cover
Contact Name
Sabrina Aulia
Contact Email
ananpublisher@gmail.com
Phone
+6282304690083
Journal Mail Official
sabrinaaulia@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Jl. A.Yani No. 63 Komp. Griya Sapta Marga, Deli Serdang, Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Multidisiplin Sosial dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 30633176     DOI : 10.70585/jmsh.v1i1
Jurnal Multidisiplin Sosial dan Humaniora disingkat JMSH memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya berupa artikel hasil kegiatan PENELITIAN, PENGABDIAN dan REVIEW ARTIKEL dengan bidang kajian EKSAKTA UMUM, SAINS, ILMU EKONOMI, ILMU HUKUM, ILMU PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL UMUM dan Bidang kajian HUMAIORA. Semua artikel yang masuk akan melalui "PROSES" PEER-REVIEW’ dan di PUBLIKASI setelah memenuhi persyaratan sesuai PEDOMAN PENULISAN.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
HEGEMONI DAN IDENTITAS POLITIK: ANALISIS DEMOKRASI RADIKAL LACLAU & MOUFFE PADA POLARISASI PEMILU 2024 Zalvadhia, Nabila Kheisya; Nuraeni, Silvia; Anisti, Caritas Nadya; Sinaga, Kezia Marlinata; Ilmar, Anwar; Bolqiah, Luthfi Hasanal
Jurnal Multidisiplin Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2026): April
Publisher : PT. ANAN PUBLISHER CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70585/jmsh.v3i1.188

Abstract

Studi ini menyelidiki dinamika polarisasi pada Pemilu 2024 melalui kacamata teori Demokrasi Radikal Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe. Penelitian ini berargumen bahwa kontestasi elektoral tersebut bukan sekadar kompetisi preferensi suara, melainkan pertarungan diskursif untuk membangun batas politik (political frontier) yang memisahkan identitas "Kami" dan "Mereka". Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan analisis wacana kritis, penelitian ini membedah bagaimana hegemoni dikonstruksi melalui narasi antagonistik antara kubu "Perubahan" dan "Keberlanjutan". Temuan penelitian menunjukkan bahwa hegemoni kekuasaan berhasil dibentuk melalui mekanisme rantai ekivalensi (chain of equivalence), di mana simbol "Gemoy" berfungsi sebagai penanda kosong (empty signifier) yang efektif menyatukan basis pemilih yang beragam sekaligus mengaburkan kritik substantif. Lebih jauh, studi ini menyoroti kegagalan transformasi konflik dari antagonisme menuju agonisme pasca-pemilu. Intervensi kekuasaan yang mencederai etika hukum serta manuver koalisi gemuk yang mematikan fungsi oposisi telah menghilangkan unsur penyeimbang (constitutive outside), yang berujung pada kemunduran kualitas demokrasi atau "matinya politik".
PERAN AGAMA DALAM INTERAKSI LINTAS AGAMA DI KECAMATAN KUALIN Pajong, Maria Jesika; Nawung, Menilia; Kale , Kinga; Tinenti , Kristin Melani; Veoh , Mira; Takaisal, Maderani
Jurnal Multidisiplin Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2026): April
Publisher : PT. ANAN PUBLISHER CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70585/jmsh.v3i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bentuk interaksi sosial lintas agama, faktor faktor yang mendukung terciptanya hubungan sosial yang harmonis, serta potensi hambatan dalam relasi antarumat beragama di Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang menempatkan masyarakat Desa Kiufatu sebagai unit analisis utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan terpilih, observasi langsung terhadap aktivitas sosial masyarakat, serta dokumentasi pendukung yang relevan. Pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan, pengalaman, dan pengetahuan mereka mengenai praktik interaksi lintas agama. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial lintas agama di Kecamatan Kualin berlangsung secara intens, berkelanjutan, dan terintegrasi dalam kehidupan sehari hari masyarakat, baik dalam konteks kekeluargaan, ekonomi, adat, maupun kegiatan kemasyarakatan. Agama berfungsi sebagai jembatan sosial yang memperkuat solidaritas, toleransi, dan kerja sama antarwarga, bukan sebagai sumber pemisah. Faktor faktor pendukung harmoni sosial meliputi kuatnya nilai persaudaraan lokal, komunikasi sosial yang terbuka, penghormatan terhadap praktik keagamaan masing masing, serta ketiadaan relasi kuasa berbasis agama. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi kajian sosiologi agama dengan menegaskan pentingnya konteks lokal dalam membangun dan mempertahankan harmoni lintas agama.
PERUNDUNGAN SEBAGAI TRAUMA SOSIAL PADA ANAK DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU ADAPTIF Siti Hodijah; Gina Indah Permata Nastia
Jurnal Multidisiplin Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2026): April
Publisher : PT. ANAN PUBLISHER CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70585/jmsh.v3i1.199

