cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 14. No. 2. Tahun 2019" : 6 Documents clear
Hubungan Sumber Air Minum dengan Kandungan Total Coliform dalam Air Minum Rumah Tangga Lia Arsyina; Bambang Wispriyono; Iqbal Ardiansyah; Laura Dwi Pratiwi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 2. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.54 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.14.2.2019.18-23

Abstract

Latar Belakang: Air minum dapat secara langsung mempengaruhi kesehatan manusia, sehingga harus terjamin kualitasnya. Di Indonesia, air minum harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan pada Permenkes No. 492/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Pada peraturan tersebut disebutkan bahwa tidak boleh ditemukan total coliform dalam air minum karena keberadaannya menandakan telah terjadi kontaminasi, sehingga tidak aman untuk diminum. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sumber air minum dengan kandungan total coliform dalam air minum rumah tangga. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional yang dilakukan di Kecamatan Bojongsari pada bulan Agustus 2019. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 110 rumah tangga. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara menggunakan kuesioner dan uji laboratorium sampel air minum dengan teknik Total Plate Count (TPC). Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 92,7% dari seluruh sampel air minum rumah tangga yang diuji positif mengandung total coliform dengan kisaran 1-300 CFU/100 mL. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan proporsi kandungan total coliform pada sumber air minum yang berasal dari air sumur dan air isi ulang/kemasan (p = 0,720) dengan nilai OR = 1,541 [CI 95%: 0,350-6,790]. Kesimpulan: Hampir seluruh air minum rumah tangga yang menjadi sampel tidak memenuhi syarat mikrobiologis dan tidak dapat dinyatakan air minum yang berasal dari sumur atau air minum yang berasal dari DAMIU/kemasan lebih baik kualitasnya
Determinan Keberadaan Jentik di Wilayah Pedesaan Endemis Demam Berdarah Dengue Vivi Akhiriyanti; Wahyu Handoyo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 2. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.264 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.14.2.2019.24-28

Abstract

Latar belakang: Keberadaan jentik di lngkungan rumah dipengaruhi oleh faktor fisik, biologi, kimia dan perilaku. Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keberadaan jentik dan spesies nyamuk yang ditemukan di wilayah endemis DBD. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cros sectional. Metode: sampel sebanyak 90 rumah yang diambil dari 15 rumah disekitar 6 kasus DBD dan karakteristik tempat perindukan dan perilaku PSN. Dilakukan identifikasi spesies dengan metode single larva. Hasil: berdasarkan uji statistik, tidak terdapat hubungan antara letak tempat perindukan (p=0,71) dan keberadaan penutup (p=0,245) dengan keberadaan jentik. Terdapat hubungan antara jenis tempat perindukan (p=0,008), keberadaan predator (p=0,009), warna dinding (p=0,030), kadar pH (p=0,000), kadar TDS (p=0,044) dan perilaku PSN (p=0,000) dengan keberadaan jentik. Spesies yang ditemukan yaitu aedes aegypti (77,8%), aedes albopitus (13,3%), dan culex gellidus (8,9%). Kesimpulan: faktor yang mempengaruhi keberadaan jentik meliputi jenis tempat perindukan, keberadaan predator dan perilaku PSN.
Kecacingan sebagai Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Anak Estianingsih Eka Pratiwi; Liena Sofiana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 2. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.857 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.14.2.2019.1-6

