cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 312 Documents
STUDI KUANTITAS DAN KUALITAS AIR HUJAN SEBAGAI ALTERNATIF PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KOTA TANJUNGPINANG Desryati Desryati; Febrianti Lestari; Diana Azizah; Agung Dhamar Syakti; Arief Pratomo
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i2.155-166

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan vital masyarakat Kota Tanjungpinang yang hingga saat ini belum sepenuhnya terpenuhi dengan cakupan layanan PDAM hanya 33,38%. Keterbatasan kapasitas waduk tadah hujan dan kendala ketersediaan lahan menjadi tantangan utama penyediaan air bersih. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi air hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih di Kota Tanjungpinang ditinjau dari aspek kuantitas dan kualitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis data curah hujan 10 tahun (2015-2024) dari BMKG, data luas atap bangunan dari citra satelit OSM 2024, dan pengujian kualitas air hujan berdasarkan 14 parameter sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan potensi pemanenan air hujan mencapai 2.308.815 m³/bulan dari total luas atap 11.384.277 m². Bangunan dengan atap ≥100 m² mampu memenuhi kebutuhan domestik 600 liter/hari sepanjang tahun, sedangkan atap <100 m² hanya dapat menjadi sumber alternatif. Analisis kualitas menunjukkan air hujan murni memenuhi baku mutu, namun air hujan tangkapan atap terkontaminasi bakteri E. coli dan Total Coliform serta mengandung timbal (Pb) 1 mg/L. Penelitian ini menyimpulkan bahwa air hujan berpotensi menjadi sumber air bersih alternatif di Kota Tanjungpinang dengan syarat dilakukan pengolahan yang memadai sebelum pemanfaatan
RECOVERY NUTRIEN DARI LANDFILL LEACHATE MELALUI METODE KRISTALISASI STRUVITE MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AIR-CATHODE ELECTROCOAGULATION Syarif Hidayat; Narendra Ananta Dwi Putra; Agus Jatnika Effendi
Jurnal Reka Lingkungan Vol 14, No 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v14i2.205-218

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan recovery nutrien yang terkandung dalam air lindi dari landfill berupa nitrogen dan fosfor kedalam bentuk struvite dengan menggunakan teknologi Air-Cathode Electrocoagulation. Variasi debit dilakukan untuk melihat pengaruh dari waktu tinggal terhadap pembentukan struvite yaitu 1-4 mL/menit. Performa reaktor dievaluasi dengan mengukur laju penyisihan nutrien dan laju pembentukan struvite. Analisis karakteristik presipitat yang terbentuk dilakukan menggunakan metode SEM-EDS. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi optimum terjadi pada variasi debit 2 mL/menit dengan laju penyisihan nitrogen sebesar 0,0105/jam, laju penyisihan fosfor sebesar 0,0597/jam, dan laju pembentukan struvite sebesar 0,1564/jam. Berdasarkan hasil SEM-EDS terlihat bahwa morfologi dari presipitat memiliki bentuk kristal berbentuk jarum yang memiliki kemiripan dengan struktur kristal struvite. Komposisinya presipitat didominasi oleh unsur Mg, P, dan O. N terdektsi walaupun dalam jumlah yang sangat kecil. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa debit mempengaruhi pembentukan struvite dalam reaktor. Semakin tingggi nilai debit yang digunakan menyebabkan waktu detensi yang lebih singkat sehingga mengurangi efisiensi proses penyisihan nutrien dan pembentukan presipitat.