cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
ANALISIS SPASIO-TEMPORAL PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP POLUSI UDARA KARBON MONOKSIDA DI KOTA BANDUNG TAHUN 2023: PENDEKATAN BERBASIS DATA SATELIT Ramadhan, Eka; Hadi, Firman; Yusuf, Muhammad Adnan
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i3.269-282

Abstract

Karbon Monoksida (CO) termasuk ke dalam primary pollutants yang paling banyak menyebabkan masalah pencemaran udara sebesar 58%. Sumber utama CO adalah emisi kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan bermotor di Kota Bandung hampir setara dengan jumlah penduduknya, yaitu mencapai 2,2 juta unit, sedangkan penduduknya berjumlah 2,4 juta jiwa. Selain itu, tahun 2023 menjadi periode dengan jumlah kejadian kebakaran terbanyak (352 kejadian). Oleh karena itu, analisis spasio-temporal polusi udara CO penting dilakukan untuk monitoring pencemaran udara. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis distribusi spasial dan temporal konsentrasi CO serta pengaruh curah hujan terhadap konsentrasi CO di Kota Bandung tahun 2023 dengan menggunakan metode pengindraan jauh. Hasil penelitian menunjukkann akumulasi CO tertinggi dan terendah berada di Kecamatan Bandung Kidul dan Cidadap (880,88 µg/m³ dan 827,04 µg/m³). Selain itu, akumulasi CO tertinggi terjadi selama periode bulan kering (curah hujan <100 mm). Analisis korelasi dan regresi menunjukkan pada periode bulan kering terdapat korelasi positif yang kuat (r=0,56) serta pengaruh curah hujan yang lebih besar  terhadap konsentrasi CO dibandingkan periode bulan lainnya. Temuan penelitian ini menunjukkan perlu dilakukan pemantauan kualitas udara di Kota Bandung pada bulan kering agar dapat menekan peningkatan karbon monoksida.
POTENSI LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT SEBAGAI BIOENERGI BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN KOMPOSISI MIKROORGANISME Meutia, Raihannisa Rizqi; Syafila, Mindriany; Gumilar, Andri
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i3.341-353

Abstract

Pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku energi alternatif saat ini menjadi fokus utama dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mengatasi masalah lingkungan. Dengan kandungan organik yang tinggi dan jumlah yang berlimpah, palm oil mill eflluent (POME) merupakan bahan baku potensial dalam produksi energi alternatif, sekaligus dapat menggantikan posisi tanaman pangan sebagai bahan baku bioenergi.  Produksi energi alternatif melalui limbah POME dapat dilakukan dengan biokonversi limbah secara anaerobik. Secara umum, produk bioenergi berupa bioetanol, biohidrogen, serta produk turunan berupa asam lemak volatil akan dihasilkan pada fase asidogenesis. Karakterisasi limbah POME menunjukkan nilai COD yang tinggi, yaitu mencapai 16.934 mg/L. Hasil identifikasi mikroorganisme menunjukkan POME didominasi oleh Lactobacillaceae, Acetobacteraceae, Prevotellaceae, dan Clostridiceae, yang merupakan kelompok bakteri yang berperan dalam degradasi senyawa organik menghasilkan produk berupa etanol, hidrogen, dan asam lemak volatil sehingga POME berpotensi sebagai bahan baku bagi produksi bioenergi.
EFEKTIVITAS TANAMAN PAKIS LIDAH KOLAM DAN MELATI AIR DALAM MENURUNKAN PARAMETER BOD DAN COD PADA AIR LIMBAH LAUNDRY Melanie, Ayu; Fairus, Sirin
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i3.211-225

