cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
Penyusunan Alat Ukur Partisipasi Birokrat dalam Program Pengurangan Sampah di Kota Bandung LARASATY, AFIFAH TRI; SOEMIRAT, JULI; AINUN, SITI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.812 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i2.84-94

Abstract

AbstrakProgram pengurangan sampah diwujudkan dengan keterlibatan aktif masyarakat maupun pihak pengelola sampah. Dalam mewujudkan keberhasilan suatu program pengurangan sampah di dalam implementasinya juga melibatkan pihak birokrat yang seringkali berperan baik sebagai inisiator, penyelenggara, maupun pengawas program. Terkait hal tersebut, diperlukan adanya sebuah penelitian untuk mengukur tingkat partisipasi birokrat dalam program-program yang diselenggarakan dengan menggunakan teori Arnstein (A Ladder Of Citizen Participation).Teknik stratified sampling diterapkan untuk menentukan sampel. Penilaian dilakukan dengan skoring dan ranking. Hasil penelitian didapat sebuah alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat partisipasi birokrat dalam pengelolaan sampah, yaitu berupa daftar pertanyaan, yang terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian identitas, umum, dan khusus. Alat ukur utama adalah di bagian khusus yang memiliki 13 pertanyaan yang sudah mencakup pertanyaan terkait tiga tahapan partisipasi, dengan parameter sarana dan prasarana, aturan, kerjasama, pendampingan, dana, serta monitoring dan evaluasi.Kata kunci : Birokrat, Partisipasi, Pengurangan sampahAbstractWaste reduction programs is realized with the active involvement of the community as well as waste management. A waste reduction program in its implementation will also involve bureaucrats who often acts as initiator, organizer, as well as program supervisor. It is therefore important to measure the level of participation of bureaucrats in waste reduction programs using the Arnstein theory (A Ladder Of Citizen Participation). Stratified sampling technique was used to determine the sample size. Assessment was done by scoring and ranking. The result a of this study is a measurement tool that can be used to measure the level of participation of bureaucrats in waste management, namely in the form of a questionnaire, which consists of three parts, namely the identity part, the general, and the special part, i.e., the part on participation. The main measuring tool was in the special section, which  has 13 questions related to the three stages of participation, including infrastructure parameters, rules/regulations, teamwork, mentoring, funding, monitoring , and evaluation.Keywords: Bureaucrats, Participation, Waste reduction
Penyusunan Alat Ukur Partisipasi Birokrat dalam Program Pengurangan Sampah di Kota Bandung LARASATY, AFIFAH TRI; SOEMIRAT, JULI; AINUN, SITI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.812 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i2.84-94

Abstract

AbstrakProgram pengurangan sampah diwujudkan dengan keterlibatan aktif masyarakat maupun pihak pengelola sampah. Dalam mewujudkan keberhasilan suatu program pengurangan sampah di dalam implementasinya juga melibatkan pihak birokrat yang seringkali berperan baik sebagai inisiator, penyelenggara, maupun pengawas program. Terkait hal tersebut, diperlukan adanya sebuah penelitian untuk mengukur tingkat partisipasi birokrat dalam program-program yang diselenggarakan dengan menggunakan teori Arnstein (A Ladder Of Citizen Participation).Teknik stratified sampling diterapkan untuk menentukan sampel. Penilaian dilakukan dengan skoring dan ranking. Hasil penelitian didapat sebuah alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat partisipasi birokrat dalam pengelolaan sampah, yaitu berupa daftar pertanyaan, yang terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian identitas, umum, dan khusus. Alat ukur utama adalah di bagian khusus yang memiliki 13 pertanyaan yang sudah mencakup pertanyaan terkait tiga tahapan partisipasi, dengan parameter sarana dan prasarana, aturan, kerjasama, pendampingan, dana, serta monitoring dan evaluasi.Kata kunci : Birokrat, Partisipasi, Pengurangan sampahAbstractWaste reduction programs is realized with the active involvement of the community as well as waste management. A waste reduction program in its implementation will also involve bureaucrats who often acts as initiator, organizer, as well as program supervisor. It is therefore important to measure the level of participation of bureaucrats in waste reduction programs using the Arnstein theory (A Ladder Of Citizen Participation). Stratified sampling technique was used to determine the sample size. Assessment was done by scoring and ranking. The result a of this study is a measurement tool that can be used to measure the level of participation of bureaucrats in waste management, namely in the form of a questionnaire, which consists of three parts, namely the identity part, the general, and the special part, i.e., the part on participation. The main measuring tool was in the special section, which  has 13 questions related to the three stages of participation, including infrastructure parameters, rules/regulations, teamwork, mentoring, funding, monitoring , and evaluation.Keywords: Bureaucrats, Participation, Waste reduction
Ketercapaian Sasaran 4K dalam Pelaksanaan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) di PDAM Tirta Dharma Kota Malang SHANTY, DEWI; S DJ, RACHMAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.482 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.112-120

