cover
Contact Name
Edi Wahyono
Contact Email
ijls.redaksi@gmail.com
Phone
+6287810971357
Journal Mail Official
ijls.redaksi@gmail.com
Editorial Address
Perumahan To'lauro Garden F. 12, Kel. Songka, Kec. Wara Selatan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Indonesia.
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Learning Studies
ISSN : -     EISSN : 27755231     DOI : https://doi.org/10.53769/ijls.v5i3
Core Subject : Education,
Indonesian Journal of Learning Studies is an open-access journal devoted to publish knowledge in the areas of teaching and learning in order to publish high-quality peer-reviewed papers, Indonesian Journal of Learning Studies welcomes research articles on all aspects of teaching and learning from academics, educators, teachers, trainers, and other practitioners. Papers for publication in the Indonesian Journal of Learning Studies are carefully chosen for their quality, originality, appropriateness, significance, and readability. Authors are invited to contribute to this journal by submitting articles illustrating research findings, projects, original surveys, and case studies describing significant advance in educational issues (teaching and learning studies). Authors are encouraged to submit their papers to this journal via ONLINE submission system. Submissions must be original and should not have been previously published or be in the process of being published while being evaluated by Indonesian Journal of Learning Studies.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 2 (2026)" : 9 Documents clear
Penggunaan Bahasa Daerah Dalam Kesalahan Penulisan Bahasa Indonesia Pada Mahasiswa Harnum Khanaya Tabitha Silitonga; Yona Revalina Ginting; Jelyta Olivia Manik; M. Surip
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa daerah serta pengaruhnya terhadap kesalahan penulisan bahasa Indonesia pada mahasiswa Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima orang mahasiswa sebagai responden yang dipilih secara purposif. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model analisis interaktif Miles dan Huberman (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan bahasa secara kontekstual sesuai situasi dan lawan bicara. Bahasa daerah lebih dominan digunakan dalam lingkungan keluarga, pergaulan sehari-hari, dan komunikasi nonformal, sedangkan bahasa Indonesia digunakan dalam kegiatan akademik dan situasi resmi. Pengaruh bahasa daerah terlihat dalam proses penulisan bahasa Indonesia, terutama pada penyusunan kalimat, pemilihan kata, penggunaan imbuhan, serta gaya bahasa yang masih mengikuti pola bahasa daerah. Kesalahan penulisan yang ditemukan meliputi aspek sintaksis, morfologi, leksikal, dan ortografi. Faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut antara lain penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pertama, tingginya intensitas penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, serta kurangnya pembiasaan menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah baku. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan bahasa daerah, semakin besar pula pengaruh dan kesalahan yang muncul dalam penulisan bahasa Indonesia mahasiswa. Kata kunci : bahasa daerah, kesalahan penulisan, bahasa Indonesia, mahasiswa
Analisis Fenomena Campur Kode Bahasa Indonesia dan Bahasa Gaul pada Kalangan Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Ekleisia Br Milala; Rohani Panjaitan; Masriana J Siregar; Sophia Sophia; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3667

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi, platform media sosial, dan perubahan cara berinteraksi di kalangan generasi muda telah berpengaruh pada cara penggunaan bahasa di kalangan mahasiswa. Salah satu contohnya adalah munculnya fenomena campur kode antara Bahasa Indonesia dan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari. Fenomena ini penting untuk diteliti karena dapat memengaruhi penggunaan Bahasa Indonesia baik di lingkungan akademik maupun sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bentuk penggunaan campur kode antara Bahasa Indonesia dan bahasa gaul serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta efeknya terhadap pemakaian Bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap, termasuk reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa campur kode lebih sering digunakan dalam konteks nonformal, seperti saat berkomunikasi dengan teman sebaya dan via media sosial. Faktor yang paling berpengaruh dalam penggunaan campur kode adalah lingkungan sosial serta kemajuan teknologi komunikasi. Dampak positifnya adalah terwujudnya komunikasi yang lebih santai, dekat, dan ekspresif, sementara dampak negatifnya berpotensi menurunkan kebiasaan mahasiswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam situasi formal. Oleh karena itu, penggunaan campur kode harus ditangani dengan bijak agar mahasiswa dapat tetap menggunakan bahasa sesuai dengan konteks komunikasi, terutama dalam lingkungan akademik.
Analisis Penggunaan Media Sosial dan Kebiasaan Code Mixing terhadap Kemampuan Berbahasa Indonesia Formal Mahasiswa dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah di Perguruan Tinggi Nadila Wulandari; Suratya Marsoit; Roberto Lumbangaol; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media sosial dan kebiasaan code mixing serta keterkaitannya dengan kemampuan berbahasa Indonesia formal mahasiswa dalam penulisan karya tulis ilmiah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa yang diikuti kebiasaan penggunaan bahasa campuran antara bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa aktif menggunakan media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan YouTube dengan durasi penggunaan yang cukup lama. Dalam komunikasi sehari-hari, mahasiswa cenderung menggunakan bahasa santai, bahasa gaul, dan code mixing karena dianggap lebih menarik dan mempermudah komunikasi. Meskipun mahasiswa memahami pentingnya penggunaan bahasa Indonesia formal dalam karya ilmiah, masih ditemukan penggunaan bahasa tidak baku dalam tugas akademik dan presentasi. Kebiasaan penggunaan bahasa campuran di media sosial turut memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa Indonesia formal pada penulisan karya tulis ilmiah.
Analisis Perubahan Gaya Bahasa Mahasiswa dalam Penggunaan Media Sosial Dinda Arini; Afrida Afrida; Flanella Natama Harahap; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3673

