cover
Contact Name
Deny Arifiana
Contact Email
denyarifiana@unesa.ac.id
Phone
+6281357813377
Journal Mail Official
denyarifiana@unesa.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Tata Busana Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya Kampus UNESA Ketintang 60231 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia Telpon +62 (031)8274400
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain)
ISSN : -     EISSN : 26214725     DOI : https://doi.org/10.26740/jpbd.v2i1
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) is a peer-reviewed journal managed and published by the Fashion Education Study Program, Department of Family Welfare Education, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Surabaya. JPBD is published periodically twice a year, in March and September Focus and Scope JPBD tersedia gratis (open access) untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang tata busana dan desain termasuk: Desain Busana Desain Tekstil Pola Busana Teknologi Busana Pembuatan Busana Custom made Pengelolaan Usaha Busana Kriya tekstil
Articles 70 Documents
PENCIPTAAN BUSANA PESTA DENGAN SUMBER IDE PALAZZO SAGREDO Nur Afifah, Winda; Yulistiana, Yulistiana
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v5i2.42662

Abstract

Abstrak Penciptaan busana pesta merupakan suatu proses kreatif yang dimulai dengan penentuan sumber ide sebagai dasar dalam merancang elemen, tekstur, dan bentuk desain. Penelitian ini menggunakan Palazzo Sagredo sebagai sumber inspirasi, mengingat bangunan tersebut berhasil memadukan unsur alam dan seni arsitektur dengan harmonis melalui penerapan hiasan dan teknik manipulasi kain. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembuatan serta menguraikan hasil akhir dari penciptaan busana pesta yang terinspirasi oleh karakteristik estetika Palazzo Sagredo. Penelitian ini mengadopsi metode Double Diamond Model yang terdiri atas empat tahapan utama, yaitu: (1) Discover, yaitu tahap pencarian dan eksplorasi informasi terkait sumber ide serta konteks desain; (2) Define, yaitu tahap perumusan fokus desain berdasarkan analisis data; (3) Develop, yaitu tahap pengembangan ide ke dalam bentuk sketsa dan eksperimen material; dan (4) Delivery, yaitu tahap realisasi desain menjadi produk busana yang siap untuk ditampilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciptaan busana pesta berhasil menghasilkan sepasang busana yang elegan, glamor, dan misterius, yang diwujudkan melalui permainan siluet, potongan, serta detail busana. Penelitian ini membuka peluang baru dalam pengembangan dunia fashion, khususnya dalam penerapan pendekatan desain yang berbasis pada budaya dan warisan sejarah arsitektur sebagai sumber inspirasi. Kata Kunci: Busana Pesta, Sumber Ide, Palazzo Sagredo Abstract The creation of party attire is a creative process that begins with determining the source of ideas as the foundation for designing elements, textures, and forms of the design. This research uses Palazzo Sagredo as a source of inspiration, considering that the building successfully combines elements of nature and architectural art harmoniously through the application of decorations and fabric manipulation techniques. The purpose of this article is to describe the creation process and outline the final results of the creation of party attire inspired by the aesthetic characteristics of Palazzo Sagredo. This research adopts the Double Diamond Model method, which consists of four main stages: (1) Discover, which is the stage of searching and exploring information related to the sources of ideas and design context; (2) Define, which is the stage of formulating the design focus based on data analysis; (3) Develop, which is the stage of developing ideas into sketches and material experiments; and (4) Delivery, which is the stage of realizing the design into a fashion product ready for presentation. The research results show that the creation of evening wear successfully produced a pair of elegant, glamorous, and mysterious outfits, realized through the play of silhouettes, cuts, and garment details. This research opens new opportunities in the development of the fashion world, particularly in the application of design approaches based on culture and the historical heritage of architecture as a source of inspiration. Keywords: Party wear, Source of Inspiration, Palazzo Sagredo
INSPIRASI WITCHES PADA BUSANA PESTA DENGAN SUMBER IDE ELANG qodriyatunni'mah, lailatul; Ratna Suhartini
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v5i2.42670