Abstract

Detergen mengandung bahan aktif berupa surfaktan, yang bersifat toksik dan berbahaya bagi lingkungan. Menurut Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 di Kabupaten Sukabumi, pembuangan air limbah dari kamar mandi dan tempat cuci rumah tangga langsung dibuang ke got/sungai tanpa dilakukan pengolahan mendapat presentase sebesar 50,73%. Tingginya limbah laundry yang dihasilkan dapat menyebabkan kematian pada biota air dan eutrofikasi. Diperlukan pengolahan air limbah laundry, salah satunya dengan metode fitoremediasi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tanaman Pakis Lidah Kolam dan Melati Air dalam menurunkan parameter BOD dan COD pada air limbah laundry disesuaikan dengan Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan beberapa tahapan yaitu persiapan tanaman, uji RFT dan uji fitoremediasi menggunakan variasi tanaman Pakis Lidah Kolam, Melati Air dan Kombinasi selama 15 hari. Hasil analisis didapatkan tanaman Pakis Lidah Kolam mampu menurunkan parameter BOD di hari ke-5 sebesar 65,62% dari 160 mg/L menjadi 55 mg/L dan Melati Air dapat menurunkan parameter COD di hari ke-10 sebesar 78,67% dari 1.285 mg/L menjadi 274 mg/L. Hasil penelitian belum mampu menurunkan BOD dan COD sesuai dengan baku mutu sehingga diperlukan penelitian lanjutan.
KAJIAN ORGANOLEPTIK DALAM PEMANFAATAN MOLASES DAN LAPISAN TANAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KOMPOS CAIR DARI LIMBAH NANAS DESA TANGKIT MUARO JAMBI Viareco, Hariestya; Hutagalung, Winny Laura Christina; Rodhiyah, Zuli; Suryani, Lilis; Libriyani, Octavia; Amalia, Salsabila; Akbar, Novfit Frima
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i3.281-297

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah nanas dari Desa Tangkit, Muaro Jambi, sebagai bahan baku kompos cair. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji aspek organoleptik untuk meningkatkan kualitas kompos cair melalui penambahan molases dan lapisan tanah dalam proses pengomposan limbah nanas. Metodologi penelitian melibatkan variasi penambahan larutan molases dan tanah untuk mengamati profil organoleptik menggunakan uji hedonik dan analisis deskriptif selama 21 hari proses pengomposan, serta pengukuran kandungan NPK kompos cair yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan larutan molases mempercepat perubahan tekstur limbah nanas, sementara lapisan tanah mempercepat perubahan aroma dan warna menjadi pupuk. Kualitas kompos cair yang dihasilkan memenuhi standar kualitas pupuk cair organik. Penambahan kofaktor seperti tanah dan larutan molases, berhasil meningkatkan efisiensi proses dekomposisi limbah nanas dan secara signifikan meningkatkan kualitas kompos cair yang dihasilkan. Temuan ini menunjukkan potensi besar dalam pengelolaan limbah organik secara efisien di Desa Tangkit, Muaro Jambi.
ANALISA KANDUNGAN UNSUR DAN OKSIDA LIMBAH FLY ASH DAN BOTTOM ASH SERTA POTENSI PEMANFAATANNYA Kusdarini, Esthi; Febriyandi, Daniel; Cahyono, Yudho Dwi Galih
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i3.227-239

Abstract

Proses produksi energi listrik pada industri Pembangkit Listrik Tenaga Uap Kalimantan Barat-1 menghasilkan limbah fly ash dan bottom ash yang dihasilkan dari pembakaran batubara. Limbah ini berpotensi mencemari lingkungan sehingga sangat penting untuk dicari solusi penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendapatkan prosentase jumlah limbah fly ash and bottom ash yang dihasilkan dibandingkan jumlah batubara yang dibakar; 2) mendapatkan kandungan unsur dan senyawa oksida fly ash dan bottom ash; 3) menentukan potensi pemanfaatan fly ash dan bottom ash. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa unsur dan senyawa oksida menggunakan uji X-Ray Fluorescence (XRF), pengamatan di lapangan, wawancara, dan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) fly ash yang dihasilkan sebesar 2,9% dan bottom ash sebesar 1,5% dari berat batubara yang dibakar; 2) fly ash mengandung unsur utama rata-rata Fe 41%, Si 12%, Al 4,9% dan senyawa oksida utama rata-rata CaO 33%, SiO2 19%, Al2O3 7,0 %; bottom ash mengandung unsur utama rata-rata Fe 45%, Si 13%, Al 3,7% dan senyawa oksida utama rata-rata CaO 28%, SiO2 20%, Al2O3 5,3%; 3) Fly ash maupun bottom ash berpotensi untuk dimanfaatkan pada bidang konstruksi, pengolahan limbah, dan diekstraksi unsur berharga dan logam tanah jarang
PERBANDINGAN BIJI PEPAYA (Carica papaya l.) SEBAGAI BIOKOAGULAN DAN POLY ALUMUNIUM CHLORIDE (PAC) SEBAGAI KOAGULAN KIMIAWI PADA PENGOLAHAN AIR TANAH, KELURAHAN KOTA BAMBU SELATAN, JAKARTA BARAT Cahyaningrum, Nadia Amalia; Kusumadewi, Riana Ayu; ., Winarni; Aphirta, Sarah
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i3.299-313

