cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
Analisis Willingness To Pay Sistem Penyediaan Air Minum Menggunakan Contingent Valuation Method Di Kota Bandung (Studi Kasus Pelanggan IPA Dago Pakar) Yolinda, Yolinda
Jurnal Reka Lingkungan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.617 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v7i2.78-89

Abstract

AbstrakPDAM Tirtawening secara berkala mengkaji tarif air minum untuk mendukung perbaikan sistem penyediaan air minum di Kota Bandung. Kajian tarif air minum dari sisi pelanggan perlu dilihat untuk perbaikan pelayanan yang semakin meningkat sesuai harapan terutama dari sisi kuantitas, kontinuitas dan kualitasnya melalui kemauan membayar pelanggannya. Kemauan pelanggan membayar lebih dari yang biasa dibayarkan untuk barang lingkungan atau willingness to pay (WTP) dapat memberikan kontribusi untuk PDAM Tirtawening Kota Bandung. Besaran nilai WTP perlu diestimasi sehingga dapat memberikan gambaran tingkat kemauan membayar pelanggan dalam perbaikan pelayanan PDAM. Pelanggan PDAM dari IPA Dago Pakar menjadi objek penelitian ini dengan menggunakan Contigent Valuation Method (CVM). CVM merupakan suatu metoda teknik survei kepada responden tentang nilai  yang mereka berikan terhadap komoditi yang tidak memiliki pasar seperti barang lingkungan untuk mengestimasi nilai barang lingkungan secara komprehensif. Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata WTP responden dari IPA Dago Pakar yang diperoleh adalah Rp. 130.857 per bulan dan nilai total WTP sebesar Rp 394.665.143. Nilai WTP tersebut dipengaruhi aspek pelayanan air minum yang dirasakan responden memuaskan. Pelaksanaan CVM dalam penelitian ini memiliki nilai R2 sebesar 0,816 atau 81,6% sehingga pelaksanaan metoda tersebut dapat diandalkan.Kata kunci: sistem penyediaan air minum, tarif, IPA Dago Pakar, CVM, WTP
Konsentrasi Sisa Ozon pada Pengolahan Lindi TPA Paripurna menggunakan Advanced Oxidation Process (AOP) Irawan, Kasih Sakinah
Jurnal Reka Lingkungan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.886 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v3i2.%p

Abstract

Abstrak Lindi merupakan limbah cair dari timbunan sampah di TPA yang dapat bersumber dari air hujan maupun degradasi dari sampah itu sendiri. Sampel lindi yang berasal dari TPA Paripurna Leuwigajah diolah dengan mengaplikasikan proses oksidasi menggunakan ozon, baik ozonisasi konvensional maupun Advanced Oxidation Process (AOP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon karakteristik lindi pada proses ozonisasi konvensional dan AOP terhadap konsentrasi sisa ozon (KSO) yang terukur. Variasi AOP dilakukan menggunakan hidrogen peroksida (H2O2) dengan dosis 0,3 g/L dan 0,6 g/L, dimana dosis tersebut ditentukan melalui penelitian pendahuluan. Proses yang berlangsung secara semi-batch menggunakan ozon kontaktor bervolume 1 Liter dengan interval waktu kontak 10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit. Variasi ozonisasi konvensional menunjukkan KSO yang lebih tinggi dibandingkan variasi AOP/H2O2 dengan dosis 0,3 g/L, dimana perbedaan nilai yang diperoleh sebesar 0,095 mg/L. Berdasarkan data tersebut maka H2O2 dengan dosis 0,3 g/L dapat berfungsi sebagai inisiator dalam memicu dekomposisi ozon. Kata kunci: Lindi, Leuwigajah, Ozonisasi, Sisa Ozon  
Identifikasi Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) di Air Permukaan dan Sedimen Waduk Saguling Provinsi Jawa Barat ADANI, JULIA PUTRI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.875 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i2.%p

