cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA JIVA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 79 Documents
Arsitektur Taman Kerajaan Karangasem sebagai Simbol Representasi Kekuasaan Daffa Aqila Ryu
REKAJIVA Jurnal Desain Interior Vol 3, No 2 (2025): Rekajiva Jurnal Desain Interior
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas arsitektur Taman Tirta Gangga dan Taman Ujung di Karangasem, Bali, sebagai medium visual yang merepresentasikan kekuasaan, identitas, dan negosiasi budaya dalam konteks kolonial. Melalui pendekatan semiotika dan teori postkolonial, khususnya konsep hibriditas Homi Bhabha, kajian ini menelaah bagaimana perpaduan antara elemen arsitektur lokal Bali dan gaya kolonial Belanda menciptakan ruang-ruang yang tidak hanya estetis, tetapi juga politis. Taman Ujung menampilkan dominasi bentuk kolonial yang dikombinasikan dengan simbol-simbol lokal sebagai strategi kerajaan Karangasem dalam merespons tekanan kekuasaan asing. Sementara itu, Taman Tirta Gangga mencerminkan keseimbangan yang lebih kuat antara nilai lokal dan pengaruh luar, yang menunjukkan bentuk adaptasi dan resistensi budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa arsitektur taman kerajaan di Karangasem merupakan bentuk representasi visual dari negosiasi kuasa dan upaya pelestarian identitas lokal di tengah arus kolonialisme.
Postmodernisme dalam Ruang Publik dan Arsitektur: Studi Kasus Kawasan Nuanu Bali Dewina Kasih Putri; Ni Putu Julia Astiti Candra Sapanca
REKAJIVA Jurnal Desain Interior Vol 3, No 2 (2025): Rekajiva Jurnal Desain Interior
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nuanu Creative City merupakan kawasan kreatif baru di Tabanan, Bali, yang menawarkan pendekatan desain unik dan eksperimental. Dalam konteks filsafat desain, kawasan ini merepresentasikan nilai-nilai postmodernisme yang menolak homogenitas modern dan lebih menekankan pada pluralitas, simbolisme, serta kolaborasi lintas disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana prinsip-prinsip postmodern diterapkan pada bentuk arsitektur dan interior di Nuanu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan observasi visual, dengan fokus pada elemen desain yang mencerminkan prinsip seperti eklektisisme, ironi, simbolisme budaya, dan fragmentasi ruang. Hasil kajian menunjukkan bahwa Nuanu menggabungkan elemen-elemen lokal Bali dengan pendekatan desain eksperimental yang khas postmodern, menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional namun juga komunikatif secara visual dan filosofis.Kata kunci: postmodernisme, arsitektur, interior, Nuanu, filsafat desain, Bali
Desain Interior Restoran Berbasis Material Lokal dan Filosofi Sosial Budaya: Studi Kasus Udjo Ecoland Bandung Dhita Adistiya Putri; Maugina Rizki Havier
REKAJIVA Jurnal Desain Interior Vol 4, No 1 (2026): Rekajiva, Jurnal Desain Interior
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Restoran Udjo Ecoland mengusung konsep desain interior yang menggabungkan gaya tradisional Sunda dengan sentuhan modern secara kontekstual. Berlokasi di kawasan perbukitan dengan vegetasi bambu, restoran ini memanfaatkan material lokal seperti bambu, rotan, dan kayu sebagai wujud pelestarian budaya dan respons ekologis. Nilai filosofis Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh diterjemahkan melalui konfigurasi spasial non-hierarkis tanpa zona VIP, guna menciptakan ruang yang inklusif dan setara. Filosofi angklung turut diintegrasikan sebagai kerangka konseptual yang merepresentasikan keharmonisan dan kolaborasi sosial, tercermin dalam tatanan ruang fleksibel dan partisipatif. Elemen anyaman rotan dan motif batik digunakan sebagai media edukatif sekaligus dekoratif. Dengan jumlah pengunjung mencapai 2000 orang per hari, desain ruang dirancang adaptif terhadap fluktuasi aktivitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara estetika interior, nilai budaya, dan performativitas ruang mampu menciptakan pengalaman kuliner yang edukatif, bermakna, serta berakar pada kearifan lokal.Kata kunci: Filosofi, Angklung, Batik, Rotan, Bambu, Tradisional Sunda, Modern