Abstract

Perundungan merupakan permasalahan sosial yang masih sering terjadi pada anak, khususnya di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perundungan sebagai bentuk trauma sosial serta dampaknya terhadap perilaku adaptif anak. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah terkait bullying, dampak psikososial, dan perkembangan perilaku adaptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa perundungan menimbulkan dampak psikologis berupa kecemasan, stres, rasa takut, serta penurunan kepercayaan diri. Secara sosial, anak mengalami kesulitan berinteraksi, cenderung menarik diri, dan mengalami hambatan dalam membangun hubungan interpersonal. Selain itu, pengalaman bullying yang berulang dapat berkembang menjadi trauma sosial yang berdampak jangka panjang terhadap kemampuan adaptasi anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak.
KETIKA RUMAH MENJADI RUANG TUMBUH: KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK PENYANDANG DISABILITAS Raudha Muliana Ghofi; Gina Indah Permata Nastia
Jurnal Multidisiplin Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2026): April
Publisher : PT. ANAN PUBLISHER CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70585/jmsh.v3i1.200

Abstract

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal, termasuk anak penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan lebih besar dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesejahteraan sosial anak penyandang disabilitas dalam lingkungan rumah, peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak, serta bagaimana rumah dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman. Pertanyaan penelitian berfokus pada kondisi kesejahteraan sosial anak dalam keluarga, bentuk peran dan pola asuh orang tua, serta peran rumah dalam menciptakan rasa aman dan bahagia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai dukungan keluarga, pola asuh, dan lingkungan rumah. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses pengkajian, perbandingan, dan interpretasi temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua secara konsisten, pola asuh yang positif, dukungan emosional, serta lingkungan rumah yang aman dan harmonis berperan penting dalam meningkatkan kemandirian, kemampuan sosial, dan kesejahteraan emosional anak penyandang disabilitas, sehingga rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal tetapi juga sebagai ruang tumbuh yang mendukung perkembangan anak secara optimal.
KERENTANAN SOSIAL KELUARGA HOMELESS DALAM PERSPEKTIF KESEJAHTERAAN SOSIAL Aisyah Nurhasanah; Gina Indah Permata Nastia
Jurnal Multidisiplin Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2026): April
Publisher : PT. ANAN PUBLISHER CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70585/jmsh.v3i1.201

Abstract

Tunawisma merupakan kondisi individu atau keluarga yang tidak memiliki tempat tinggal layak dan mencerminkan kerentanan sosial akibat keterbatasan akses terhadap sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan sosial keluarga tunawisma dalam perspektif kesejahteraan sosial, meliputi konsep, faktor penyebab, dampak, serta upaya penanganannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur melalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerentanan sosial keluarga tunawisma dipengaruhi oleh faktor ekonomi, rendahnya pendidikan, masalah keluarga, serta faktor struktural seperti kebijakan sosial yang belum optimal dan urbanisasi. Dampak yang ditimbulkan meliputi ketidakstabilan ekonomi, stigma sosial, gangguan kesehatan fisik dan mental, serta hambatan akses pendidikan bagi anak. Upaya penanganan yang efektif memerlukan pendekatan komprehensif melalui kebijakan perlindungan sosial, peran pekerja sosial, pemberdayaan ekonomi, serta dukungan masyarakat. Dengan demikian, diperlukan strategi berkelanjutan yang tidak hanya bersifat bantuan sementara, tetapi juga mampu mengatasi akar permasalahan secara struktural.

Page 3 of 3 | Total Record : 25