Abstract

AbstrakPDAM Kota Malang sebagai sarana penyedia air minum di Kota Malang, diharapkan mampu mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yaitu akses terhadap air minum mencapai 100% di tahun 2019. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target tersebut, yaitu melalui Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), dengan memperhatikan sasaran aspek 4K (kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan). Sasaran 4K tersebut, yaitu K1 sebagai acuan air minum yang layak dikonsumsi, K2 sebagai jumlah air minimum yang dikonsumsi masyarakat dengan memperhitungkan kehilangan air, K3 sebagai acuan pengaliran tak terputus selama 24 jam, dan K4 sebagai kesanggupan masyarakat untuk membayar harga air sesuai dengan tarif air yang telah diberlakukanberdasarkan peraturan yang dipersyaratkan. Hasil evaluasi menunjukkan PDAM Kota Malang telah mencapai sasaran 4K dan mampu melaksanakan RPAM. Hal tersebut didukung oleh sistem online yang telah dikembangkan untuk menjamin keamanan pendistribusian air minum kepada masyarakat.Kata kunci: PDAM Kota Malang, RPAM, Sasaran 4K  AbstractPDAM Kota Malang as a drinking water supply in Malang City, is expected to reach the target of National Medium Term Development Plan (RPJMN) 2015-2019, that is access to drinking water reaches 100% in 2019. The efforts that can be conducted to achieve the target through the Drinking Water Security Plan (RPAM), by focusing on 4K aspects(quality, quantity, continuity and affordability). The 4K aspects, such as K1 as a reference for drinking water that is suitable for consumption, K2 as the minimum amount of water consumed by the community taking into water losses, K3 as a reference for uninterrupted for 24 hours, and K4 as the ability of the community to pay the price of water based on the regulations required. The evaluation results show that PDAM Kota Malang reached the 4K aspects and be able to implement RPAM. This is supported by an online system that has been developed to safe the distribution of drinking water to the public.Keywords: PDAM Kota Malang, RPAM, 4K Aspects
Ketercapaian Sasaran 4K dalam Pelaksanaan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) di PDAM Tirta Dharma Kota Malang SHANTY, DEWI; S DJ, RACHMAWATI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.482 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.112-120

Abstract

AbstrakPDAM Kota Malang sebagai sarana penyedia air minum di Kota Malang, diharapkan mampu mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yaitu akses terhadap air minum mencapai 100% di tahun 2019. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target tersebut, yaitu melalui Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), dengan memperhatikan sasaran aspek 4K (kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan). Sasaran 4K tersebut, yaitu K1 sebagai acuan air minum yang layak dikonsumsi, K2 sebagai jumlah air minimum yang dikonsumsi masyarakat dengan memperhitungkan kehilangan air, K3 sebagai acuan pengaliran tak terputus selama 24 jam, dan K4 sebagai kesanggupan masyarakat untuk membayar harga air sesuai dengan tarif air yang telah diberlakukanberdasarkan peraturan yang dipersyaratkan. Hasil evaluasi menunjukkan PDAM Kota Malang telah mencapai sasaran 4K dan mampu melaksanakan RPAM. Hal tersebut didukung oleh sistem online yang telah dikembangkan untuk menjamin keamanan pendistribusian air minum kepada masyarakat.Kata kunci: PDAM Kota Malang, RPAM, Sasaran 4K  AbstractPDAM Kota Malang as a drinking water supply in Malang City, is expected to reach the target of National Medium Term Development Plan (RPJMN) 2015-2019, that is access to drinking water reaches 100% in 2019. The efforts that can be conducted to achieve the target through the Drinking Water Security Plan (RPAM), by focusing on 4K aspects(quality, quantity, continuity and affordability). The 4K aspects, such as K1 as a reference for drinking water that is suitable for consumption, K2 as the minimum amount of water consumed by the community taking into water losses, K3 as a reference for uninterrupted for 24 hours, and K4 as the ability of the community to pay the price of water based on the regulations required. The evaluation results show that PDAM Kota Malang reached the 4K aspects and be able to implement RPAM. This is supported by an online system that has been developed to safe the distribution of drinking water to the public.Keywords: PDAM Kota Malang, RPAM, 4K Aspects
Studi Komparasi Komposter Berbasis Masyarakat HASNA, NATASYA; JUWANA, IWAN; SATORI, MOHAMAD
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.57 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i1.34-44

