cover
Contact Name
Annas Ribab Sibilana
Contact Email
gerasiinstitute@gmail.com
Phone
+6282250808667
Journal Mail Official
gerasiinstitute@gmail.com
Editorial Address
Perum Griya Permata 4 A4-5, Tulungagung
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Creative Economics and Trading Halal Ecosystem
Published by Gerasi Insan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30252830     DOI : https://doi.org/10.56404/tej.v2i2
Core Subject : Economy,
This journal with the name CETHE is published by the Gerasi Institute which focuses on scientific publications of the creative economy, tourism and sustainable halal industry in the Asian region. The publication of the CETHE journal will be conducted twice a year, namely in March and November.
Articles 36 Documents
The Role of Productive Zakat in Fostering a Green Creative Economy: A Literature Review on Its Implementation in East Java Rofiq Guntur Wicaksono
Journal Creative Economics and Trading Halal Ecosystem Vol. 4 No. 01 (2026): Journal CETHE Maret 2026
Publisher : GERASI INSAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/cethe.v4i01.289

Abstract

This study examines the role of productive zakat within a Green Zakat Framework in supporting the development of a green creative economy among mustahik in East Java. The research addresses the need to integrate Islamic social finance with sustainable development principles, particularly in response to environmental degradation and socio-economic inequality. Using a qualitative literature study approach, this research analyzes conceptual foundations based on maqasid al-shariah, especially hifz al-bi’ah, alongside empirical practices of productive zakat distribution. The findings indicate that productive zakat has significant potential to enhance mustahik welfare, promote entrepreneurial capacity, and foster creative economic activities. Furthermore, although current zakat practices in East Java primarily focus on economic empowerment, they provide a strong foundation for integrating environmentally sustainable practices. The study concludes that the Green Zakat Framework offers a strategic model to transform zakat into an instrument that simultaneously advances economic independence, social equity, and environmental sustainability. Future development requires structured indicators, institutional strengthening, and policy integration to optimize its implementation
Ekonomi Kreatif dan Keberlanjutan Lingkungan: Pendekatan Green Creative Industry Miqdad, Moch
Journal Creative Economics and Trading Halal Ecosystem Vol. 3 No. 01 (2025): Journal Cethe: Maret 2025
Publisher : GERASI INSAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/cethe.v3i01.296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ekonomi kreatif dan keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan green creative industry. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen resmi terkait ekonomi kreatif, green economy, dan pembangunan berkelanjutan pada periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui inovasi produk ramah lingkungan, pemanfaatan limbah, dan penerapan ekonomi sirkular. Namun, implementasi keberlanjutan lingkungan dalam industri kreatif masih menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya kesadaran lingkungan, keterbatasan teknologi hijau, serta praktik greenwashing. Konsep ideal green creative industry menekankan integrasi antara kreativitas, efisiensi sumber daya, inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan tanggung jawab ekologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan green creative industry dapat menjadi strategi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan di Indonesia
Opportunities And Challenges Of The Halal Industry In The Field Of Household Goods Yulistya Rahma Fitri; Wafiqoh Nur Azizah Itsnatani; Haliza Alfin; Diyah Shafa Abinita; Maulana Alivio Biyan Soffat; Muhammad Ghoris Mighwar; Reza Akmal Kafi
Journal Creative Economics and Trading Halal Ecosystem Vol. 4 No. 01 (2026): Journal CETHE Maret 2026
Publisher : GERASI INSAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/cethe.v4i01.298

