cover
Contact Name
Dek Ngurah Laba Laksana
Contact Email
jurnal.jipcb@gmail.com
Phone
+6281236659407
Journal Mail Official
jurnal.jipcb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende, Kecamatan Golewa, Kab. Ngada, Nusa Tenggara Timur
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : 23555106     EISSN : 26206641     DOI : https://doi.org/10.38048/jipcb
Core Subject : Education,
The aim dan scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in the review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction and learning Educational Management Curriculum development Special education Teacher education Educational technology Educational development
Articles 407 Documents
INVESTIGATION OF THE CHARACTER VALUE TOLERANCE IN MULTICULTURAL LEARNING IN ELEMENTARY SCHOLL Idayanti, Zulfi; Suleman, Muh. Asharif
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i3.1977

Abstract

Instilling the character values of tolerance in multicultural learning is a process of integrating attitudes of mutual respect and acceptance of differences in culture, religion, ethnicity, and other backgrounds in education. Therefore, this study aims to determine the validity of the instrument for instilling the character values of tolerance in multicultural learning. Data were obtained through the PISA database, 2018 edition, with code numbers SC017 and SC061. Data were analyzed with the help of the JASP (Jeffrey's Amazing Statistics Program) application with the CFA (Confirmatory Factor Analysis) analysis method. This study used primary data with 335 respondents from schools in Indonesia. The indicators used to measure the character value instillation instrument are the curriculum and multicultural learning. The CFI value = 0.999, NFI = 0.985, IFI = 0.999, and RNI = 0.999 have also been in accordance with the criteria applied to obtain the fit model. Thus, the character value instillation instruments whose validity was tested is included as fit. The implications of this study indicate that valid and fit assessment instruments can be applied in Indonesian schools to instill tolerance values through a multicultural curriculum. This helps policymakers and educators develop more inclusive and tolerant education programs, supporting harmonious living in diverse societies.
KURIKULUM MERDEKA SEBAGAI INOVASI MENJAWAB TANTANGAN ERA SOCIETY 5.0 DI SEKOLAH DASAR Lestari, Nyoman Ayu Putri; Wahyuni, Luh Tu Selpi; Lasmawan, I Wayan; Suastra, I Wayan; Dewi, Made Sri Astika; Astuti, Ni Made Ignityas Prima
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i4.1996

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah inovasi pendidikan yang merespon perubahan zaman di era Society 5.0. Penelitian ini melakukan literatur review untuk mendalami konsep Kurikulum Merdeka dan mengidentifikasi kontribusinya terhadap pendidikan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka berupaya mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan di tengah revolusi industri 4.0. Dalam rangka memungkinkan implementasinya yang efektif, diperlukan perubahan paradigma pendidikan, pengembangan kompetensi guru, serta dukungan dari berbagai stakeholder pendidikan. Kurikulum Merdeka memberikan peluang untuk membangun siswa yang mandiri, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi di era Society 5.0. Studi literatur ini memberikan wawasan tentang esensi Kurikulum Merdeka dalam konteks pendidikan dasar yang relevan dengan tantangan zaman.
PENINGKATAN KEMAMPUAN NUMERASI DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN PINTAR BERHITUNG PADA ANAK USIA 6-7 TAHUN Bopo, Gaudensiana; Ngura, Elisabeth Tantiana; Fono, Yasinta Maria; Laksana, Dek Ngurah Laba
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i3.1998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan media papan pintar berhitung bagi anak usia 6-7 tahun di Desa Nagerawe, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan 29 siswa kelas awal sebagai partisipan. Metode yang digunakan peneliti adalah; metode pengumpulan data menggunakan tes. Penelitian ini dilakukan dengan pra siklus dan siklus 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media papan pintar berhitung secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan numerasi penjumlahan 1-20 pada siswa kelas awal. Penggunaan media papan pintar berhitung pada pembelajaran matematika dengan materi penjumlahan 1-20 dinyatakan meningkat setelah menggunakan media papan pintar dari pra siklus ke siklus 1 sebesar 10,69 % dan memperoleh skor rata-rata pra siklus sebesar 54,48% ke siklus 1 rata-rata sebesar 65,17% atau berada pada kategori cukup. Dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan rata-rata sebesar 80%. Sedangkan, secara klasikal terjadi peningkatan dari siklus I ke Siklus II yaitu sebesar 100% dari penetapan 75%. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan media papan pintar berhitung sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi pada anak usia 6-7 tahun.
KEBIJAKAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Dharma, I Made Aditya; Arnyana, Ida Bagus Putu; Dantes, Nyoman; Sudewiputri, Made Padmarani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i3.2004