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmenganalisisperubahangayabahasamahasiswadalampenggunaan media sosial. Metode yang digunakanadalahpenelitiankualitatifdenganfokus pada penggunaanbahasamahasiswadalamkomunikasi digital sehari-hari. Hasil penelitianmenunjukkanbahwa media sosialseperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok memengaruhigayabahasamahasiswamenjadilebihsantai, singkat, dan tidak formal. Mahasiswacenderungmenggunakanbahasagaul, singkatan, istilah viral, sertacampuranbahasa Indonesia dan bahasaInggrisdalamkomunikasi digital. Penggunaanbahasatersebutdianggaplebihpraktis, modern, dan sesuaidenganperkembangankomunikasi di era digital. Meskipundemikian, mahasiswatetapmenyadaripentingnyapenggunaanbahasa Indonesia yang baik dan benardalamsituasi formal dan akademik. Penelitianinimenunjukkanbahwa media sosialmemilikipengaruhbesarterhadapperkembangangayabahasamahasiswa di era digital.
Analisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Pelanggaran Norma Tata Bahasa Indonesia di Chat Grup Mahasiswa Alyatun Rizki Amanda Manik; Tri Komala Sari Simatupang; Maria Christina Br Naibaho; M.Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3674

Abstract

Penelitianinibertujuanmenganalisispersepsimahasiswaterhadappelanggaran norma tata bahasa Indonesia di chat grup WhatsApp mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED). Fenomenapelanggaran norma tata bahasadalamkomunikasi digital semakinmasifseiringmeluasnyapenggunaanaplikasipesaninstansebagai media komunikasiakademik. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatifdeskriptifdenganteknikpengumpulan data melaluiwawancaramendalam, observasi, dan dokumentasiterhadap lima informanmahasiswaFakultas Ilmu Sosial UNIMED. Analisis data dilakukanmelaluitigatahapan Miles dan Huberman, yaitureduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikankesimpulan. Hasil penelitianmenunjukkantigatemuanutama. Pertama, pelanggaran norma tata bahasaterjadihampirsetiaphari di chat grupkampus, meliputisingkatanberlebihanseperti “yg”, “dgn”, dan “utk”, campurkodebahasaInggris dan bahasadaerah, sertapenggunaan kata tidakbaku; mahasiswaumumnyabelummenyadaripenyimpangantersebutkarenamenyamakangrupkampusdengangruppertemananbiasa. Kedua, pelanggaran norma bahasaberdampaknyataterhadapkualitaskomunikasiakademikberupamiskomunikasi, ambiguitasinformasi, dan penurunancitraprofesionalismemahasiswa di matadosen. Ketiga, mahasiswacenderungmemilihpendekatanpasifdenganmenjaditeladandalamberbahasa yang baik, dan secarainstitusionalmendorongperlunyakebijakanresmi, panduankomunikasitertulis, serta program pendidikanberbahasa di lingkungankampus. Penelitianinimenegaskanbahwapenangananpelanggaran norma tata bahasa di ruangkomunikasi digital akademikmemerlukansinergiantarakesadaran individual mahasiswa dan dukungankebijakaninstitusionalperguruantinggi.
Analisis Dampak Penggunaan Bahasa Daerah terhadap Kemampuann Berbahasa Indonesia Mahasiswa dalam Komunikasi Sehari-hari Ririn Siahaan; Yuni Erlina Sitompul; Best Maridup P. Silaban; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan bahasa daerah terhadap kemampuan berbahasa Indonesia mahasiswa dalam komunikasi sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima mahasiswa dari suku Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, dan Jawa. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa daerah masih sangat mendominasi kehidupan sehari-hari mahasiswa, terutama di dalam keluarga, lingkungan sosial, dan kampus. Penggunaan Bahasa daerah memiliki dampak pada kemampuan berbahasa Indonesia, termasuk munculnya campur kode, penggunaan aksen lokal, kesulitan dalam memilih kosakata formal, dan rendahnya kepercayaan diri saat berbicara Bahasa Indonesia baku di situasi akademis. Meskipun begitu, penggunaan bahasa daerah juga memberikan sisi positif, yaitu memperkuat hubungan sosial dan mempertahankan identitas budaya lokal. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat mengatur penggunaan bahasanya sesuai dengan konteks, sambil tetap melestarikan bahasa daerah tanpa mengurangi kemampuan dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Analisis Penggunaan Istilah Asing (Bahasa Inggris) terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia pada Mahasiswa di Lingkungan Kampus Fistauli Sidabutar; Hotmauli Marselina Marpaung; Nana Myagi Lumbantobing; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemakaian istilah luar/bahasa asing (bahasa Inggris),dalam pemakaian bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode deskriptif. Metode pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian yatu mahasiswa,Program Studi PPKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan istilah bahasa Inggris dalam interaksi sehari-hari, sudah cukup sering digunakan , baik dalam aktivitas kuliah, organisasi, ataupun media sosial. Istilah seperti deadline,online, upload, download feedback,meeting, menjadi elemen dalam kebiasaan berinteraksi mahasiswa dalam area kampus. Pemakaian istilah bahasa Inggris terpengaruh oleh kemajuan teknologi, platform media sosial, jaringan internet, dan suasana interaksi mahasiswa.Selain itu, pemakaian istilah bahasa Inggris dinilai dapat memperlancar komunikasi.karena lebih efisien, ringkas, dan mudah dimengerti. Namun, penerapan istilah bahasa Inggris yang berlebihan juga memengaruhi penggunaan bahasa Indonesia,seperti adanya kebiasaan menggabungkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari,khusus nya dilingkungan akademik yang seharusnya formal baku.Namun, mahasiswa tetap menyadari betapa pentingnya melestarikan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan dan identitas bangsa,terutama dalam aktivitas akademis dan keadaan resmi di area kampus.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemakaian istilah asing (bahasa Inggris) di lingkungan Kampus menjadi elemen penting dalam pola komunikasi mahasiswa, namun penerapannya harus tetap dikendalikan agar penggunaan bahasa Indonesia tetap terjaga dengan baik.
Analisis Penggunaan Campur Kode dalam Komunikasi Remaja di Media Sosial Muhammad Surif; Nazli Nadira; Luthfiyah Khansa; Dea Riza Andini
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3762

