cover
Contact Name
Dina Mariani
Contact Email
dinamariani@unimus.ac.id
Phone
+6285299398663
Journal Mail Official
mediaelektrika@unimus.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Semarang FT-FMIPA Building, 7nd Floor. Department of Electrical Engineering Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Kota Semarang, Prov. Jawa Tengah, Indonesia 50273 Phone: 085299398663 Email: mediaelektrika@unimus.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDIA ELEKTRIKA
ISSN : 19797451     EISSN : 2579972X     DOI : 10.26714/me.14.2.2021.62-75
Media Elektrika is an electrical engineering journal that gives concerns on sciences related to electrical engineering. It includes the following fields: Electrical power engineering Electronics Telecommunication Control Informatics and computer technology
Articles 207 Documents
PERBANDINGAN UNJUK KERJA LAMPU JENIS HPL-N DAN SON-T SEBAGAI LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM Luqman Assaffat
MEDIA ELEKTRIKA Vol 1, No 2 (2008): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.993 KB) | DOI: 10.26714/me.1.2.2008.%p

Abstract

Penerangan jalan umum diperlukan untuk mempermudah dan membantu manusia dalam melihat obyek di jalan pada waktu malam hari atau suasana gelap. Penerangan jalan umum mempunyai 3 fungsi, yaitu sebagai fungsi keamanan, fungsi ekonomi dan fungsi estetika.Terdapat dua jenis lampu penerangan jalan umum yang sering digunakan selama ini, yaitu lampu jenis HPL – N dan lampu jenis SON – T. Kedua jenis lampu tersebut termasuk ke dalam keluarga jenis lampu tabung atau discharge lamp. Pengujian terhadap unjuk kerja dari kedua jenis lampu tersebut akan dapat memberikan gambaran dan rekomendasi, lampu manakah yang tebaik digunakan sebagai lampu penerangan jalan umum, khususnya jalan utama kota.
EVALUASI KINERJA IMAG PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO COKRO TULUNG KABUPATEN KLATEN Mahalla -; Suharyanto -; M.Isnaeni BS -
MEDIA ELEKTRIKA Vol 6, No 1 (2013): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.252 KB) | DOI: 10.26714/me.6.1.2013.%p

Abstract

IMAG (Induction Motor as Asynchronous Generator) atau motor induksi yang digunakan sebagai generator asinkron telah banyak digunakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) yang kapasitasnya kecil,yaitu dibawah 100 Kw. Keunggulan IMAG adalah harganya murah, kostruksinya sederhana, perawatan mudah dan banyak terdapat dipasaran, namun permasalahan kestabilan tegangan dan frekuensi pada saat terjadi perubahan beban dan perubahan kecepatan penggerak mula merupakan kendala dalam pengoperasian IMAG. Evaluasi kinerja dari IMAG pada sistem PLTMh perlu dilakukan, yaitu analisis stabilitas tegangan dan frekuensi dan analisis beban harian. Berdasarkan analisis sistem secara umum, effisiensi total IMAG adalah 47,48 % dan posisi ruang turbin dan IMAG masih jauh dari area bebas banjir, sehingga tinggi jatuh (head) dapat ditingkatkan 1 meter menjadi 2,21 meter, hal ini dapat meningkatkan daya potensial dan daya terbangkit sebesar 82,56 % Berdasarkan analisa beban harian, perubahan beban utama mempengaruhi perubahan tegangan dan frekuensi output dari IMAG, hal ini disebabkan karena pengontrol beban yang ada sekarang tidak bisa bekerja dengan cepat (responnya lambat) untuk mengalihkan perubahan beban utama ke beban semu (ballast load). Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mengontrol tegangan dan frekuensi, salah satu metode adalah dengan mengatur beban (dummy load). Hasil analisa akan dijadikan rekomendasi untuk perbaikan PLTMh sehingga ketidak stabilan tegangan dan frekuensi bisa diatasi untuk menjamin mutu listrik yang dihasilkan oleh IMAG pada sistem PLTMh.
APLIKASI MOTOR DC-SHUNT UNTUK LABORATORY SHAKER MENGGUNAKAN METODE PWM (PULSE WIDTH MODULATION ) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 Royan -; Luqman A
MEDIA ELEKTRIKA Vol 8, No 1 (2015): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.579 KB) | DOI: 10.26714/me.8.1.2015.%p