Abstract

Witch hampir selalu diposisikan sebagai antagonis yang dibalut dengan penggambaran karakter yang nyentrik. Karakter witch sebagai inspirasi dalam pembuatan busana pesta. Busana pesta merupakan busana yang dirancang menggunakan bahan berkualitas tinggi serta dilengkapi dengan hiasan menarik sehingga memberikan kesan istimewa dan elegan bagi pemakainya. Manipulating fabric yang digunakan adalah slashing, yaitu salah satu metode manipulasi kain dengan cara menumpuk beberapa lapis kain, kemudian memotong satu atau beberapa lapisan dari tumpukan tersebut untuk menciptakan efek tekstur atau pola. Elang dijadikan sebagai sumber ide karena memiliki sifat ketajaman mata dan kepekaannya dalam mengamati sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakter witch dapat diinterpretasikan ke dalam rancangan busana pesta, serta mengeksplorasi pengaruh elemen-elemen spesifik seperti aksesoris, hiasan, dan material terhadap hasil akhir busana tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan Double Diamond yang terdiri dari 4 tahapan yaitu Discover untuk mencari inspirasi sumber ide dan tema. Define membuat moodboard. Develop membuat pengembangan desain ilustrasi. Deliver membuat uji coba manipulating fabric yang akan diterapkan pada busana pesta sehingga menghasilkan karya yang sesuai dengan konsep awal. Hasil dari penelitian ini dengan tema witch menghasilkan busana pesta dengan sumber ide elang yang memiliki karakter kuat dan penuh nuansa misterius. Pesona seorang penyihir dalam suasana pesta memancarkan aura misterius yang tetap elegan dan memikat. Kata Kunci: Witch, Busana Pesta, Elang.
UPCYCLE FAST FASHION IN THE ART OF BEAT STYLE Mutiasari, Mutiasari; Rahmanita, Nofi
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v5i2.43320