Abstract

AbstrakSampah organik merupakan sampah dominan di  Bank sampah Sahdu, maka perlu pengolahan untuk mengurangi timbulan sampah organik di TPA. Penelitian ini membandingkan 3 jenis komposter aerob di Bank sampah Sahdu yaitu bata terawang, drum dan takakura. Jenis sampah yang digunakan adalah sampah organik campuran (sisa makanan dan sampah halaman). Kapasitas komposter bata terawang, drum dan takakura dapat menampung sampah per harinya dari 456, 210 dan 20 sumber. Kinerja komposter bata terawang, drum dan takakura dalam mengolah sampah organik menjadi kompos adalah 53,45%, 48,27% dan 56,01%. Kualitas kompos yang dihasilkan seluruh komposter memenuhi baku mutu, kecuali parameter pH kompos dari hasil komposter drum tidak memenuhi baku mutu. Kata kunci: sampah organik, bank sampah, komposter aerobik.Abstract Organic waste is the most dominant waste produced, thus the reduction of this type of waste will reduce waste entering the landfill. This research aims were to compare the performance of 3 types of aerobic composters in Waste bank Sahdu which are brick overlay, drum and takakura. The wastes used in this research is mixed organic waste (food waste and yard waste). The capacity of brick overlay, drum and takakura are able to treat waste per day from 456, 210 and 20 households respectively. As related to their performance, the bric overlay, drum and takakura are able to treat 53,45%, 48,27% and 56,01% of organic waste into compost, respectively. The compost quality that produced by all composter has met the standard quality, except pH parameters from the composter drum. Keyword: organic waste, waste bank, aerobic composter. 
Studi Komparasi Komposter Berbasis Masyarakat HASNA, NATASYA; JUWANA, IWAN; SATORI, MOHAMAD
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.57 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i1.34-44

Abstract

AbstrakSampah organik merupakan sampah dominan di  Bank sampah Sahdu, maka perlu pengolahan untuk mengurangi timbulan sampah organik di TPA. Penelitian ini membandingkan 3 jenis komposter aerob di Bank sampah Sahdu yaitu bata terawang, drum dan takakura. Jenis sampah yang digunakan adalah sampah organik campuran (sisa makanan dan sampah halaman). Kapasitas komposter bata terawang, drum dan takakura dapat menampung sampah per harinya dari 456, 210 dan 20 sumber. Kinerja komposter bata terawang, drum dan takakura dalam mengolah sampah organik menjadi kompos adalah 53,45%, 48,27% dan 56,01%. Kualitas kompos yang dihasilkan seluruh komposter memenuhi baku mutu, kecuali parameter pH kompos dari hasil komposter drum tidak memenuhi baku mutu. Kata kunci: sampah organik, bank sampah, komposter aerobik.Abstract Organic waste is the most dominant waste produced, thus the reduction of this type of waste will reduce waste entering the landfill. This research aims were to compare the performance of 3 types of aerobic composters in Waste bank Sahdu which are brick overlay, drum and takakura. The wastes used in this research is mixed organic waste (food waste and yard waste). The capacity of brick overlay, drum and takakura are able to treat waste per day from 456, 210 and 20 households respectively. As related to their performance, the bric overlay, drum and takakura are able to treat 53,45%, 48,27% and 56,01% of organic waste into compost, respectively. The compost quality that produced by all composter has met the standard quality, except pH parameters from the composter drum. Keyword: organic waste, waste bank, aerobic composter. 
Senyawa Toksik Pencemar Udara: Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) HASAN, NIA YUNIARTI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.257 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.67-77