Abstract

Latar belakang. Anemia adalah kondisi dimana kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal (<12gr%). Anemia tidak hanya disebabkan oleh defisiensi zat besi tetapi juga infeksi seperti malaria, kecacingan dan lain-lain. Cacing yang menempel pada dinding mukosa usus akan meyerap darah dan zat-zat gizi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan pada anak. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan infeksi kecacingan dengan kejadian anemia pada anak sekolah dasar. Metode. Jenis penelitian ini adalah Cross sectional, teknik pengambilan sampel adalah totality sampling dengan jumlah sampel 81 siswa. Pengambilan sampel dilakukan di SD Muhammadiyah Gendol IV, Sleman dan pemeriksaan feses dilakukan di Laboratorium Parasitologi Universitas Gadjah Mada menggunakan metode Kato-Katz serta pemeriksaan kadar Hb menggunakan metode Hb meter. Hasil. Dari 81 siswa yang diperiksa 5 siswa (6.17%) yang mengalami anemia dan positif kecacingan, siswa yang mengalami anemia dan negatif kecacingan sebanyak 22 siswa (27.16%), 4 siswa (4.94%) tidak mengalami anemia tetapi terinfeksi kecacingan, dan sisanya 50 siswa (61.73%) tidak mengalami anemia dan negatif kecacingan. Hasil uji Fisher exact menunjukkan nilai rasio prevalensi (RP) = 1.818. Kesimpulan.  Infeksi kecacingan berisiko 1.8 kali lebih besar terhadap kejadian anemia.
Kepatuhan Pekerja Ketinggian dalam Melaksanakan Standard Operasional Procedure Devy Indra Prabawati; Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Diki Bima Prasetio
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 2. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.917 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.14.2.2019.29-34

Abstract

Latar belakang: Penerapan Standard Operasional Procedure (SOP) yang baik sangat diperlukan guna melindungi pekerja dari kecelakaan kerja, terutama pada pekerjaan yang meiliki risiko tinggi seperti pekerjaan di ketinggian. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, pengawasan dan masa kerja dengan kepatuhan pekerja ketinggian dalam melaksanakan SOP di PT. X Surabaya. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan studi cross setional. Sampel dari penelitian ini yaitu pekerja ketinggian di PT. X Surabaya sebanyak 40 orang. Data yang tersedia disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang kemudian dianalisis secara statistik dengan uji chi square. Hasil: Sebagian besar pekerja patuh dalam melaksanakan SOP yaitu sebesar 62,5%. Pekerja dengan tingkat pengetahuan baik 32,5%, cukup 35,0%, dan pengetahuan kurang 32,5%. Pekerja dengan sikap positif sebanyak 37 orang (92,5%) dan negatif 3 orang (7,5%). Pengawasan baik 75,0%, pengawasan kurang baik 25,0%. Masa kerja ≥ 5 tahun sebanyak 21 orang (52,2%) dan masa kerja < 5 tahun sebanyak 19 orang (47,5%). Hasil uji Chi Square variabel yang berhubungan dengan kepatuhan adalah variabel pengetahuan (p value = 0,005), pengawasan (p value = 0,000), masa kerja (p value = 0,004) sedangkan variabel sikap tidak terdapat hubungan dengan kepatuhan pekerja ketinggian dalam melaksanakan SOP (p value = 1,000). Kesimpulan: Kepatuhan pekerja ketinggian dalam melaksanakan SOP dipengaruhi oleh pengetahuan, pengawasan dan masa kerja.
Pelaksanaan Program “RSUD Kajen Berbagi” Sebagai Upaya Pelayanan Kesehatan Gratis Di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan Ririn Nurmandhani; Imam Prasetyo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 2. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.391 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.14.2.2019.7-12