Abstract

Penelitian deskriptif ini membahas kebijakan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, khususnya di Gugus 3 Rama, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses implementasi Kurikulum Merdeka di gugus tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah berjalan, dengan menekankan pada esensi Profil Pelajar Pancasila yang meliputi akhlak mulia, berkebhinekaan global, berpikir kritis, gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Proses implementasi dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pada tahap perencanaan, sekolah menentukan rancangan kurikulum dan mengikuti workshop terkait Kurikulum Merdeka sebelum penerapannya. Pelaksanaan kurikulum diikuti dengan evaluasi yang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Tantangan utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah penerapannya yang masih dianggap terlalu dini dan sebagian besar sekolah masih menggunakan Kurikulum 2013. Implementasi Kurikulum Merdeka masih dalam tahap perbaikan dan persiapan lebih lanjut. Diperlukan sosialisasi yang intensif dan efektif agar Kurikulum Merdeka dapat diimplementasikan dengan baik dan optimal di sekolah dasar.
BLENDED-PROJECT BERBASIS SELF DIRECTED LEARNING BERMUATAN TRI HITA KARANA DALAM MERDEKA BELAJAR MEWUJUDKAN MAKING INDONESIA 4.0 Dharma, I Made Aditya; Suastra, I Wayan; Lasmawan, I Wayan; Sudewiputri, Made Padmarani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2006

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran blended-project berbasis self-directed learning bermuatan Tri Hita Karana dalam merdeka belajar mewujudkan “Making Indonesia 4.0”. Blended learning adalah satu tawaran model pembelajaran di masa pandemi Covid- 19, blended-learning merupakan integrasi metode pengajaran konvensional dengan dunia digital. enam alasan mengadopsi pembelajaran blended-learning adalah (1) kekayaan pedagogis, (2) akses ke pengetahuan, (3) interaksi sosial, (4) agensi pribadi, (5) efektivitas biaya, dan (6) kemudahan revisi. Model pembelajaran ini bertujuan untuk mengubah budaya belajar mengajar yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara aktif dan interaktif serta lebih praktis daripada mendengarkan ceramah pasif di dalam kelas. Studi literatur adalah desain penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan sumber data yang berkaitan dengan suatu topik. Pengumpulan data untuk studi literatur dilakukan dengan alat pencarian database yang sebagai tahapan pencarian sumber literatur. Pengumpulan data menggunakan metode Preferred Reporting Items for Sistematic Reviews and Meta-Analysis. Hasil screening yang sesuai dan yang dibutuhkan terdapat 8 artikel Jurnal Nasional. Berdasarkan artikel yang ditemukan dan dianalisis terdapat dampak blended-project berbasis self-directed learning bermuatan Tri Hita Karana dalam merdeka belajar mewujudkan “Making Indonesia 4.0” berdasarkan kajian literatur hasil penelitian terdahulu.
PELAKSANAAN TRIAS USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR Dinatha, Ngurah Mahendra; Made Dewi Sariyani; Gervarsia Virjinlia Anita Dhena; Maria Stefania Wae
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i4.2031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SD Kabupaten Ngada yang meliputi pengelolaan UKS dan program Trias UKS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling untuk menentukan jumlah sampel yang diteliti di SD se-Kabupaten Ngada. Dari hasil undian didapatkanlah 16 sekolah yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif presentase. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan Pelaksanaan Program Usaha Kesehatan Sekolah di Sekolah Dasar Se-Kabupaten Ngada berkategori cukup, secara keseluruhan terdapat 0 sekolah (0,00%) dalam kategori sangat tinggi, 3 sekolah (18,75%) dalam kategori tinggi, 7 sekolah (43,75%) dalam kategori cukup, 5 sekolah (31,25%) dalam kategori rendah, 1 sekolah (6,25%) dalam kategori sangat rendah.
PENERAPAN LKS OCEANIC BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI SAINS SISWA Nuriyani, Indra; Sari, Dhita Ayu Permata
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2051

Abstract

Literasi sains didefinisikan sebagai keterampilan berpikir secara ilmiah untuk memahami konsep sains. Literasi sains berperan penting sebagai pengembangan individu agar mengenal ruang lingkup sains dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan literasi sains siswa setelah menerapkan LKS oceanic berbasis saintifik pada sub materi interaksi makhluk hidup. Penelitian ini merupakan penelitian poor experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini berupa satu kelas perlakuan yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tes dengan menggunakan instrumen tes literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara nilai pretest dengan posttest literasi sains dengan nilai N-Gain sebesar 0.71 dalam kategori tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan LKS oceanic berbasis saintifik pada sub materi interaksi makhluk hidup dapat meningkatkan keterampilan literasi sains siswa secara signifikan.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL MENGGUNAKAN TEORI PEMAHAMAN SKEMP Anggraini, Desy; Yohanie, Dian Devita; Nurfahrudianto, Aan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2060