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena pemakaian campur kode dalam interaksi remaja di platform media sosial. Campur kode adalah penggunaan dua atau lebih bahasa dalam satu kalimat yang sering muncul dalam komunikasi digital sehari-hari, terutama di kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengertian dan jenis campur kode, menganalisis pola pemakaiannya di media sosial, mengenali bentuk campur kode yang umum digunakan, mencari tahu penyebab timbulnya campur kode, serta mengevaluasi dampaknya terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan mengumpulkan informasi dari buku, jurnal penelitian, artikel, dan berbagai sumber tertulis lainnya yang relevan. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa campur kode banyak dipakai oleh remaja di media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan Twitter sebagai cara untuk mengekspresikan diri, menunjukkan identitas kelompok, serta untuk mempermudah komunikasi.
Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia dalam Diskusi Akademik Mahasiswa Prodi Geografi Universitas Negeri Medan Emiyani Teresia Ginting; Nuramanda Nuramanda; Olipia Sihol Marito Pakpahan; M. Surif
Indonesian Journal of Learning Studies Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/ijls.v6i2.3793

Abstract

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang sangat penting dalam kegiatan akademik di sekolah menengah atas. Dalam wacana akademik, siswa diharapkan mampu menggunakan bahasa Indonesia yang jelas dan tepat agar argumen, pendapat, dan gagasan dapat disampaikan secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kemahiran bahasa Indonesia, mengidentifikasi jenis-jenis hambatan bahasa, serta memahami faktor-faktor yang memengaruhi hambatan bahasa dalam diskusi akademik di Program Studi Geografi, Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui pengamatan diskusi akademik dan interaksi dengan mahasiswa angkatan 2024, serta didukung oleh berbagai data yang relevan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemahiran siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia masih cukup rendah. Kesalahan leksikal, penggunaan bahasa informal, kesalahan struktur kalimat, serta interferensi antara dialek daerah dan bahasa gaul merupakan beberapa masalah utama yang muncul. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini meliputi, namun tidak terbatas pada, preferensi penggunaan bahasa informal dalam kehidupan sehari-hari, pengaruh lingkungan sosial, kurangnya kesadaran akan kemahiran berbahasa Indonesia, kurangnya kemahiran berbahasa formal, serta kurangnya minat dalam membaca dan menulis. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mendorong penggunaan bahasa Indonesia dalam kegiatan akademik guna meningkatkan kualitas komunikasi siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 9