Abstract

AbstrakPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) merupakan kelompok senyawa bersifat karsinogenik atau mutagenik, terutama benzo[a]pyrene. PAHs tersebar  melalui proses dispersi atmosfer, sehingga dapat ditemukan di daerah yang jauh dari sumbernya. Sumber PAHs antara lain emisi batu bara, produksi aluminium, pemanas rumah, kegiatan memasak, kendaraan bermotor, kebakaran hutan, pembangkit listrik batubara dan pembakaran sampah. Deposisi kering, deposisi basah dan penguapan dari air serta tanah merupakan  proses pertukaran PAHs udara, air, udara dan tanah. Paparan PAHs pada manusia terjadi melalui pernafasan, mulut dan penyerapan kulit. PAHs pada partikel-partikel udara kurang dari 10 µm (PM10) dapat terhirup dan selanjutnya terakumulasi pada sistem pernapasan manusia, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan manusia. Baku mutu udara ambien senyawa toksik PAHs perlu ditetapkan untuk melindungi kesehatan masyarakat.Kata kunci: benzo[a]pyrene, karsinogenik, deposisi AbstractPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) are a group of carcinogenic or mutagenic compounds, especially benzo[a]pyrene. PAHs are dispersed by atmospheric processes and found in the receptor area far from their sources. Coal emissions, aluminum production, home heating, cooking activities, motor vehicles, forest fires, coal-fired power plants and waste burning generate PAH emission. Meanwhile, PAHs exchanging process in air, water and soil occurs due to dry deposition, wet deposition and evaporation of water and soil.  PAHs exposure to human body have several pathways  through inhalation, ingestion and skin contact. PAHs in airborne particles of less than 10 µm (PM10) can be inhaled, subsequently accumulated in the human respiratory system, and cause human health problems. Ambient air quality standards for PAHs toxic compounds have to be established to protect public health.Keywords: benzo[a]pyrene, carcinogenic, deposition
Senyawa Toksik Pencemar Udara: Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) HASAN, NIA YUNIARTI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.257 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i2.67-77

Abstract

AbstrakPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) merupakan kelompok senyawa bersifat karsinogenik atau mutagenik, terutama benzo[a]pyrene. PAHs tersebar  melalui proses dispersi atmosfer, sehingga dapat ditemukan di daerah yang jauh dari sumbernya. Sumber PAHs antara lain emisi batu bara, produksi aluminium, pemanas rumah, kegiatan memasak, kendaraan bermotor, kebakaran hutan, pembangkit listrik batubara dan pembakaran sampah. Deposisi kering, deposisi basah dan penguapan dari air serta tanah merupakan  proses pertukaran PAHs udara, air, udara dan tanah. Paparan PAHs pada manusia terjadi melalui pernafasan, mulut dan penyerapan kulit. PAHs pada partikel-partikel udara kurang dari 10 µm (PM10) dapat terhirup dan selanjutnya terakumulasi pada sistem pernapasan manusia, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan manusia. Baku mutu udara ambien senyawa toksik PAHs perlu ditetapkan untuk melindungi kesehatan masyarakat.Kata kunci: benzo[a]pyrene, karsinogenik, deposisi AbstractPolycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs) are a group of carcinogenic or mutagenic compounds, especially benzo[a]pyrene. PAHs are dispersed by atmospheric processes and found in the receptor area far from their sources. Coal emissions, aluminum production, home heating, cooking activities, motor vehicles, forest fires, coal-fired power plants and waste burning generate PAH emission. Meanwhile, PAHs exchanging process in air, water and soil occurs due to dry deposition, wet deposition and evaporation of water and soil.  PAHs exposure to human body have several pathways  through inhalation, ingestion and skin contact. PAHs in airborne particles of less than 10 µm (PM10) can be inhaled, subsequently accumulated in the human respiratory system, and cause human health problems. Ambient air quality standards for PAHs toxic compounds have to be established to protect public health.Keywords: benzo[a]pyrene, carcinogenic, deposition
Perencanaan Sistem Plambing Air Bersih Gedung Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Barat. M GANI, MUHD SHABRI; PRABOWO, ANINDITO NUR; APRIYANTI S, LINA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.776 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i2.95-106