Abstract

Matematika adalah sesuatu yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang berpikir matematika itu sulit untuk dipelajari, tetapi itu bukan alasan untuk tidak mempelajarinya. Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil pengamatan terhadap objek penelitian yang menunjukkan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis analisis deskriptif. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Kediri dengan subjek yang terdiri dari 6 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki pemahaman instrumental cenderung lebih kesulitan dalam menyelesaikan soal sistem pertidaksamaan linier dua variabel, untuk kelompok siswa yang dapat dikategorikan kedalam pemahaman instrumental adalah kelompok siswa yang berkemampuan rendah. Sedangkan siswa yang memiliki pemahaman relasional cenderung lebih sedikit mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal sistem pertidaksamaan linier dua variabel, untuk kelompok siswa yang dapat dikategorikan kedalam pemahaman relasional adalah kelompok siswa yang berkemampuan tinggi dan berkemampuan sedang. Penyebab siswa kesulitan menyelesaikan soal sistem pertidaksamaan linear dua variabel adalah karena belum memahami konsep itu sendiri. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan ketika diminta untuk menjawab permasalahan terkait sistem pertidaksamaan linear dua variabel.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SOAL CERITA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA Aishah, Sinta Nur; Yohanie, Dian Devita; Nurfahrudianto, Aan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2061

Abstract

Kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah bervariasi, antara lain kesulitan dalam memahami soal, mengubah soal ke dalam bahasa matematika, dan penerapan rumus yang kurang tepat. Kemampuan pemecahan masalah setiap siswa berbeda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya gaya kognitif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal cerita program linier pada gaya kognitif reflektif dan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal cerita program linier pada gaya kognitif impulsif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis data kemampuan pemecahan masalah. Subjek dalam penelitian ini 4 siswa kelas XI yang terdiri dari 2 siswa dengan gaya kognitif reflektif dan 2 siswa dengan gaya kognitif impulsif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan gaya kognitif reflektif lebih baik, dimana subjek mampu menyelesaikan empat tahapan kemampuan pemecahan masalah polya yaitu tahap memahami soal, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan tahap memeriksa kembali, sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan gaya kognitif impulsif masih kurang, dimana subjek hanya dapat melakukan tahapan memahami masalah dan merencanakan penyelesaian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan gaya kognitif reflektif lebih baik dibandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan gaya kognitif impulsif.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA Kurniawan, Frischa Angelline; Nurfahrudianto, Aan; Yohanie, Dian Devita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i3.2077

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu tujuan dalam pembelajaran matematika (King & Goodson dalam Muliana, 2016) dalam (Pertiwi, 2018). Menurut Ennis (2015) Seseorang yang mempunyai kemampuan berpikir kritis harus memenuhi 12 indikator diantaranya memfokuskan pertanyaan, menganalisis argumen, bertanya dan menjawab pertanyaan, mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya atau tidak, mengobservasi dan mempertimbangakan laporan observasi, mendeduksi dan mempertimbangkan hasil deduksi, menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi, membuat dan menentukan hasil pertimbangan, mengartikan istilah dan mempertimbangkan suatu arti, mengidentifikasi suatu asumsi, menentukan suatu tindakan, berinteraksi dengan orang lain. Menurut (Perkins & Murphy, 2006) berpikir kritis dibagi dalam 4 tahap yaitu klarifikasi (clarification), asesmen (assessment), penyimpulan (inference), strategi/ taktik (strategy/tactic). Adapun indikator menurut Polya dalam adalah memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melakukan rencana pemecahan masalah dan memeriksa kembali pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari hasil belajar siswa dengan kategori hasil belajar rendah, sedang dan tinggi. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan siswa dengan kategori hasil belajar rendah mampu memenuhi lima indikator berpikir kritis menurut Perkins & Murphy yang disandingkan dengan indikator pemecahan masalah menurut Polya. Siswa dengan kategori hasil belajar sedang mampu memenuhi lima indikator berpikir kritis menurut Perkins & Murphy yang disandingkan dengan indikator pemecahan masalah menurut Polya. Sedangkan siswa dengan kategori hasil belajar tinggi mampu memenuhi enam indikator berpikir kritis menurut Perkins & Murphy yang disandingkan dengan indikator pemecahan masalah menurut Polya.