cover
Contact Name
Deny Arifiana
Contact Email
denyarifiana@unesa.ac.id
Phone
+6281357813377
Journal Mail Official
denyarifiana@unesa.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Tata Busana Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya Kampus UNESA Ketintang 60231 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia Telpon +62 (031)8274400
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain)
ISSN : -     EISSN : 26214725     DOI : https://doi.org/10.26740/jpbd.v2i1
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) is a peer-reviewed journal managed and published by the Fashion Education Study Program, Department of Family Welfare Education, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Surabaya. JPBD is published periodically twice a year, in March and September Focus and Scope JPBD tersedia gratis (open access) untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang tata busana dan desain termasuk: Desain Busana Desain Tekstil Pola Busana Teknologi Busana Pembuatan Busana Custom made Pengelolaan Usaha Busana Kriya tekstil
Articles 72 Documents
PERANCANGAN KAIN PELANGI MOTIF BINTIK LIMA PALEMBANG KOMBINASI TEKNIK SASHIKO PADA OUTER Aberta Conia; Yuhri Inang Prihatina
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 6 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v6i2.53446

Abstract

Kain pelangi motif bintik lima merupakan salah satu warisan budaya tekstil khas Palembang yang memiliki nilai estetika tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perancangan kain pelangi motif bintik lima Palembang dengan kombinasi teknik sashiko pada outer serta hasil akhir dari perancangan tersebut. Penelitian ini merupakan penciptaan karya menggunakan metode Double Diamond Model dari British Design Council yang terdiri dari empat tahapan.Tahap Discover dilakukan dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi mengenai motif bintik lima serta eksplorasi teknik sashiko yang berasal dari Jepang. Tahap Define dilakukan dengan menetapkan konsep perancangan yang mencakup aspek estetika, fungsi, teknik, bahan, serta segmentasi pasar, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk moodboard berjudul “Anasera” dan sketsa desain outer. Tahap Develop merupakan tahapan prototype untuk menguji kelayakan. Tahap Deliver dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar kuisoner dalam bentuk angket yang dibagikan kepada para ahli. Teknik analisis data menggunakan metode rata-rata (mean).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kain pelangi motif bintik lima dengan teknik sashiko pada outer memperoleh rata-rata nilai 4,43 (sangat baik) dari 4 aspek, yaitu aspek kreativitas dan orisinalitas karya, aspek komposisi dan tata letak sashiko, aspek warna, serta aspek fungsionalitas. Aspek dengan nilai tertinggi adalah aspek kreativitas dan orisinalitas karya dengan rata-rata 4,5, termasuk dalam kategori sangat baik.
ECOPATTERN MANGROVE: EKSPLORASI TEKNIK BATIK LUKIS DAN PEWARNA ALAM PADA MODEST WEAR Salwa putri Lingga; Suharno; Mira Marlianti
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 6 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v6i2.53994

Abstract

The creation of the Ecopattern Mangrove collection aims to offer innovative modest wear that takes ecological aspects into account. This is based on the significant market demand for environmentally friendly modest fashion and the still limited references for creating modest wear that combine mangrove motifs with natural dyes and painted batik techniques. Therefore, the novelty of this creation is the exploratory synergy between painted batik techniques with natural dyes tingi and jolawe on rayon and cotton fabric materials, resulting in a visual character in the form of an organic texture, earthy nuances, and a distinctive natural color effect. The creation method used is the Three Stage Design Process which consists of three stages: Problem Definition and Research, Creative Exploration, and Implementation. Through this method, four modest wear looks are produced with the application of environmentally friendly materials as an identity of sustainable luxury. The implications of this creation for science are providing alternative developments in textile design and sustainable fashion, especially in the realm of modest wear.