Desain Interior Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan Konsep Adaptive Design Muhammad Ridwan Firdaus
REKAJIVA Jurnal Desain Interior Vol 4, No 1 (2026): Rekajiva, Jurnal Desain Interior
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret merupakan salah satu fakultas baru yang membutuhkan fasilitas interior pendukung kegiatan akademik yang optimal. Dengan pendekatan adaptive design, ruang dirancang fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan pengguna yang terus berkembang. Proses perancangan meliputi tahap programming, analisis data, hingga pengembangan konsep berbasis prinsip fungsional, ergonomis, dan keberlanjutan. Zona ruang dibagi menjadi publik, semi-publik, privat, dan servis dengan sirkulasi yang efisien. Material dan furniture dipilih sesuai kebutuhan aktivitas akademik untuk mendukung kenyamanan dan produktivitas. Proyek ini hadir sebagai contoh penerapan desain adaptif pada institusi pendidikan tinggi serta acuan bagi pengembangan ruang belajar yang inovatif dan berkelanjutan.
Perancangan Ulang dan Reinstatement Furnitur sebagai Upaya Peningkatan Fungsi dan Estetika Interior pada Apartemen Sahid Puji Astuti
REKAJIVA Jurnal Desain Interior Vol 4, No 1 (2026): Rekajiva, Jurnal Desain Interior
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamatan ini dilakukan selama kerja praktik di BINBO Design yang berfokus pada pemanfaatan furnitur eksisting sebagai bagian dari strategi desain. Dalam proyek Apartemen Sahid, penulis terlibat dalam proses analisis kondisi furnitur lama, penyusunan gambar kerja, serta pengintegrasian furnitur yang dipertahankan ke dalam rancangan interior baru. Proses reinstatement dilakukan melalui penataan ulang tata letak, penyesuaian material, warna, dan finishing agar selaras dengan konsep desain modern yang diterapkan. Melalui pengamatan ini, penulis memperoleh pemahaman bahwa perancangan interior tidak selalu menuntut penggantian seluruh elemen lama, melainkan dapat mengoptimalkan potensi furnitur eksisting secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas fungsi dan estetika ruang sekaligus mempertahankan karakter interior yang telah terbentuk sebelumnya.
Desain Interior Wellness Center untuk Masyarakat Urban dengan Konsep Multisensory Design di Surakarta Putri Alifah Mustarifah
REKAJIVA Jurnal Desain Interior Vol 4, No 1 (2026): Rekajiva, Jurnal Desain Interior
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kepadatan penduduk di Surakarta memicu risiko stres pada masyarakat usia produktif akibat paparan stimulasi indra yang berlebih (overstimulated). Perancangan bertujuan untuk mendesain interior wellness center yang mampu berfungsi sebagai oase untuk membantu masyarakat urban mengelola stres melalui konsep multisensory design. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan Problem Seeking dan The Five-Step Process yang berfokus pada eksplorasi elemen interior yang memengaruhi indra. Hasil perancangan menunjukan bahwa integrasi stimulus visual, auditori, taktil, olfaktori, dan gustatori dapat menciptakan sebuah journey meditatif. Penerapan bentuk organik, material alami, serta zonasi yang sistematis dapat efektif memulihkan kepekaan indrawi dan keseimbangan emosional pengunjung di tengah lingkungan perkotaan.