Abstract

AbstrakSeiring peningkatan aktivitas masyarakat di sekitarnya, pencemaran Waduk Saguling terus meningkat. Parameter yang mencemarinya seperti logam berat Pb dan Zn. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi Pb dan Zn yang terkandung dalam perairan dan sedimen Waduk Saguling, serta mengidentifikasi hubungan parameter fisika kimia air dengan kelarutan logam berat. Kandungan logam berat Pb dan Zn dianalisis menggunakan metode Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi Pb dari dua belas lokasi sampling memiliki kisaran antara 0,0005-0,0421 mg/L. Kandungan Pb terendah terdapat pada titik Muara Ciminyak dan yang tertinggi pada lokasi Nanjung. Konsentrasi Zn pada perairan berkisar antara 0,1441-0,5976 mg/L dan telah melebihi baku mutu PP No. 82 Tahun 2001 Kelas II. Pada sedimen, konsentrasi Pb berkisar antara 7,9750-26,7217 mg/kg dan masih memenuhi baku mutu ANZECC (2000), sedangkan logam berat Zn berkisar antara 38,9333-234,8783 mg/kg, hanya lokasi Nanjung yang melebihi baku mutu. Kata kunci: Inductively Coupled Plasma (ICP-MS), Seng, Timbal, Waduk Saguling
Perencanaan Sistem Plambing Air Limbah dengan Penerapan Konsep Green Building pada Gedung Panghegar Resort Dago Golf-Hotel&Spa Rinka, Dhea Yafina
Jurnal Reka Lingkungan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.241 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v2i2.%p

Abstract

Abstrak Perkembangan pembangunan fisik sarana dan prasarana di Kota Bandung dipengaruhi oleh tingkat urbanisasi, angka kelahiran yang tinggi dan sektor pariwisata. Gedung Panghegar Resort Dago Golf-Hotel&Spa merupakan apartemen bertipe condotel dibangun pada Kawasan Bandung Utara (KBU). KBU merupakan kawasan yang memiliki fungsi sebagai daerah tangkapan air, peresap, dan pengalir air. Mengingat keadaan pembangunan yang berada di kawasan konservasi mengakibatkan terjadinya perubahan fungsi lahan, sudah selayaknya pembangunan dilakukan penerapan konsep bangunan ramah lingkungan (green building) salah satunya konservasi air. Konservasi air mencakup pengurangan penggunaan sumber daya air, daur ulang air, dan perbaikan keseimbangan neraca air. Maksud dari penelitian ini akan merencanakan 3 konsep alternatif yang dikombinasikan dari penggunaan peralatan plambing hemat air dan penggunaan air daur ulang dan air hujan sebagai sumber air alternatif. Pemilihan alternatif yang akan diterapkan pada gedung dipilih berdasarkan penghematan air. Alternatif yang terpilih merupakan alternatif 3 yang dapat menghemat air sebanyak 34%  dari kebutuhan air pada kondisi awal gedung yang sebanyak 141.690 L/hari. Kata kunci: alat plambing hemat air, air daur ulang, pemanfaatan air hujan, air limbah
Penyusunan Rantai Pasok pada Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator untuk Sumber Mata Air di PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung AZIZAH, ARINA NUR
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.268 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p

Abstract

AbstrakRencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 menetapkan target 100% akses sumber air bersih dengan tujuan terpenuhinya penyediaan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Seiring dengan target RPJMN, PP No. 122 tahun 2015 menyatakan bahwa pemerintah wajib menjamin ketersediaan air baku yang memenuhi baku mutu yang ditetapkan untuk penyediaan air minum sesuai dengan peraturan. PDAM Tirta Raharja Kab. Bandung sebagai objek kajian, memiliki 9 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan 12 titik sumber air baku mata air  yang menghasilkan debit produksi total sebesar 118 L/detik yang berpotensi dan selain itu memiliki beberapa kejadian bahaya yang berkaitan dengan aspek penyediaan air minum.Dokumen Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM)adalah adaptasi dari program Water Safety Plan (WSP) WHOsebagai upaya mitigasi kejadian bahaya yang digagas oleh pemerintah. Komponen awal RPAM adalah pembuatan rantai pasok.Rantai pasoksebagai pokok kajian memiliki tujuan untuk mendeskripsikan setiap komponenunit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Penyusunan dilakukan dengan cara inventarisasi dari dokumen PDAM terkait, observasi lapangan, dan wawancara dengan pihak PDAM. Kajian ini menghasilkan 9 buah rantai pasok yang terbagi berdasarkan tingkat kompleksitas SPAM, merujuk pada jumlah dan jenis unit SPAM serta wilayah pelayanan SPAM. Adapun klasifikasi yang diperoleh adalah satu buah rantai pasok kompleks, lima buah rantai pasok menengah, dan tiga buah rantai pasok sederhana. Rantai pasok dapat menjadi referensi bagi PDAM untukmelakukan identifikasi kejadian bahaya dan risiko yang dapat ditimbulkan.Kata kunci: Rantai Pasok, SPAM, RPAM, Mata Air, PDAM Tirta Raharja Kab. Bandung.
Inventarisasi Emisi Pencemar Kriteria dan Gas Rumah Kaca dari Sektor Transportasi On-Road di Kota Bandung menggunakan Model International Vehicle Emissions (IVE) DEWANTO, BILLY YOGA; DIRGAWATI, MILA; PERMADI, DIDIN AGUSTIAN
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.462 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i2.132-144

