cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 288 Documents
Pengolahan Lindi dengan Menggunakan Advanced Oxidation Process (AOP) dengan Variasi Debit Udara FADIYAH, MAYANG AFI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.183 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i1.%p

Abstract

TPA Sarimukti memiliki karakteristik lindi dengan rasio BOD/COD yang sangat kecil yaitu 0,130, untuk rasio BOD/COD yang kurang dari 0,5 sebaiknya dilakukan pengolahan secara fisik-kimia. Salah satu pengolahan fisik-kimia yang bisa diterapkan yaitu dengan oksidasi lanjut menggunakan AOP berbasiskan ozon (O3/H2O2). Penelitian ini menggunakan suplai oksigen dari udara bebas karena dinilai lebih ekonomis, yaitu dengan melakukan variasi debit udara. Debit udara berpengaruh signifikan terhadap peningkatan oksigen terlarut. Semakin besar debit oksigen, maka semakin tinggi kelarutan oksigen menjadi ozon. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat mengetahui debit udara yang terbaik dalam pengolahan lindi TPA Sarimukti dengan proses AOP berbasiskan ozon (O3/H2O2). Penelitian ini menggunakan variasi debit udara 2 L/menit, 3 L/menit, dan 4 L/menit yang dialirkan ke ozon generator untuk menghasilkan ozon kemudian dialirkan menuju reaktor semi batch dengan kapasitas 1,5 L kemudian dikontakkan dengan lindi sebanyak 1 liter dengan dosis H2O2 1,197 g/L dalam kontaktor. Efisiensi penyisihan parameter kekeruhan tertinggi terdapat pada debit udara 4 L/menit dengan penurunan nilai kekeruhan mencapai 45,14% dan DHL 15,00%. Hal ini juga ditandai dengan tingginya nilai pH pada debit udara 4 L/menit yaitu 9,29.Kata kunci: Lindi, AOP berbasiskan ozon (O3/H2O2), Variasi debit udara
Analisis Penentuan Jalur Pipa Sistem Penyaluran Air Limbah Domestik dengan Weighted Ranking Technique (WRT) di Kecamatan Bogor Tengah SUFINAH ROSADI, WIDHI SALLY; HARTATI, ETIH; HALOMOAN, NICO
Jurnal Reka Lingkungan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1934.175 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v8i1.14-26

Abstract

AbstrakKecamatan Bogor Tengah merupakan pusat pelayanan Kota Bogor dengan tingkat kepadatan penduduk paling tinggi di Kota Bogor, yaitu sebesar 128,8 jiwa/ha. Dalam upaya mengelola air limbah domestik, Pemerintah Kota Bogor melalui RTRW Kota Bogor tahun 2011-2031, merencanakan penyaluran air limbah domestik dengan sistem terpusat mengingat tidak memungkinkan setiap rumah memiliki sistem setempat. Pada perencanan ini, dibuat 2 buah alternatif jalur untuk selanjutnya dipilih jalur yang paling sesuai dengan kriteria teknis yang dipersyaratkan. Metode pendekatan yang digunakan adalah Weighted Ranking Technique (WRT). WRT merupakan metode pemilihan alternatif yang didasarkan pada pemberian bobot terhadap parameter. Berdasarkan hasil analisis, terpilih jalur alternatif 1 sebagai jalur pipa terbaik dengan nilai akhir 0,26. Alternatif 1 memiliki rata rata kecepatan minimum 1,69 m3/detik, waktu pengaliran 8,37 jam, biaya pembelian pipa sebesar Rp. 275.670.000,-, luas area terlayani 67,48 %, dan jumlah aksesoris yaitu 123 unit manhole dan 1 unit siphon.Kata kunci: Pemilihan alternatif jalur pipa, sistem terpusat, Weighted Ranking Technique (WRT)AbstractAttached biomass growth is determined by seeding and acclimatization process. The purpose of this research is to know the seeding and acclimation process in anaerobic trickling reactor. The research method used includes the preparation of the tool that is hydrolysis reactor and 3 pieces of anaerobic trickling reactor with different media, as well as the preparation of materials including inoculum and substrate. Parameters measured were density, water content and volatile, C-Organic, NTK, pH, temperature, TAV, COD, and alkalinity refer to SNI and standard methods. The result of this research is when seeding process, pH value 6,87 to pH 7,52, temperature 27oC until 28oC, and third media have average weight gain of 0,5421 gram/medium (rambutan bioball) (12,93 %), 0,7158 grams/medium (spherical bioball) (11,47 %), and 0,0449 gram/medium (media straws) (13,95 %). Steady state acclimatization occurs on the 14th day until the 20th day marked by a constant decrease in COD concentrations. During seeding and acclimatization formed biogas.The conclusion of this research is the seeding and acclimatization process is characterized by the formation of biofilm layer and the decrease of COD concentration.Keywords: Anaerobes, Seeding and Acclimatization, Anaerobic Trickling Reactor
Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Buangan Gedung Park View, Hotel dan Restoran HERMANSYAH, MOCHAMAD REZKI
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.455 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i1.%p

