisasi memiliki kapasitas pengolahan air limbah sebesar ±243.000 m3 dan belum dapat mengolah secara menyeluruh air limbah domestik di kota X. Permasalahan waktu pengolahan yang lama diharapkan dapat diselesaikan dengan hasil penelitian pengolahan limbah domestik dengan menggunakan biokoagulan biji Moringa oleifera Lam. dan saringan pasir cepat. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium (volume percobaan 1 liter). Penelitian ini terlebih dahulu dilakukan dengan menentukan kondisi optimum biokoagulan dengan melakukan variasi pH dan dosis  biokoagulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter yang efektif disisihkan biokoagulan adalah BOD 79,15%, TSS 99,99994%, minyak dan lemak 86,53%. Kombinasi biokoagulan dan saringan pasir cepat selain mampu menyisihkan BOD, TSS, minyak dan lemak juga mampu menyisihkan fosfat sebesar 89,74%. Kondisi optimum biokoagulan yang diperoleh adalah pH optimum 7 dengan dosis optimum 1500 ppm, serta waktu pengendapan yang diperlukan adalah 420 detik. Kata kunci: air limbah domestik, biokoagulan Moringa oleifera Lam., saringan pasir cepat.
Inventarisasi Emisi Pencemar Kriteria dan Gas Rumah Kaca dari Sektor Transportasi On-Road di Kota Bandung menggunakan Model International Vehicle Emissions (IVE) BILLY YOGA DEWANTO; MILA DIRGAWATI; DIDIN AGUSTIAN PERMADI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i2.132-144

Abstract

AbstrakPerkembangan Kota Bandung berimplikasi terhadap pesatnya pertumbuhan aktivitas transportasi. Akibatnya, terjadi peningkatan emisi kendaraan bermotor secara kontinu. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi beban emisi pencemar kriteria dan gas rumah kaca dari sektor transportasi on-road di Kota Bandung, khususnya untuk truk. Estimasi beban emisi diperoleh dari hasil simulasi model IVE untuk menghasilkan faktor emisi lokal komposit disertai dengan pembaruan pada jumlah registrasi seluruh jenis kendaraan di Kota Bandung. Beban emisi total tahunan paling dominan yang dihasilkan dari aktivitas transportasi di Kota Bandung tahun 2019 yakni 5.286.612,81 ton/tahun (94,48%) CO2; 254.378,9 ton/tahun (4,55%) CO; dan 35.501,65 ton/tahun (0,63%) NOx dengan kontribusi terbesar berasal dari (98,9%) emisi running. Moda transportasi yang menyumbang proporsi emisi total terbesar berasal dari 43,4% mobil pribadi, 27,8% truk, 17,1% sepeda motor, dan 10,1% berasal dari bus.Kata kunci: Aktivitas Transportasi, Model International Vehicle Emissions (IVE), Beban EmisiAbstractThe development of Bandung city has affected the level of community mobilization needs, which has implications for the rapid growth of transportation activities. As a result, an increase in motor vehicle emissions continues to have an impact on decreasing air quality in Bandung city. This study aims to estimate emission load of criteria pollutant and greenhouse gases from the on-road transportation sector, especially for trucks. Emission load estimates are obtained from the results of the IVE model simulation to generate composite local emission factors accompanied by updates on current registration numbers of vehicles in Bandung city. The most dominant total annual emission load generated from all type of fleets in Bandung city in 2019 was 5,286,612.81 tons/year (94.48%) CO2; 254,378.9 tons/year (4.55%) CO; and 35,501.65 tons/year (0.63%) NOx, with the largest contribution coming from running emissions. Major transportation modes that accounted for the largest proportion of total emissions came from 43.4% of private cars, 27.8% of trucks, 17.1% of motorbikes and 10.1% of buses. Keywords: Transportation Activities, International Vehicle Emissions (IVE) Model, Emission Load
Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Bersih Gedung Park View Hotel Dimas Anggara Putra; Yulianti Pratama; Anindito Nurprabowo
Jurnal Reka Lingkungan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v3i2.%p

Abstract

ABSTRAKPark View Hotel yang berlokasi di Bandung merupakan tempat tinggal sementara yang memerlukan air bersih untuk keperluan sanitasi bagi penghuninya. Konsep yang digunakan dalam perencanaan sistem instalasi plambing air bersih adalah mengacu pada konsep green building dengan adanya pembagian jalur pipa air bersih berdasarkan sumbernya, yaitu jalur pipa air fisrt class untuk air yang bersumber dari air tanah dan jalur pipa air second class dari air hasil pengolahan grey water. Perhitungan kebutuhan air bersih dan diameter pipa mengacu pada SNI 03-6481-2000 dan SNI 03-7065-2005. Kebutuhan air bersih adalah sebesar 73 m3/hari. Jenis pipa yang digunakan adalah pipa PPR yang biasa digunakan dalam sistem instalasi plambing air bersih pada gedung hotel. Hasil dari perhitungan diameter pipa yang dilakukan pada gedung hotel Park View yaitu menggunakan pipa dengan diameter 15 - 100 mm.Kata kunci: Park View, plambing, first class, second class, diameter 
Penyusunan Indeks Tingkat Pelayanan Sistem Pengelolaan Sampah Kota ABDUL ASIS RUMAKAT; IWAN JUWANA; SITI AINUN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i1.23-33