Abstract

AbstrakPerkembangan Kota Bandung berimplikasi terhadap pesatnya pertumbuhan aktivitas transportasi. Akibatnya, terjadi peningkatan emisi kendaraan bermotor secara kontinu. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi beban emisi pencemar kriteria dan gas rumah kaca dari sektor transportasi on-road di Kota Bandung, khususnya untuk truk. Estimasi beban emisi diperoleh dari hasil simulasi model IVE untuk menghasilkan faktor emisi lokal komposit disertai dengan pembaruan pada jumlah registrasi seluruh jenis kendaraan di Kota Bandung. Beban emisi total tahunan paling dominan yang dihasilkan dari aktivitas transportasi di Kota Bandung tahun 2019 yakni 5.286.612,81 ton/tahun (94,48%) CO2; 254.378,9 ton/tahun (4,55%) CO; dan 35.501,65 ton/tahun (0,63%) NOx dengan kontribusi terbesar berasal dari (98,9%) emisi running. Moda transportasi yang menyumbang proporsi emisi total terbesar berasal dari 43,4% mobil pribadi, 27,8% truk, 17,1% sepeda motor, dan 10,1% berasal dari bus.Kata kunci: Aktivitas Transportasi, Model International Vehicle Emissions (IVE), Beban EmisiAbstractThe development of Bandung city has affected the level of community mobilization needs, which has implications for the rapid growth of transportation activities. As a result, an increase in motor vehicle emissions continues to have an impact on decreasing air quality in Bandung city. This study aims to estimate emission load of criteria pollutant and greenhouse gases from the on-road transportation sector, especially for trucks. Emission load estimates are obtained from the results of the IVE model simulation to generate composite local emission factors accompanied by updates on current registration numbers of vehicles in Bandung city. The most dominant total annual emission load generated from all type of fleets in Bandung city in 2019 was 5,286,612.81 tons/year (94.48%) CO2; 254,378.9 tons/year (4.55%) CO; and 35,501.65 tons/year (0.63%) NOx, with the largest contribution coming from running emissions. Major transportation modes that accounted for the largest proportion of total emissions came from 43.4% of private cars, 27.8% of trucks, 17.1% of motorbikes and 10.1% of buses. Keywords: Transportation Activities, International Vehicle Emissions (IVE) Model, Emission Load
Penyusunan Indeks Tingkat Pelayanan Sistem Pengelolaan Sampah Kota RUMAKAT, ABDUL ASIS; JUWANA, IWAN; AINUN, SITI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.937 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i1.23-33