Abstract

Air tanah di Kelurahan Kota Bambu Selatan mengandung kekeruhan dan TDS yang tinggi, sehingga harus diolah terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil dan biaya pengolahan air tanah menggunakan biokoagulan biji pepaya dan koagulan PAC untuk menyisihkan parameter kekeruhan dan TDS. Metode yang digunakan adalah koagulasi dengan variasi G.td koagulasi 17.000, 34.000, 48.000, dan 96.000; flokulasi G.td 28.000; variasi dosis biokoagulan 100-500 mg/L; dan variasi dosis PAC 5-25 mg/L. Hasil dari pengolahan menggunakan biokoagulan biji pepaya telah menyisihkan kekeruhan dan TDS sebesar 96,54% dan 44,86%, sedangkan hasil dari PAC telah menyisihkan kekeruhan dan TDS sebesar 75,93% dan 17,57%. Penggunaan biokoagulan biji pepaya membutuhkan biaya sebesar Rp 254,26/liter dan penggunaan koagulan PAC membutuhkan biaya sebesar Rp 350,18/liter. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil penyisihan kekeruhan dan TDS pada air tanah dengan menggunakan biokoagulan biji pepaya lebih baik dibandingkan dengan menggunakan koagulan PAC dan juga penggunaan biokoagulan biji pepaya memiliki biaya yang lebih ekonomis dibandingkan dengan penggunaan koagulan PAC.
KINERJA BLACK SOLDIER FLY LARVAES (BSFL), HERMETIA ILLUCENS L., DALAM PENGOLAHAN LUMPUR TINJA DENGAN PENCAMPURAN SAMPAH PERIKANAN DAN SAMPAH BUAH PIDADA Amalia, Indi Azmi Rizka; Putri, Dyah Wulandari
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i3.241-253

Abstract

Sanitasi di Muara Gembong tergolong ‘belum layak’ karena toilet tidak terhubung dengan sistem pembuangan yang memadai, dan unit pengumpulan desentralisasi tidak sesuai standar nasional. Oleh karena itu, pengolahan lumpur tinja setempat dari sumbernya penting untuk meningkatkan akses sanitasi layak. Penggunaan Black Soldier Fly Larvaes (BSFL) untuk mengolah lumpur tinja merupakan pendekatan inovatif guna mengurangi volume lumpur tinja dan menghasilkan produk yang tinggi protein sebagai pakan ternak. Namun, lumpur tinja sebagai substrat BSFL tidak mendukung pertumbuhan optimal larva karena kandungan nutrisinya rendah. Untuk meningkatkan nutrisi, co-substrate berupa limbah perikanan (IKN) dan buah pidada (PDD) ditambahkan. Tujuh variasi substrat diformulasikan, dan sekitar 100 mg substrat/larva/hari diberikan selama 12 hari. Kinerja BSFL dipantau melalui survival rate (SR), waste reduction rate (WR), dan biomass conversion rate (BCR). Hasil menunjukkan penambahan IKN secara signifikan meningkatkan kinerja BSFL (P < 0,05), dengan substrat 50% lumpur tinja + 50% IKN memberikan nilai SR, WR, dan BCR tertinggi. Sebaliknya, penambahan PDD menurunkan SR dan WR, terutama pada varian 50% lumpur tinja + 50% PDD (F1-S1).
PENGARUH BEBAN INFLUEN TERHADAP PERFORMA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN FIXED BED SYSTEM DENGAN MEDIA PENUNJANG PVC SARANG TAWON Rizka, Miftahir; Fauzi, Mhd.; Soewondo, Prayatni; Handajani, Marisa; Tedjakusuma, Teddy
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i3.315-326