Abstract

ABSTRAK Perencanaan plambing air buangan pada gedung Park View Hotel dan Restoran yang berlokasi di Kota Bandung dirancang untuk mengurangi dampak negatif terhadap penghuni dan juga terhadap lingkungan. Selain perancangan terhadap plambing air buangan grey water , black water dan vent, juga dilakukan penyaluran air hujan dan buangan air AC. Standar yang diacu dalam perencanaan plambing air buangan tersebut adalah SNI 03-6481-2000 dan SNI 03-7065-2005. Hasil perhitungan yang diperoleh adalah diameter pipa grey water 50-110 mm, diameter pipa black water 100-110 mm dengan kemiringan pipa adalah 1,5-2%. Sementara diameter vent adalah sebesar 32-110 mm dan diameter penyaluran pipa air kondensat AC adalah sebesar 10 mm. Untuk jenis pipa yang digunakan dalam penyaluran air buangan adalah jenis pipa PVC, pipa tersebut banyak  digunakan pembangunan gedung untuk memberikan dampak ekonomis yang  paling optimal pada suatu jaringan pipa air buangan. Kata kunci : Air buangan, Diameter, Plambing
Tipikal Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) Operator Untuk Sumber Air Baku Dari Mata Air IQBAL, VADEL AVICENA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.423 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v7i1.35-46

Abstract

AbstrakPada Tahun 2015, pemerintah membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dengan target 100% akses air minum untuk semua penduduk indonesia hingga pada tahun 2019, dengan menggunakan salah satu strategi yaitu meningkatkan efisiensi pelayanan air minum melalui RPAM yang memenuhi prinsip 4K (kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan). Tahun 2012 Kementerian PUPR mengeluarkan manual RPAM-Operator untuk menyusun RPAM dan dapat digunakan untuk semua jenis sumber air baku. Manual RPAM-Operator yang dikeluarkan oleh kementerian PUPR yang ada pada saat ini masih bersifat umum karena sumber air baku yang digunakan lebih dari satu, maka dengan adanya bentuk tipikal RPAM-Operator untuk sumber air baku dari mata air, diharapkan dapat mempermudah PDAM dalam menyusun dokumen RPAM sehingga target RPJMN tahun 2019 dapat tercapai. Penyusunan dokumen tipikal RPAM ini dilakukan dengan mengkompilasi dokumen RPAM-Operator PDAM Kota Payakumbuh, Kota Bandung, Kota Salatiga, Kota Malang serta Kabupaten Bandung. Dari hasil penyusunan bentuk tipikal RPAM Operator untuk sumber air baku dari mata air, didapat 48 kejadian bahaya dan 44 rencana perbaikan yang dapat digunakan PDAM penyelenggara sebagai acuan dalam penyusunan RPAM di perusahaannya. Kata kunci: RPAM, PDAM, Mata Air, Water Safety Plan.
Konsentrasi Logam Berat Kadmium (Cd) pada Perairan Sungai Citarum Hulu Segmen Dayeuhkolot-Nanjung Rachmaningrum, Mutiara
Jurnal Reka Lingkungan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1436.055 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v3i1.%p