Abstract

AbstrakData PD. Kebersihan Kota Bandung, menunjukkan persentase tingkat pelayanan sampah pada tahun 2017 sebesar 98,14%. Namun pada kenyataannya, masih banyak ditemukan tumpukan sampah di beberapa tempat yang bukan peruntukannya, hal ini menunjukkan angka tersebut belum dapat mewakili pelayanan sampah secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun indeks yang digunakan untuk menilai kinerja pelayanan sampah kota. Indeks ini disusun dengan cara mengidentifikasi komponen, indikator dan sub-indikator, menentukan kriteria penilaian, melakukan pembobotan, melakukan penggabungan serta menyusun interpretasi indeks. Terdapat 5 komponen, 26 indikator dan 21 sub-indikator yang teridentifikasi. Pembobotan dilakukan dengan pemberian nilai berbeda pada komponen, indikator dan sub-indikator dengan metode aritmatik. Interpretasi indeks dibuat kedalam 5 kategori dengan skala 0-100. Dari hasil penyusunan indeks ini, selanjutnya akan digunakan untuk menilai tingkat pelayanan persampahan di Kota Bandung.Kata kunci : tingkat pelayanan, komponen, indikator, sub-indikator. AbstractAccording to the data from PD Kebersihan Kota Bandung, in 2017 the percentage of the performance level of solid waste is 98.14%. However, it is visible that a large amount of solid waste dumped directly to the environment. This indicates that the existing service level performance value is unable to represent the overall solid waste service. Thus, this study aims to develop a solid waste service level index. This study was undertaken by selecting components, indicators and sub-indicators, determining the weights for the components, indicators and sub-indicators, as well as defining the aggregation and interpretation of the final index. Thorough this study, 5 components, 26 indicators and 21 sub-indicators were identified. The chosen weights for the index was the different weighting. Aggregation index using arithmetic method with the interpretation of the final index will be based on 5 categories of 0-100 scale. Keywords : service level, component, indicator, sub-indicator.  
Penyusunan Indeks Tingkat Pelayanan Sistem Pengelolaan Sampah Kota RUMAKAT, ABDUL ASIS; JUWANA, IWAN; AINUN, SITI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.937 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i1.23-33

Abstract

AbstrakData PD. Kebersihan Kota Bandung, menunjukkan persentase tingkat pelayanan sampah pada tahun 2017 sebesar 98,14%. Namun pada kenyataannya, masih banyak ditemukan tumpukan sampah di beberapa tempat yang bukan peruntukannya, hal ini menunjukkan angka tersebut belum dapat mewakili pelayanan sampah secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun indeks yang digunakan untuk menilai kinerja pelayanan sampah kota. Indeks ini disusun dengan cara mengidentifikasi komponen, indikator dan sub-indikator, menentukan kriteria penilaian, melakukan pembobotan, melakukan penggabungan serta menyusun interpretasi indeks. Terdapat 5 komponen, 26 indikator dan 21 sub-indikator yang teridentifikasi. Pembobotan dilakukan dengan pemberian nilai berbeda pada komponen, indikator dan sub-indikator dengan metode aritmatik. Interpretasi indeks dibuat kedalam 5 kategori dengan skala 0-100. Dari hasil penyusunan indeks ini, selanjutnya akan digunakan untuk menilai tingkat pelayanan persampahan di Kota Bandung.Kata kunci : tingkat pelayanan, komponen, indikator, sub-indikator. AbstractAccording to the data from PD Kebersihan Kota Bandung, in 2017 the percentage of the performance level of solid waste is 98.14%. However, it is visible that a large amount of solid waste dumped directly to the environment. This indicates that the existing service level performance value is unable to represent the overall solid waste service. Thus, this study aims to develop a solid waste service level index. This study was undertaken by selecting components, indicators and sub-indicators, determining the weights for the components, indicators and sub-indicators, as well as defining the aggregation and interpretation of the final index. Thorough this study, 5 components, 26 indicators and 21 sub-indicators were identified. The chosen weights for the index was the different weighting. Aggregation index using arithmetic method with the interpretation of the final index will be based on 5 categories of 0-100 scale. Keywords : service level, component, indicator, sub-indicator.  
Modifikasi Media Jagung (Zea mays) dan Kacang Tanah (Arachis hypogea) sebagai Media Pertumbuhan Aspergillus flavus FITRIA, NOVI; SETIAWATI, FUJI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.309 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i1.57-66