Abstract

Perkembangan yang pesat terhadap industri fashion, terkhusus fast fashion, telah menimbulkan dampak negatif yang luas dan kompleks terhadap lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Fast fashion yang memproduksi berbagai model pakaian dalam waktu singkat menyebabkan peningkatan limbah tekstil dan tekanan terhadap sumber daya alam. Sebagai solusi berkelanjutan, konsep upcycle muncul sebagai upaya dengan mengubah bahan atau produk bekas menjadi produk baru bernilai tambah. Dalam pembuatan karya ini mengembangkan busana upcycle fast fashion yang dikombinasikan dengan kain wastra nusantara, yaitu batik motif durian dari Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yang menggunakan pewarna alami seperti dari julit jengkol atau buah pinang dan menggunakan kain katun atau sutra. Teknik korsase sebagai salah satu bentuk fabric manipulation diterapkan dalam karya yang dibuat untuk mempercantik busana dengan ornamen bunga yang unik dengan bentuk bunga dari durian. Busana yang diwujudkan mengusung gaya Art of Beat dengan ciri khas warna cerah seperti biru muda dan coklat, serta desain yang berani dan kreatif. busana yang dihasilkan meliputi haute couture dengan siluet mermaid, yang sekaligus melestarikan warisan budaya dan menawarkan alternatif mode yang ramah lingkungan. KataKunci: upcycle, fast fashion, fabric manipulation,art of beat
PENCIPTAAN HOODIE KASUAL DENGAN INSPIRASI MOTIF OMBAK LAUT SEBAGAI IDENTITAS VISUAL BUSANA Rahma, Ananda Dhelia Sakinah; Mayasari, Peppy
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v6i1.50831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan desain hoodie kasual yang terinspirasi dari motif ombak laut sebagai konsep visual utama melalui pendekatan penciptaan karya berbasis practice-led research. Latar belakan penelitiam ini didasarkan pada kebutuhan pengembangan desain budaya kasual yang tidak hany fungsional, tetapi juga memiliki identitas visual dan nilai estetika yang kuat. Metode penciptaan dilakukan melalui tahapan eksplorasi, perancangan, perwujudan, serta penyajian karya. Tahap eksplorasi mencakup kajian teori, pengumpulan referensi visual, dan observasi tren busana kasual, sedangkan tahap perancangan dan perwujudan difokuskan pada pengolahan motif ombak laut, pemilihan warna berdasarkan psikologi warna, serta realisasi desain ke dalam bentuk hoodie siap pakai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif ombak laut dapat diterapkan secara efektif dalam desain hoodie kasual melalui pengolahan garis, bentuk, dan warna yang selaras dengan karakter busana kasual. Karya yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek estetika, tetapi juga menunjukkan tingkat fungsionalitas dan kenyamanan yang baik berdasarkan hasil evaluasi karya. Penyajian karya dan media promosi melalui brand ANAIRA dan platform Instagram turut memperkuat identitas visual dan nilai komunikatif desain. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi konseptual dan praktis dalam penegmbanagan desain busana kasual berbasis inspirasi alam dalam konteks fashion kontemporer.
INTEGRASI TRANSFORMABLE PATTERN DAN TEKNIK LIPATAN ORIGAMI PADA DESAIN JAKET KONTEMPORER Aisya Hanifa Warjito; Urip Wahyuningsih
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v6i1.42362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik origami pada hood jaket dengan transformable pattern bermotif etnik Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Double Diamond Model yang terdiri atas empat tahap, yaitu Discover, Define, Develop, dan Deliver. Tahap Discover diawali dengan eksplorasi teknik lipatan origami menggunakan media kertas serta studi literatur mengenai motif etnik Sulawesi Selatan. Pada tahap Define, disusun mood board yang merepresentasikan konsep visual, nilai budaya, serta arah desain dengan judul “Lipat Jejak”. Tahap Develop meliputi uji coba teknik lipatan pada toile berbahan belacu serta perancangan motif transformable pattern seperti Babirusa, Patung Tau-Tahu, dan ukiran Pa’Teddong yang mengikuti struktur lipatan origami. Tahap Deliver diwujudkan melalui proses realisasi produk akhir berupa jaket dengan hood origami yang mengintegrasikan teknik lipatan dan transformable pattern secara harmonis. Teknik pengambilan data terhadap hasil akhir menggunakan lembar observasi oleh tiga dosen ahli. Penilaian dilakukan terhadap tiga aspek utama. Pertama, proses pengembangan hood origami pada jaket memperoleh rata-rata nilai 4,67 yang menunjukkan keberhasilan eksplorasi teknik lipatan dan penerapannya dalam struktur hood jaket secara fungsional dan estetis. Kedua, proses pembuatan desain transformable pattern memperoleh nilai rata-rata 4,58 yang mencerminkan kesesuaian proporsi, integrasi antara motif etnik dan teknik lipatan, serta keselarasan visual. Ketiga, hasil akhir produk memperoleh nilai rata-rata 4,42 yang menandakan bahwa desain telah memenuhi aspek estetika, fungsionalitas, dan efektivitas transformasi visual ketika dikenakan. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan teknik origami dan motif transformable pattern etnik Sulawesi Selatan mampu menghasilkan desain jaket yang inovatif, representatif secara budaya, serta layak secara visual dan fungsional.
PEMBUATAN DESAIN MOTIF BATIK DENGAN INSPIRASI TAMAN SUROBOYO Nasywa Kamilah; Urip Wahyuningsih
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v6i1.51213

Abstract

Taman Suroboyo merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang diresmikan pada tahun 2019 dan menjadi ikon baru Kota Surabaya. Taman ini merepresentasikan identitas kota melalui keberadaan patung Suro dan Boyo terbesar sebagai elemen utama yang menjadi daya tarik visual dan simbolik. Terletak di kawasan pesisir Kenjeran, taman Suroboyo tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga mengandung nilai budaya, historis, dan estetika yang khas. Beragam elemen visual yang terdapat di dalam kawasan taman, seperti bentuk patung serta suasana lingkungan sekitarnya, menjadikan Taman Suroboyo memiliki potensi besar sebagai sumber ide dalam pengembangan karya kreatif, khususnya di bidang fashion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pembuatan Desain Motif Batik dengan Inspirasi Taman Suroboyo. Penelitian ini menggunakan metode Double Diamond yang dikembangkan oleh British Design Council, metode ini terbagi menjadi 4 tahap utama, yaitu (1) Discover, pada tahap discover dilakukan observasi, dokumentasi visual, dan informasi terkait sumber ide (2) Define, dilakukan penyempitan ide untuk menentukan sumber ide dan pembuatan moodboard (3) Develop, yaitu tahap pengembangan ide ke dalam bentuk desain stilasi (4) Deliver, yaitu tahap realisasi desain dalam bentuk karya akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembuatan Desain Motif Batik dengan Inspirasi Taman Suroboyo berhasil menghasilkan 3 desain motif batik yang tidak hanya unik dan memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga mengusung narasi budaya yang kuat. Motif yang diangkat merepresentasikan elemen visual khas taman serta nilai-nilai lokal Surabaya. Karya ini mampu memperkuat identitas budaya lokal melalui pendekatan visual yang modern. Penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang inovasi dalam industri fashion berbasis budaya, serta menginspirasi perancang muda untuk lebih menggali kekayaan lokal sebagai sumber ide desain.
INTERPRETASI VISUAL SAADIAN TOMBS PADA BUSANA AVANT-GARDE MELALUI TEKNIK SMOCKED TUCKS DAN KOMBINASI PAYET Silvi Dibbah Al Adawiyah; Urip Wahyuningsih
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v6i1.51756