Abstract

ABSTRAK Sungai Citarum hulu kini telah mengalami penurunan kualitas air, salah satunya akibat logam berat yang berasal dari limbah industri yang masuk ke perairan. Kadmium merupakan logam berat berbahaya berdasarkan PP No. 85 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi logam berat Cd di perairan segmen Dayeuhkolot sampai Nanjung, pada bulan Mei 2014. Metode pengambilan sampel menggunakan SNI 6989.57:2008 dan analisis Cd menggunakan SNI 06-6989.16-2004. Berdasarkan penelitian bulan Mei 2014, nilai Cd Dayeuhkolot, Cisirung, dan Nanjung sama yaitu < 0,006 mg/L, nilai tersebut berada di bawah baku mutu PP 82 tahun 2001 yaitu 0,01 mg/L. Sedangkan parameter fisika dan kimia yang diteliti adalah pH, suhu, DO, TSS, dan kekeruhan, dari parameter tersebut yang melebihi baku mutu hanya DO di Dayeuhkolot dan Cisirung serta pH di ketiga lokasi. Kata Kunci : Sungai Citarum Hulu, logam berat kadmium, perairan.
Identifikasi Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Air Bersih di Kelurahan Cihaurgeulis PERMATASARI, CITRA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.447 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v6i1.%p

Abstract

AbstrakPartisipasi masyarakat dalam pengelolaan air bersih didefinisikan sebagai keterlibatan langsung masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan ketersediaan air bersih secara kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Keterlibatan masyarakat dapat menimbulkan adanya rasa memiliki serta bertanggungjawab akan pentingnya air bersih yang akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan air bersih di Kelurahan Cihaurgeulis. Pengukuran tingkat partisipasi masyarakat menggunakan konsep Arnstein (A Ladder of Citizen Participation). Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Untuk menentukan jumlah responden menggunakan teknik stratified sistematis sampling. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat terbesar terdapat pada tingkat informing (32%). Disarankan adanya pendidikan lingkungan yang formal dan memberikan pelayanan pengelolaan air bersih yang dapat meningkatkan ketersediaan air bersih.Kata kunci: Tingkat partisipasi, masyarakat, air bersih.
Pengolahan Limbah Cair Tahu secara Anaerob menggunakan Sistem Batch Angraeni, Angraeni
Jurnal Reka Lingkungan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.623 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v2i1.%p

Abstract

Abstrak Limbah industri tahu memiliki kandungan zat organik yang tinggi yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas air sehingga dilakukan penelitian dengan mengolah air limbah secara anaerob dengan sistem batch untuk mengurangi konsentrasi parameter pencemar dalam air limbah tahu. Pengolahan memanfaatkan mikroorganisme yang terdapat di dalam air limbah tahu dan kotoran Sapi untuk menurunkan parameter BOD5, COD, TSS dalam air limbah serta menghasilkan biogas.  Penelitan dilakukan selama 30 hari dengan menggunakan dua perlakuan (air limbah tahu ditambah kotoran sapi 1,5 Liter dan air limbah tahu ditambah kotoran Sapi 2,5 Liter). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang paling optimum dalam menurunkan parameter air limbah adalah perlakuan 2. Perlakuan optimum dilihat berdasarkan nilai efisiensi penyisihan yang paling tinggi dalam menurunkan parameter air limbah. Nilai efisiensi penyisihan pada perlakuan 2 berupa air limbah tahu ditambah kotoran sapi 2,5 L yaitu BOD5 73%, COD 78% dan TSS 50%, kemudian gas Metan yang dihasilkan adalah 0,399% v/v.   Kata kunci: limbah cair tahu, pengolahan anaerob, limbah cair tahu.
Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Kromium (Cr) di Air Permukaan dan Sedimen: Studi Kasus Waduk Saguling Jawa Barat PARAMITA, RINDU WAHYU
Jurnal Reka Lingkungan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.319 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v5i2.%p

Abstract

Abstrak Pembuangan limbah industri di sekitar Sungai Citarum dan Waduk Saguling menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan perairan. Dampak negatif ini disebabkanoleh kandungan logam berat dalam limbah,yaitu logam berat Cd dengan toksisitas tinggi, dan Cr dengan toksisitas sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cd dan Cr pada air, dan sedimen  menggunakan metode pengukuran Inductively Couple Plasma (ICP). Analisis dilakukan antara hubungan kandungan logam berat di air, dan sedimen  terhadap parameter fisika, dan kimia air, serta jenis sedimen. Berdasarkan hasil penelitian,parameter fisika, dan kimia air permukaaan masih memenuhi standar baku mutuberdasarkan Peraturan Pemerintah no 82 tahun 2001, kecuali nilai TSS (batas maksimum: 50 mg/L) di stasiun 1A sebesar 94 mg/L dan nilai DO (batas minimum: 4 mg/L) di stasiun 1A, 1B, 6, 7, 8, 10A, dan 10B, yaitu 1,8-3,5 mg/L. Parameter fisika, dan kimia tersebut dapat mempengaruhi tingkat kelarutan logam berat di dalam perairan Waduk Saguling. Parameter logam berat Cd (batas maksimum: 0,01 mg/L), dan Cr (tidak ada baku mutu) dalam air, serta Cr (batas maksimum: 80 mg/kg)dalam sedimen masih memenuhi standar baku mutu berdasarkan Australian, and New Zealand Environment and Conservation Council (ANZECC) tahun 2000. Namun, terjadi akumulasi di dalam sedimen , karena kadar logam berat Cd (batas maksimum: 1,5 mg/kg)dalam sedimen  di seluruh stasiun tidak memenuhi standar baku mutu. Kata kunci: logam berat, Waduk Saguling, sedimen , Cd, Cr
Penentuan Konsentrasi Gas Metan di Udara Zona 4 TPA Sumur Batu Kota Bekasi LESTARI, LETISA INDAH; SOEMIRAT, JULI; DIRGAWATI, MILA
Jurnal Reka Lingkungan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.615 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v1i1.46-56