Abstract

AbstrakKomposisi media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) terdiri dari dekstrosa, pepton dan agar sebagai pemadat media. Dekstrosa mengandung karbohidrat dan pepton mengandung protein sebagai unsur penting dalam pertumbuhan Aspergillus flavus. Jagung (Zea mays) dan kacang tanah (Arachis hypogea) dipilih sebagai media alternatif dikarenakan memiliki komposisi karbohidrat dan protein yang diperlukan oleh Aspergillus flavus. Secara eksperimen akan dilakukan variasi komposisi media alternatif berbahan dasar Zea mays dan Arachis hypogea dengan empat variasi media. Aspergillus flavus ditanam dengan teknik single dot dan diinkubasi selama 5 hari pada suhu 37oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media alternatif B (15,75g Zea mays dan 5,34g Arachis hypogea) memberikan diameter koloni dan panjang hifa yang tidak berbeda signifikan terhadap media SDA dengan nilai p value secara berturut-turut adalah 0,188 dan 0,790. Pemanfaatan bahan alami dalam pembuatan media dapat menjadi alternatif teknologi green value chain di bidang mikrobiologi lingkungan.Kata kunci: media alternatif, diameter koloni, panjang hifa, Aspergillus flavus.AbstractSabouraud Dextrose Agar SDA media composition consists of dextrose, peptone and agar as a media compactor. Dextrose contains carbohydrate and peptone contains protein as an important element in the growth of Aspergillus flavus. Corn (Zea mays) and peanuts (Arachis hypogea) were chosen as alternative media because they have the composition of carbohydrates and proteins needed by Aspergillus flavus. Experiments will be carried out variations in the composition of alternative media made from corn and peanuts with four media variations. Aspergillus flavus is planted by single dot technique and incubated for 5 days at 37oC. The results showed that alternative media B (15,75g of corn and 5.34g of peanut) gave a colony diameter and hyphae length that were not significantly different from the SDA media with p values of respectively 0.188 and 0.790.Keywords: alternative media, colony diameter, hyphae length, Aspergillus flavus.
Modifikasi Media Jagung (Zea mays) dan Kacang Tanah (Arachis hypogea) sebagai Media Pertumbuhan Aspergillus flavus FITRIA, NOVI; SETIAWATI, FUJI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.309 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i1.57-66

Abstract

AbstrakKomposisi media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) terdiri dari dekstrosa, pepton dan agar sebagai pemadat media. Dekstrosa mengandung karbohidrat dan pepton mengandung protein sebagai unsur penting dalam pertumbuhan Aspergillus flavus. Jagung (Zea mays) dan kacang tanah (Arachis hypogea) dipilih sebagai media alternatif dikarenakan memiliki komposisi karbohidrat dan protein yang diperlukan oleh Aspergillus flavus. Secara eksperimen akan dilakukan variasi komposisi media alternatif berbahan dasar Zea mays dan Arachis hypogea dengan empat variasi media. Aspergillus flavus ditanam dengan teknik single dot dan diinkubasi selama 5 hari pada suhu 37oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media alternatif B (15,75g Zea mays dan 5,34g Arachis hypogea) memberikan diameter koloni dan panjang hifa yang tidak berbeda signifikan terhadap media SDA dengan nilai p value secara berturut-turut adalah 0,188 dan 0,790. Pemanfaatan bahan alami dalam pembuatan media dapat menjadi alternatif teknologi green value chain di bidang mikrobiologi lingkungan.Kata kunci: media alternatif, diameter koloni, panjang hifa, Aspergillus flavus.AbstractSabouraud Dextrose Agar SDA media composition consists of dextrose, peptone and agar as a media compactor. Dextrose contains carbohydrate and peptone contains protein as an important element in the growth of Aspergillus flavus. Corn (Zea mays) and peanuts (Arachis hypogea) were chosen as alternative media because they have the composition of carbohydrates and proteins needed by Aspergillus flavus. Experiments will be carried out variations in the composition of alternative media made from corn and peanuts with four media variations. Aspergillus flavus is planted by single dot technique and incubated for 5 days at 37oC. The results showed that alternative media B (15,75g of corn and 5.34g of peanut) gave a colony diameter and hyphae length that were not significantly different from the SDA media with p values of respectively 0.188 and 0.790.Keywords: alternative media, colony diameter, hyphae length, Aspergillus flavus.

Page 8 of 29 | Total Record : 288