Abstract

Motor DC (Direct Current) banyak digunakan sebagai penggerak dalam berbagai peralatan, baik kecil maupun besar, lambat maupun cepat. Metode PWM (Pulse Width Modulation) adalah metode yang cukup efektif untuk mengendalikan kecepatan motor DC (Direct Current) namun diperlukan rangkaian driver motor, diantaranya yang paling sederhana berupa transistor yang disusun secara Darlington maupun driver motor DC (Direct Current)  dalam kemasan IC seperti L293D yang  dapat mengalirkan arus dan tegangan yang lebih besar serta mudah dikendalikan dengan mikrokontroler untuk arah putar dan kecepatanya.Tujuan Penelitian ini adalah  merancang sebuah perangkat pengendalian motor DC shunt dengan menggunakan metode PWM ATMega 32 yang dapat bekerja otomatis dengan timer dan menggunakan bahasa pemprograman yang mudah dikembangkan yaitu bascom AVR serta mengaplikasikanya pada laboratory shaker. Sehingga penelitian ini penulis beri judul “Aplikasi Motor DC Shunt  Untuk Laboratory Shaker dengan menggunakan metode PWM berbasis mikrokontroler ATMega32”. Alat ini mampu mengendalikan kecepatan motor DC Shunt sesuai kecepatan yang diatur, serta bekerja secara otomatis menggunakan timer.Kata Kunci : Motor DC Shunt, L293D, PWM, Mikrokontroler ATMega 32, Laboratory shaker, Bascom AVR
PENGARUH KONFIGURASI DAN KEDALAMAN PENANAMAN KONDUKTOR TERHADAP RESISTANS PENTANAHAN GARDU INDUK TEGANGAN EKSTRA TINGGI (GITET) 500 KV UNGARAN Ahmad Riyanda Saputra; Muhamad Haddin; Agus Adhi Nugroho
MEDIA ELEKTRIKA Vol 11, No 1 (2018): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.62 KB) | DOI: 10.26714/me.11.1.2018.%p

Abstract

The earthing system is one of the most important parts of protection equipment in the substation. In the event of more voltage disturbance, with the earth system causing the current disturbance quickly flowed into the ground. the grounding resistance of a good substation inaccordance with the standard is ≤ 1ohm. The values can be affected by some parameters of the earth system such as the number of parallel conductors, the depth of the conductor cultivation, the distancebetween the parallel conductor, the ground area and the ground type resistance.Test results on GITET 500 kV Ungaran get the value of grounding resistance of 0.22 Ω, then for the actual touch voltagevalue of 698.03 V and the actual step voltage of 369.84 V. However, at the time of modification of grounding parameters, the test results obtained for the highest value of grounding resistance of 0.3400 Ω and the lowest value of 0.2212 Ω, then for the highest value at the actual touch voltage of 2582.40 V from the influence of the number of conductors parallel and the depth of the conductor planting and the lowest value of 893.73 V, while at the actual step voltage the highest value of 1093.60 V and thelowest value of 149.65 V, then for the influence of the number of parallel conductors and the distance between the parallel conductors at the actual touch voltage the highest value of 1634.10 V and the lowest value of 888.56 V, while the actual step voltage is the highest value of 1542.23 V and the lowest value of 447.17 V. Keywords: Grounding System, Effect of Resistance Ground
Perancangan Sistem Automatic Cruise Control (ACC) Menggunakan Metode Depes (Development Process of Embedded System) Dengan Simulasi Java M. Iman Santoso
MEDIA ELEKTRIKA Vol 3, No 2 (2010): Electrical Engineering
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2332.325 KB) | DOI: 10.26714/me.3.2.2010.%p

Abstract

Design is an important parl of a system building. Design of the system could be existing system development or create from the scratch. This paper studies the system development in case of Automatic Cruice Control (ACC). DePES (Development Process of Embedded System) is used to design such system. This Process focused on embedded sofware components, problem analysis, specifications, architechture and test. In order to illustrate and test the proposed sytem, Java simulation is provided.
EVALUASI PERLINDUNGAN GARDU INDUK 150 KV PANDEAN LAMPER DI TRAFO III 60 MVA TERHADAP GANGGUAN SURJA PETIR Ihwan Ernanto Wibowo; Luqman Assaffat; M. Toni Prasetyo
MEDIA ELEKTRIKA Vol 5, No 2 (2012): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.719 KB) | DOI: 10.26714/me.5.2.2012.%p