Abstract

Teknik smocked tucks dan kombinasi payet pada busana avant-garde terinspirasi dari Saadian Tombs. Yang bertujuan untuk mengetahui proses penciptaan busana avant-garde dengan menerapkan teknik smocked tucks dan kombinasi payet serta mengetahui hasil akhir dari penciptaan busana avant- garde dengan penerapan teknik smocked tucks dan kombinasi payet. metode penelitian ini menggunakan metode double diamond, yang terdiri dari empat tahapan meliputi,  discover (mencari  informasi tentang  inspirasi Saadian Tombs), define (menganalisis inspirasi Saadian Tombs dan mengidentifikasi gaya busana avant-garde serta disusun dalam bentuk moodboard), develop (perancangan desain busana avant-garde dan uji coba prototype manipulating fabric smocked tucks dan payet), deliver (evaluasi hasil jadi busana avant- garde dengan inspirasi Saadian Tombs). Hasil dari penelitian ini menunjukkan aspek manipulating fabric smocked tucks mencapai rata-rata 4,46 dengan kategori sangat baik, aspek hiasan payet mencapai rata-rata 4,73 dengan kategori sangat baik, aspek hasil jadi busana avant-garde mencapai rata-rata 4,63 dengan kategori sangat baik. Total hasil keseluruhan memperoleh rata- rata 4,60 dengan kategori sangat baik. Dengan menunjukkan bahwa Penerapan teknik Smocked Tucks pada busana menghasilkan bentuk permukaan kain yang bertekstur dan berstruktur, sehingga mampu menciptakan visual yang menonjol. Manipulasi kain ini tidak hanya berperan sebagai unsur dekoratif, tetapi juga sebagai pembentuk karakter desain yang memperkuat identitas busana Avant-Garde. Kombinasi payet memberikan efek kilauan dan mempertegas detail sehingga meningkatkan daya tarik estetika dalam sebuah karya.
INOVASI TEKNIK SMOCKING PADA BUSANA AVANT-GARDE DENGAN SUMBER INSPIRASI ARSITEKTUR KHOJA AKHROR VALI Ramadina Putri Handayani; Ratna Suhartini
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v6i1.51980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan teknik smocking dan hasil jadi busana avant-garde yang terinspirasi dari arsitektur Khoja Akhror Vali. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Double Diamond Model yang meliputi tahap discover, define, develop, dan deliver. Pada proses discover, peneliti mencari informasi yang berkaitan dengan arsitektur masjid Khoja Akhror Vali. Tahap define meliputi penyusunan moodboard, penentuan color pallete, dan stilasi motif. Tahap develop mencakup eksperimen pembuatan smocking, serta perancangan dan pembuatan busana avant-garde. Tahap deliver merupakan tahap akhir berupa publikasi atau peragaan hasil jadi busana avant-garde. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi, oleh tiga ahli fashion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik smocking memperoleh persentase sebesar 66,6% hingga 100% yang termasuk dalam kategori baik hingga sangat baik dengan bentuk hexagonal atau segi enam mampu menciptakan tekstur tiga dimensi yang kuat, meningkatkan nilai estetika busana, serta memperkuat karakter busana avant-garde melalui proporsi, keseimbangan, dan pusat perhatian yang jelas. Dengan demikian, hasil jadi busana avant-garde memperoleh persentase 100% dengan kategori sangat baik yang menampilkan keselarasan antara siluet, volume, dan komposisi yang sesuai dengan sumber inspirasi arsitektur. Penggunaan kombinasi warna toska dan silver dapat memperkuat kesan modern serta mempertegas karakter visual pada desain busana.
INOVASI DESAIN BUSANA AVANT-GARDE BERBASIS ELEMEN ARSITEKTUR MASJID HASSAN II DENGAN TEKNIK TUCKING BONING Shafira Putri Herdianti; Ratna Suhartini
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v6i1.51982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancangan desain dengan bentuk transformasi elemen arsitektur Masjid Hassan II ke dalam konsep desain busana avant-garde yang mengusung tema futuristik, mendeskripsikan proses pembuatan busana avant-garde dengan menerapkan teknik tucking boning, fringe, dan beads yang terinspirasi dari elemen arsitektur Masjid Hassan II, serta mendeskripsikan hasil jadi busana avant-garde bertema futuristik yang menggabungkan elemen arsitektur Islam dengan teknik manipulating fabric tucking boning. Metode yang digunakan adalah model Double Diamond, meliputi tahapan discover, define, develop, dan deliver. Discover yaitu menganalisis tren busana avant-garde dan eksplorasi elemen arsitektur. Define berfokus pada perumusan konsep dan moodboard. Develop mencakup pengembangan desain digital dan eksperimen teknik manipulasi kain. Deliver menghasilkan realisasi karya busana terpilih. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan teknik analisis data secara kuantitatif deskriptif. Berdasarkan dari aspek rancangan desain dengan bentuk transformasi elemen arsitektur Masjid Hassan II ke dalam busana avant-garde yang mengusung tema futuristik, dapat disimpulkan bahwa proses yang dilakukan sudah sesuai dengan keseluruhan rata-rata 66,6% dalam kategori sangat baik. Hasil dari aspek tahapan proses perancangan manipulating fabric tucking boning, fringe, dan beads yang terinspirasi dari elemen arsitektur Hassan II Mosque, dapat disimpulkan bahwa proses yang dilakukan sudah sesuai dengan keseluruhan rata-rata 100% dalam kategori sangat baik. Hasil dari aspek hasil akhir desain busana avant-garde bertema futuristik yang menggabungkan elemen arsitektur Masjid Hassan II dengan menerapkan teknik manipulating, dapat disimpulkan bahwa proses yang dilakukan sudah sesuai dengan keseluruhan rata-rata 100% dalam kategori sangat baik.
EKSPLORASI IKON DAERAH MENJADI BUSANA ANAK : PENCIPTAAN MOTIF BATIK BANDENG LELE LAMONGAN Shofa, Frailia; Nahari, Inty
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v6i1.52242