Abstract

AbstrakSistem Pemerintahan yang semakin berkembang mengakibatkan gedung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Propinsi Jawa Barat saat ini mempunyai kapasitas dan fasilitas yang belum memadai untuk melaksanakan semua aktivitas secara terpadu. Sehingga diperlukannya tambahan sarana penunjang yaitu  area untuk pendukung aktivitas kerja maka, pemerintah propinsi merencanakan untuk mengembangkan gedung perkantoran DLH Propinsi Jawa. Kegiatan sanitasi dalam gedung harus ditunjang dengan pemenuhan akan kebutuhan air bersih bagi semua penghuni, maka dari itu dibutuhkan perencanaan sistem plambing air bersih. Metode yang menjadi acuan adalah SNI 7065-2005, untuk perhitungan kebutuhan air bersih dan SNI 8153-2015 untuk penentuan dimensi pipa air bersih. Hasil perhitungan jumlah populasi menunjukan 654 jiwa. Total kebutuhan air bersih : 38,1 m³/hari, Kapasitas tangki bawah : 45,72 m³, kapasitas tangki atas : 15,29 m³. Berdasarkan hasil perencanaan dimensi pipa horizontal air bersih berkisar antara rentang 15 - 32 mm, dimensi pipa vertikal 40 mm, pompa yang dipasang adalah pompa sentrifugal dengan daya : 1,02 kW. Pompa booster dipasang untuk membantu tekanan di lantai 6 karena tidak memenuhi tekanan standar. Pipa yang digunakan untuk distribusi air bersih adalah jenis pipa PPR (Polypropylene Random).Kata kunci: Air Bersih, Alat Plambing Dan pipa PPR AbstractA system of gevornment which keeps growing resulting in the office building of environmental dlh) the provinces of west java currently possess the capacity and to inadequate facilities in carrying out all the activity of in an integrated way. So that she needed addition support facilities for that is an area for work and supporting the activity of, the provincial government of planning to develop java topped dlh office buildings. Sanitation in the building activities must be supported with the fulfilment of not need clean water for all the inhabitants of the, that is why it is planning plambing system needed clear water. A method which is used to is 7065-2005 sni, to requetment calculation sni 8153-2015 clear water and clear water pipe for the determination of dimensions. The result of reckoning the size of the population show 654 soul. The total the need of clean water 38,1 m³ per day, the capacity of a tank under 45,72 m³, the capacity of a tank upon the request  from has set the inflation rate. Based on the results of planning dimensions horizontal. Pipa clear water ranges between ranges  Keywords: Water Supply And Plumbing Equipment.
Perencanaan Sistem Plambing Air Bersih Gedung Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Barat. M GANI, MUHD SHABRI; PRABOWO, ANINDITO NUR; APRIYANTI S, LINA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.776 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v9i2.95-106

Abstract

AbstrakSistem Pemerintahan yang semakin berkembang mengakibatkan gedung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Propinsi Jawa Barat saat ini mempunyai kapasitas dan fasilitas yang belum memadai untuk melaksanakan semua aktivitas secara terpadu. Sehingga diperlukannya tambahan sarana penunjang yaitu  area untuk pendukung aktivitas kerja maka, pemerintah propinsi merencanakan untuk mengembangkan gedung perkantoran DLH Propinsi Jawa. Kegiatan sanitasi dalam gedung harus ditunjang dengan pemenuhan akan kebutuhan air bersih bagi semua penghuni, maka dari itu dibutuhkan perencanaan sistem plambing air bersih. Metode yang menjadi acuan adalah SNI 7065-2005, untuk perhitungan kebutuhan air bersih dan SNI 8153-2015 untuk penentuan dimensi pipa air bersih. Hasil perhitungan jumlah populasi menunjukan 654 jiwa. Total kebutuhan air bersih : 38,1 m³/hari, Kapasitas tangki bawah : 45,72 m³, kapasitas tangki atas : 15,29 m³. Berdasarkan hasil perencanaan dimensi pipa horizontal air bersih berkisar antara rentang 15 - 32 mm, dimensi pipa vertikal 40 mm, pompa yang dipasang adalah pompa sentrifugal dengan daya : 1,02 kW. Pompa booster dipasang untuk membantu tekanan di lantai 6 karena tidak memenuhi tekanan standar. Pipa yang digunakan untuk distribusi air bersih adalah jenis pipa PPR (Polypropylene Random).Kata kunci: Air Bersih, Alat Plambing Dan pipa PPR AbstractA system of gevornment which keeps growing resulting in the office building of environmental dlh) the provinces of west java currently possess the capacity and to inadequate facilities in carrying out all the activity of in an integrated way. So that she needed addition support facilities for that is an area for work and supporting the activity of, the provincial government of planning to develop java topped dlh office buildings. Sanitation in the building activities must be supported with the fulfilment of not need clean water for all the inhabitants of the, that is why it is planning plambing system needed clear water. A method which is used to is 7065-2005 sni, to requetment calculation sni 8153-2015 clear water and clear water pipe for the determination of dimensions. The result of reckoning the size of the population show 654 soul. The total the need of clean water 38,1 m³ per day, the capacity of a tank under 45,72 m³, the capacity of a tank upon the request  from has set the inflation rate. Based on the results of planning dimensions horizontal. Pipa clear water ranges between ranges  Keywords: Water Supply And Plumbing Equipment.

Page 9 of 29 | Total Record : 288