Abstract

One of the main causes of damage to existing equipment in the substation was struck bylightning attack that cause the conductor wave and make over voltage and flames leap peak voltage exceeds BIL. The aim of this study was to calculate and analyze the level of protection, against power transformer arrester, the safe distance between arrester and transformer power to get a good protection against harmful lightning surges, comparing both arresters installed. To solve the problems of interference caused by lightning surge lightning arrester is installed as close as possible to put on the transformer clamps to protect electrical equipment. The results of calculations for a distance of 6 m, 4 MBA type 2 arrester capable of with standing the wavefront steepness of 500 kV / μs, while type exlim P 700 kV / μs. The greater the arrester capable of withstanding surge wavefront tilting the better the equipment in substations are protected. The evaluation shows that the distance between arrester and transformer installed in the 150 kV substation Pandean Lamper less than the maximum to protect electrical equipment, especially power transformers.Key words : lightning attack, arrester distance, level of protection.
SIMULASI PELEPASAN BEBAN DENGAN RELAYFREQUENCY PADA SISTEM TENAGA LISTRIK CNOOC SES Ltd.NORTH BUSINESS UNIT MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 7.5 Syarif Mahmud; M. Toni Prasetyo; Achmad Solichan
MEDIA ELEKTRIKA Vol 7, No 1 (2014): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.693 KB) | DOI: 10.26714/me.7.1.2014.%p

Abstract

Adanya gangguan pada sistem tenaga listrik dapat memicu ketidakstabilan frekuensi sistem. Tugas Akhir ini membahas tentang skema pelepasan beban menggunakan rele frekuensi pada sistem tenaga listrik CNOOC SES Ltd. North Business Unit yang mempunyai pembangkit listrik tenaga gas. Metode yang digunakan untuk simulasi transien analisis adalah perangkat lunak ETAP 7.5. Pelepasan beban dapat memulihkan frekuensi dengan cepat dan jumlah beban yang dilepaskan seminimal mungkin. Oleh sebab itu diperlukan seting waktu tunda rele, frekuensi kerja dan besar beban yang dilepaskan. Dari simulasi menggunakan rele frekuensi dapat mencegah penurunan frekuensi dan mengembalikan ke kondisi normal. Kata kunci:ETAP 7.5, Pelepasan Beban, Pembangkit Listrik Tenaga Gas, Rele Frekuensi
ANALISIS KOMPARASI PEMILIHAN LAMPU PENERANGAN JALAN TOL Sri Pringatun; - Karnoto; M. Toni Prasetyo
MEDIA ELEKTRIKA Vol 4, No 1 (2011): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.839 KB) | DOI: 10.26714/me.4.1.2011.%p

Abstract

Street lighting is an integral part of the highway construction. The main purpose of highway lighting is to produce the speed, accuracy, and comfort of vision at night time, keep the quality of visibility, and makes it easier for passing vehicles. Highway lighting function other thanto enhance rider safety and comfort, especially in anticipation of situations traveling at night also for environmental safety or to prevent crime and to provide comfort and beauty of the surroundings. This research activity begins with the collection of data on the kind of - kind of street lighting, lighting as well as the formulation of data - other data you need, and then do the calculation and analysis of the data - the data obtained. The results that the lights SON - T 150 W at 19:43 lux illumination values and SON lamps - T 250 W value of 36.27 lux illumination, the totalpower of 19,050 W, PLN subscription fee of Rp. 25,575,000.00, electric bill per month USD. 6,069,330.00, the investment cost of Rp.196,567,800.00. By using the method of comparative analysis it can be concluded that the selection of lamps SON - T as highway lighting Semarang - Semarang Solo Ruas Phase I - Section I Bawen Tembalang - Gedawang is the best.Keywords: highway lighting lamps, SON - T, Comparison.
RANCANG BANGUN KENDALI KECEPATAN MOTOR BERBASIS LOGIKA FUZZY UNTUK SISTEM PROPULSI ELEKTRIK PADA KAPAL MENGGUNAKAN PULSE WIDTH MODULATION (PWM) Abd Gafur; Iradiratu Diah PK; Belly Yan Dewantara
MEDIA ELEKTRIKA Vol 13, No 1 (2020): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.646 KB) | DOI: 10.26714/me.13.1.2020.24-32

