cover
Contact Name
A Fandi Bastian
Contact Email
fandi@lecturer.uluwiyah.ac.id
Phone
+6285853778546
Journal Mail Official
jurnaltaawun@uluwiyah.ac.id
Editorial Address
TA’AWUN: Jurnal Pengabdian LPPM IAI Uluwiyah Mojokerto Jalan Raya Mojosari Mojokerto Km. 4 No.10 Mojokerto
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
TA’AWUN: Jurnal Pengabdian
ISSN : -     EISSN : 28300602     DOI : https://doi.org/10.47759/x6r71812
TA’AWUN: Jurnal Pengabdian bertujuan untuk mempublikasikan pemikiran konseptual atau gagasan serta temuan penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. TA’AWUN: Jurnal Pengabdian memiliki ruang lingkup pengabdian kepada masyarakat yang telah direkonstruksi menjadi karya pengabdian dengan berbasis penelitian ilmiah dalam berbagai metode PAR ( Participatory Action Research ), ABCD ( Asset Based Community Development ), CBR ( Community-Based Research ), Service Learning , Community Development , R&D (Research and Development), dan metodologi lainnya. Jurnal ini berfokus pada beberapa ruang lingkup dan minat, seperti: Ketahanan Pangan Lokal, Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Pemberdayaan Masyarakat, keagamaan, Kesehatan, Akses Sosial, Peningkatan Industri Kreatif masyarakat; Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa; Pengembangan Pendidikan dan Peningkatan nilai-nilai Islam untuk Pembangunan Berkelanjutan; Pengembangan dan pemanfaatan nilai berkearifan lokal, serta Peningkatan seni dan budaya; Pengembangan ekonomi, Kewirausahaan, Koperasi, dan UMKM; Pengembangan dan pemanfaatan IPTEK; Pemberdayaan sumber daya manusia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 53 Documents
Transformasi Limbah Minyak Goreng Industri Rengginang Menjadi Lilin Bernilai Ekonomis Sebagai Wujud Etika Lingkungan indah putri cahyanti; Muklisatum Listyawati; Muhammad Syahrul Rizal Arsyadani
Ta'awun Jurnal Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/w8gtv681

Abstract

Industri makanan tradisional seperti produksi rengginang memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian masyarakat desa. Namun, proses produksinya menghasilkan limbah minyak goreng bekas (minyak jelantah) yang sering dibuang tanpa pengolahan sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pengolahan limbah yang tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan lilin aromaterapi atau lilin penerangan bernilai ekonomis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan eksperimen sederhana dan analisis ekonomi untuk mengkaji potensi pengolahan minyak jelantah menjadi lilin. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengolahan limbah ini berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular berbasis pemberdayaan masyarakat.
EDUKASI PRAKTIS WUDHU HEMAT AIR BERBASIS PENDEKATAN ABCD SEBAGAI PENGUATAN PEMAHAMAN FIKIH THAHARAH DI TPQ BAITURROHMAN MOJOREJO Siti Khikmiyah; Ahmad Sulton; Faidatul Istiqomah; Sintia Febrianti; M. Kharisul Ilmi; Moch. Ryan R.K
Ta'awun Jurnal Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/ptvvsp06

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman fikih thaharah melalui edukasi praktis penghematan air dalam berwudhu pada santri TPQ Baiturrohman Mojorejo. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada dua permasalahan utama, yaitu rendahnya pemahaman santri mengenai praktik wudhu hemat air serta keterbatasan ketersediaan air akibat gangguan distribusi PDAM desa yang sering terjadi pada waktu-waktu tertentu. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dengan lima tahapan, yaitu discovery, dream, design, define, dan destiny. Tahap discovery mengidentifikasi aset dan permasalahan yang ada, tahap dream merumuskan visi perubahan, tahap design menyusun rancangan program edukasi dan praktik, tahap define menetapkan tujuan, peran, serta indikator keberhasilan, dan tahap destiny melaksanakan serta membudayakan praktik wudhu hemat air. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kognitif santri tentang larangan israf dalam penggunaan air, tumbuhnya kesadaran afektif terhadap pentingnya menjaga sumber daya air, serta perubahan perilaku psikomotorik dalam mempraktikkan wudhu secara hemat menggunakan media botol sebagai alat ukur. Program ini membuktikan bahwa edukasi praktis berbasis aset komunitas mampu menjadi solusi konstruktif dalam menjawab keterbatasan air sekaligus memperkuat implementasi nilai-nilai fikih thaharah secara kontekstual dan berkelanjutan.
Pemberdayaan UMKM Kacang Bawang Desa Mergobener dalam Menghadapi Persaingan Pasar di Era Digitalisasi Abdullah Khanif; Imam Wahyudi; Dea Fatra Nur Laili
Ta'awun Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/r12agm26

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM Kacang Bawang di Desa Mergobener agar mampu beradaptasi dengan perkembangan digital. Adapun pengabdian ini menggunakan Pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang menitik beratkan pada pemanfaatan aset lokal dalam strategi pemberdayaan. Hasil pendampingan pemberdayaan  menunjukkan bahwa UMKM di desa ini memiliki potensi besar, namun masih menghadapi kendala seperti literasi digital yang rendah, branding yang belum optimal, dan keterbatasan akses ke pasar digital. Melalui program pelatihan digital marketing, rebranding, serta pendampingan pemasaran online, UMKM kacang bawang Desa Mergobener mengalami peningkatan dalam promosi dan penjualan produknya. Dengan pemberdayaan yang berkelanjutan, diharapkan UMKM ini dapat bersaing lebih kuat di pasar digital dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.