Abstract

Fixed Bed System merupakan teknologi yang efektif dalam menyisihkan polutan yang media PVC sarang tawon sebagai tempat terlekatnya biofilm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penyisihan organik dan nutrien serta kinetika penyisihan substrat dari reaktor ini yang dioperasikan secara anoksik dengan sistem batch. Sistem anoksik dirancang dengan kandungan oksigen terlarut sekecil mungkin hingga mendekati nol. Air limbah yang digunakan adalah air limbah domestik artifisial dimana sumber karbon, nitrogen, dan fosfor berasal dari senyawa C6H12O6, NH4Cl, dan KH2PO4. Terdapat variasi konsentrasi influen yang masuk yaitu 300, 400, 500, 600, dan 700 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa fixed bed system dengan proses anoxic dapat menyisihkan organik dan nutrien dengan baik. Efisiensi penyisihan COD adalah 84,75±0,6%, ammonia 53,21±0,5%, nitrit 55,46±0,7%, nitrat 91,28±0,5%, NTK 57,34±0,7%, N organik 68,49±0,5%, TN 57,79±0,7%, dan TP 72,28±0,5%. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa efisiensi penyisihan terbesar untuk reaktor anoksik adalah penyisihan nitrat.  Kinetika penyisihan yang terpilih adalah kinetika orde pertama dengan k1 adalah 0,249 ±0,02/jam. Nilai kinetika yang didapatkan telah mendekati efisiensi penyisihan per jam sebelum steady state dibandingkan dua model lainnya.  
ANALISIS LIMBAH MATERIAL KONSTRUKSI ARSITEKTURAL PROYEK PEMBANGUNAN PLTU SULAWESI SELATAN BARRU-2 Arsyad, Arsyad; Djurdan, Sitti Zaenab; Arifin, Moch. Aris; ., Jamaluddin; ., Hamzah; ., Reno; Yunus, Ismail
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i3.255-267

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran limbah material konstruksi proyek pembangunan PLTU Barru 2 – 1 x 100 MW, Dusun Bawasolo Desa Lampoko Kecamatan Balusu Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Metode penelitian menggunakan dokumentasi literatur dan dokumen proyek, observasi lapangan serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sisa material terdiri dari semen PC, pasir pasang, bata ringan, ubin warna, semen warna, dan mortar siap pakai. Persentase dari setiap material adalah  semen PC 2,2 %, bata ringan 17,8 %, pasir pasang 48,6 %, ubin warna 9,6 %, semen warna 21,3 %, mortar siap pakai 0,9 %.  Biaya sisa material tiap jenis material adalah semen PC Rp.15.390,72, bata ringan Rp. 109.000,00, pasir pasang Rp308.761,2, ubin warna Rp60.811,20, semen warna Rp135.000, dan mortar siap pakai Rp5,98.4. Faktor utama penyebab timbulnya   sisa material yaitu kurangnya keterampilan pekerja dalam melakukan estimasi penggunaan material yang melebihi volume material yang direncanakan serta kelalaian pada saat proses pengerjaan.
MODIFIKASI TRIPIKON-S DENGAN BIOBALL DAN FILTER IJUK UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH ARTIFISIAL BLACK WATER DAN DOMESTIK TERCAMPUR Karmilia, Alya; Halomoan, Nico; Soewondo, Prayatni
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i3.327-339

Abstract

Tripikon-S merupakan septic tank vertikal yang terdiri dari tiga pipa konsentris septik untuk daerah spesifik. Tripikon-S memiliki efisiensi penyisihan BOD 75% dan penyisihan nutrient yang tergolong rendah sehingga diperlukan modifikasi untuk mencapai efisiensi yang lebih baik. Dilakukan modifikasi tripikon-S dengan menambahkan bioball pada pipa terluar dan filter ijuk pada outlet Tripikon-S untuk menguji kinetika pada reaktor dan kinerja reaktor dalam pengolahan limbah black water dan domestik tercampur. Seeding dan aklimatisasi dilakukan dalam kondisi batch dengan variasi beban COD 500, 750 dan 1.000 mg/L, dilanjutkan pengujian kinerja reaktor dalam kondisi kontinyu. Diperoleh µmax 0,0524/jam, Ks 942,277 mg/L COD/jam, dan yield 2,571. Laju degradasi substrat (k) pada konsentrasi 500, 750 dan 1.000 mg/L diperoleh berturut-turut 0,053/jam, 0,0537/jam dan 0,0442/jam. Efisiensi penyisihan black water menunjukkan hasil yang lebih baik pada reaktor modifikasi COD 67,76% dan TSS 87,51%, hasil uji t (p = 0,818) mengindikasikan tidak terdapat perbedaan kinerja yang signifikan pada reaktor modifikasi dan kontrol terhadap pengolahan limbah black water. Penggunaan filter ijuk pada reaktor tripikon-S memberikan peningkatan efisiensi pada parameter COD 28,41% dan TSS  8,89%. Hasil uji (p = 0,036) menunjukkan tripikon-S modifikasi lebih baik digunakan dalam pengolahan limbah black water daripada limbah domestik tercampur.