Abstract

Latar belakang: Kabupaten Pekalongan adalah salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan mencapai 12,61%, sedangkan 20% penduduk miskin tidak memiliki Jaminan Kesehatan. Tujuan: Menciptakan program "RSUD Kajen Berbagi" untuk menyediakan layanan kesehatan gratis bagi pasien yang tidak memiliki asuransi dan diklasifikasikan sebagai keluarga miskin. Metode: Penelitian deskriptif dengan tujuan menggambarkan tahapan "RSUD Kajen Berbagi" yang dilakukan di RSUD Kajen melalui data sekunder yang dikumpulkan dari rumah sakit. Program Tahapan "RSUD Kajen Berbagi" dimulai dari persiapan yang disiapkan oleh tim yang efektif dan penandatanganan Keputusan Direktur. Tahap perencanaan adalah persiapan yang efektif dan Rumah Zakat, persiapan jadwal, pengumpulan informasi donor, dan program sosialisasi, deklarasi dan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Rumah Zakat. Fase uji coba adalah memasang alur dan SOP, memberikan ruang bagi Lembaga Rumah Zakat. Hasil: Program "RSUD Kajen Berbagi" telah dilaksanakan dengan baik sebagaimana dibuktikan dengan periode 1 bulan yang telah dapat membantu 22 orang dengan total biaya Rp. 15.893.209,00 dan masih memiliki penawaran surplus. 16.792.470,00. Kesimpulan: Program yang diharapkan untuk masa depan adalah bahwa program ini dapat dikembangkan lebih banyak.Latar belakang: Kabupaten Pekalongan adalah salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan mencapai 12,61%, sedangkan 20% penduduk miskin tidak memiliki Jaminan Kesehatan. Tujuan: Menciptakan program "RSUD Kajen Berbagi" untuk menyediakan layanan kesehatan gratis bagi pasien yang tidak memiliki asuransi dan diklasifikasikan sebagai keluarga miskin. Metode: Penelitian deskriptif dengan tujuan menggambarkan tahapan "RSUD Kajen Berbagi" yang dilakukan di RSUD Kajen melalui data sekunder yang dikumpulkan dari rumah sakit. Program Tahapan "RSUD Kajen Berbagi" dimulai dari persiapan yang disiapkan oleh tim yang efektif dan penandatanganan Keputusan Direktur. Tahap perencanaan adalah persiapan yang efektif dan Rumah Zakat, persiapan jadwal, pengumpulan informasi donor, dan program sosialisasi, deklarasi dan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Rumah Zakat. Fase uji coba adalah memasang alur dan SOP, memberikan ruang bagi Lembaga Rumah Zakat. Hasil: Program "RSUD Kajen Berbagi" telah dilaksanakan dengan baik sebagaimana dibuktikan dengan periode 1 bulan yang telah dapat membantu 22 orang dengan total biaya Rp. 15.893.209,00 dan masih memiliki penawaran surplus. 16.792.470,00. Kesimpulan: Program yang diharapkan untuk masa depan adalah bahwa program ini dapat dikembangkan lebih banyak.
Faktor Prenatal yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Anak Usia 6-24 Bulan Vinda Nur Apriningtyas; Tri Dewi Kristini
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 14. No. 2. Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.475 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.14.2.2019.13-17

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang ditunjukan dengan nilai Z score TB/U kurang dari minus 2 SD, dan dikatagorikan dalam status gizi rendah. Faktor risiko stunting fase pertama terjadi pada saat masa prenatal. Tujuan:  Mengetahui faktor prenatal yang berhubungan dengan kejadian stunting di Desa Dukuhmaja Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case control. Sample berjumlah 62 responden Ibu yang memiliki anak stunting dan tidak stunting usia 6-24 bulan, masing-masing 31 orang. Variabel yang diteliti meliputi tinggi badan Ibu, status KEK saat hamil, kadar HB, penambahan berat badan, dan riwayat paparat zat kimia.. Hasil penelitian di analisis dengan uji statistik chisquare. Hasil: variabel yang berhubungan meliputi tinggi badan Ibu (p=0,02<0,05; OR 3,981), status KEK (p=0,01<0,05; OR 7,028), Penambahan berat badan (p=0,01< 0,05; OR 4,747), dan riwayat paparan zat kimia (p=0,00<0,05; OR 1,114). Variabel yang tidak berhubungan adalah kadar HB (p=0,772>0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara Tinggi badan ibu, status KEK, penambahan berat badan, dan riwayat paparan zat kimia dengan kejadian stunting.

Page 1 of 1 | Total Record : 6