Abstract

AbstrakData PD. Kebersihan Kota Bandung, menunjukkan persentase tingkat pelayanan sampah pada tahun 2017 sebesar 98,14%. Namun pada kenyataannya, masih banyak ditemukan tumpukan sampah di beberapa tempat yang bukan peruntukannya, hal ini menunjukkan angka tersebut belum dapat mewakili pelayanan sampah secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun indeks yang digunakan untuk menilai kinerja pelayanan sampah kota. Indeks ini disusun dengan cara mengidentifikasi komponen, indikator dan sub-indikator, menentukan kriteria penilaian, melakukan pembobotan, melakukan penggabungan serta menyusun interpretasi indeks. Terdapat 5 komponen, 26 indikator dan 21 sub-indikator yang teridentifikasi. Pembobotan dilakukan dengan pemberian nilai berbeda pada komponen, indikator dan sub-indikator dengan metode aritmatik. Interpretasi indeks dibuat kedalam 5 kategori dengan skala 0-100. Dari hasil penyusunan indeks ini, selanjutnya akan digunakan untuk menilai tingkat pelayanan persampahan di Kota Bandung.Kata kunci : tingkat pelayanan, komponen, indikator, sub-indikator. AbstractAccording to the data from PD Kebersihan Kota Bandung, in 2017 the percentage of the performance level of solid waste is 98.14%. However, it is visible that a large amount of solid waste dumped directly to the environment. This indicates that the existing service level performance value is unable to represent the overall solid waste service. Thus, this study aims to develop a solid waste service level index. This study was undertaken by selecting components, indicators and sub-indicators, determining the weights for the components, indicators and sub-indicators, as well as defining the aggregation and interpretation of the final index. Thorough this study, 5 components, 26 indicators and 21 sub-indicators were identified. The chosen weights for the index was the different weighting. Aggregation index using arithmetic method with the interpretation of the final index will be based on 5 categories of 0-100 scale. Keywords : service level, component, indicator, sub-indicator.  
Kajian Timbulan Sampah Domestik di Kelurahan Sukamenak Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung Bunga Dwihapsari
Jurnal Reka Lingkungan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v3i1.%p

Abstract

Abstrak Kelurahan Sukamenak merupakan kelurahan yang tingkat pelayanan sampahnya tidak merata. Terdapat 7 RW yang belum terlayani sampahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sumber timbulan sampah dan komposisi sampah di 7 RW berdasarkan komposisi sampah di Kelurahan Sukamenak. Kelurahan Sukamenak menjadi lokasi pengambilan data  sampling. Pengambilan data sampling ini dilakukan sesuai dengan SNI 19-3964-1994. Pengambilan data primer dilakukan dengan pengukuran, observasi dan wawancara. Sedangkan data sekunder didapat dari dokumen-dokumen terkait. Jumlah sampel adalah 26 rumah dengan menggunakan metode slovin. Total timbulan sampah di Kelurahan Sukamenak yaitu 80.789,488 liter/hari atau 5.282,95 kg/hari. Komposisi sampah di Kelurahan Sukamenak terdiri dari composting sebesar 29,66%, barang lapak  15,75%, recycle 18,7%, residu organik 19,6%, residu anorganik 15,77%, dan B3 0,52%. Total timbulan sampah di 7 RW yang tidak terlayani yaitu 33.187,237 liter/hari atau 2.170,13 kg/hari. Sampah yang telah diketahui besarannya dapat diberikan rekomendasi potensi pengelolaan sampah yang sesuai  dengan timbulan dan komposisi sampah yang dihasilkan. Kata kunci : Kelurahan Sukamenak, total timbulan Sampah, komposisi sampah
Kajian Desain Cerobong Asap Terhadap Emisi PM10 dan SO2 Akibat Pembakaran Batubara di PLTU PT. X Winona Maheswari Ramadhan; Juli Soemirat; Dyah Asri Handayani Taroepratjeka
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i1.%p

Abstract

PLTU berbahan bakar batubara PT. X direncanakan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada proses produksi pelet plastik, kemasan gelas plastik air minum dan karung plastik. Kapasitas PLTU yang akan dibangun adalah 2 x 6 MW. Polutan utama akibat kegiatan ini yaitu PM10 yang dapat menyebabkan penurunan fungsi paru-paru dan gas SO2 yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan. PT. X menggunakan ESP dengan efektifitas 95% untuk mengendalikan emisi PM10. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji desain cerobong dan mengkaji kesesuaian penggunaan electrostatic precipitator (ESP) pada parameter PM10. Prediksi laju emisi PM10 dan SO2 setelah PLTU beroperasi dilakukan menggunakan faktor emisi. Pemodelan dispersi udara menggunakan Model Gaussian. Desain cerobong PLTU memiliki tinggi 40,5 m, diameter 1,8 m, kecepatan alir gas buang 10 m/dtk dengan konsumsi batubara 280 ton/h. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain cerobong PLTU sudah optimal. Dengan desain demikian, konsentrasi emisi SO2 (557,3 ) memenuhi baku mutu PERMEN LH No. 21 Tahun 2008 (750 ) dan konsentrasi udara ambien PM10 dan SO2 memenuhi baku mutu PP No. 41 Tahun 1999 di lokasi uji sekitar PLTU. Oleh sebab itu tidak diperlukan alat pengendali polutan SO2. Parameter PM10 tidak diatur dalam baku mutu udara emisi. Penggunaan cyclone jauh lebih efisien dan ekonomis dibandingkan dengan ESP sebagai alat pengendali partikulat.Kata kunci: Model Gaussian, Faktor Emisi, Pembakaran Batubara, Pemodelan Udara