Abstract

Sistem propulsi kapal adalah suatu mekanisme yang akan memutar baling-baling. Pada perkembangan saat ini motor induksi 3 fasa banyak digunakan untuk kendaraan elektrik baik untuk mobil listrik maupun propulsi pada kapal. Disamping keunggulannya motor induksi memiliki kelemahan yaitu sulitnya mengatur kecepatan motor induksi dikarenakan sifatnya yang tidak linier. Pada prinsipnya motor induksi dioperasikan pada kecepatan yang konstan, bila beban berubah kecepatan motor juga berubah. Dari permasalahan tersebut dalam penelitian ini dirancang alat kendali kecepatan motor berbasisi logika fuzzy untuk sistem propulsi elektrik pada kapal menggunakan pulse width modulation. Untuk mengetahui kinerja alat maka dilakukan beberapa pengujian, pengujian pertama dengan membandingkan respon kecepatan motor mengguakan logika fuzzy dan tanpa logika fuzzy dimana hasilnya adalah untuk respon kecepatan motor tanpa menggunakan kontrol logika fuzzy rata-rata dapat menempuh 23 detik untuk stady state, sedangkan untuk penggunaan kontrol logika fuzzy rata-rata mampu mencapai stady state dengan waktu 17 detik. Untuk nilai rata-rata error stady state tanpa penggunaan kontrol logika fuzzy yaitu sebanyak 97 rpm, sedangkan untuk penggunaan kontrol logika fuzzy rata-rata nilai error stady state adalah 78 rpm. Dimana untuk rise time sendiri tanpa menggunakan logika fuzzy rata-rata adalah 4 detik dan untuk penggunaan kontrol logika fuzzy memerlukan waktu rata-rata 2 detik.
RANCANG BANGUN KENDALI KECEPATAN MOTOR BERBASIS LOGIKA FUZZY UNTUK SISTEM PROPULSI ELEKTRIK PADA KAPAL MENGGUNAKAN PULSE WIDTH MODULATION (PWM) Gafur, Abd; D.P.K., Iradiratu Diah; Dewantara, Belly Yan
MEDIA ELEKTRIKA Vol 13, No 1 (2020): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.646 KB) | DOI: 10.26714/me.13.1.2020.24-32

Abstract

Sistem propulsi kapal adalah suatu mekanisme yang akan memutar baling-baling. Pada perkembangan saat ini motor induksi 3 fasa banyak digunakan untuk kendaraan elektrik baik untuk mobil listrik maupun propulsi pada kapal. Disamping keunggulannya motor induksi memiliki kelemahan yaitu sulitnya mengatur kecepatan motor induksi dikarenakan sifatnya yang tidak linier. Pada prinsipnya motor induksi dioperasikan pada kecepatan yang konstan, bila beban berubah kecepatan motor juga berubah. Dari permasalahan tersebut dalam penelitian ini dirancang alat kendali kecepatan motor berbasisi logika fuzzy untuk sistem propulsi elektrik pada kapal menggunakan pulse width modulation. Untuk mengetahui kinerja alat maka dilakukan beberapa pengujian, pengujian pertama dengan membandingkan respon kecepatan motor mengguakan logika fuzzy dan tanpa logika fuzzy dimana hasilnya adalah untuk respon kecepatan motor tanpa menggunakan kontrol logika fuzzy rata-rata dapat menempuh 23 detik untuk stady state, sedangkan untuk penggunaan kontrol logika fuzzy rata-rata mampu mencapai stady state dengan waktu 17 detik. Untuk nilai rata-rata error stady state tanpa penggunaan kontrol logika fuzzy yaitu sebanyak 97 rpm, sedangkan untuk penggunaan kontrol logika fuzzy rata-rata nilai error stady state adalah 78 rpm. Dimana untuk rise time sendiri tanpa menggunakan logika fuzzy rata-rata adalah 4 detik dan untuk penggunaan kontrol logika fuzzy memerlukan waktu rata-rata 2 detik.