Abstract

Salah satu upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan produk kreatif yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kabupaten Lamongan sebagai daerah pesisir yang ada di Jawa Timur memiliki potensi budaya yang kuat berupa ikon ikan bandeng dan ikan lele yang  merepresentasikan identitas ekonomi dan sosial setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan motif batik bandeng lele Lamongan yang diaplikasikan dalam produk kemeja anak. Penciptaan karya ini didasarkan pada jenis pendekatan Practice-led-Research yang memiliki 4 tahapan yaitu tahap pra-perancangan dilakukan melalui studi literatur, observasi visual tentang batik Lamongan dan analisis karakteristik kemeja anak, tahap perancangan karya meliputi pembuatan sketsa motif dengan stilasi bentuk ikan bandeng lele agar sesuai dengan karakter anak, tahap perwujudan karya melalui proses pembuatan batik, menjahit kain hingga menjadi produk kemeja, dan tahap penyajian karya melalui pameran karya. Hasil penelitian berupa 3 produk kemeja anak dengan motif bandeng lele Lamongan dengan mempertimbangkan aspek estetika, fungsi dan kenyamanan. Motif yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif tetapi juga sebagai media edukasi budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bentuk kontribusi generasi muda dalam pengembangan desain batik daerah serta menjadi referensi bagi penciptaan produk fashion anak berbasis kearifan lokal.