Abstract

This research aims to describe the opportunities and challenges of the halal industry in the household goods sector in Indonesia. The approach used is descriptive qualitative by analyzing secondary data from various literature, industry reports, and government regulations. The results of the study show that increasing public awareness of halal products encourages economic growth in the household sector and opens up large export opportunities. However, lack of consumer understanding, supply chain transparency, and limited halal certification are the main obstacles. Therefore, synergy between the government, producers, and consumers is needed to strengthen the household halal industry ecosystem
Budaya Digital dan Transformasi Identitas Muslim Milenial Pada Industri Kreatif Agustinah, Alfiah; Ramadhani, Aulia Cahya; Pradita, Naila Keysha
Journal Creative Economics and Trading Halal Ecosystem Vol. 3 No. 01 (2025): Journal Cethe: Maret 2025
Publisher : GERASI INSAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/cethe.v3i01.299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan budaya digital dengan transformasi identitas Muslim milenial serta korelasinya terhadap perkembangan industri kreatif di era globalisasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui analisis berbagai jurnal internasional, buku akademik, laporan lembaga resmi, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan tema budaya digital, identitas Muslim, dan industri kreatif Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muslim milenial tidak berada pada posisi pasif dalam menghadapi arus budaya global, melainkan aktif melakukan proses negosiasi identitas melalui pola selektif-adaptif, rekonstruktif-kreatif, dan konfrontatif-apologetik. Budaya digital menjadi arena penting dalam pembentukan identitas Islam kontemporer yang lebih cair, fleksibel, dan hybrid melalui interaksi antara nilai religius dengan budaya populer global. Transformasi tersebut terlihat dari berkembangnya fenomena hijrah digital, dakwah kreatif, modest fashion, content creator Islami, serta berbagai bentuk industri kreatif berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini juga menemukan bahwa budaya digital memiliki karakter ambivalen karena mampu memperkuat religiusitas generasi muda sekaligus memunculkan tantangan berupa komodifikasi agama, superficial religiosity, dan dominasi logika kapitalisme digital. Dalam konteks industri kreatif, identitas Islam tidak hanya menjadi ekspresi spiritual, tetapi juga berkembang menjadi modal budaya dan ekonomi yang memiliki nilai komersial tinggi di ruang digital
Inklusi Keuangan Digital sebagai Strategi Penguatan UMKM Kreatif di Era Ekonomi Digital Isnaini, Ulya Nur; Syaifullah, Lutfi
Journal Creative Economics and Trading Halal Ecosystem Vol. 3 No. 02 (2025): Journal CETHE November 2025
Publisher : GERASI INSAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/cethe.v3i02.304

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah mendorong transformasi besar dalam aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kreatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep inklusi keuangan digital serta strategi penguatan UMKM kreatif di era ekonomi digital melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Metode penelitian menggunakan pendekatan library research dengan mengumpulkan data sekunder dari jurnal ilmiah, buku akademik, dokumen kebijakan, dan berbagai publikasi ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan digital memiliki peran strategis dalam meningkatkan akses pembiayaan, efisiensi transaksi, serta pengelolaan usaha berbasis teknologi digital. Selain itu, strategi penguatan UMKM kreatif dilakukan melalui peningkatan literasi digital, inovasi usaha, pemanfaatan marketplace, penguatan manajemen usaha, serta dukungan kebijakan pemerintah dan ekosistem digital yang inklusif. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan transformasi UMKM kreatif dipengaruhi oleh kesiapan teknologi, kualitas sumber daya manusia, modal sosial, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen digital. Oleh karena itu, inklusi keuangan digital menjadi instrumen penting dalam menciptakan penguatan UMKM kreatif yang berkelanjutan di era ekonomi digital
High-Performance Work Systems in the Indonesian Context: A Strategic Human Resource Management Literature Review Maryam Bte Badrul Munir; Umi Hamidaton Soffian Lee; Nur Hidayati Sanusi; Tahani Badrul Munir
Journal Creative Economics and Trading Halal Ecosystem Vol. 4 No. 02 (2026): Journal CETHE Vol 04 No 2 2026 - In Progress
Publisher : GERASI INSAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/cethe.v4i02.415

Abstract

Over the past three decades, High-Performance Work Systems (HPWS) have become central to Strategic Human Resource Management (SHRM) globally. However, recent literature between 2020 and 2027 exhibits extreme geographical and disciplinary imbalances. While global outputs reached 32,467 documents—heavily dominated by China and the United States—a severe disciplinary indexing overlap exists with the hard sciences. More critically, a systematic filtering combining the core construct with the geographical boundary of Indonesia yielded a mere five empirical articles. A synthesis of these localized studies reveals that HPWS does not operate through direct effects; instead, its efficacy is fully contingent upon complex intervening mechanisms, such as psychological empowerment, emotional exhaustion, and organizational climate. This severe literature scarcity exposes a profound empirical gap, strongly validating the academic necessity for qualitative, context-specific investigations to bridge the regional SHRM theoretical divide within the unique Indonesian institutional landscape.

Page 4 of 4 | Total Record : 36