Studi Penerapan Warna Netral dan Aksen Hue Magenta pada Interior Lobby RSIA Limijati Bandung Sebagai Strategi Healthcare Iyus Kusnaedi; SADRINA SALSABILA
REKAJIVA Jurnal Desain Interior Vol 4, No 1 (2026): Rekajiva, Jurnal Desain Interior
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan warna dalam desain interior fasilitas kesehatan memiliki peran krusial dalam membentuk suasana ruang yang mendukung kenyamanan, mereduksi tingkat stres, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis penggunanya. Lobby rumah sakit, sebagai ruang transisi utama, berperan memberikan kesan pertama bagi pasien dan pengunjung, sehingga strategi pemilihan warna pada area ini menjadi sangat signifikan dalam menciptakan healing environment yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran warna netral dan aksen hue magenta pada desain interior lobby RSIA Limijati Bandung sebagai strategi desain healthcare yang terintegrasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi langsung, dokumentasi fotografi, dan studi literatur terhadap teori warna serta psikologi ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi warna netral berupa putih, abu-abu lembut, dan krem berkontribusi dalam membentuk persepsi ruang yang bersih, lapang, dan menenangkan, sedangkan aksen magenta berfungsi menciptakan focal point visual, mendukung sistem wayfinding, serta memperkuat identitas visual institusi. Perpaduan keduanya menghasilkan keseimbangan antara ketenangan visual dan stimulasi emosional yang positif, sekaligus memperkuat citra profesional rumah sakit. Penelitian ini mengindikasikan bahwa strategi integrasi warna netral dan aksen hue dalam desain healthcare mampu meningkatkan kualitas pengalaman pengguna secara menyeluruh.
Analisis Furnitur Moveable sebagai Sarana Ekspresi Budaya di Lingkup Urban Nur Habibah
REKAJIVA Jurnal Desain Interior Vol 4, No 1 (2026): Rekajiva, Jurnal Desain Interior
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain furnitur modern di lingkungan urban saat ini cenderung mengutamakan fungsi massal sehingga mengabaikan identitas budaya lokal dan fleksibilitas ruang hunian yang terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perancangan furnitur moveable sebagai sarana ekspresi budaya melalui elemen rajut. Kerangka teori yang digunakan meliputi prinsip fleksibilitas ruang serta konsep space saving sebagai dasar analisis desain. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan Design Thinking. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan elemen rajut mampu memperkuat identitas visual sekaligus meningkatkan keterlibatan emosional penggunanya. Selain itu aspek moveable seperti sistem roda, dimensi, dan stabilitas, menunjukkan respon desain terhadap kebutuhan ruang urban yang dinamis, dengan tingkat kesesuaian mencapai 85,71%, yang menandakan bahwa furnitur ini telah memenuhi sebagian besar kriteria sebagai furnitur moveable. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penggabungan teknik rajut sebagai unsur budaya dalam desain furnitur moeveable yang tidak hanya fleksibel tetapi juga memiliki makna dan identitas dalam konteks urban masa kini.
Penerapan Warna pada Desain Interior Lobby Hotel Voco Bandung Sebagai Identitas Visual Bellani Sakhi Damayanti; Bambang Arief Ruby
REKAJIVA Jurnal Desain Interior Vol 4, No 1 (2026): Rekajiva, Jurnal Desain Interior
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain interior lobby hotel berperan sebagai ruang representatif yang membentuk kesan awal serta mencerminkan identitas visual sebuah hotel. Warna menjadi salah satu elemen desain yang memiliki pengaruh dominan karena mampu membentuk karakter ruang, suasana psikologis, dan citra merek secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan warna pada desain interior lobby Hotel Voco Bandung serta perannya dalam membentuk mood ruang dan memperkuat identitas visual brand. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung pada area lobby, wawancara dengan pihak terkait, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan palet warna biru tua, krem, coklat kayu, warna netral, serta aksen kuning diterapkan secara konsisten pada area resepsionis, lounge, dan mini bar. Kombinasi warna tersebut mampu menciptakan suasana ruang yang nyaman, hangat, dan menenangkan, sekaligus merepresentasikan karakter hotel yang modern, profesional, dan ramah. Integrasi warna dengan material interior dan pencahayaan menghasilkan kesinambungan visual antar ruang serta memperkuat identitas visual Hotel Voco Bandung. Dengan demikian, warna berperan sebagai elemen strategis dalam desain interior lobby yang menghubungkan aspek estetika, fungsi ruang, dan branding hotel secara terpadu.