Abstract

ABSTRAKTPA secara open dumping di Indonesia berpotensi mengemisikan gas metan sebagai gas rumah kaca hasil dekomposisi sampah langsung ke atmosfer. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan konsentrasi gas metan di udara ambien zona 4 TPA Sumur Batu Kota Bekasi yang dibagi kedalam 7 grid. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur gas metan dengan menggunakan gas detector. Hasil pengukuran menunjukan konsentrasi gas metan rata-rata dari zona 4 sebesar 433.434,572 𝜇g/m3. Pengukuran ini dipengaruhi oleh kondisi meteorologi dan penggunaan sampling sesaat. Hasil pengukuran ini lebih besar jika dibandingkan baku mutu dari Amerika yaitu sebesar 160 𝜇g/m3. Besarnya konsentrasi gas metan yang dihasilkan zona 4 dapat meningkatkan efek rumah kaca, maka perlu dilakukan pengelolaan dan pemanfaatan gas metan hasil produksi zona 4.Kata kunci: konsentrasi gas metan, gas detectorABSTRACTOpen dumping sites in Indonesia emit methane as greenhouse gas from waste decomposition directly to the atmosphere. This study intents to determine methane gas concentration in ambient air at zona 4 TPA Sumur Batu Kota Bekasi which was divided into 7 grids. Concentrations were determined using gas detector. Measurement results showed that average methane gas concentration from zone 4 was 433.434,572 𝜇g/m3. Measurement results was influenced by meteorological conditions and the use of grab sample. The concentration was greater than the USA standard. Hence it will enhance greenhouse effect. So it is necessary to manage and utilize methane gas produced by zone 4. Keywords: methane gas concentration, gas detector
Evaluasi Dimensi Saluran Air Buangan Komunal Kampung Tegal Kawung RT 5 RW 8 Cipageran Kota Cimahi ABDILLAH, FIKRI MUHAMMAD
Jurnal Reka Lingkungan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.073 KB) | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v4i2.%p

Abstract

ABSTRAK Dimensi saluran air buangan dipengaruhi oleh timbulan air buangan yang dialirkan dalam saluran yang berkaitan dengan besaran konsumsi air bersih. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dimensi saluran air buangan komunal di Kampung Tegal Kawung RT 5 RW 8 Cipageran Kota Cimahi melalui metode survei dengan pembagian kuesioner sebagai sumber besaran konsumsi air bersih, melakukan pengukuran seperti kedalaman dan diameter saluran, perhitungan timbulan air buangan, serta analisis dimensi saluran air buangan menggunakan nomograph. Diketahui melalui penelitian bahwa ukuran diameter saluran air buangan komunal yang melayani 37 KK memiliki besaran konsumsi air 134,33 liter/orang/hari dengan timbulan air buangan sebesar 11,39 liter/detik, cukup dengan menggunakan pipa 4 inci. Ketidaksesuaian kebutuhan diameter saluran air buangan dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi seperti biaya pembelian pipa, upah pekerja, kedalaman galian termasuk pembiayaannya seperti biaya penggalian serta buangan tanah, dan kemampuan saluran menyalurkan air buangan yang dipengaruhi nilai d/D yang hanya memiliki nilai sebesar 0,09.   Kata Kunci: dimensi saluran air buangan, sistem komunal, nomograph

Page 7 of 29 | Total Record : 288